NovelToon NovelToon
TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

TWINS (Belenggu Gangster Kejam)

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Anak Kembar / Gangster / Balas Dendam / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:325.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: ZmLing

NOTE : Bagi yang bingung dengan isi cerita, alur, dan juga tokoh2 didalamnya, disarankan untuk membaca "IF LOVE" terlebih dulu...Terima Kasih❤❤❤

Arvina dan Arzena adalah sepasang gadis kembar, putri kembar Darvin Anthony dan Zevina Austin Anthony. Dua gadis kembar dengan wajah identik namun memiliki karakter, sikap, dan pandangan hidup berbeda.

Dave Alexon, seorang gangster kejam yang terkenal di Australia dan sudah kebal hukum. Ia selalu mampu lepas dari jerat hukum hingga para Polisi dan aparat hukum sudah malas berurusan dengan nya.

Dave pernah bertekad untuk membalas dendam pada Arvina karena sudah menampar nya saat mereka masih bersekolah di PAUD. Namun kemudian dendam tersebut seketika berubah menjadi tekad untuk memiliki Arvina saat dewasa nanti.

Akankah Dave berhasil mendapatkan Arvina?

Yukzz ikuti kisah mereka..

WARNING : KONTEN DEWASA!!!
ADEGAN KEKERASAN TIDAK UNTUK DITIRU!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZmLing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Dave

Satu Minggu Kemudian

PRANGG

Dave membanting beberapa koleksi Guci antik miliknya hingga pecah tak berbentuk.

"Kau menipu ku Arvina. Kau memperdaya diriku dengan janji manis mu." Geram Dave.

Satu minggu ini benar-benar ia tidak mendapat kabar dari Arvina, bahkan anak buahnya yang memantau rumah Arvina pun sama sekali tidak mendapatkan hasil karena Ken benar-benar tidak menampakkan pergerakan bahkan tidak keluar sama sekali dari rumah itu.

"Baik jika itu maumu..aku pasti aka menyeret mu kembali bagaimanapun caranya. Tunggu saja." Geram Dave lagi.

Dave keluar dari ruangan kerjanya dan berjalan menuju ke kamar Arzena.

"Hei, apa kau memegang kunci rumah mu?" Tanya Dave kasar.

"Em.." Jawab Arzena santa.

Arzena sedang berbaring dengan mengenakan dress sexy namun itu tidak meruntuhkan pertahanan Dave.

"Ikut aku! Bawa kunci rumahmu!" Titah Dave.

Arzena hanya menurut.

Dave membawa Arzena masuk kedalam mobilnya, lalu mengendarai mobilnya menuju ke rumah Arzena.

"Kau mau bawa aku kemana Dave?" Tanya Arzena bingung.

Akhir-akhir in Arzena sudah tidak terlalu sering sakaw lagi karena Dave mengurangi dosis Devil saat Arzena memintanya.

"Ingat ucapanku baik-baik! Aku ingin kau masuk kedalam rumahmu secara diam-diam tanpa menimbulkan suara sedikitpun! Lihat apakah gadisku ada didalam rumah kalian, jika ada, aku ingin kau pancing dia keluar dari rumah kalian bagaimanapun caranya! Paham!" Titah Dave kesal.

"Dave, apa kau sungguh mencintai kakakku?" Tanya Arzena penasaran.

Arzena sedikit banyak sudah mendengar tentang Dave dan Arvina dari pelayan mansion Dave.

"Aku mencintainya dengan segenap jiwaku. Tapi sayangnya dia tidak pernah menganggap ku serius." Jawab Dave datar.

"Apa kau sedang mencurigainya mengkhianati mu?" Tanya Arzena menyelidik.

"Em." Dave berdehem datar.

"Bagaimana jika semua pikiran mu tidak benar dan kenyataanya adalah kakakku sedang mengalami kesulitan dan sangat mengharapkan kehadiran mu?" Tanya Arzena.

Pertanyaan Arzena membuat otak Dave bekerja keras untuk berpikir.

"Semua jawabannya tergantung dari hasil kerjamu nanti." Jawab Dave datar.

"Jangan pernah menyakiti kakakku jika dia memang tidak bersalah!" Titah Arzena, namun Dave memilih tidak menjawab.

######

Arvina perlahan mulai membuka matanya.

Ken beberapa hari ini mulai mengurangi dosis obat tidur yang ia suntikan pada Arvina.

"Kenapa aku bisa dikamar Ken?" Gumam Arvina lemah.

Arvina sangat lemah karena satu minggu ini Ken selalu menyuntikkan obat tidur padanya setiap kali Ken melihat tanda-tanda ia akan sadar.

Ken bahkan tidak mengijinkannya bangun untuk sekedar memberikannya makan.

Untuk membersihkan diri, Ken yang melakukannya dengan menyeka tubuh Arvina menggunakan handuk basah.

Ken juga rutin menggantikan pakaian luat dan dalam Arvina.

Arvina mencoba bangun dengan bersusah payah.

"Ken, aku mengingatnya. Apa yang ingin ia lakukan?" Gumam Arvina saat mengingat Ken menyuntik nya malam itu.

Arvina berusaha turun dari ranjang Ken lalu berjalan dengan bersusah-payah untuk meraih pintu kamar tersebut.

"Jangan coba-coba untuk lari!" Teriak Ken yang baru keluar dari kamar mandi dan menangkap Arvina.

Ia menggendong Arvina lalu membanting Arvina keatas ranjangnya.

"Lepaskan aku Ken! Kau sudah gila." Teriak Arvina dengan suara lemah.

"Tidak akan pernah!" Ucap Ken geram.

Ken lalu berjalan kearah nakas dan membuka laci nakasnya lalu mengambil sebuah jarum suntik.

"Jangan menyentuhku!" Gertak Arvina.

"Ini tidak akan sakit sayang." Ucap Ken dengan seringai menakutkan.

Ken hendak menyuntikkan obat tidur tersebut pada Arvina namun dengan cepat dan sigap Arvina menangkis tangan Ken hingga akhirnya jarum tersebut lepas dari tangan Ken dan terpelanting entah kemana.

PLAKK

Ken menampar Arvina dengan kuat.

"Jangan coba-coba untuk melawan ku! Kau tidak ada apa-apanya sekarang." Ucap Ken geram.

"Kau sudan gila Ken. Daddy ku sudah membesarkan seorang parasit seperti mu." Maki Arvina penuh kebencian.

"Aku memang gila. Dan aku gila pun karena dirimu. Kau ingin meninggalkan ku, maka coba saja." Ucap Ken.

"Kau juga yang meminta mu untuk meninggalkan mu agar kau bisa mendapatkan pekerjaan mu kembali." Geram Arvina kini.

"Jangan banyak bicara!" Ucap Ken.

Plakk

Satu tamparan Ken layangkan kembali pada pipi Arvina.

Arvina menangis, tubuhnya lemah sekali.

"Seperti ini kau membuatku sangat bergairah sayang." Ucap Ken melepaskan kaos yang dipakainya.

Ia mulai menaiki tubuh Arvina dan mencium paksa bibir Arvina.

"Arggghh.." Ken mengerang kesakitan saat Arvina menggigit bibirnya.

Plakk

Ken kembali menampar Arvina.

"Berani sekali kau menolak ku." Ucap Ken.

Ia kini mulai mencumbu kasar tubuh Arvina hingga meninggalkan beberapa bekas kemerahan.

"Lepaskan aku!" Titah Arvina meronta.

"Semakin kau bergerak aku semakin suka sayang! Tenang saja, aku akan bermain lembut diawal." Ucap Ken mencumbu Arvina tanpa henti.

Sreettt

Ken mengoyak paksa pakaian Arvina hingga Arvina kini hanya mengenakan pakaian dalam saja.

"Lepaskan aku!" Ucap Arvina lagi.

Kakinya berusaha menendang inti milik Ken namun tidak menghasilkan apapun karena ia benar-benar lemah.

"Kau akan menjadi milikku saat ini juga!" Ucap Ken hendak membuka paksa pakaian dalam Arvina.

"Bangsat! Berani sekali kau menyentuh kakakku. Dasar miskin tidak tahu diuntung!" Maki Arzena mendorong tubuh Ken hingga terjungkal.

"Zena..aku takut.." Ucap Arvina langsung memeluk Arzena.

"Sttt..jangan takut..aku disini." Bujuk Arzena menenangkan kembarannya.

"Ayo, kita pergi dari sini. Dave menunggumu didepan." Ucap Arzena melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Arvina.

Ia membuka cardigan yang ia kenakan untuk menutupi tubuh Arvina.

Mendengar nama Dave membuat Ken meradang.

"Jangan pernah berharap kabur dari ku Arvina!" Ucap Ken berusaha menarik Arvina namun ditangkis oleh Arzena.

Ken sekarang malah tergiur dengan penampilan sexy Arzena.

"Baiklah! Sebelum kakakmu, aku akan mencicipi mu terlebih dulu." Ucap Ken lalu menarik Arzena dan membanting Arzena keatas ranjang.

Ia menghimpit Arzena dengan kedua kakinya membuat Arzena tidak bisa bergerak.

Ken segera membuka celananya beserta isinya sambil menahan tubuh Arzena.

"Lepaskan aku miskin!" Maki Arzena meronta.

"Diam!" Titah Ken menarik pakaian dalam bawah Arzena.

"Lepaskan adikku!" Titah Arvina lemah namun ia tidak berani mendekati Ken.

Tanpa menunggu Ken langsung menancapkan miliknya pada Arzena.

"Sialan, berani sekali kau menggagahi ku!" Maki Arzena namun Ken sudah gelap mata.

Ia mulai menggerakkan pinggulnya berirama.

"Twins, lari sekarang! Dave menunggumu." Titah Arzena pada kakaknya dan membiarkan dirinya menjadi tumbal atas kegilaan Ken.

"Lari sekarang!" Titah Arzena lagi.

Mau tidak mau, rela tidak rela akhirnya Arvina berlari keluar dari kamar Ken bahkan dari rumah nya dengan sisa tenaganya.

Ken sudah meracau kenikmatan di atas Arzena sedangkan Arzena terus memaki dirinya.

"Dave." Lirih Arvina lemah dan akhirnya jatuh pingsan sebelum mendekati Dave.

Dave segers berlari untuk menggendong Arvina, namun matanya memanas saat melihat ternyata Arvina setengah telanjang dan badannya banyak terdapat bekas kemerahan.

Dave tetap membawa Arvina masuk kedalam mobilnya dan membawa Arvina kembali ke mansion nya.

...~ TO BE CONTINUE ~...

1
Ricka Monika
sebenarnya Aston baik dalam hal besama wanita hanya pekerjaan nya yg menuntutnya tuk berlaku jahat Krn mafia emang seperti itu
Ricka Monika
si ken ini otak apa sih,gerem aku bacanya,dulu disuruh tanggung jawab kagak amu sekarang malah mau rencana ngambil anaknya kalo udah lahir dan sok perhatian LG kasih kasih susu hamil😡
Ricka Monika
begitulah kalau sudah Bucin,tak memandang siapapun mau itu ayah,adek saudarah sepupu sekalipun pasti tetap cemburu😁
Ricka Monika
lah tak pikir si ken udah metong rupanya masih hidup🙉
Ricka Monika
saingannya mafia vs mafia seru nih siapa yg menang y dan siapa mafiabyg paling pintar,ah jangan mafianya goblok kayak Dave deh walaupun bukan ketua si drick tp kalo BS LBH pintar lah semangat💪
Ricka Monika
lumayan suka diawal cerita TDK begitu tertarik Krn mafianya agak oon tapi dipertengahan cerita suka sih terutama dngn karakter Hansen,smg ceritanya semakin bagus 😎
Ricka Monika
aku suka sm sifat dan karaktermu Hansen, Bucin bertanggungjawab,penyayang,penyabar aaaa pokoknya sosweet banget🥰
Ricka Monika
kasihan derick kasih jodoh dong Thor😁
Ricka Monika
haduh baru kali ini aku baca cerita mafia kok goblok
Ricka Monika
kalau aku sih gak setuju sm dua duanya,masa tega Dev bersetubuh sm kembarannya,cinta kok seperti itu dan arvina pun bego masak gak bisa dia pergunakan kekuatan Deddy angkatnya,ceritanya menyebalkan
Ricka Monika
kalau menurut ku lebih baik arvina pergi diam diam dr kehidupan Meraka,dan lihat apa yg akan terjadi selanjutnya,apakah makin parah atau tdk,berusah pergi hilang ditelan bumi dan minta bantuan Deddy angkatnya
Ricka Monika
baik Dev maupun Ken sama sama tidak ada yg baik perilakunya
Ricka Monika
ya udahlah Ken mengalah lebih baik dan sadar diri juga jauh lebih baik sekali,Krn Ken TDK punya apa-apa, terima takdir dan nasib ken
Ricka Monika
Ken mulai sekarang harus jg lelaki yg kuat harus banyak belajar,belajar beladiri,meng hek komputer,belajar naik mobil atau kendaraan lainnya,belajarlah dengan orang lain jangan tunggu belajar dr Revina aja,kapan maju dan kuat lo jd orang.
Ricka Monika
yg menjijikkan ni sebenarnya arzena bukan,malah kelakuan arzena seperti perempuan bayaran diclup
Novita Sari
masak dokter nya tidak bisa menemukan zat obat tidur nya kan si Ken ngasih nya hampir seminggu penuh
G
lanjut
Dyass Stia Clalu
😄😄, kok aq suka ya ken dinkerjain
Nur Atirah
Kecewa
Iswantini
wah datang pas perningkahan .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!