Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bidadari manisku
Matahari pagi menyinari kamar Muti yg menerobos melalui sela-sela horden jendela kamar Muti, Muti terbangun karna silau akan sinarnya.
Muti menguap lalu beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan Membersihkan diri, Muti tak punya jadwal kuliah pagi, dan Muti juga tak masuk kerja sejak kejadian di restoran, ia berencana cari kerjaan lain yg ia bisa, karna semenjak kejadian di restoran itu, entah Muti maupun Ayunda mereka saling menghindar.
Setelah selesai mandi, Muti keluar kamar untuk sarapan, sekaligus minta maaf pada suaminya.
Muti menatap pintu kamar suaminya yg masih tertutup rapat, ia bingung mungkinkah suminya sudah berangkat atau masih di dalam, Muti berjalan ingin mengetok pintu kamar suaminya tapi ia urungkan setelah mendengar suara Bi' ina memanggil.
"Nyonya... Tuan Rizky sudah berangkat, dan beliau menitipkan ini untuk Nona." Bi' Ina memberikan amplop coklat pada Muti, Muti bingung karna tak biasanya Rizky menitipkan sesuatu pada Bi' Ina, Muti membalikkan amplop tersebut. dan...
Jedduarrr...
Hati Muti bagaikan di sambar petir di siang bolong, ia sedih hatinya se akan terhimpit batu besar, ia tak tau harus bilang apa, Muti membekap mulutnya sendiri ia ambruk dan jatuh bersimpuh, air matanya menetes membanjiri wajah Muti, hatinya begitu sesak, ia menyesali perbuatannya pada Rizky, dan ia sudah hilang kesempatan untuk memperbaikinya lagi, semuanya sudah terlambat, bahkan sangat terlambat, ber kali-kali Rizky memberinya kesempatan, tapi Muti selalu menyia-nyiakan kesempatan itu, hingga pada akhirnya Rizky menyerah dan memilih untuk menceraikan dirinya.
Muti membuka surat dari pengadilan agama, ia membukanya dg tangan gemetar, ia membaca surat tersebut dengan air mata yg terus mengalir tanpa henti.
"Nyonya... Tuan Rizky juga menitipkan surat ini untukmu." Bi' Ina memberikan surat tersebut dg perasaan iba.
Muti mengambil surat tersebut dg tangan yg masih gemetar karna syok dg apa yg terjadi, Muti memang masih mencintai Renald tapi Muti juga tak mau kehilangan suaminya.
..."Assalamu alaikum Bidadari manisku..."...
..."Terima kasih karna selama ini kau telah menemani Mas, kau telah mewarnai hidup Mas, Mas bahagia karna pernah menjadi bagian dalam hidupmu, Maafkan Mas, selama ini Mas egois, Mas hanya memikirkan cinta Mas pada Muti, tanpa memikirkan Muti yang tersiksa hidup bersama Mas."...
...Mas akan pergi jauh dari Muti, kejarlah kebahagiaanmu, kalian saling mencintai, maafkan Mas yg pernah menjadi benalu dalam hidumu."...
..."Selamat tinggal Bidadariku, sekali lagi maafakan cinta Mas yg sempat menjadi penghalang di antara kalian."...
..."I LOVE U Mutia Fatahillah Azkan"...
..."Selamanya kau akan tetap selalu ku kenang."...
Muti menutup surat tersebut dan menangis sejadi-jadinya, ia tak tau harus berbuat apa, ia berdiri lalu berlari ke kamarnya, ia mengambil tas selempangnya kemudian ia keluar tanpa mendengarkan panggilan Bi' ina yg memanggilnya.
Muti memesan taxi online, ia mau mengejar Rizky, ia tak tau Rizky kemana, tujuannya saat ini adalah rumah mertuanya.
Muti akan memohon agar Rizky membatalkan niatnya dan dia juga akan bersujud di kaki Rizky untuk minta maaf, Muti akan melakukan apapun agar Rizky memaafkannya.
Setelah taxi online tersebut datang, Muti langsung masuk dan menyuruh sopir taxi tersebut untuk menyetir dg kecepatan tinggi, Muti panik ia sangat takut kehilangan suaminya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung...
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa