NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: dheselsa

Indah Della Safitri, wanita yang kini tak muda lagi harus melewati hari-harinya bersama penyakit yang baru saja ia ketahui.
Sklerosis Ganda adalah penyakit yang divoniskan oleh Syadam pada Della. Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis akan menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh.
Penyakit itu mulai menyapa Della, hingga membuat Della sangat menderita. Perjuangan Della untuk tetap hidup melawan rasa sakit itu juga menjadi poin utama pada cerita ini.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi Della panggilan akrabnya yakni dokter yang menangani kondisi tubuhnya adalah mantan kekasih yang selama ini pergi meninggalkan Della. Dan apesnya, Della tak berdaya menghadapi dokter Syadam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Usik Aku!

"Apa kabar Dek?"

Aku bak tersengat ribuan watt aliran listrik dari kata-kata yang terlontar dari mulut Syadam. Apalagi dokter lelaki tersebut dengan santainya merapatkan tubuhnya dengan duduk bersebelahan bersamaku. Apa-apaan ini? Untuk apa ia melakukan ini padaku?

Ruang tunggu yang awalnya terasa santai kini mendadak penuh dengan kebencian. Bukan maksudku ingin terus dan terus membencinya, tapi aku merasa pria itu semakin tak tahu diri dengan berani melangkahkan kakinya ke kehidupanku. Aku kesal sekali pada Syadam! beraninya mengusik ketenanganku selama ini.

"Mengapa kamu melakukan semua ini?"

Pertanyaan dariku tak berarti lain, aku hanya ingin sekadar tahu mengapa ia mulai muncul dan mulai melucuti ketentraman batinku bak hantu.

"Ada apa? Apa ada yang salah denganku?" tanyanya padaku seakan tak pernah terjadi apa-apa di antara kami berdua.

Mengapa kamu menjadi orang yang tak tahu malu Syadam? Bisa-bisanya kamu bersikap seperti belum pernah terjadi apa-apa. Sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan? Belum puas kau telah menyakiti aku selama ini.

"Mbak In, kamu kenal om-om ini?" celetuk Panca sontak membuatku melongo serta tak pernah menyangka bila Panca akan menyebut pria itu dengan panggilan om-om.

"Sembarangan! Apa Budhe Retno tidak mengajarimu sopan santun bocah?" Syadam terlihat memendam kekesalan pada Panca. Syukurlah adik angkatku itu masih berpihak padaku. Meski kenyataannya budhe telah berbelok dan mengkhianati aku.

"Oooh ini nih orang yang ngaku-ngaku pacar Mbak Indah ya? Hingga merayu ibuku? Masih kalah jauh dari Kak Andrian!" Panca mencibir keseluruhan dari penampilan Syadam. Bahkan ia sengaja membandingkan dokter itu dengan dokter gigi yang kini sedang dekat dengan aku.

"Jangan kurang ajar!"

"Kalian berdua bisa diam tidak? Dan kamu! Sadar diri dikit dong, dengan penampilan seperti ini sangat wajar bila Panca menyebutmu om-om!" Aku menunjuk ke arah Syadam agar pria itu merasa lebih tahu diri dan tempat.

"Kenapa memangnya? Bukankah aku tampan dan menawan?" Dan Syadam juga tak mau kalah.

"Penampilan seperti Om, ini minta disebut tampan? Aku bahkan mengira Anda telah memiliki anak tiga!" imbuh Panca lagi.

"Sialan, jauh-jauh aku ke sini demi menemanimu dan anak ini mengatakan hal buruk seperti ini Dell?"

Aku enggan menanggapi apapun yang dikatakan baik itu Syadam atau Panca. Seharian ini aku merasa sungguh penat, tanpa istirahat aku langsung meluncur ke Bandara ini guna menjemput kedua orang tuaku.

Apalagi kudengar alasan dia tiba hingga ke sini demi aku. Pasti dokter sialan itu kembali ke rumahku dan Budhe Retno lah yang mengatakan bahwa aku berada di sini. Ah wanita tua itu benar-benar mencari masalah denganku, awas saja bila aku bertemu dengannya.

Kembali kurasakan nyeri pada bagian kepalaku, rasa sakit ini memang kadang hadir begitu saja tanpa mampu kutepis. Meski aku dengan rutin meminum obat dari rumah sakit, namun penyakit ini masih saja singgah di rumahnya.

'Ku memejamkan kedua mata ini agar rasa sakit iku mampu lenyap meski hanya sedikit saja. Karena aku tak ingin aku tampak menyedihkan di depan ayah dan ibu nantinya.

Segera kubuang ragu yang ada di dalam kalbu. Ku lempar jauh-jauh pikiran buruk yang mampu menimpaku kapan saja.

"Dell ... kamu baik-baik saja?" Samar-sama kudengar suara pria itu menanyakan keadaanku kini.

Jangan! aku tak boleh terlihat mengenaskan baik otu ini di depan kedua orangtuaku ataupun Syadam. Tidak ... aku harus menahan rasa sakit ini. Agar tak terjatuh untuk kedua kalinya di depan Wan Syadam.

Perasaan apa ini? Mengapa aku begitu merasa kesulitan untuk menggerakkan sekujur tubuhku. Jujur saja, baru kali ini aku mengalami hal menyakitkan demikian. Apa ini merupakan gejala dari keseriusan penyakit yang kuderita? Dokter yang kudatangi pagi tadi juga tak mengatakan apapun perihal ini. Lalu mengapa perkembangan Sklerosis Ganda ini begitu cepat dari yang kukira.

Berapa lama lagi aku bisa bertahan?

Semakin lama membuatku semakin merasa tak nyaman. Dan penyakit ini semakin sulit untuk ku sembunyikan. Layaknya ditarik hingga ke dasar samudera, hingga nafasku pun habis tak tersisa.

Tuhan aku memang tidak takut pada kematian! tapi ijinkan aku hidup hanya untuk membahagiakan kedua orangtuaku saja, setelah itu Engkau bisa cabut nyawaku. Aku siap bila harus menghadap-Mu, tapi kumohon jangan kali ini ...

"Aku kenapa? Aku baik-baik saja! lihat saja!"

Syadam menelisik ke seluruh tubuhku, meski dalam posisi duduk ia mampu mengamati keseluruhan dari kaca mata medisnya. Kurasa pria itu telah menaruh kecurigaan padaku.

"Sepatu terbaru dari Red Valentino dan tas limited edition koleksi dior dan kamu mengatakan tak mampu membayar pengobatan di rumah sakit itu?"

Syukurlah Syadam tak menyadari perubahan keadaanku. Ia hanya mengkritik penampilanku saja. Aku harus berpura-pura mencari alasan agar bisa berpindah rumah sakit demi menghindari pria brengsek ini.

"Ini hanya gratifikasi serta tindakan money laundry! sudah menjadi hal umum bagi klienku."

"Daripada kamu menjadi tempat money laundry dan beresiko menjadi simpanan pejabat lebih baik menikah denganku Dell!"

Aku dan Panca menoleh bersamaan ke arah Syadam. Bagaimana bisa pria itu mengatakan hal yang menyakitkan seperti ini padaku. Aku bahkan tak mengenal adik dari Bu Nety itu lagi. Dahulu, pria sialan itu tidak menyebalkan seperti saat ini. Lalu mengapa kini ia berubah menjadi monster mengerikan begini?

"Aku hanya bercanda Dek, ah jangan terlalu kaku!"

"Muke gile! kaku dia bilang?" Panca ikut kesal mendengar nyinyiran dari Syadam untukku.

"Sudahlah Pan, jangan pedulikan iblis berwujud manusia ini!"

Kupikir sebentar lagi ayah serta ibuku mendarat. Lalu kulihat flight status pada board departures yang berada tepat di depan kami. Sebentar lagi, kedua orang tuaku akan tiba dan jangan sampai melihat makhluk menjijikan ini.

Aku harus memutar otak agar ayah tidak jantungan ketika menemukan aku dan Syadam bersama.

Aku mulai berpikir keras bagaimana caranya agar bisa mengusir pria itu dari sini. Berulangkali aku sengaja menyuruhnya pergi, namun ia tak jua mengindahkan perkataanku. Hingga dengan berat hati aku meminta padanya untuk membelikan sebuah minuman dingin di salah satu outlet yang buka di Bandara ini.

Alhasil dengan sedikit permintaan manis itu, Syadam mampu enyah dari pandanganku untuk saat ini, dan aku berharap untuk seterusnya juga.

**

"Della ... " Aku kenal suara yang memanggil namaku dengan penuh kasih sayang itu. Siapa lagi bila bukan ibuku. Aini Rahman istri dari ayahku Rahman Budianto.

"Della merindukan Ibu dan Ayah!" Kupeluk kedua surga duniaku ini. Ingin ku tumpahkan segala yang kurasakan pada mereka namun aku tak bisa.

Untung saja, pria sialan itu tak ada di sini. Tersadar dari kebahagiaan baru ini, aku harus segera membawa kedua orangtuaku pergi dari sini sebelum ...

"Om ... Tante! apa kabar?"

Kedua tangan ini mengepal sempurna, ingin sekali rasanya memukul wajah itu. Wajah yang merasa tanpa dosa dan cela itu mengapa selalu hadir menghantuiku?

Tuhan! dengarkanlah isi hatiku!

Jantungku kembali berdegup kencang, seluruh syaraf di sekujur tubuhku mulai menegang. Aliran darah ini terasa mendidih. Dan aku tak bisa lagi mengkontrol emosi serta keseimbangan tubuh ini dan ...

Bruuuuukkkk ... aku terhuyung dan jatuh ke lantai Bandara.

...🍁🍁🍁🍁...

1
Ersa
Luar biasa
Ридван Касид 💞
bagus akak ceritanya
Nurhartiningsih
sukaaaa sm yg melow2
Tio
b
Ivanka Anata
puitis bgt, cukup berat kalau tidak suka mapel bahasa jaman sekolah dulu, untungnya sy suja bahasa 😁😁😁😁
dheselsa: Kamsia, Kak.
Ikuti semua novel saya ya
total 1 replies
Hasni Jaya Almahdaly
kuu menangis membayangkan betapa sakitnya hati ku padamuu
Hasni Jaya Almahdaly
masih menerawang jauh dii ujung timur 🤔🙄😅😅

akuuu datang TOOR 🥰
semangat 💪🏻
Amin Tohari
tuh kan sultan syahdam🤣
Amin Tohari
muke gile si syadam
Amin Tohari
wih dokter opo sultan ...
Amin Tohari
tersentuh oleh bang syat,🤣
Amin Tohari
thor apa itu anaknya shadam??
Amin Tohari
aih si shadam😈
Jess ♛⃝꙰𓆊
next
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
semangat Della, g usah ragu2 lanjutkan aja, toh selama ini terbukti syadam masih terus menunggu kamu
Risfa
mangat Della 💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘 ¢ᖱ'D⃤
baper akut😎😎😎😎
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
emang bajunya kamu taruh dimana Della 😂😂😂 apa jatuh dan basah 😂😂😂
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
jatuh cinta untuk ke 2 kali dengan pria yg sama tp dalam rentang waktu yg berbeda 🥰🥰🥰
Risfa
lahh, bajunya ketinggalan dimanaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!