NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sore itu, Krystal dan Mira duduk santai menikmati teh hangat di *rooftop* bangunan kecil yang terletak persis di sebelah menara Istana Aquamarine. Bangunan sederhana itu memiliki ruangan yang sering digunakan sebagai kamar mandi dan tempat singgah sementara bagi para nelayan yang menepi. Dari atas sini, angin laut berembus bebas, membawa aroma garam yang familier. Setelah ketegangan perjamuan berlalu, hari-hari mereka kembali berjalan dengan tenang dan damai seperti sedia kala.

Krystal membuka buku sketsanya, lalu mengetukkan ujung pensil arang ke dagu. "Mira, coba jelaskan bagaimana wajah pria yang kau sukai itu. Aku akan mencoba membuat sketsanya," goda Krystal dengan senyum usil.

Mira seketika tersipu. Ia menyandarkan kedua tangannya di atas meja kayu, menatap hamparan laut dengan pandangan menerawang.

"Di mataku, dia sangat tampan," tutur Mira pelan. "Dia selalu memakai jubah hitam legam. Tingginya hampir setara dengan Eros, kulitnya eksotis cenderung gelap, dan tatapan matanya sangat dingin... tapi dinginnya itu yang justru membuat jantungku berdebar tidak karuan."

Namun, binar di mata Mira mendadak meredup. Bahunya merosot lemas saat rasa sedih yang pekat menghampiri hatinya. Ia tahu persis bahwa pria misterius yang diam-diam ia kagumi dari kejauhan itu bukanlah seorang manusia biasa. Pria itu adalah Abyssalon, sang Naga Kegelapan sekaligus tangan kanan dari Dewa Agung Kegelapan. Sebuah eksistensi yang teramat jauh dari jangkauan seorang gadis manusia biasa sepertinya.

Krystal mendengarkan setiap detail dengan saksama tanpa menyela, jemarinya bergerak lincah menari di atas kertas, menggoreskan garis-garis tegas yang menghidupkan deskripsi Mira. Hanya dalam beberapa menit, Krystal membalikkan buku sketsanya. "Apakah seperti ini?"

"Aah.... iya, benar! Ini benar-benar dia!" Pekikan gembira Mira memecah kesunyian sore. Wajah sedihnya lenyap seketika, digantikan oleh binar bahagia yang luar biasa saat menatap guratan arang di atas kertas tersebut. "Rys, bolehkah aku menyimpannya?"

"Tentu saja. Aku memang menggambarnya untukmu," jawab Krystal tulus, ikut senang melihat senyuman sahabatnya kembali.

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat saat keduanya memutuskan untuk menyudahi teh sore mereka. Sembari melangkah masuk menuju ruang baca istana yang mungil, mereka terus mengobrol seru, membahas betapa rupawannya sosok pria yang ada di dalam gambar tersebut.

"Rys, menurutmu sendiri, apakah dia tampan?" tanya Mira penasaran, menyodorkan kertas sketsa itu ke depan wajah Krystal.

Krystal memperhatikan gambar itu sekilas lalu tertawa renyah. "Hmmm, tampan... dan juga, tampak sangat menggoda? Haha!"

Tawa lepas Krystal bergaung melewati celah pintu ruang baca yang sedikit terbuka. Di saat yang sama, Eros sedang berbaring malas di atas ranjang kamarnya yang terletak tepat di seberang ruangan tersebut. Pendengarannya yang tajam tidak sengaja menangkap setiap patah kata dari percakapan kedua gadis itu.

"Tampan? Siapa? Pria lain?"

Eros langsung membuka matanya lebar-lebar. Rasa kantuknya hilang dalam sekejap, digantikan oleh gelombang kejengkelan dan rasa cemburu yang tiba-tiba membakar dadanya. Ia bangkit dari ranjang dengan gerakan cepat, rahangnya mengeras mendengar kekasihnya memuji pria lain dengan sebutan 'menggoda'.

Mira menatap sketsa itu lagi dengan senyum getir. "Aku tahu pria ini bukanlah manusia, Rys. Itulah kenapa mustahil bagi seorang manusia sepertiku untuk bisa bersanding dengannya."

Plak.

Pena bulu di tangan Krystal seketika terlepas dan jatuh ke lantai marmer. Matanya membelalak sempurna menatap sang sahabat. "A—apa?" Krystal tertegun sejenak, lalu buru-buru berdehem untuk menguasai diri. "Ekhem... pantas saja auranya terasa sangat berbeda dari coretan ini. Tapi jujur saja, setelah dilihat-lihat lagi, bentuk tubuhnya memang sangat seksi."

"Tapi—tetap saja aku tak akan pernah bisa menggapainya," keluh Mira pasrah.

"Hmmm, mungkin setidaknya kau bisa mencoba mengutarakan perasaanmu sekali saja? Ngomong-ngomong, kau bertemu dengannya di man—a..."

Brak!

Pintu ruang baca tiba-tiba terbuka lebar. Eros melangkah masuk dengan wajah yang dilingkupi kabut cemburu yang teramat pekat. Sepasang matanya langsung tertuju pada kertas sketsa yang tergeletak di atas meja. Begitu mengenali guratan wajah di kertas itu, alisnya menukik tajam.

"Abyssalon? Dia? Tampan? Seksi?" desis Eros dengan nada suara yang mendadak berat dan bergaung rendah.

Sebelum Krystal dan Mira sempat merespons, udara di dalam ruang baca mendadak bergetar hebat. Pusaran energi transparan menyelimuti tubuh sang pengawal. Dalam sekejap mata, Eros mengubah wujud manusianya, melepaskan penyamaran yang selama ini mengurungnya.

Kulitnya berubah menjadi putih bersih dan memancarkan pendar cahaya suci yang redup. Tubuhnya bertambah besar, kekar, nan gagah, berbalut helaian kain sutra putih dengan sulaman benang emas di garis tepinya—pakaian khas para penguasa langit. Rambut hitamnya yang panjang mengalir indah, menjuntai menutupi sebagian dada bidangnya yang terekspos. Aura tajam yang menguar dari dirinya begitu kuat, namun tidak lagi menekan seperti saat ia mengancam Hyal.

Mira dan Krystal spontan menganga lebar. Tatapan mata mereka terpaku pada sosok agung di depan mereka.

"Waaaaah..." ujar mereka secara bersamaan dengan kompak.

Alih-alih menjerit ketakutan atau bersujud memohon ampun melihat eksistensi yang begitu tinggi, kedua gadis itu justru menunjukkan binar mata yang dipenuhi rasa bangga yang luar biasa. Sahabat yang selama ini kerap mereka ajak mengobrol santai ternyata adalah seonggok keajaiban berjalan.

Eros berdeham, sedikit salah tingkah karena alih-alih dipuja dengan ketakutan, ia justru ditatap seperti tontonan yang menakjubkan. "Aku adalah salah satu dari Tujuh Dewa Agung—Dewa Nafsu. Aku sempat merasa bosan di kastilku, dan belasan tahun lalu, aku tak sengaja menemukan bayi tanpa jiwa di kediaman Biov. Aku memutuskan untuk meminjam tubuhnya."

Mata Krystal seketika berbinar-binar lebih cerah. Ada secercah harapan besar yang mendadak muncul di lubuk hatinya, sesuatu yang aneh. Namun, ia buru-buru melipat kedua tangannya dan memasang wajah cemberut yang dibuat-buat.

"Baiklah. Kau berutang penjelasan yang sangat panjang pada kami, Dewa Agung," ucap Krystal, nadanya terdengar sedikit kesal walau hatinya bersorak.

Eros pun mulai duduk dan menceritakan bagaimana ia menjalani hidup sebagai manusia dan mengawasi kekaisaran dari balik bayangan. Namun, belum sempat cerita itu selesai, Krystal mendadak berdiri dari kursinya. Seluruh permukaan wajahnya hingga ke leher mendadak memerah sempurna. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia merasa bisa meledak kapan saja jika terus menatap wujud dewa Eros.

"Aku... aku mengantuk! Aku pergi tidur duluan!" pamit Krystal terburu-buru, lalu melesat keluar dari ruang baca tanpa menunggu jawaban.

Kini, hanya tersisa Eros dan Mira di dalam ruangan yang mendadak canggung itu. Eros melirik Mira yang kembali menatap sketsa Abyssalon dengan pandangan sendu.

Eros menghela napas, mencoba menghibur gadis itu dengan kapasitasnya sebagai dewa. "Dengar, Mira. Tidak ada aturan dewa yang melarang seorang manusia untuk menjalin hubungan dengan dewa ataupun ras naga. Aturan ketat di langit itu hanya berlaku untuk sesama ras naga agar tidak merusak keseimbangan elemen sebuah dimensi. Jadi, kau tidak perlu berkecil hati."

Mira mendongak, matanya sedikit berkaca-kaca mendengar validasi langsung dari salah satu Dewa Agung. "Benarkah...?"

Eros hanya mengangguk kecil. Setelah itu, ia memejamkan mata dan merubah wujudnya kembali menjadi Eros si pengawal berkaus santai. Ia melangkah keluar dari ruang baca, berjalan menuju kamar berukuran sedang milik Krystal.

Tok! Tok!

"Rys... Apa kau marah? Maafkan aku, Rys," ucap Eros lembut dari balik pintu, mengetuk dengan ritme pelan.

Sementara itu di dalam kamar, Krystal sudah bersembunyi sepenuhnya di dalam selimut sutranya, memeluk bantal dengan erat. Napasnya memburu dan detak jantungnya benar-benar tidak karuan akibat visual wujud asli Eros yang masih terbayang jelas di pelupuk matanya.

"Gila! Gila! Eros terlalu seksi! Bagaimana bisa ada makhluk sepekat itu?!" gumam Krystal lirih dari balik selimut, menyembunyikan wajahnya yang memanas hebat karena rasa salah tingkah yang luar biasa.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!