Viona Retwinata adalah seorang ibu tunggal berusia 25 tahun. Suaminya telah meninggal 7 tahun yang lalu. Dia memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Darrel Saputra. Karena keadaan Viona akhirnya menikah dengan Vino Welton.
Vino Welton adalah seorang pewaris tunggal Welton Group, berusia 30 tahun. Mencintai kebebasan dan tidak ingin terikat dengan yang namanya pernikahan. Baginya wanita hanya untuk teman tid*r.
"Dengan siapa pun aku menikah, aku akan menjalankannya dengan baik dan sempurna, karena memang itulah takdirku "
= Viona Retwinata =
"Bagaimana mungkin seorang janda yang telah memiliki seorang putra, namun masih vi*gin"
= Vino Welton =
🍒🍒🍒
Update sekali 2 hari ya !!
Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMENT and jadikan FAVORITE kalian ya, agar author semangat nulisnya 😘
Baca karyaku yang lain juga
I WANNA YOU, MY COLD BOY
JERAT HASRAT KAKAK IPAR
ONE NIGHT STAND IN DUBAI
= Lady_MerMaD =
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Mermad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Tersudut
Vino melajukan mobilnya dengan kencang, untung jalanan masih sepi. Dia harus segera bicara dengan ibunya. Sampai di rumah orang tuanya, seccuritty langsung membukakan pagar. Memarkir mobil dan segera ke kamar orang tuanya, dia tidak peduli jika hari masih terlalu pagi untuk dia berkunjung. Di rumah tersebut memang terdapat dua kamar utama, satu milik orang tuanya, satu lagi kamar Vino, namun Vino lebih suka tinggal di apartmentnya. Vino mengetuk pintu kamar utama yang di tempati orang tuanya. Elisa bangun karena pintu kamarnya di gedor - gedor dengan tidak sabaran, membuka pintu yang menampilkan wajah Vino yang sedang kesal.
" Mommy, harus menarik orang suruhan mom, agar tidak mengikuti ku " cerocos Vino masuk ke kamar tanpa menunggu Elisa menyuruhnya masuk.
" Kenapa, apakah kau sudah memutuskan, menikahi salah satu anak teman mommy ? " pancing Elisa karena sekarang dia berharap Vino memilih menikahi Viona. Gadis cerdas, cantik dan baik hati. Elisa punya segudang cara membuat Viona mengikuti permainannya untuk menyadarkan Vino.
" Tentu saja tidak, sampai kapan pun, aku tidak akan menikahi salah satu dari mereka " sengit Vino.
" Jadi kau akan menikahi kekasih mu Viona itu ? " pancing Elisa seolah - olah tidak setuju.
" Ya, tapi jika mommy menarik orang suruhan mommy, aku juga bisa mempertimbangkan untuk tidak menikahi Viona, ya hanya berpacaran saja denganya " negosiasi Vino berharap ibunya mengikuti keinginannya. Dia masih berpikir kalau ibunya masih tidak menyetujui hubungannya dengan Viona.
" Apakah tidak ada pilihan lain " Elisa pura - pura menawar.
" Tidak, aku lebih baik tidak menikah jika bukan dengan Viona " ancam Vino duduk di sofa kamar orang tuanya. Elisa mengikuti Vino duduk di sofa.
" Baik lah jika memang tidak ada pilihan lain, maka mommy setuju kau menikahi Viona, ketimbang kau tidak menikah " lanjut Elisa memelas, namun tersenyum penuh arti.
" Apa ? " kaget Vino dengan yang dia dengar, apakah ibunya bercanda.
" Bagai mana dengan daddy, apa dia setuju ? "
" Tenang saja, daddy mu akan mengikuti apa mau mommy "
" Jadi kapan kalian akan menikah ? " desak Elisa.
" Aku akan membicarakannya dengan Viona dulu "
" Bagai mana kalua Viona belum siap untuk menikah ? " nego Vino lagi.
" Maka kau harus memilih, calon dari mommy " smirk Elisa.
" Baik lah, sekarang mom tarik orang suruhan mom, agar tidak mengikuti ku " instruksi Vino.
" No, selama kamu belum menikah, maka orang suruhan mommy akan terus mengawasi mu " jelas Elisa.
" It's not fair, mom. Aku kan telah setuju untuk menikah, seharusnya Mommy juga menepati janji untuk tidak ikut campur urusan ku " tegas Vino mondar - mandir tidak karuan.
" Tapi kau belum menikah, jika sudah terdaftar menikah baru mommy tidak akan ikut campur lagi dengan urusan mu "
" Siapa yang tau, kalau kau hanya bilang akan menikah saja, bahkan mungkin entah tahun kapan " lanjut Elisa mengedikan bahunya.
" Mommy, menikah itu butuh persiapan " lanjut Vino mulai membujuk Elisa lagi.
" Tentu saja butuh persiapan, Mommy bisa membuat mu menikah dua hari lagi, kau dan Viona cukup duduk manis saja "
" Apa ? dua hari lagi ? aku bahkan belum membicarakannya dengan Viona " kaget Vino frustasi.
" Mommy tau kan wanita suka dilamar dengan cara romantis, maka aku akan mempersiapkannya dulu " alasan Vino, masih berusaha mengundur waktu.
" Jika kau butuh bantuan mommy untuk mempersiapkannya, mommy akan melakukannya dengan senang hati, siapa yang lebih tau keinginan wanita selain wanita juga " kamu harus segera mengambil keputusan Vino, pikir Elisa.
" Aaargghhhh " kesal Vino mengacak - acak rambutnya, dia benar - benar frustasi. Kali ini ibunya benar - benar susah di bujuk. Aku harus segera membuat Viona menerima ini.
" Oke baik lah, aku akan segera membicarakannya dengan Viona, mom tunggu info dari ku saja " ujar Vino setelah menenangkan dirinya.
" Mommy tunggu keputusan mu, lebih cepat lebih baik, sekarang pergi lah sarapan, mommy mau mandi dulu " meninggalkan Vino kemudian ke kamar mandi.
" Kapan mom, akan bilang daddy " teriak Vino
" Setelah dapat keputusan dari mu " balas Elisa dari kamar mandi.
" Jangan lupa tutup pintunya " Elisa tau kebiasaan putranya jika kesal suka pergi tanpa menutup pintu.
" Aku langsung ke kantor saja "
" Terserah " balas Elisa.
Vino keluar dari rumah orang tuanya menuju mobil, didalam mobil dia memukul - mukul stir meluapkan kekesalannya. Melirik jam tangan yang menunjukan pukul 7 pagi, apakah Viona hari ini jadwal pagi atau siang ya ?
******
Sebelum kekantor Vino singgah dulu ke cafe dekat kantor untuk membeli kopi dan roti buat sarapannya. Vino mengurus pekerjaan seperti biasa meeting dengan perusahaan lain terkait project pembangunan Hotel dan Resort di Kota B. Dia juga meminta Angga untuk mengatur pertemuan dengan Viona. Kali ini Vino ingin bertemu Viona di apartmentnya yang di Healhty and Green. Sepulang Viona bekerja, kebetulan Viona dapat shift pagi minggu ini. Vino dan Angga ke Healthy and Green sore. Mereka berbincang dengan Arnold juga di ruangan Vino membahas menu baru yang akan mereka hadirkan seminggu lagi.
Jam 7 malam Viona datang ke Healhty and Green. Rekan - rekan kerja lamanya heran mengapa Viona datang lagi kesini, namun mereka tidak berani bertanya, hanya bertanya tentang kabarnya dan dimana dia bekerja sekarang. Viona langsung di panggil Angga agar naik ke atas. Mereka menuju apartment Vino di lantai atas. Vino tidak ingin pembicaraan mereka di dengar oleh pegawai lainnya. Tadinya Vino ingin Viona ke Apartmentnya yang satu lagi untuk berbicara namun tempat itu terlalu jauh buat Viona, akhirnya Vino menyuruhnya ke Healhty and Green saja. Viona memasuki Apartment itu, ini pertama kali dia masuk ke dalam. Angga mempersilahkan Viona menunggu di sofa bergaya Retro dengan meja consul.
" Silahkan duduk, nona, mau minum apa ? " tanya Angga
" Air putih saja " balas Viona kemudian duduk di sofa.
" Silahkan diminum, Bos sedang mandi, saya tinggal dulu " meninggalkan Viona menuju kamar Vino.
Viona memperhatikan sekeliling ruangan, ternyata besar juga apartment ini pikir Viona. Viona pikir ruangan ini lantai paling tinggi di gedung Healthy and Green, ternyata ada satu lantai lagi. Disamping sofa ruang tamu yang Viona duduki terdapat lemari yang berisi buku - buku sebagai pembantas dengan ruangan nonton. Dari pintu masuk Viona tadi ada lagi ruangan sebelah kiri sepertinya tempat olah raga dan dapur.
Vino turun dari lantai atas bersama Angga, Vino menuju sofa ke tempat Viona berada, namun Angga keluar ke bawah. Viona berdiri menyambut Vino, namun Vino menginstruksikannya untuk tetap duduk. Kemudian duduk di depan Viona.
" Aku langsung saja " ujar Vino memandang Viona.
" Mommy, ingin aku menikahi mu " jelas Vino
" Apa ? " bingung Viona, bagai mana mungkin ibunya menyuruh mereka menikah secepatnya, padahal Viona baru mengenal ibunya dan baru sekali bertemu.
*******
Gantung dulu ya says.
Jangan lupa tinggalkan Jejak ya !!
Like, favorite and Vote.
Love U
Gumawo ♥️♥️