NovelToon NovelToon
Stuck With You

Stuck With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri
Popularitas:42.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Ini squel dari novel : only you, my possessive husband dan the dark side of love. Anak anak mereka.

Hidup Adelion Zildzyan Febriano, dan kembarannya Anindhita cheisya Febriano berubah drastis ketika mengenal sosok Alula Carletta. Gadis cantik dengan segudang misteri.


Pertemuannya yang tidak sengaja dengan Alula membuat Adelion jatuh cinta. Namun, justru menyeret saudara kembar itu dalam kubangan teka-teki yang amat rumit dan membawa keluarga mereka dalam bahaya.


Siapakah Alula?

Mampukah Delion dan Dhita menyatukan kepingan puzzle itu, dan mengungkap jati diri Alula?

Ikuti kisahnya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa?

Anindita mondar mandir di dalam kamarnya dengan gelisah, dari tadi dia coba hubungi abangnya tapi gak di angkat angkat juga.

"Ishh, ngeselin banget!" Anindita kembali menjatuhkan badannya ke atas kasur, dia jadi kesel sendiri. Padahal ada hal penting yang pengin dia sampein ke abangnya, soal Alula.

"Nih orang jangan jangan tidur lagi." Pikir Anindita.

"Biarin aja nyesel sendiri nanti." Celotehnya lagi kesal.

Akhirnya Anindita pun beranjak dari tempat tidur. Sambil bibirnya ngedumel gak jelas, Anindita berjalan keluar kamar.

Mendingan bantuin bunda bikin sarapan daripada mikirin sang Abang yang bikin gregetan. Pikirnya.

Namun ketika kakinya menyentuh undakan anak tangga terakhir, netra hitamnya menangkap sosok yang sedang di tunggu tuggunya sejak tadi, baru saja melintas di depannya.

"Abang?" Anindita mengerutkan dahinya tidak percaya. Kemudian dia kejar si Abang yang sedang berjalan ke arah dapur sambil manggil namanya.

"Bang Lion!" Serunya semangat.

Si empunya nama pun menoleh kebelakang, saat mendengar namanya di panggil. Ransel yang bertengger di bahunya pun ikutan merespon, merosot ke siku.

"Segitu kangennya sama abang, sampe lari lari" Adelion ketawa kecil melihat tingkah saudara kembarnya yang berlarian seperti anak kecil.

"Gak usah geer. Aku tuh mau ngomong penting sama abang" sahut Anindita ketus.

Adelion merubah mimik wajahnya menjadi sedikit penasaran, tapi masih cengengesan "mau ngomong apaan nih?"

Sambil ngomong, Adelion meraih gelas di atas meja makan dan menuangkan air mineral. Meminumnya perlahan.

"Ini soal Alula, aku punya nomer sama alamat rumahnya."

Uhukk, uhukkk.... Adelion meletakkan gelasnya ke atas meja sambil terbatuk batuk.

"Hemm, Pelan pelan. Biasa aja responnyaaa." Anindita menyindir si Abang yang terlihat kaget sampe keselek air minum.

"Ini kabar luar biasa Tha, gak boleh biasa aja responnya. Kudu bedaaa." Bales si Lion sedikit lebay. Eh gak sedikit deng, tapi over lebay.

"Mana mana nomernya?" Adelion menyodorkan telapak tangannya ke Anindita antusias. Sampe lupa tadi abis keselek air minum.

"Dihhh, sabar kaleee. Abis keselek juga." Balas Anindita sengaja meledek, sambil menyembunyikan ponselnya ke belakang punggung.

"Ayo dong Dhita yang cantik, baik hati, Sholehah, kesayangannya Abang." Adelion mengikuti langkah Anindita yang terus menghindar, berputar putar mengitari meja makan.

Beberapa asisten rumah tangga yang sedang bantuin Kanaya pun cuma bisa diam sambil senyum senyum, melihat saudara kembar itu mondar mandir di ruang makan.

"Ehhh ehhh, ini kenapa?" Kanaya kebingungan melihat kedua anaknya saling kejar kejaran.

"Tangkepin Dhita Bun" pinta Adelion, sambil menghadang langkah Anindita yang tertawa sambil menjulurkan lidahnya, meledek si Abang.

Posisi Kanaya yang saat itu memang dekat dengan Anindita, anak gadis satu satunya itupun bingung harus bela yang mana. Tapi Kanaya tak begitu saja menuruti permintaan si putra kesayangan, dia cuma senyum sambil geleng geleng kepala bikin Anindita makin jadi meledeknya.

Adelion pun gak kalah semangatnya buat dapetin nomer Alula, dia melangkah lebar mendekati Anindita yang saat itu bersembunyi di balik punggung bunda Kanaya. Tapi pas Adelion mendekat, si Anindita langsung kabur menjauh sambil mengangkat hapenya tinggi tinggi diiringi ketawa puas.

"Awas kamu ya..." Adelion menyugar rambut gondrongnya kebelakang dengan senyum lebar. Ekspresinya itu bikin jantung para asisten rumah tangga di sana kebat kebut.

Adelion lanjut mengejar Anindita buat dapetin nomer Alula, sambil mengintrogasi cewe itu. Gimana ceritanya bisa dapetin nomer sama alamat rumah Alula.

Kanaya yang melihat kepergian Adelion pun langsung, berseru memanggil putranya. "Lion, makan dulu sayang."

"Nanti Bun" sahut Adelion sambil berlari.

***

Suasana di basecamp Cobra semakin kacau sejak mengetahui kematian Rizky alias jamet. Mereka saling melempar pertanyaan dan saling menyalahkan, sampe Arka nyaris ribut sama anak anak Cobra yang lain karena gak ada yang mau ngasih tau.

Terlebih lebih lagi Reyga yang tak kalah marahnya, dia sama sekali tidak pernah mengetahui jika Rizky mengkonsumsi Dumolid.

Dumolid nama merk dari obat generik Nitrazepam 5mg (obat penenang), salah satu jenis obat Benzodiazepine. Nitrazepam sendiri, termasuk ke dalam psikotropika golongan IV, yang hanya boleh di gunagakan sesuai resep dokter.

Reyga juga masih tidak mengerti, kenapa Rizky mengkonsumsi Dumolid atau Nitrazepam yang di gunakan untuk mengurangi gangguan insomnia, kecemasan dan depresi itu sampai mengalami over dosis. Dari yang dia tau, sekalipun tidak pernah si jamet terlihat lesu, tertekan atau merenung memikirkan masalah yang berat. Cowo dengan dandanan alay itu selalu terlihat ceria tanpa beban, dominan songong dan tidak punya akhlak.

Tapi ternyata? Di balik sikap cerianya itu, jamet menyimpan banyak masalah sampe membutuhkan obat Dumolid untuk meredakan kecemasan dan pikiran yang terlalu rumit. Atau memang si jamet menyalah gunakan obat tersebut hanya untuk iseng semata. Seperti memberi efek tenang, bersemangat dan selalu bahagia.

"Kita mesti gimana Rey?"  Pertanyaan salah satu anggotanya, langsung membuyarkan pikiran Reyga atau cowo yang biasa di panggil Ano itu.

Reyga menoleh dengan raut bingung. "Gua gak tau."

"Kita bawa aja ke rumah sakit giamana?" Saran temen lainnya. Namun langsung di kemplang kepalanya sama Arka.

"Lo mau kita kena kasus?" Arka berkacak pinggang nahan emosi. "Kalo bawa si Rizky ke rumah sakit, otomatis dokter bakal lapor ke polisi atas tindakan penyalahgunaan obat obatan. Dan KITA...? Bakal kena imbasnya." Arka menekankan di bagian kalimat terakhir

Semua anak anak cobra menggelengkan kepalanya kompak. Mereka tidak mau kasus yang menimpa Rizky akan menyeret mereka ke dalam hukum dan mendekam di penjara, karena beberapa dari mereka juga mengkonsumsi obat yang sama dengan si jamet. Tentu akan panjang deretan hal buruk yang terjadi setelahnya, kuliahnya berantakan, di asing kan sama keluarga dan lingkungan. TIDAK BISA!

"Siapa lagi di antara kalian yang make obat obatan itu?!" Tanya Reyga tegas.

Keheningan yang terjadi beberapa saat tadi, langsung berubah horor. Membuyarkan lamunan panjang  mereka semua karena mendengar suara bariton Reyga. Spontan mereka semua memasang wajah panik, saling pandang dan berbisik-bisik tidak jelas. Kemudian menggelengkan kepala.

"Eng-enggak ada." Jawab salah satu dari mereka.

Reyga menilik satu persatu wajah mereka dengan teliti.

"Jujur anj***!!!" Kesal Reyga menambah intonasi suaranya yang semakin terdengar ngeri. Untung saja tidak ada tetangga di sekitar bangunan itu.

Meski Reyga terbilang nakal, urakan, dan salah satu kaum dakjalun yang sesat. Dia tidak pernah sekalipun berpikir untuk mengkonsumsi obat keras itu, meski hidupnya banyak beban dan masalah sampe bikin stress. Larinya cuma mabok, main cewe sama tatto.

Dengan tangan gemetar, pilipis berkeringat, perut keruyukan dan muka pucat mereka mengangkat tangan bersamaan.

"Udah gua duga." Reyga ketawa sumbang sambil menatap satu satu muka mereka.

"Lo semua mau mati konyol? Silahkan! Tapi jangan pas bareng gua bngst!!!"

Reyga meninju pintu kayu yang ada di sampingnya sampe hancur, tangannya juga luka dan mengeluarkan sedikit darah.

Semuanya kaget campur takut sambil menunduk pasrah gak bisa ngomong sepatah katapun, diam membisu. Padahal di depan mereka itu Reyga, bukan polisi atau BNN, tapi udah bikin mereka ketar ketir. Biasanya yang mereka liat, Reyga marah sama lawannya. Tapi kali ini Reyga marah sama mereka dengan kasus yang serius.

Reyga menarik nafasnya sambil mendongak ke atas, menenangkan pikiran juga mengontrol emosi sebelum dia makin kalap. Dan sekali lagi Reyga menatap tubuh kaku Rizky dengan perasaan sedih, lalu pergi meninggalkan mereka semua sambil memberi mandat pada Arka yang diem aja dari tadi.

"Lo ikut gua anterin jenazah Rizky ke rumahnya."

Arka mengangguk tanpa suara dan mulai membereskan obat obatan yang tergeletak di lantai juga di tangan si jamet, membuangnya ke toilet. Yang lainnya juga ikutan bantu memindahkan badan jamet ke tempat yang lain dulu. Dan membersihkan sisa sisa botol minuman di samping jamet.

Sementara Reyga mencoba nelpon orang rumah, menyuruh salah satu bodyguard bokapnya nganterin mobil ke basecamp, buat bawa jenazah Rizky ke rumah orang tuanya.

Sebenernya, selain kasian dan khawatir sama temen temennya yang konsumsi obat itu secara ilegal, dia juga takut sama si Bagas. Bisa habis dia di tangan Bagaskara kalo sampe tau salah satu temennya mati overdosis obat obatan. Bokap nya paling anti sama hal hal begituan, minum minuman pun sebenarnya di batasin dan di awasin sama Bagas. Cuma dianya aja yang ngeyel.

Di saat dia lagi bengong di depan teras sambil nunggu mobilnya dateng, tiba-tiba ada yang manggil namanya.

"Ano, gua nemu ini di dompet Rizky."

Reyga alias Ano berbalik badan, menatap lurus ke arah cowo yang berdiri di depannya.

Arka menyodorkan sebuah kertas yang di lipat lipat menyerupai surat ke tangan Reyga.

"Apaan nih?" Tanya Reyga bingung saat menerima kertas itu.

"Gak tau, coba lo buka aja, siapa tau ada sesuatu yang di sembunyiin si Rizky dari kita." Ujar Arka dengan ekspresi yang sulit di gambarkan.

Dengan sedikit penasaran Reyga membuka lipatan kertas tersebut, dan matanya seketika membulat sempurna ketika melihat isinya. Bukan kata kata atau jimat yang bikin Reyga terkejut. Melainkan sebuah foto  seseorang yang di kenalnya.

"Brengsek!!"

🍁🍁🍁

1
evita19
udah 3 tahun berlalu ternyata ceritanya gak dilanjutkan
Dewi Himawati
tp kayaknya sdh lama ngak up lagi ni novel ya kak
Maisyaroh
Bru mmpir thor....kisahnya seru!!!!tp gimana nasib pr cintaan Lula n Anin y??secara kn kisah mereka rumit Thor..Lula suka sama Ano,sementara Ano sukanya sama Anin,n si kembarnya Anin suka sama Lula jd gimana kelnjutn kisah mereka y Thor???aq jd pnsrn nih lnjt.....
Melan Kenzie
kok blm ada up lagi yah
siti muhlihah
wooooaaaah kak oby dirimu tapa nya blm kelar kelar kah,rindu nya sm karya mu,,,,smg sehat sll ya kak oby,,dn diberi kelncaran jd di dumay sm real nya,smngaaat💪
Shanty Alviani
bneran stuck dsini ieu teh by....lanjutan nya manaaaaa
Shanty Alviani
hallllllaaahhhhh lebaaayyyy.....kya lagu vina panduwinata aja ada kamu😂
αуʳⁱᵉ
seruuu bangettt
αуʳⁱᵉ
updatenya jgn lama” masthor .. aku rindu karyamu 😊
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
Aku nmbacanya nunggu tamat aja ya thor... Daripada penasaran akut 😂... Semngat thooor.. Karyamu semua keren
Aydil Ayda
jangan lama"thor...
takut rindu🤭🤣🤣🤣
noona jekey💜💜💜
kalo Lula nikah ma Ano..yah kasian bang lion jadi sadboy dong😢,,
noona jekey💜💜💜
geser dikit kekiri z Jes biar bener dikit🤭
noona jekey💜💜💜
gass otw ..tunggu gw no ,gw jemput lu🤸
ryvii putriee
ko berasa dikit y,,,,, apa terlalu antenk gtu baca'y,,,,,
💎hart👑
"aku akan mengajarkan kalian menjadi iblis sebenarnya. " ujar louis🤪
jan kelamaan bang oby iklannya
💎hart👑
🤣🤣🤣
💎hart👑
ani... tunggu ani🤪
Imoest Yaya
aelah gantung by🙃
Siti Muhlihah
semngaaaat kak oby,mksh dh up kmbli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!