Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25 Hidupku untuk Rania
***Salam sayang dari Rania teman-teman.
Happy reading😘😘***
Baby Rania sudah memasuki usia sebulan,walaupun baru sebulan tetapi Rania sudah sangat actif dan semakin gembul.
Sejak kehadiran Rania dikeluarganya,usaha jualan roti Anaya makin berkembang.Zul yang selama ini bekerja serabutan,sekarang bekerja dengan Anaya menjadi pengantar pesanan roti.
"Bang Zul,roti ini antarkan ke alamat ini jam 3 sore ya," kata Anaya kepada bang Zul yang sedari tadi asyik melihat Nesum buat adonan roti.
"ok Nay,Nesum ajarin Zul buat roti ya," kata Zul pada Nesum.
"abang minat belajar?" tanya Anaya serius.
"ya Nay,masakan abang jadi pengangguran terus.Abang mau juga jadi pengusaha," kekeh Zul.
"kalau begitu bang,tolong ambil semua bahan-bahan ini dilemari itu dan timbang sesuai di catatan ini," kata Anaya kepada Zul.
Dengan semangat Zul mengikuti perintah Anaya,walaupun dapur jadi agak berantakan akibat tepung sering tumpah dibuat Zul.
"Dah Nay,apa lagi?" tanya Zul dengan penuh semangat.
"abang buat seperti Nesum lakukan," kata Anaya.
Zul mengikuti semua perintah Anaya dengan seriusnya.sehingga dia tak sadar papa sudah berdiri disampingnya.
"Zul,apa yang kau lakukan?" tanya papa.
"aduh....Om,kaget Zul jadinya," ucapnya.
"serius kali,dengan adonan itu?" sambung papa lagi.
"ini Om,Zul lagi buat adonan roti pisang keju," beritahukan Zul dengan bangganya.
"Kamu lagi belajar buat kue?" tanya papa Anaya heran.
"Ya Om,Zul mau jadi pengusaha roti," beritahukan Zul.
"Bagus Zul,Om bangga sama kamu,Jadi anak muda jangan hanya mau kerja diruang ber ac ," dukungan papa Anaya atas keinginan Zul belajar buat roti.
"mana Rania?" tanya papa pada Nesum.
"lagi maem,tadi nangis karena lapar," beritahukan Nesum.
"Sudah selesai adonannya,terus diapain lagi?"tanya Zul pada Nesum.
"potong-potong pisang dan keju Zul," kata Nesum.
Sedang serius dengan pisang dan kejunya,tiba-tiba ada tangan yang mencomot potongan pisang dan keju yang sudah dipotongnya tadi.
"Togar jangan kau ambil !" cegah Zul ketika Togar ingin mencomot pisang yang sudah dipotong.
"Pelit kali kau kawan," kata Togar.
"ini bahan untuk roti pisang keju," beritahukan Zul.
"Kau yang buat?" tanya Togar dengan tak yakin Zul bisa buat roti.
"Ya,kenapa tak yakin kau dengan hasil buatanku?" tanya Zul.
"keracunan pula kami nanti,makan roti buatanmu," ledek Togar.
"Jangan kau anggap remeh Togar,shock nanti kau dengan roti buatanku," kata Zul dengan percaya diri.
Anaya yang mendengar perdebatan dua orang itu,menjadi tertawa.
"Abang dua inilah,ribut terus," Anaya melerai dua orang tersebut.
"Nay,mana Rania?" Togar menanyakan keberadaan Rania yang tak ada dilihatnya.
"Tidur bang,agak rewel karena semalam baru imunisasi," beritahukan Anaya.
"Padahal abang tadi mau bawa jalan-jalan ke taman ," niat Togar bawa Rania jalan-jalan.
"Bantu aja aku Togar,biar bisa kau buat roti nanti.Biar buka toko roti kita"kata Zul.
"Betul juga kau kawan,dah capek aku jadi kelelawar," kata Togar.
"kenapa jadi kelelawar?" tanya papa yang baru keluar dari kamar,dan Togar menyebutkan dirinya sebagai kelelawar.
"Yalah Om,Kelelawar malam keluar,sedangkan saya malam kerja jaga," kekeh Togar.
"Togar,ada-ada aja kau ini ," kata Nesum yang juga tertawa.
"Nay,kenapa tidak buka kursus buat roti,pasti banyak peminatnya," usul Togar.
"Aduh bang,tempat kita sempit begini," jawab Anaya tentang usulan Togar itu.
"Betul juga usulan Togar Nay," kata papanya.
"pasti banyak ibu-ibu didekat sini mau belajar,dari pada mereka ngerumpi sambil cari kutu ," kata Togar.
"Ha.....ha....ha..," Zul tertawa terpingkal-pingkal.
"kenapa kau tawa Zul?" tanya papa.
"itu Om,ibu-ibu cari kutu," beritahukan Zul.
"Betul aku bilang,tadi aja aku pulang dari luar.Ibu-ibu sudah bergerombol dibawah pohon jambu cari kutu," kata Togar.
"Mungkin mereka ngak ada minat bang," kata Anaya .
"Jadi minat mereka hanya cari kutu" ujar Togar lagi.
"Dah Togar,lupakan dulu soal kutu.Bantu buat roti ini,aku mau mengantarkan pesanan," kata Zul.
"Mana tahu aku,sini aku ngantar pesanan.Dan kau selesaikan rotimu"
🍰***Next🍰***