Langsung baca saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
Ketujuh remaja tersebut kini berkumpul untuk mengatur strategi penyerangan di dalam kediaman Hyuuga.
Senyum Cherry semakin lebar saat tugasnya berhasil dia selesaikan.
"Mendokusai-sama, pasukan musuh yang mengintai kediaman Hyuuga dari dalam telah berkurang separuh dari mereka keluar saat mendengar ledakan yang di timbulkan Taka dan aku, tapi mereka berada di tempat tersembunyi, aku juga sudah mengirim pesan untuk paman Hiashi dan Neji untuk segera ke tempat yang mungkin tidak ada pasukan musuh."
Mr. Mendokusai mengangguk mendengar penjelasan Cherry.
"Baiklah berhubung Nee-san mengirim beberapa bomnya, aku yakin sensor suara siapa saja bisa digunakan, dan tidak mungkin Nee-san yang sedang menonton kita bisa melihat ke dalam bangunan, ya meski ada cela dan itu pasti sulit. Aku akan membagi kelompok lagi"
Mereka semua mendengarkan penjelasan MR. Mendokusai dengan serius
"Cherry coba cari tahu di mana lokasi paman Hiashi dan Neji berada?"
Dengan lincah Cherry mengetik keyboard nya jara-jari itu menari dengan indahnya, tidak perlu waktu lama Cherry sudah menemukan tempat Hiashi dan Neji.
"Mereka berada di perpustakaan keluarga Mendokusai-sama"
Dari awal sebenarnya Shikamaru tidak suka dengan nama samarannya, tapi apa boleh buat para gadis begitu antusias dan akhirnya dia mulai terbiasa meski masih ada tanda keringat jatuh, tapi tidak seperti saat awal.
"Kita bagi 2 kelompok, kelompok pertama proritaskan penyelamatan paman dan Neji, kelompok kedua langsung serang jangan beri ampun, usahakan jangan ada yang terluka. Musuh hanya menang jumlah tanpa latihan dari atasan mereka. Dan jarang di antara mereka yang membawa senjata api, rata-rata mereka cuma membawa senjata tajam. Kelompok penyerang adalah para gadis kuharap kalian saling melindungi, kami yang akan menyelamatkan paman Hiashi dan Neji."
Para gadis yang mendengar rencana Mr. Mendokusai menyerigai keji.
"Bawa 20 bom bersama kalian sisanya kami yang bawa, bergerak sekarang!"
Amhethist langsung mencabut pedang kembarnya begitu pula dengan Violet langsung mengeluarkan kedua Daggernya, Saphire sendiri akhirnya mengeluarkan 2 handgun kesayangannya. Cherry jangan di tanya, dia yang membawa senjata paling banyak, salah satunya yang dia keluarkan adalah cambuk.
Braaak
Amethist menendang pintu rumahnya sendiri dan saat pintu terbuka, mereka mengirim 6 bom kupu-kupu tersebut dan saat mereka merasa bom-bom tersebut sudah berada di tempat target secara bersamaan mereka berteriak.
"Katsu"
Dhuaaar
Dhuaaar
Dhuaaar
Dhuaaar
Dhuaaar
Dhuaaar
Target yang terkena bom lumayan mengurangi pasukan Musuh
"Ayo kita masuk!" ajak Violet
Begitu mereka menginjakkan kaki mereka di dalam kediaman Hyuuga, beberapa musuh maju menyerang mereka menggunakan pedang.
Trank
Trank
Dengan gerakan lincah Amethist menangkis semua serangan dan Amethist melompat dan menebas semua musuh yang berada dalam jangkauannya.
Jraassh
Jraassh
Duk
Duk
Kepala mereka kembali berjatuhan
Tak mau kalah dari Amethist, Violet juga tengah asik bertarung dengan luwesnya.
Saat salah satu musuh melayangkan tinjunya, dengan tenang Violet menghindar dan memegang tangan musuh yang menyerang lalu dengan mudah dibantingnya
Duagh
Jraash
Setelah membanting langsung saja Violet menggorok leher musuhnya.
Saphire dengan santai menghindar sambil terus menembak kepala setiap musuhnya.
Dor
Dor
Dor
"Ahahaha datang pada mama sayang hahaha"
Dor
Dor
Saphire menyadari ada yang akan menyerang dari belakang,vlangsung saja dirinya melakukan gerakan seperti kayang dan.
Dor
Dor
Semua mati dengan sadis. Penampilan 4 gadis itu tidak bisa di bilang baik. Seluruh pakaian mereka telah dipenuhi darah musuh mereka terlebih Amethist dan Violet.
Ctak
Ctak
Cherry dengan santainya mencambuk semua musuh lalu ditembaknya.
Dor
Dor
Dor
Semua mati mengenaskan di tangan ke empat gadis tersebut.
Musuh yang tersisa melihat kesadisan mereka mulai gemetar ketakutan
"To..tolong ampuni kami."
"Khe, ampun katamu." cibir Amethist
Jraasssh
Jrasssh
Jraaash
Musuh yang tersisa akhirnya tewas mengenaskan.
"Itu balasan untuk kalian."
Tinggalkan para gadis yang telah selesai dengan tugas mereka.
Kelompok penyelamatan juga tengah di sibukkan oleh beberapa musuh yang menghalangi mereka.
"Mendokusai-sama pakai bom saja biar cepat. Kasihan si iklan sampo meninggu lama" ujar Panda
"Hn"
Mendengar usul dari Panda dan gumamam tak jelas Taka, akhirnya Mr. Mendokusai mengaktifkan 10 bom yang dibawa nya untuk menyerang musuh yang berada cukup jauh dihadapan mereka.
"Katsu"
Dhuaar
Dhuaar
Dhuaar
Bom bom itu meledak dan langsung menghanguskan targetnya, meski begitu kediaman Hyuuga tidak terkena efeknya karena bahan yang digunakan untuk membangun rumah tersebut merupakan bahan berkualitas tinggi.
Dor
Dor
Dor
Mereka menembaki musuh yang tersisa sampai tak menyisahkan 1 orang pun.
Brak
Taka menendang pintu perpustakaan tersebut dan mereka langsung bergerak ke arah Hiashi dan Neji berada.
"Paman, Neji kalian ikut kami, kami akan membawa kalian ketempat aman."
"Kalian siapa?"
"Mendokusai, simpan saja pertanyaanmu Neji, ayo kita pergi dari sini!"
Mendengar kata mendokusai, akhirnya Neji bisa tenang karena dia mengenal hanya 1 orang yang suka mengatakan kata merepotkan tersebut.
Neji dan Hiashi mengikuti 3 pemuda tersebut, saat sampai di luar, mereka berdua bisa melihat 4 gadis yang sedang menunggu mereka.
Hiashi dan Neji terkejut melihat penampilan gadis tersebut yang dipenuhi darah. 2 pedang di tangan Amethist masih digenggamnya dan belum kering dari darah musuh mereka, begitu pun dengan Violet yang masih asik memainkan kedua Daggernya sedangkan Cherry dan Saphire malah asik memutar mutar pistol yang berada di tangan mereka sedangkan Cambuk Cherry lebih memilih menyimpannya.
"Ayo kita pulang, aku sangat lelah ttebayou."
"Saphire benar, aku juga lelah tebasa.." ujar Violet dengan semangat meski terdengar kelelahan
"Baiklah kita menuju mobil kita lalu pulang istirahat." ujar panda
Baru saja Hiashi ingin bertanya ucapannya dipotong oleh Amethist.
"Nanti saja Tou-sama, kami lelah."
Bruukk
Hiashi mengenali siapa Amethist dan tak menyangka anaknya akan sesadis itu pun pingsan tak sadarkan diri.
Mereka segera membopong Hiashi menuju mobil mereka dan meninggalkan kediaman Hyuuga, dan untung Neji sudah mengamankan semua berkas-berkas penting.
tapi suka aja ma ceritanya hehe...