NovelToon NovelToon
Pengacara Tampan

Pengacara Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:86.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arazy

Sequel "Dua Suami"

Hiatus

Mencintai seorang janda mungkin sudah menjadi sebuah kutukan untukku. Setelah ditinggal istri dan anaknya yang masih dalam kandungan membuatku menutup hatiku rapat-rapat.

Hingga pertemuan dengan wanita hamil tanpa suami membuatku teringat dengan mantan istriku yang sudah meninggal membuatku ingin sekali berada di sisinya untuk menjaganya.

Namun lambat laut bukan perasaan ingin melindungi, tapi mencintainya membuatku mampu membuka hatiku yang telah lama tertutup rapat.

Namun aku harus dengan rela melepaskan saat bayi yang ada di dalam kandungannya membuatku harus rela menyerahkan pada suaminya yang ternyata adalah sepupuku sendiri. Oh tidak, dunia itu ternyata begitu sempit.

Saat diriku ingin sekali menutup hatiku rapat-rapat lagi. Wajah yang sama namun orang yang berbeda membuat kami dekat. Apalagi dia juga seorang janda dengan satu putra.

Apakah aku bisa membuka hatiku untuknya? Meski sifat dan wataknya yang berbeda, namun wajahnya membuatku ingat dengannya?

Maaf semuanya, sementara Hiatus dulu. Aku sedang menyelesaikan karyaku yang lain. 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Lia menurut kakinya diobati dan dikompres oleh suaminya.

"Aduh.." ringis Lia saat suaminya mengompres kakinya yang terlihat bengkak.

"Sakitkah?" tanya Bram cemas mendongak menatap istrinya yang terlihat menahan rasa sakit.

"Sudah tak apa." Bram bukannya senang malah terlihat kesal, menatap gemas pada istrinya itu.

"Bisakah kita saling jujur dan terbuka?" pinta Bram menatap Lia lekat.

"Eh?" Lia tak mengerti.

"Katakan apa yang kau rasakan, jangan katakan tidak jika itu iya, dan juga jangan katakan iya jika itu tidak. Kau paham kan?" tanya Bram masih setia menatap wajah cantik istrinya.

Lia hanya mengangguk seperti terhipnotis dengan kata-kata suaminya. Seolah dia diharuskan menjawab ya ketimbang tidak.

"Terima kasih." ucap Bram kembali mengobati luka di kaki istrinya lembut.

Lia yang melihatnya dari atas tersenyum haru melihat perhatian suaminya.

**

Malam pertama yang diharapkan terjadi apa-apa, nyatanya tak terjadi apapun. Setelah Bram mengobati Lia semalam, Bram membantu istrinya berbaring. Saat Bram kembali dari l mengembalikan kotak P3K dan mencuci tangannya. Istrinya sudah tertidur pulas. Terlihat gurat wajah lelah di wajahnya.

Mungkin karena seharian penuh menghadapi rasa gugup dan capek karena resepsi pernikahan mereka hingga menjelang malam. Bram hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat istrinya yang terlelap pulas.

"Mungkin bukan sekarang." bisik Bram sambil menepuk-nepuk adik kecilnya lembut karena gagal malam pertamanya.

Dan adik kecilnya sudah menegang sejak tadi saat melihat istrinya hanya berbalut bath rope di tubuhnya.

"Ayo ke bawah, para orang tua sudah menunggu!" ajak Bram meraih jemari tangan istrinya untuk digandeng.

"Eh, iya." jawab Lia menuruti apa yang dilakukan istrinya meski dirinya tersenyum senang suaminya menggandeng tangannya erat.

***

"Wah, pengantin baru mesra sekali?" goda Erika melihat putranya datang bergandengan tangan dengan menantunya yang menunduk tersipu malu.

"Ehm.. maaf kami terlambat. Selamat pagi pa, ma. Selamat pagi ayah, ibu." sapa Bram sambil mencium punggung tangan mereka satu persatu. Hal itu juga dilakukan Lia mengikuti suaminya.

"Makhlum lah pengantin baru terlambat." Ucap Erika lagi, karena semua orang hanya tersenyum malu.

"Mbak, pagi-pagi sudah keramas aja!" goda Gio sambil tertawa tengil.

"Gio." ibunya melotot menatap Gio.

"Gio benar jeng, kan pagi-pagi pengantin wanita pasti langsung keramas." Erika menambahi membuat Bram semakin cemberut.

Dia ingin mengelak ucapan sang mama, namun dia tak mau semua orang akan menyalahkan istrinya.

"Bisakah kita sarapan?" Sela Bram agar mamanya tak menggodanya lagi.

"Baiklah. Kita sarapan." Ucap Arya yang sejak tadi diam menyimak percakapan.

***

"Kalian akan berangkat sekarang?" tanya ibu Lia saat melihat putri dan menantunya sudah bersiap masuk ke mobil Bram setelah meletakkan koper mereka di bagasi.

"Iya ma." Jawab Lia menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.

Sejak kecil Lia tak pernah jauh dari ibunya. Meski saat lahir dirinya dilahirkan di negara asal ibunya Kanada. Oh, iya. Ibu Lia seorang wanita dari Kanada. Mereka berkenalan saat ayah Lia sedang perjalanan bisnis kesana. Dia melihat ibu Lia sebagai wanita baik yang lemah lembut.

Dan hingga mereka kembali ke negara asal ayahnya. Lia yang saat itu pulang dari sekolah taman kanak-kanaknya memanggil ibunya dengan sebutan ibu yang awalnya memanggilnya mommy. Saat ditanya mengapa, Lia menjawab, di sekolah dia diberi tahu karena ibu lebih mulia tiga kali dari ayah.

Itulah sebabnya Lia mengikuti teman-temannya memanggilnya ibu. Hingga Lia sudah dewasa dia terbiasa dengan panggilan ibu.

TBC

Maaf ya teman-teman, aku sudah nunggu karyaku ini lolos review kontrak, jadi up nya dikit-dikit dulu.

Karena setelah ini aku mau menceritakan tentang adegan dewasa malam pertama mereka...

Doakan lulus kontrak ya...

Terima kasih

Beri like, rate dan vote nya makasih 🙏

1
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Fitria Fitri
Prolognya bikin lieur😵 diprolog si cewe mantan istri kliennya. Di deskripsi, si cewe mantan istri sepupunya. Lhaa? Klo emg sepupuan knapa gak kenal satu sama lain?
binar syairazy
karina y thor...thor upnya lma tumbn sehatkh thor
AyviQaziii
next thor
binar syairazy
ko g bsa,kbuka yg sbelahnya thor
Nanik Normaidah
lanjuut
Nanik Normaidah
semangaaat
lanjuuut
Nanik Normaidah
lanjuuut
Sri Setiawati
hhhmmm
Tika Fabrina Mustika Ekawati
cieeee babang bram cembokur cieeee
IG: Saya_Muchu
Semangat thor, selalu datang mendukung mu
binar syairazy
crazy up y thor ilike bram cool2 gmna gtuhh
Sri Setiawati
semangat ya.. aku tgg lanjutnya
Brina
,aq mw tw gmn bs bram nikah sm katrina lm ni alurnya
Putri Wahyu
lgs aja thor. kehidupan bram setelah menyerhkan karina pada jo
Sri Setiawati
ayo dong thorr semangat
Sri Setiawati
semangat
Sri Setiawati
lho kok abis😥
Mitz Mit
moga maya dan Bram jodoh ya thourr
Masiah Firman
lanjut thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!