NovelToon NovelToon
Twins Love Story

Twins Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:373.1k
Nilai: 5
Nama Author: Seulmi

Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?

Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.

Siapakah yang di pilih pria itu?

'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'

Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 "Mulai bekerja"

“kau , waktu itu kenapa menangis di depan hotel MoonBlue”  Hana diam , ia seakan berpikir untuk menjawab pertanyaan itu atau mendiamkan nya.

"kenapa?" Tanya Satya lagi.

"Aku bertemu dengan seseorang, ahh tidak lebih tepatnya aku melihat dia dan dia tidak melihatku" Hana menatap ke arah langit malam seakan tak ingin membalas tatapan Satya padanya.

"Siapa?" tanya Satya seolah-olah tidak tau, walau saat ini dia dapat menebak siapa orang yang Hana maksudkan.

"Lupakan! aku sedang tidak ingin membahasnya, kau jangan berani beraninya mengacaukan pemandangan indah ini" Hana memicingkan matanya seakan mengancam Satya untuk tidak bertanya lagi. Ia lalu terlihat pasrah dan Satya memilih untuk diam.

"Sat! tadi apa harapanmu?"

"Harapan?"

"Iya saat aku suruh untuk berdoa tadi"

"Ra-ha-si-a" Satya juga menatap ke arah langit mengikuti Hana yang sedari tadi mendongakkan kepalanya.

"Pelitnya! katakan padaku apa itu?" Pintar Hana dengan paksa.

"Gak mau!"

"Satya! katakan ya padaku" Hana merengek manja namun Satya tidak menghiraukannya bahkan saat Hana menggoyangkan lengannya.

"Kau belum melupakan dia?" Seketika Hana berhasil dibuat berhenti oleh pertanyaan Satya ia tidak lagi menggoyangkan lengan Satya.

"Kau berkencan dengan banyak pria tapi belum Move on juga? Payah sekali" Satya meledeki, Hana lalu mengerucutkan bibirnya.

"itu karena tidak ada satupun yang cocok denganku" Hana membela dirinya.

"begitulah? Kalau denganku bagaimana? cocok tidak?" Satya mendekatkan wajahnya pada Hana.

"Apa?"

"Kau mau berpacaran denganku tidak?" tanya Satya sekali lagi.

"kau gila?!" dengan reflek Hana mendorong tubuh Satya jauh-jauh darinya ia lalu membuang muka dari Satya berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah berubah memerah.

"kenapa? waktu mabuk kau sendiri yang mengajakku untuk berpacaran" Satya teringat akan ciuman yang diambil paksa oleh Hana.

"Aku?" Hana menunjuk dirinya sendiri. Satya kembali mengangguk. "hahahaha itu tidak mungkin, kau ini mengarang saja".

" Benar aku tidak bohong, kau saja yang melupakan semuanya setelah mabuk"

"Aku? sungguh? Itu tidak mungkin!" Satya lalu tertawa ia berhasil membuat Hana bingung.

"Satya! kau pasti berbohong!" Hana dengan cepat memukuli punggung Satya.

"Sudah lupakan saja, ayo pulang disini dingin sekali" Satya memasukkan tangannya ke dalam jaket dan berjalan terlebih dulu meninggalkan Hana yang masih mematung. Ia mencoba untuk meluruskan pikirannya setelah menatapi punggung Satya yang sudah semakin menjauh.

"Sat! tunggu aku"

"Harapanku? Harapanku adalah semoga kau tidak pernah lagi dibuat sedih oleh seseorang, oleh masa lalumu, oleh siapapun yang berhubungan dengan masa lalumu".

🌺🌺🌺🌺🌺

Hari  – Hari magang dilalui Hani dengan tanpa semangat apalagi setelah beredar kabar Soal Hani yang akan dijadikan sekertaris pribadi oleh Arka, terlihat tatapan sinis dari staff lain yang mengarah padanya. Lagi-lagi Hani memilih balkon hotel sebagai tempat makan siang nya , ia tak bisa bergabung dengan orang-orang yang tengah membicarakannya lagipula Hani memang tidak biasa bergabung dengan orang yang tidak akrab dengan nya.

“Sudah kuduga kau pasti disini” Suara Arka terdengar dibalik punggung Hani, baru saja Hani memulai makan siang nya ia sudah dibuat kehilangan selera makan.

“Kenapa kau selalu makan disini?” Tanya Arka lagi

“Tidak apa-apa hanya ingin saja” Jawab Hani dengan tanpa menatap Arka.

“Aku sudah siapkan ruanganmu”

“Ruangan?”

“eoh , ruangan yang sama denganku” Arka tersenyum dan berhasil membuat Hani berhenti menikmati makan siangnya.

“Kenapa aku harus bekerja di ruanganmu?”

“Lalu kau mau bekerja di front office?” Hani diam , ia memang sudah tidak nyaman lagi berada dengan orang orang yang memandanginya dengan sinis tapi akan lebih tidak nyaman jika harus berada satu ruangan dengan Arka.

“kalau kau jadi sekertarisku , hutangmu ku anggap lunas bagaimana?” Tawaran itu membuat Hani berpikir sejenak. Ia tidak tahu harus menjawabnya seperti apa.

“Tidak mau?” Arka menatap Hani lagi

“kalau tidak mau aku mau loncat saja, setelah mati aku akan menghantuimu setiap hari” Hani mendecakan lidahnya melihat Arka yang mengancamnya seperi itu.

“Loncat saja” Ucap Hani, kemudian Arka beranjak dari duduknya.

"Benar ya! Aku akan loncat” Arka mengambil langkah, Hani dengan spontan menarik tangan nya dan membuat Arka menghentikan langkah nya .

“Ja-jangan!” Diam-diam Arka tersenyum kecil dan menatap ke arah pergelangan tangan nya yang ditahan oleh Hani.

“Woho kau menyentuhku sekarang , kemarin kau mengejarku. Kau pasti menyukaiku kan?”

“Apa?! ti-tidak bu-bukan seperti itu” Hani segera melepaskan tangan nya dari Arka ia lalu menundukan kepalanya dan kembali melanjutkan makan siang nya dan mencoba untuk tidak memperdulikan Arka yang terus menggodanya. Setelah menemani Hani makan siang, Arka lalu membawanya masuk ke ruangan. Terlihat sebuah meja tambahan di dekat meja kerja milik Arka lengkap dengan komputer baru nya.

“Apa ini?” Tanya Hani , ia berjalan perlahan menuju meja baru nya.

“Itu meja kerjamu , mulai sekarang kau tidak bisa jauh-jauh dariku” Arka menarik tangan Hani dan membuatnya duduk di kursi yang sudah tersedia .

Hani lalu menatapi meja kerja barunya yang terlihat masih rapi. Arka kemudian berjongkok di depan Hani.

"Bagaimana? kau suka?" tatapan mata Arka tepat menatap manik mata Hani. Tatapan itu membuat Hani tak bisa bernafas dengan benar. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang mencekik lehernya dan lidah Hani menjadi kelu seketika. Hani hanya bisa mengangguk pelan.

“Sudah ku tebak! Kau pasti suka , kalau begitu selamat bekerja sekertaris ku yang baru” Arka mengambil posisi berdiri ia kembali ke sofa miliknya dan mengeluarkan ponselnya lalu kembali memulai game diponsel nya.

"ah iya jangan lupa besok ada jadwal meeting dengan calon pemegang saham, untuk jadwalku selanjutnya kau bisa hubungi Sandy” Hani kemudian menghela nafas lagi , ia mencoba untuk menjalani tugas nya hingga masa magangnya berakhir. Ia akan mencoba sekuat tenaganya .

Dengan tajam Hani menatap ke arah jam tangan nya Ia menghitung mundur di dalam hatinya menantikan jarum panjang beranjak diam di angka 12 .

“Tepat jam 7 malam! pak Manajer , jam kerja ku sudah selesai” Hani beranjak dari duduknya ia mematikan komputernya dan membereskan beberapa berkas yang baru saja ia selesaikan.

“mau kemana? ”  Arka masih bermain dengan game nya , matanya fokus menuju ke arah layar ponsel .

“Aku mau pulang dulu bye-bye sampai jumpa besok” Hani mengambil tasnya ia lalu keluar dari ruangan kerja Arka. Tak ingin kehilangan jejak , Arka segera menyusul Hani dan mengikutinya hingga keluar dari hotel.

“Hani, kau harus ikut aku!” Arka menghalangi Hani yang hampir saja naik ke dalam bis.

“Jalanlah, tidak jadi naik” Ia tersenyum pada pengemudi bis yang kemudian menutup pintunya .

“ada apa denganmu?”  Tanya Hani.

“Aaah aku ada sedikit masalah kau harus ikut denganku” Arka lalu menghentikan taksi dan membuat Hani masuk ke dalamnya seakan tak lagi mengijinkan untuk bertanya-tanya.

“aku sakit , kita harus pergi ke rumah sakit” Ucap Arka setelah berada di dalam taksi bersama Hani.

“Sa-sakit? Kamu tidak apa-apakan? ”  Hani terlihat khawatir saat Arka mengatakan bahwa dirinya sakit . Namun Arka tak menjawab ia hanya bungkam dan membuat Hani semakin tak karuan , Hani tak bisa menolak saat Arka memaksanya untuk ikut ke rumah sakit . Tak ada pilihan lain selain diam.

🌺🌺🌺🌺🌺

1
ani purwanti
bagus sekali
Nung Ella
novel nya cukup bagus
Yulia Purnama
karya yg paling bagus yg pernah saya baca, bahkan saya membaca berulang-ulang kali, cuma kurang bonus chapter, jadi pas tamatnya agak gantung.
Triani
meleleh ma tatapanmu bang Sat
tar1793758
luar biasa , saya sgt suka karya kakak
Yulia Purnama
buat bonus chapter dong Thor, kehidupan pernikahan Satya dan Hana, terus masa ngidam Hani yg dimanjain Arka, seru pastii..
RiriSiput 3210
.
Lisa Lisa
aku tdj mau hani mati ksh seyta
RiriSiput 3210
.
Marupin Eny
bagus thor karya mu tidak terlalu bnyk konflik tapi sayang yg like dan komen dikit
tetap semangat thor 💪
RiriSiput 3210
nice
who am I
bagus ceritanya panjang tapi termasuk ringan buat dibaca
Ernawati
👍👍👍👍🤩
Ima Ashahri
makin seru ceritanya lanjuut
Ima Ashahri
lanjuut baca
Ima Ashahri
visualnya idolaku bangeeett thoorr makin suka bacanya
@Lala
Hana juga cantik kok
Alriani Hespiapi
saya mampir ya..
Bzaa
biar otor tetap semangat aku kirim kopay ya.. sbntr sampe, aku kirim pk goj*k😆..
Bzaa
otor semangat....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!