NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui bayangan

Aku berdiri di depan sebuah gedung perusahaan besar yang ku kunjungi beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya aku sangat malas datang kemari, hanya saja aku perlu berbincang serius untuk meminta pria bayangan itu mundur dan tidak mengangguku lagi. Aku tidak ingin masalah ini menjadi bumerang di dalam rumah tanggaku nanti.

Meskipun aku tidak mencintai pria itu, tapi apa salahnya mempertahankan hubungan pernikahan kami? Aku sih tidak masalah, hanya saja aku malas jikalau nanti harus mengarungi pertikaian dengan suamiku.

" Saya mau bertemu dengan pimpinan kalian... " pintaku pada resepsionis yang ada di sana.

" Oh, mari saya antar... " aku sedikit heran melihat wanita itu langsung mempersilahkanku untuk masuk. Bukankah jika ingin bertemu dengan orang penting apalagi pimpinan perusahaan itu harus membuat izin terlebih dahulu?

" Silahkan masuk! Pak Bagasnya ada di dalam.. " aku melirik wanita itu sebentar lalu memutar knop pintu dan perlahan masuk. Apa namanya memang Bagas atau cuma marganya saja?

" Oh? Ada apa gerangan nona manis ini datang berkunjung? " entah itu sebuah pertanyaan atau ejekan, aku tidak peduli. Aku masih berdiri di depan pintu memandanginya dengan tatapan yang sulit di artikan.

Dia memangku wajahnya dengan kedua belah tangan yang di sangga di meja kerja, menunggu aku untuk mengucapkan sesuatu.

" Berhentilah menggangguku! Aku akan segera menikah, jadi jangan mengangguku lagi. " pintaku sedikit lunak, tidak datar seperti biasanya.

" Kalau aku tidak mau? "

" Kenapa harus aku? Kenapa kau tidak cari wanita lain saja?! Masih banyak wanita di luaran sana yang jauh lebih cantik dariku. Kenapa kau tidak mencoba menikahi wanita yang kau cintai?! Aku tahu kau tidak mencintaiku! " kesalku menatapnya tajam.

Sejenak dia terkesiap, namun sedetik kemudian dia kembali bersikap tenang dan bangkit menghampiriku.

" Kau gadis yang pintar. Tidak ada seorangpun yang tahu kalau aku tengah menyukai seorang wanita. Dan kamu! Wanita hebat yang mampu menebaknya. " ujarnya semakin melangkah mendekatiku dan aku perlahan mundur hingga tersandar di pintu.

" Yah, kamu benar. Aku tidak mencintaimu. Tapi, aku menginginkanmu." jawabnya dan tiba tiba saja kedua tangannya langsung menempel di pintu untuk mengurungku.

" Jika tidak mencintai, kenapa harus memaksakan diri untuk memiliki?! " tanya menatapnya menantang. Jika dia berani macam macam, aku tinggal menendang Mr.P miliknya.

" Ku putar balik pertanyaanmu. Jika tidak mencintai, mengapa harus merelakan diri untuk di nikahi? " jawabnya membuatku terdiam seketika.

Dia mengangkat tangannya lalu berjalan berbalik berjalan duduk di kursi kebesarannya, sedangkan aku masih terpaku di tempat.

" Sama seperti dirimu. Aku memiliki alasan kuat ingin menjadikanmu milikku meskipun hati ini milik orang lain. " lanjutnya duduk arogan menatapku datar.

" Jadi maumu apa? " lirihku dengan pandangan kosong. Aku tidak pernah mempercayai kata cinta. Bagiku cinta hanya akan menjadi racun bagi orang yang merasakannya. Sama seperti narkoba. Membuat tenang, namun mampu membunuh secara perlahan. Aku memang tidak mempercayai cinta, tapi aku percaya akan jodoh. Dan aku pikir, tidak perlu kata cinta, karna Allah sudah menyiapkan jodoh yang tepat untukku. Menikah, menjalankan sunah rasul, punya anak, cucu, tua dan mati. Tidak pernah terbesit di pikiranku akan ada kata cinta yang di dalam rumah tanggaku kelak. Karna sebanyak apapun cobaan nanti, jika suamiku adalah milikku, maka dia akan kembali lagi padaku.

" Menikah denganku! "

Aku menatapnya dengan tatapan dingin, sedingin es. " Oke, " jawabku dan itu membuatnya terkesiap. Itukan maunya? Mari kita bermain main...

" Tapi, dalam mimpimu! "

Bam!!

Aku menutup pintu kasar dengan penuh emosi. Aku benci cinta! Aku benci, sangat sangat benci. " ARRRRGGHHH " aku tersungkur di dalam lift dengan air mata yang lolos keluar. Syukurlah lift saat ini kosong, sehingga mampu membuatku menangis sejadi jadinya di sana.

Tuhan tolong kali ini saja... biarkan aku menangis. Aku manusia biasa, manusia yang bisa terpuruk oleh keadaan. Aku juga manusia biasa yang bisa berada fase ingin menyerah namun tak bisa.

Aku segera menghapus air mataku saat pintu lift terbuka. Cepat cepat aku bangun dan keluar saat orang orang memandangiku aneh.

Di saat seperti ini, aku terbiasa menyimpan masalah sendiri. Tidak ada tempat bagiku untuk bercerita. Aku bukan April kecil yang sedari dulu selalu bercerita tentang keadaanku kepada Uma. Aku adalah April yang dewasa, sudah bisa menyelesaikan masalah tidak lagi seperti dulu yang apa apa selalu bercerita pada Uma.

Aku hanya tidak ingin membuat Uma sedih, dan selain Uma tidak ada lagi tempat untukku bersandar. Aku hanya berharap, hari akan segera berganti, dan masalah akan segera berakhir.

Hanya itu...

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!