NovelToon NovelToon
Sebait Doa, Sekeping Asa

Sebait Doa, Sekeping Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

"Tuhan!, tidak banyak yang ku pinta, hanya kuatkan hati ku, bimbing langkahku, agar aku selalu sabar dan ikhlas dengan semua kehendak dan ketentuan mu ini".

Kisah perjuangan hidup seorang anak manusia, seorang remaja miskin, putra dari seorang penderita odgj bernama Kaenan.

Hinaan, caci maki, fitnah dan perundungan bahkan kekerasan fisik, sudah menjadi lauk makan sehari hari.

Meskipun hidup dalam kemiskinan dan tak punya siapa siapa, satu hal yang masih di yakini Kaenan, dia masih punya Allah dan doa doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sambil menarik nafasnya dalam-dalam, ummi Nazeha berlalu masuk kedalam kamar, mempersiapkan pakaian Kiai Nuruddin untuk sholat.

Lain hal nya lagi dengan tuan besar Baskoro, hari itu dia nampak termangu di depan jendela kamar tidur nya, menatap taman kecil di luar.

Sangking asik nya melamun, sampai sampai saat sang istri berjalan mendekatinya, dia tidak sadar.

Saat wanita tua yang masih terlihat cantik itu menyapa nya, barulah tuan besar Baskoro terlonjak kaget.

"Ada apa mah?, kenapa mengejutkan papah?" tanya nya.

"Ish!, mamah sedari tadi menyapa, papah hanya diam bengong, ada apa sih pah?" tanya sang istri memeluk tubuh tuan besar Baskoro dari belakang.

Sebelum menjawab, tuan besar Baskoro terlebih dahulu menarik nafas nya dalam dalam.

"Apa yang harus ku lakukan sekarang mah, kedua putra kita kini semakin jelas mulai mengobarkan pertentangan dan permusuhan secara terang terangan, menganggap keputusan papah salah, mereka ingin seluruh harta ku, dibagi dua untuk mereka saja" keluh tuan besar Baskoro.

Nenek Carla terdiam membisu setelah mendengar ucapan dari sang suami.

"Lalu bagai mana pah?" tanya nya hati hati, takut menambah beban pikiran sang suami yang masih kalut itu.

Kembali tuan besar Baskoro menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan nya perlahan, "Heeeh! Inilah yang aku risaukan mah, ku bagi seluruh harta ku ini untuk Arifin dan Irfan, aku yakin tidak akan sampai setahun, seluruh aset ku habis ludes tanpa sisa, jika tidak ku bagi, kedua orang putra ku akan terus berselisih paham memperebutkan hal itu, kok sekarang seperti makan buah simalakama, dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu, aku tidak mengerti lagi apa yang harus aku lakukan sayang" keluh pria tua itu lagi sambil menatap cakrawala di kejauhan.

Carla memeluk pria itu dari belakang, melabuhkan tubuh yang mulai menua itu di dada nya, dia tahu bagai mana pelik nya problem di kepal pria itu.

"Apakah dimasa tua kita, kita tidak layak mendapatkan kedamaian?" keluh nya lirih.

Tuan besar Baskoro memutar tubuh nya menghadap kearah sang istri, meletakan kedua telapak tangan nya di kedua pipi istrinya itu, "maafkan aku carla!, aku tidak mampu menjadi papah yang baik" bisik nya lirih dengan mata berkaca kaca.

Carla menarik tubuh pria itu kedalam pelukan nya, setetes air mata bergulir di pipinya, "menangis lah lelaki ku, menangislah jika itu mampu mengurangi beban mu, sedikitpun aku tidak menyalahkan mu sayang, aku bahagia bisa mendampingi mu, percayalah, bila ada seratus kehidupan lagi, aku akan tetap memilih diri mu sebagai suami ku, apa pikiran mu?, aku akan senantiasa mendukung mu sayang!" ucap Carla sendu.

"Tadi di kantor, aku mendengar bisik bisik para karyawan ku, kata mereka, jalan tengah dari semua konflik ini adalah menikahkan Kaenan dan Caca, jika putra Irfan dan putri Arifin menikah, kemungkinan besar konflik ini akan berakhir, bagai mana menurut mu?" tanya tuan besar Baskoro pada istrinya.

Carla tersentak kaget mendengar usul sang suami nya itu, bibirnya bergetar menatap boka mata sang suami.

"Tapi ini baru pendapat mereka mah, jika menurut mu tidak baik, aku tidak akan melaksanakan nya" ujar nya lagi.

"Apakah ada jalan keluar lain nya lagi?" tanya Carla.

Tuan besar Baskoro menggelengkan kepalanya, "rasanya tidak ada lagi sayang, kita seperti berjalan di lorong yang terjal, kiri kanan dinding tebing batu tinggi, hanya menyisakan jalan maju atau mundur, maju berarti menikahkan Kaenan dan Caca, mundur berarti menuruti kehendak Arifin dan Irfan" sahut nya.

Tatapan mata Carla semakin sendu, seolah sebuah prahara sedang bergejolak didada nya.

"Aku merasa kita sedang menjadikan anak itu tumbal untuk kesalahan kita pah, sudah tepat kah tindakan kita ini?" suara Carla semakin rendah, nyaris hanya desahan saja.

Tatapan mata tuan besar Baskoro menerawang jauh, "seandainya aku punya cara selain ini, pasti kulakukan" gumam nya dengan suara bergetar.

"Atau aku serahkan Hanggada group kepada Bianca dan Syafea saja?, tapi itu artinya sama saja menghancurkan jerih payah yang ku bangun semenjak aku remaja, aku tahu siapa Gracia" gumam nya lagi.

Setelah termenung menatap lantai berapa saat, Carla mengangkat wajah nya, menatap kearah sang suami, "jika semua jalan sudah buntu, maka melangkah lah sayang, meskipun jalan yang tersisa hanya itu saja, aku tetap akan mendukung mu, semoga ini jalan terbaiknya, tetapi bicarakan baik baik dengan Kaenan, dia anak yang baik, aku yakin dia akan mengerti!" bisik wanita itu lirih di telinga tuan besar Baskoro.

Tuan besar Baskoro memeluk istri nya erat, hati nya terasa teramat perih, tetapi dia harus tetap tegar menghadapi semua nya ini.

Malam itu, tuan besar Baskoro mengundang Kaenan untuk makan malam bersama.

Selesai makan malam, tuan besar Baskoro mengajak Kaenan dan Carla duduk berbincang bincang di ruang tengah.

Sebelum masuk kepada inti pembicaraan, tuan besar Baskoro menceritakan perihal perusahaan nya sekarang, beserta tetek bengek nya, hingga problem pelik yang sedang dihadapi nya.

Lalu, dengan suara lirih, tuan besar Baskoro menceritakan rencana nya untuk meredam pertentangan yang terjadi diantara kedua orang putra nya itu.

"Maksud kakek mau menjodohkan Kae dengan putri paman Arifin?" tanya Kae perlahan.

"Ya!, iya nak!, itulah satu satu nya cara menyelesaikan persoalan papah dengan paman mu!" sahut tuan besar Baskoro lirih, tak mampu menatap wajah Kaenan.

"Kau tidak perlu menjawab nya sekarang nak, pikirkan lah dahulu masak masak, kakek dan nenek sangat mengharapkan kesediaan mu nak" ujar nenek Carla.

"Beri Kae waktu kek, Kae perlu waktu untuk memikirkan nya!" sahut Kaenan perlahan.

Malam itu, Kae tidak pulang ke pondok Syarif, tetapi tidur di kamar nya di rumah kediaman tuan besar Baskoro kakek nya.

Baru saja Kae memejamkan mata nya, bayang bayang wajah cantik jelita seorang gadis mengenakan jilbab putih, menari di relung ingatan nya.

"Kak! Meskipun aku tak berharap hidup bersama mu, namun saat ini, entah kenapa, hati ku terasa teramat pedih, ingin rasanya aku berlari dan berteriak sekeras keras nya, biar langit mendengar suara ku, jika dahulu, setiap air mata ku mengalir, kau selalu ada untuk menghapus nya, namun kini, aku harus belajar hidup tanpa diri mu, tanpa tangan kokoh sang peri pelindung ku, langkah kita terasa semakin berjauhan, ke dua arah yang berbeda" air mata Kaenan mengalir membasahi pipi nya.

Perlahan Kaenan bangkit berdiri, melangkah ke kamar mandi, mengambil air wudhu, lalu sholat tahajud, menghadap kan wajah nya, memohon bimbingan sang penguasa kehidupan itu.

Ke esokan hari nya, saat Kiai Nuruddin baru saja keluar dari pintu rumah nya, ingin menuju ke pondok pesantren, sebuah mobil Pajero sport memasuki halaman rumah nya.

Dari dalam mobil, keluar tuan besar Baskoro dan istri nya Carla.

"Assalamualaikum pak Kiai!" sapa tuan besar Baskoro ramah.

"Wa' alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh, ada angin apa ini yang membuat orang nomor satu di kota ini datang mengunjungi pondok saya ini?" tanya Kiai Nuruddin dengan senyum ramah yang selalu menghiasi bibirnya.

"Apakah kedatangan saya tidak mengganggu pak kiai?" tanya tuan besar Baskoro menyalami tangan Kiai Nuruddin.

"Tidak!, tidak juga tuan!, ayo masuk masuk" ajak Kiai Nuruddin mengajak kedua orang tamunya masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

Ummi Nazeha muncul dengan membawa baki berisi empat gelas teh panas.

Tuan besar Baskoro dan nyonya Carla duduk berhadap hadapan dengan Kiai Nuruddin serta ummi Nazeha.

"Ada angin apa gerangan yang membawa tuan Baskoro datang ke sini?" tanya Kiai Nuruddin.

Tuan besar Baskoro segera menceritakan permasalahan rumah tangga nya kepada sang Kiai Nuruddin.

Setelah tuan besar Baskoro selesai bercerita, Kiai Nuruddin tidak langsung menjawab, beliau termenung beberapa saat, lalu menarik nafasnya dalam-dalam, "sebenar nya kawin dengan saudara sepupu itu tidak ada masalah tuan Baskoro, hanya saja norma, adat dan kelayakan yang belum terbiasa di negara kita ini, seolah olah dianggap tabu, padahal sah sah saja, yang haram itu kawin dengan bibi saudara kandung ayah atau ibu, saudara sekandung, saudara seayah" jawab Kiai Nuruddin tersenyum ramah.

"Maaf tuan Baskoro!, kenapa mesti harus menikahkan Kaenan dan Bianca?" tanya ummi Nazeha.

"Kami tidak tahu lagi jalan keluar selain itu, rasanya hanya itulah satu satu nya cara agar kedua putra saya tidak lagi saling bertikai memperebutkan harta warisan" jawab tuan besar Baskoro.

Kiai Nuruddin menarik nafasnya dalam-dalam, entah beban apa yang mengganjal di hati nya, wajah nya terlihat sendu, "lalu apa yang bisa saya bantu tuan?" tanya nya pelan.

"Bisakah kiai memberi pengertian kepada Kaenan, saya yakin dia akan ketempat ini meminta nasehat Kiai, kami sangat berharap sekali, karena hanya ini satu satu nya cara mengatasi permasalahan ini Kiai, tolonglah kami!" pinta tuan besar Baskoro sangat berharap.

"Insyaallah tuan Baskoro!, akan saya usahakan, masalah hasil nya, kita serahkan kepada Allah saja" sahut Kiai Nuruddin.

Setelah ngobrol kesana kemari beberapa saat, akhirnya tuan besar Baskoro dan istri nya pun pamit pulang.

Sepeninggal tuan besar Baskoro, Kiai Nuruddin dan istri nya saling diam beberapa saat lamanya.

"Ya Allah!, ya Robbi!, ujian apa lagi ini?" gumam Kiai Nuruddin.

"Lalu bagai mana jika Ayi mengetahui masalah ini?" tanya ummi Nazeha tak berani menatap mata sang suami.

"Mau bagai mana lagi?, kita tidak punya hak ikut campur urusan rumah tangga mereka, keputusan ada pada Kae dan keluarga nya, kita bisa apa?, Abi tahu jika Ayi sangat menyayangi anak itu, begitupun kita semua, dia cerdas, berakhlak mulia, tutur kata nya ramah, sopan santun nya baik" sahut Kiai Nuruddin.

"Yang ummi pikirkan, bagai mana hancurnya perasaan Ayi, ummi tahu jika diantara mereka berdua, bukan lagi kasih sayang adik dan kakak, tetapi kasih sayang dua anak manusia berbeda gender, meskipun kedua nya mencoba menghindar, tapi ummi tahu apa yang terpendam didalam hati Ayi, putri ku itu mencintai Kaenan!" ucap ummi Nazeha bergetar.

Sangat lama kesunyian menyelimuti kedua nya, tak ada kata kata yang terucap, hanya pikiran mereka masing masing yang mengembara entah kemana.

...****************...

1
Was pray
muncul nama Aqmal... 🤭🤭
Was pray
buah simalakama buat kae, nurutin keinginan caesya tapi tiada cinta tulus dihati kae, tau menolak keinginan terakhir caesya gak sampai hati... selamat puyeng kae... 🤣🤣
Night Watcher
nyambut kaenan, tp yg dipanggil alif... 😇😇😇🤭
Was pray
pria Sholeh dan wanita Sholehah bukan berarti harus pasrah pada takdir, muslim/muslimah sejati adalah orang yg mau memperjuangkan. anugrah yg telah Allah berikan, ridho Allah diberikan pada umat yg berdo'a, berikhtiar kemudian tawakal
Was pray
harapan tanpa usaha ibarat kapal berlayar tanpa angin, berdo'a adalah usaha secara batiniah , bertindak adalah ikhtiar lahiriah, berharap tanpa usaha seperti orang ingin kenyang tapi gak mau menyuapkan makanan ke mulut, kehausan tapi gak mau minum , pasrah tanpa berusaha adalah pemalas
Was pray
mengapa harus memutus hubungan komunikasi dengan keluarga kyai Nurudin kae? kalau kamu ingin menjaga jarak dengan keluarga kyai Nurudin langkahmu salah. itu artinya kamu memutus tali silaturahmi dalam ajaran Islam memutus silaturahmi adalah perbuatan dosa. dan cara pandang kamu bahwa kamu tidak pantas untuk Aisyah karena beda status adalah pandangan ygsalah besar. kamu paham agama tapi kamu merendahkan martavatmu sendiri, itu artinya kamu menyalahkan takdir Allah, Allah memandang derajat manusia bukan dari harta dan tahta, tapi dari takwanya. ingat itu kae
Was pray: itulah kehidupan kae yg melakukan sesuatu secara terburu buru, kae ibarat kacang lupa kulitnya, dan selama bertahun -tahyn jae juga gak ada niat untuk berkunjung ke pesantren, nilai plus kae karena kecerdasannya luntur karena akal budinya yg kurang, Allah tidak memandang umat dari tingkat kecerdasannya, tapi dari akal budinya apa gunanya cerdas tapi akal budinya rendah, orang pintar lebih sukses daripada orang xerdas
total 2 replies
Was pray
cinta dalam diam, bagai menyimpan bara di lemari pendingin, dari luar tampak adem ayem tapi di dalam panas bagai Vara yg tak kuasa untuk menyala , cinta dalam diam bagai menyimpan racun terbungkus madu , manis terlihat mata tapi hancur didalam
Night Watcher
bab ini typo berat gaesss
Night Watcher
pasti typo ini, harusnya yg disuruh pulang beni, bkn heru
Night Watcher
tuh keluar dr klrg kaya raya tp penuh nafsu keserakahan, mlh ketemu org2 baik yg tdk sombong..
Night Watcher
nah ini yg kuharap kae...
seperti yg ku pertanyakan td, ternyata lebih besar mudharatnya..
Night Watcher
kae mengira hny dia sendiri yg akan menderita, tak lg peduli dgn derita yg akan dirasakan ayi, wanita yg sllu ada saat dia menderita.
padahal dia tau yg diperjuangkan adalah perdamaian 2 klrg yg berebut harta.. harta!!!!
apakah itu termasuk "manfaat"?
atw "MUDHARAT"
kesel aku ahirnya.. sok pahlawan tp bodoh dgn dalih yg gak jelas..😠
Night Watcher
pingin mulia, rela berkorban demi 2 klrg walau dia sendiri menderita. padahal dia hny akan dimanfaatkan, bahkan jd tumbal keserakahan.
dan masih akan dibodohi lg oleh perempuan kotor yg akan dijodohkan dgnnya.😇😇😇
Night Watcher
oowh gitu ya hukumnya, ngerti deh skrg.
cuma emang masih tabu aja nikahin sepupu🤭🤭
Night Watcher
ada hitungan hukum mahram gak ya??😇
Was pray
tertawa karena bahagia dan bahagia karena tertawa dua penggalan kalimat yg sering terjadi di lingkungan kita, diposisi manakah kita ?
Was pray
takdir ada dua mubram dan mualaq, ada takdir yg sudah tidak bisa diubah karena itu sudah ditulis sejak zaman azali, itulah nasib, sedangkan adapula takdir yg bisa diubah , karena Allah tidak akan merubah nasib manusia kecuali manusia itu mau mengubah nasibnya sendiri, Allah sudah menentukan Rizki setiap makhluk Nya tinggal makhluk itu mau mengambilnya atau tidak?
Night Watcher: terimakasih ..🙏🙏🙏
total 3 replies
Was pray
buah berasa manis dan pahit serta asam tumbuh dari tanah yg sama, ketulusan hati juga bisa tumbuh dari semua manusia yg mempunyai nurani, banyak sidok manusia yg punya hati tapi tanpa nurani maka akan jadi buah yg asam bahkan pahit, tapi jadi buah yg manis jika sosok manusia itu punya hati nurani sehingga akan muncul empati tanpa menuntut untuk dihargai,, tetap jadi manusia yg punya nurani kae agar dirimu tetap jadi buah yg manis bagi siapa saja
Night Watcher
beda ya 'memaafkan' dgn 'melupakan' pebuatan kejam terhadap kita, walau bisa memaafkan blm tentu bisa melupakannya, bahkan bisa 100 X lipat sulitnya..
Night Watcher
lah, ternyata emaknya safea gila jg, tp suka ngatain kae anak org gila..😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!