NovelToon NovelToon
Secret Woman Of Mr. Mafia

Secret Woman Of Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Badboy / Chicklit / Tamat
Popularitas:367.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

The Sekuel :

1. Heart Darkness
2.The Secret Woman of Mr. Mafia

Secret Love of Mr. Mafia...

Hellton Pascalito seorang pengusaha dari perusahaan terbaik dalam industri UHT, seorang CEO tetapi jua merupakan seorang Mafia yang tak pernah mengekspos dirinya ke dunia luar, hanya gunakan nama samaran untuk mengelola bisnis, telah terpancing ke permukaan publik saat seorang reporter wanita bergabung bersama Pemerintah lakukan genosida pada Mafia. Bisnis ilegalnya terhenti, keluarganya terseret ke balik sel, tetapi lebih dari itu ia terobsesi pada sang reporter yang sangat antipati pada Mafia. Hellton Pascalito akhirnya mulai berburu.

Reporter yang di maksud Hellton adalah Irishak Bella. Seorang wanita yang berani, tegas dan tak takut pada apapun. Ia selalu berdiri di depan kebenaran. Puteri salah seorang pengacara yang berjuang untuk bersihkan negara dari para Mafia. Ayahnya kemudian dibunuh, diracuni dalam pesawat saat akan bertemu Perdana Menteri. Dendam Irishak pada para Mafia membuatnya habiskan hari sebagai jurnalis yang terang-terangan mengejar Mafia. Tak menduga ia malah disekap oleh penjahat yang ia buru.

Sedangkan kolega Hellton Pascalito, Axel Anthony, Putera seorang petinggi Mafia, adalah seorang pria introvert sekaligus pemalu. Kehidupannya lurus taknikuti jejak sang Ayah. Ia sangat tampan, kendati demikian ia takut pada wanita. Ia adalah seorang insinyur dan miliki perusahaan besi baja. Suatu ketika Ayahnya terbunuh ketika putuskan berbalik mendukung pemerintah, dieksekusi di hadapan publik oleh pemimpin tertinggi dalam organisasi Mafia. Irama balas dendam dimulai. Kumpulkan informasi tentang Puteri Tetua yang mengeksekusi ayahnya, Axel Anthony bergerak gunakan kekuasaan Ayahnya untuk memburu Puteri Sang Tetua yang adalah seorang Dokter Muda.

Piqueena Mendeleya seorang dokter magang di sebuah rumah skait swasta, miliki kehidupan sederhana bersama kedua orang tuanya. Setidaknya itulah pikirannya. Tak menduga suatu ketika seorang pria menculiknya dan menodainya di sebuah base camp para Mafia ....

Kisah ini terjalin erat antara dua orang wanita yang dinodai oleh dua orang pria di waktu berbeda dan tempat berbeda.

Takdir secara aneh pertemukan mereka dan mempermainkan kehidupan mereka.

Well, kemana kisah mereka akan berakhir ....

****

Cinta butuh Dinamika.... Please baca Heart Darkness untuk ketahui asal muasal pertemuan para tokoh ini.

Plagiarisme dilarang keras. Please dukung author dengan Like, komentar, vote, rate dan share.

Ja'o Mora Ne'e Miu (I Love You All)

Big Love 😍😍😍 from Senja Cewen To #SenjacewenLover....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25. Innocent Victim

"Axel?!"

Queena menatap nanar pria di seberangnya.

"Queena?! Apa yang perlu disembunyikan lagi?" balas Axel tajam dan dingin.

Hector menengok kakaknya, manggut-manggut ungkapkan kekaguman pada keberanian Axel.

"Kamu terus memilih pertimbangkan perasaan Ellen, perasaan keluargamu dan berulang kali korbankan aku. Sampai kapan?!" tambah Axel.

Jeremy Mendeleya menghela napas panjang sedikit berdehem melihat perdebatan di perjamuan makan malam yang harusnya jadi momen bagus untuk berbagi kasih sayang.

"Aku bertanya-tanya, mengapa Axel Anthony batalkan lamaran dengan Elleanor beberapa waktu lalu? Dan sangat keliru saat percayakan pada Nyonya Anthony untuk mengambil tindakan. Axel Anthony ternyata mencintai Puteriku yang lain," ujar Jeremy. Ia kemudian menoleh pada Queena yang menunduk tak berdaya. "Queena, apakah aku bukan orang tua bagimu? Mengapa sembunyikan ini dariku? Apa kamu berpikir aku akan menentangmu dan lebih memilih Elleanor, hanya karena dia Puteri kandungku?" Tampak kecewa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari sikap dan penuturan katanya; tetap lembut. Sama seperti Ayah.

Uncle Jeremy, walikota berkat pengorbanan Ayahnya tetapi Paman Jeremy demi tugas yang diembannya membasmi semua Mafia dari kota, tak terkecuali Kakak tertuanya, Ayah Queena. Paman Jemy dalam ingatan Queena adalah Paman terbaik yang sangat mengasihinya.

"Rosana, aku selalu berterima kasih padamu karena mendukung dan mengurusi anak-anak, tetapi, kali ini sikapmu tidak bijaksana."

Ibu Rosana hendak menyanggah, tetapi, tatapan tajam Paman Jeremy cukup untuk membungkam Ibu Rosana.

"Uncle Jemy ... a ... ku dan Axel ..., ka ... mi ...." Queena terbata-bata. Ketika pupilnya bertemu mata cokelat terang Axel Anthony yang bahkan di bawah remang lampu bersinar penuh kepastian, Queena menggenggam keberaniannya sediri. Ia berhenti gugup. "Kami saling mencintai sejak lama, jauh sebelum Axel bertemu Ellen. Maafkan aku. Sungguh aku tak bermaksud menyakiti Ellen." Queena bicara lambat penuh dengan penyesalan mendalam. Ia harus jujur kini, dan berharap tak kehilangan Uncle Jemy juga Elleanor.

Ellen?!

Mata Queena beralih dari Axel pada Ellen. Binar mata Elleanor terlihat buram dipenuhi air mata. Sangat shock. Waktu yang lama secara pasti hancurkan mereka, dan satu-satunya yang tersisa adalah patah hati.

"Jadi, pria pendiam dan pemalu itu ... Axel Anthony?!" tanya Ellen, mengulang percakapan mereka di ruang makan saat Queena dibawa Paman Jeremy ke rumah dan ternyata Axel juga ada di sana dalam rencana tunangan dengan Elleanor. "Kamu terkejut waktu tahu aku akan dillamar seorang pria bernama Axel Anthony dan kamu bertanya ..., Axel Anthony yang mana?!" Elleanor terisak keras. "Kamu berpikir Axel Anthony yang lain ... bukan Axel Anthony kekasihmu. Itukah, alasannya, lima menit setelah kamu pergi Axel pamitan dan pergi. Apakah kalian bersama setelah itu?"

Segala hal menjadi terang benderang.

"Ya, maafkan aku Ellen," sahut Queena. "Ibu Axel menentang hubungan kami. Beliau tak menyukaiku sebagai kekasih Axel. Dan Ibunya sangat menyukaimu."

"Bagaimana jika kamu ada di posisi kekasih Axel? Kamu bertanya padaku tadi Queena?!" ujar Elleanor semakin kuat terisak.

"Ya, karena aku tak bisa beritahu kamu bahwa akulah kekasihnya."

Elleanor lantas menatap Queena dengan tatapan marah dan kecewa.

"Harusnya kamu beritahu aku, Queena! Apa pikirmu, aku akan egois padamu? Aku tak percaya kamu lakukan ini padaku Queena?" Elleanor mendorong kursinya.

"Ellen ...."

"Apakah kamu suka saat aku tampak bodoh karena jatuh cinta pada kekasihmu? Ya Tuhan, Queena, aku tak percaya kau lakukan ini padaku dengan diam seribu kata! Biarkan drama pertunangan terjadi. Aku belum pernah sangat malu seperti ini, Queena." Ellen pergi tinggalkan meja makan penuh kemarahan, merasa Axel dan Queena sangat permalukan dirinya.

"Ellen, Demi Tuhan ..., aku tak bermaksud menyakitimu," seru Queena mengekor Ellen dari belakang hendak menggapai Ellen tetapi terlalu terburu-buru hingga ujung sepatunya tak sengaja terantuk sesuatu. Queena kemudian tersungkur di rerumputan.

"Ellen ... dengarkan aku!"

"Queena ???!!!" seruan yang sama dalam susunan intonasi berbeda-beda terdengar menyebut nama Queena berisi kecemasan. Axel Anthony setengah berlari memutari meja. Langkahnya tertahan di ujung meja. Elleanor berbalik, ternganga lalu dalam sekejap melangkah cepat berlutut di depan Queena, ulurkan tangannya.

"Kamu menyakiti dirimu dan aku, Queena!" kata Ellen tak sanggup bendung air mata. "Aku sangat menyayangimu!"

"Aku merusaknya, maafkan aku! Aku sungguh tak beruntung dengan hidupku, Ellen," keluh Queena ikutan menangis.

"Ya, aku tahu!" balas Ellen menarik Queena bangun.

"Aku hanya mencintai Axel, tetapi, aku harus bersembunyi dan kini aku mungkin akan berperang dengan seluruh dunia."

Elleanor memeluk Queena, "No, My Dear, kau bisa pergi dengannya. Aku tak akan menikahi pria yang dicintai kakakku."

Dengan gerakan sangat cepat, Elleanor lepaskan cincin tunangannya dan meraih jemari Queena, kalungkan cincin di jari manis Queena.

"Aku rasa ini milikmu, My Dear Queena," kata Elleanor. Air matanya mengalir di pipi, berjatuhan turun menimpa jemari tangan mereka. "Kamu tahu, aku berencana memberi Axel Anthony banyak alkohol hingga mabuk agar bisa tidur dengannya di malam pernikahan kami seperti saranmu. Ya Tuhan, sungguh menyedihkan. Harusnya kamu beritahu aku lebih awal Queena." Elleanor tertawa getir di antara kedua mata bersimbah kembali melepas kalung bermatakan cincin satunya lagi, cincin Axel yang pria itu lepaskan di hari lamaran mereka dan kalungkan pada leher Queena.

"Aku tak percaya Ibu-ku lakukan ini pada kita, Queena!" serang Elleanor menatap Ibu Rosana tidak senang pada sikap Ibunya. Elleanor tak ingin tampak rapuh tetapi ia merasa sangat perih karena Queena dan Ibunya tak jujur padanya.

Ibu Rosana hanya menghela napas panjang, perhatikan dua gadis di depannya. Seperti dugaan Queena, makan malam itu berubah petaka. Bisa jadi, semua orang tak akan menyentuh makanan di meja makan.

"Kapan tepatnya Ibu tahu?!" tanya Ellen penuh tuntutan pada Ibu Rosana karena ia tak puas, Ibunya sembunyikan fakta tentang Queena.

"Beberapa waktu lalu, tetapi hari ini semuanya terungkap," jawab Ibu Rosana melipat keningnya. "Aku melihat Axel antarkan Queena ke klinik. Aku ingin bertanya tetapi ada baiknya aku menunggu Queena untuk jujur padamu, padaku; pada kita."

"Dan Ibu biarkan segala hal terjadi sampai sejauh ini? Ibu biarkan Ayah mengatur perjodohan Queena dan Tuan Alfonso? Lebih jahatnya lagi, Ibu biarkan aku seperti gadis idiot? Harapkan kekasih orang lain? Mengapa Ibu tak beritahu aku bahwa Axel Anthony adalah kekasih Queena, Ibu? Bagaimana bisa, Ibu biarkan aku menjadi utopis? Bermimpi bisa taklukan Axel Anthony dan membangun rumah dengannya? Bukankah Ibu tega padaku? Ibu permalukan aku," erangan Elleanor benar-benar menampar wajah Ibunya.

Seandainya Elleanor tahu bahwa Ibunya yang perfect juga punya tuntutan dan tanggung jawab sendiri pada sebuah keadaan. Tak penting lagi sekarang.

"Nyatanya, kita tak pernah dengar kejujuran ..., baik dari Axel maupun dari Queena. Apakah, pikirmu ... aku diam karena ingin menyakitimu Ellen? Apa aku tampak ingin hancurkan kebahagiaanmu? Kita adalah publik figure. Kita tak bisa bertingkah bar-bar dan seenak jidat hadapi sebuah masalah atau kita akan jadi sasaran oposisi?"

"Ibu?!"

"Apa aku salah Elleanor Mendeleya? Axel batalkan lamaran tetapi ia tak menolak pertunangan. Ibu pikir ..., mungkin benar ia dan Queena tak punya ikatan spesial? Ibu mengundang keduanya makan malam, berharap Queena sendiri-lah yang jujur padamu, Ellen. Berharap mereka memang tidak serius seperti yang diungkapkan Nyonya Anthony. Tapi ternyata, mereka sempat punya bayi."

"Ibu ...."

"Dengar Ellen, pergilah ke Swiss dan lanjutkan kuliahmu. Waktu yang tepat nanti, kamu akan bertemu pria yang pantas untukmu."

"Aku menyukai kekasih sepupuku sendiri! Dan aku tak percaya kita lakukan pertunangan sedang Queena menonton dalam diam. Ibu tahu, Queena bisa saja batalkan acara di malam itu, tetapi, Queena takut permalukan Ayah juga aku."

"Baiklah, mari hentikan percakapan ini sebelum kamu semakin tersakiti."

"Aku akan pergi ke Swiss, jangan pernah mengatur perjodohanku lagi, Ibu!"

"It's okay, Honey! Maafkan Ibu!"

"Tetaplah tinggal untuk makan malam Queen, aku akan pergi menenangkan diri."

"Elleanor, tetap di tempatmu!" perintah tegas Jeremy membuat Elleanor hentikan langkah. Ia tak berani menentang ayahnya. "Aku akan bicara pada Axel dan Queen. Rosana, masuklah dan tunggu aku di dalam! Elleanor, tinggalah di meja makan temani Tuan Alfonso dan Tuan Hector."

"Dad ...?!" Elleanor menatap Ayahnya gundah gulana.

"Sir, aku harus pergi," pamit Tuan Alfonso merasa iba pada Elleanor. "Jika Anda ijinkan, aku akan bawa Elleanor menghirup udara segar. Mungkin ia bisa lebih tenang."

"Tidak, Tuan Alfonso. Aku baik-baik saja!" tolak Elleanor cepat, mengusap air matanya.

"Oh, Benedict, betapa tak nyamannya ini untuk dilihat. Maafkan kami," ujar Jeremy membungkuk minta maaf.

"Aku mengenal Anda dengan baik, Sir. Aku pamit. Aku yakin asisten pribadi Anda harus bekerja keras untuk segera menghandle situasi rumit ini, Tuan. Anda tahu bahwa Nona Elleanor disorot terakhir kali akibat lamarannya yang dibatalkan sepihak oleh Tuan Muda Anthony. Kini pertunangan mereka berakhir dalam selang waktu yang terlampau dekat. Nona Queena juga mungkin akan diserang oleh media."

"Ya, ya, kita tak bisa berharap kehidupan berjalan selalu sesuai kehendak kita Benedict. Biarkan saja mengalir apa adanya. Mari tetaplah tinggal untuk makan malam," bujuk Jeremy tetapi ia sendiri ragu. Apakah Benedict Alfonso bisa duduk makan malam sedang drama penuh ketegangan sedang berlangsung.

"No Sir, kita akan makan malam bersama suatu waktu! Aku janji, akan mengatur waktu."

"Baiklah, Benedict. Sampai jumpa di kantor besok."

"Yes, Sir."

Pria itu pergi dari sana.

"Temani Tuan Hector, Ellen. Mungkin Tuan Hector akan beritahu dirimu, mengapa Ibunya sangat inginkan kamu untuk jadi menantunya atau sebaliknya mengapa Ibumu sangat inginkan Axel," ujar Jeremy. "Queena, Axel, ikut denganku!"

Queena menghindari tangan Axel yang hendak meraihnya. Bisa ditebak, Queena tak ingin buat Ellen tambah berduka. Axel embuskan napas keras tetapi lega, ia tak tak perlu berlagak jadi kekasih orang lain. Mereka di ruang kerja Paman Jeremy. Ibu Rosana berdiri sekalipun gelisah tetap menjaga sikap anggunnya.

"Axel, tolong jaga Queena dengan jiwa ragamu. Aku harap kamu tak mencintainya hanya untuk balas dendam atas kematian Ayahmu?"

"Kami telah lama tinggalkan hal kelam itu, Tuan!"

"Ibumu belum!"

"Kami akan temukan cara untuk mendapat restu Ibuku!" sahut Axel menggenggam tangan Queena erat.

"Aku tak berharap kamu sakiti Pequeena. Berhati-hatilah juga pada media."

"Uncle Jemy ... maafkan aku."

Lantaran pembatalan lamaran sepihak Axel, Paman Jeremy terus disorot bahkan kehidupan Elleanor ikut berubah. Wajah cantiknya mengisi headline berita kota. Kehidupan pribadinya digali. Kini, pertunangan berakhir seperti kata Tuan Alfonso, Queena hanya berharap media tak besar-besarkan kehidupan pribadi mereka. Ia pun akan jadi bulan-bulanan ditambah ayahnya yang Mafia, lengkaplah sudah.

"Queena ..., sempatkan dirimu untuk sering pulang ke rumah dan makan malam bersama keluargamu."

"Baik, Uncle Jemy." Membungkuk, tak berani menatap pamannya apalagi Ibu Rosana. Meskipun tampak cool, Queena yakin, cakar istri pamannya itu sedang tumbuh pesat ingin menerkamnya.

"Queena, mengapa terus menatap curiga padaku?" tanya Ibu Rosana.

"Ibu?!"

"Maafkan aku, berpikir sangat dangkal. Kembalilah kemari kapanpun kamu ingin. Elleanor sangat tangguh, dia akan temukan seseorang nanti!"

"Maafkan aku!"

"Berhentilah minta maaf, Queena. Kamu membuatku terlihat seperti Ibu Tiri yang jahat."

"Sudahlah Rosana. Queena, menikahlah dengan Axel lalu pergilah ke luar negeri untuk lanjutkan sekolahmu dan kembalilah jadi dokter bedah. Bekerjalah di Rumah Sakit besar dan hiduplah dengan terhormat. Aku akan mendukungmu, Puteriku."

Queena menggeleng. "Uncle Jemy ... aku tak bersemangat lagi. Aku akan tinggal di sisi Axel dan mengurusnya."

Paman Jeremy mengangguk-angguk berikan apresiasi. Sedangkan Axel Anthony telah meleleh di sisi Queena, sungguh mati terpesona dan ia temukan julukan yang tepat untuk Queena, Queen of Love.

"Sir, jika tak ada hal lain yang akan dibicarakan lagi, kami harus pamit."

Axel perlihatkan ponsel pada Queena. Belasan panggilan dari peternakan Diomanta Greenland. Apa sesuatu terjadi pada Irishak?

"Ibu Rosana, Uncle Jemy, kami harus pergi sekarang!"

"Tidak tinggal untuk makan dulu, Queena?" tanya Ibu Rosana melirik ke halaman belakang.

"Tidak Ibu. Ini panggilan darurat!"

"Axel, jangan biarkan Queena di klinik itu! Jika suatu waktu terjadi razia dari otoritas kita, aku tak bisa selamatkan Queena."

"Yes Mam, ia tak akan pernah bekerja di sana lagi," sahut Axel lagi hargai perhatian Nyonya Rosana. Mungkin orang punya cara aneh tunjukan kasih sayang, macam yang dilakukan Nyonya Rosana. "Kami pamit, Tuan ..., Nyonya Rosana."

Sementara itu, Elleanor patuh pada perintah ayahnya menatap nanar pada lilin yang masih menyala di meja makan.

"Pulanglah! Aku ingin tidur!" Elleanor beralih pada Hector Anthony. berkata tajam.

"Tidak, aku lapar! Bolehkan aku makan lebih dahulu?"

"Aku harus pergi!"

"Ya, tentu saja. Terbangkan dirimu di ranjang dan meraunglah di sana. Para gadis sering begitu saat patah hati. Aku sangat lapar, Ellen. Jadi, aku akan makan. Jika, kamu ingin mengisi perutmu dengan air mata, lakukan saja!"

"Mengapa Ibumu berbohong padaku tentang Axel dan Queena?" tanya Ellen sedang Hector Anthony mulai mengisi piring dengan banyak makanan.

"Aha, kupikir kamu akan pergi."

Elleanor berdiri mematung, menunggu Hector membuka mulutnya untuk bicara.

"Aku sedang makan! Tulang ayam bisa menyumbat tenggorokanku jika makan sambil bicara. Tunggulah sampai aku selesai makan!"

Hening. Hector menyantap makanan tak peduli pada Elleanor di depannya yang sedang menunggu.

"Kamu sangat tertarik ya? Mengapa aku yang harus jadi juru bicara Ibuku? Aku bahkan tak masuk dalam ahli waris resmi untuk tiap jengkal kekayaannya!" Hector berdecak. "Hubungi Ibuku dan tanyakan langsung padanya!" Hector mengusap bibirnya dengan tisu setelah minum. Ia terlihat tak ingin berhenti makan-makan jadi ia mulai mengisi piring lagi.

"Kamu akan beritahu aku!"

"Elleanor ... gaun pengantinmu sangat bagus. Kamu sangat cantik saat memakainya, tubuhmu terbentuk, terekspos dan sempurna. Benar-benar berhasil membuat aku jadi pengkhayal." Hector Anthony mengangkat ponsel dan pamerkan screen berisi foto fitting Elleanor. "Aku menikmatinya sambil dengarkan lagu Here's Your Perfect."

Bersenandung kecil.

"Drink you troubles away, one more glass of champagne. Oh my Dear ... Elleanor. Aku hayati liriknya sebab pikirku kamu akan nikahi Axel dan aku akan menyukai kakak iparku yang sangat lugu!"

"Tutup mulutmu!"

"Oops, baiklah. Aku pikir kamu ingin tahu ..., mengapa Ibuku sangat menginginkanmu? Dan Ibumu sangat inginkan Axel Anthony?! Tetapi, aku akan tutup mulut saja!"

Elleanor menatap Hector dan tahu bahwa sia-sia saja bicara dengan pria di depannya.

"Aku pergi! Nikmati saja makananmu!" Elleanor bersiap untuk pergi. Berbanding dengan Axel Anthony, ia tak bisa percaya pada Hector yang tak pernah serius pada semua ucapan.

"Ellen ..., bukan rahasia lagi, kalau ada hubungan mesra antara pebisnis besar dengan partai berkuasa. Beruntung kita hidup di negara yang transparasi pemilunya sangat rendah."

Hector bicara untuk hentikan langkah kaki Elleanor.

"Pikirmu ayahmu bisa menangkan pemilu dengan mudah sementara beberapa kandidat lain punya banyak suntikan dana kampanye bahkan dari sumber-sumber ilegal?"

"Apa maksudmu?! Kamu sadar apa yang sedang kamu bicarakan, Tuan?"

"Ibuku sumbangkan dana kampanye €60 juta untuk ayahmu. Aku tak tahu rencana Ibuku, tetapi aku yakin ia akan kembali membantu ayahmu di pemilu berikutnya. Ada harga yang harus dibayar. Bagusan kalau besanan. Akkhh, masa kamu tak tahu pernikahan politik macam begini?"

"Oh hentikan omong kosongmu, Hector!"

"Tentu, lupakan saja! Ini cuma omong kosong dariku!"

"Nikmati makanmu, Tuan!"

"Tunggu Ellen! Aku sedikit beri saran ... sebaiknya kamu cepat ke Swiss. Ibuku bisa jadi akan memaksamu menikahiku! Ibuku pasti akan sangat murka pada Axel setelah kejadian malam ini dan beliau mungkin mulai menargetkan aku." Hector berdecak. "Aku akan pergi ke Oymyakon dalam waktu dekat. Ada ikan beku, rusa beku, campuran darah kuda beku dan macaroni. Atau .... kita bisa pergi berdua, hindari Ibuku. Kurasa hidupmu sangat membosankan. Aku akan mengajakmu berpetualang," rayu Hector Anthony mengedip, pamerkan senyuman menawan. Tak ragu untuk mulai menggombal, tak sia-siakan kesempatan. "Kita bisa membeku berdua atau berbagi kehangatan tiap hari di suhu -58 derajat Oymyakon. Aku akan sangat senang memelukmu di antara pepohonan beku. Kamu akan temukan bahwa aku sangat romantis ketimbang Axel Anthony."

Elleanor menyipit pada Hector Anthony, seakan pria itu orang gila.

"Aku tak tertarik! Pergilah sendiri! Semoga kamu mati beku di sana!"

***

Kayaknya mendung terus, aku ngasih fresh dikit ya .... Emm, jangan lupa vote-mu ya, komentar dan likeeeee...

Aku minta tolong untuk follow ulang akun Senja Cewen ya, sebab ini sistemnya eror kemarin dan aku diblokir..Jadi semua followernya hilang..tolong semangati aku, dengan follow me again....

Aku mencintaimu....

1
✨Susanti✨
baca lagi, tapi masih sesakit ini
✨Susanti✨
ini tuch salah satu novel yg selalu bikin nyesek bgt
tapi kenapa aku mesti balik lagi kesini 😭
semoga diluar sana tidak ada wanita yg bernasib seperti irishak
Anastasia Tani
karya novel yg ga pasaran, penulis yg berkarakter, aku padamu 💜
Anastasia Tani
hmmmm🤔
Anastasia Tani
sa suka sekali Kaka nona pung karya novel ini. beda Deng lainnya 🤗
Anastasia Tani
gila, aku menangis 😭
viva vorever
gabut ...endingnya aku melipir kesini kangen banget dgn deep story queena dan axel...kpn kan ceine come back....sumpah kangen banget aku dgn karyamu/Sob/
bunga cinta
laki banget gk seh
bunga cinta
seruuu
bunga cinta
keyen H
bunga cinta
wkwkwk
bunga cinta
cihuy
bunga cinta
rey
bunga cinta
terus berkarya
bunga cinta
huff
bunga cinta
tragis
bunga cinta
eleh eleh, manja cuy
bunga cinta
Tatiana kah
bunga cinta
waduh, ikut curiga
bunga cinta
ohooo, dunia gelap mr H
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!