NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 - Mendapatkan Bayi

"Latihan." ucap Asraf karena Ruhi hanya terdiam, takut Ruhi semakin marah karena ciuman itu, akhirnya ia menggunakan alasan andalannya, yaitu Latihan.

Dengan perlahan, Ruhi mendorong dada Asraf agar melepas dekapannya. Mas Asraf memang selalu seperti ini, selalu mempermainkan aku.

Mendapati perlakuan Asraf yang seenaknya saja, Ruhi bertekad akan membentengi hatinya agar tidak tergoda oleh rayuan Asraf, karena itulah, kini ia akan menjadi Ruhi yang sesungguhnya.

Jangan cintai orang, cintai saja uang, dengan begitu kamu tidak akan pernah merasa kecewa atau sakit hati. Batinnya meyakinkan hati.

"Jangan marah lagi ya?" pinta Asraf sambil mengekor pergerakan Ruhi.

"Hem," jawab Ruhi singkat, terdengar sekali tidak ikhlas nya.

Tanpa memperdulikan Asraf, Ruhi mulai menghidangkan semua makanan di meja makan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Akhirnya setelah drama kecil itu, semua orang kini makan siang dengan lahap, Ruhi memang ahli dalam hal memasak. Maklum, mantan karyawan restoran padang.

Ruhi menikmati makan siangnya, sesekali ia juga terlibat canda dengan Aksa. Asraf pun bisa melihat, jika tatapan Aksa pada Ruhi kini sudah lain, mulai muncul ketertarikan di sana dan Asraf tahu itu.

Sebagai sesama pria, ia bisa memahami tatapan Aksa.

Diantara semua orang, hanya Asraf lah yang tidak menikmati suasana makan siang ini. Ada yang aneh dihatinya, dan dia tidak tahu apa itu.

Selesai makan siang, Asraf dan Aksa sama-sama pamit pulang. Aksa pergi terlebih dahulu sementara Asraf masih ingin berbicara sebentar lagi dengan Ruhi.

"Jangan terlalu dekat dengan Aksa, aku tidak suka melihatnya." ucap Asraf, kini ia dan Ruhi bicara di samping mobilnya, sementara Randu dan Rina sudah masuk ke dalam rumah.

Mendengar larangan Asraf, Ruhi mengeryit bingung. Kalau ia dan asraf jadi menikah maka Aksa pun akan menjadi saudaranya, kenapa tidak boleh dekat-dekat? tanyanya dalam hati, bingung.

"Kenapa?" tanya Ruhi sesuai isi di kepala.

"Dia itu ahli merebut kekasih ku, aku tidak mau pernikahan kita batal gara-gara kamu terpikat olehnya." ketus Asraf.

"Aku tidak mungkin terpikat oleh kak Aksa, karena aku tau, Mas lebih kaya daripada dia." jawab Ruhi sekenanya, tidak ingin terlena dengan kata-kata manis Asraf, lebih baik bicarakan realitanya saja.

Asraf terperangah, apa kakek tidak salah, mencarikan aku istri sematrealistis Ruhi?

"Jadi kalau Aksa lebih kaya daripada aku, kamu akan menikah dengan dia?" tanya Asraf dengan tatapan tajam.

Yang ditatap tidak peduli, malah melihat ke sembarang arah.

"Tergantung."

"Tergantung apa?"

"Tergantung, kakek Bizar menyuruhku menikah dengan siapa. Kan yang punya semua harta kalian kakek Bizar," jawab Ruhi apa adanya.

"Wah!" Asraf memegangi tengkuknya yang berdenyut, benar-benar tidak menyangka akan jawaban Ruhi itu.

"Aku tidak menyangka kamu begitu menyukai uang, apa cintamu juga bisa ku beli?" tanya Asraf yang sudah terlanjur kecewa, berpikir Ruhi juga merindukannya, ternyata tidak.

"Bisa, bisa diatur." jawab Ruhi dengan tersenyum sumringah.

Merasa kesal, Asraf mengusap kasar wajah Ruhi itu.

"Dasar anak kecil, anak ingusan, bau kencur!" kesal Asraf.

Ruhi tidak seperti kekasih-kekasihnya selama ini, yang mudah terlena dengan kata-kata manis dan sentuhannya. Tiap kali berbincang pun obrolan yang tercipta akan lebih serius dan berbau hal romantis.

Sementara Ruhi?

Ya allah, kenapa aku harus menikah dengan bocah kecil ini? bukannya mendapat istri, aku malah mendapat bayi.

"Ya sudah aku pulang." ucap Asraf akhirnya, ia membuka pintu dan menoleh sebentar ke arah Ruhi.

"Aku mencintaimu." ucap Asraf, entah sungguh-sungguh atau tidak, tapi ia ingin mendengar jawaban Ruhi.

"Aku juga mencintai Mas." jawab Ruhi dengan memperlihatkan senyum kudanya.

Seketika itu juga Asraf berdecak kesal.

"Aku membencimu." ucap Asraf sungguh-sunguh.

"Aku lebih membenci Mas." jawab Ruhi, setelah itu ia menjulurkan lidahnya, meledek.

"RUHIIII!!" Teriak Asraf penuh kekesalan.

Sang gadis yang dipanggil sudah kabur, lari dengan cepat masuk ke dalam rumah.

"Ibuuu!" ucap Ruhi meminta pertolongan.

"Aduh aduh! kepalaku pusing sekali memikirkan bocah itu." keluh Asraf, lalu ia masuk ke dalam mobil dan mulai mengemudi. Kembali ke kantornya dan memeriksa pekerjaan Dion.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sampai di kantor, ternyata Dion sudah tidak berada di ruang Asraf. Tak ingin ambil pusing, akhirnya Asraf menjatuhkan dirinya di sofa.

Cukup lama ia terdiam dalam posisi berbaring di sana, sampai beberapa waktu kemudian tawa Ruhi masuk menyelinap ke lamunan pria dewasa ini.

"Ruhi." lirihnya, Asraf berucap sangat pelan, persis seperti hembusan angin.

Ia tersenyum kecil, lalu menggelengkan kepalanya pelan.

Menolak mentah-mentah jika kini ia tertarik pada gadis kecil itu.

Tidak mungkin.

Ceklek!

Pintu ruangan Asraf terbuka, ia pikir itu adalah Dion yang akan menyerahkan beberapa berkas. Asraf tak peduli, ia masih berbaring dan memejamkan matanya, membayangkan wajah cantik alami Ruhi.

"Sayang."

Asraf langsung membuka mata, ketika ia merasakan ada seorang wanita yang memanggil dan menindih tubuhnya diatas Sofa.

"Lora? minggir! apa yang kamu lakukan!" tanya Asraf dengan sangat ketus. Ia lalu mendorong tubuh Lora untuk bangkit dari tubuhnya dan menjauh.

"Sopan lah sedikit," ucap Asraf setelah berdiri dan bertolak pinggang, memperhatikan Lora yang duduk di sofa dengan cemberut.

"Aku sudah tahu siapa gadis pilihan kakek Bizar," ucap Lora sambil menatap mata sang mantan kekasih.

"Dia tidak ada apa-apanya dibanding diriku, apa kamu masih mau menikahi dia?" tanya Lora, matanya melebar berbicara tentang Ruhi. Gadis kecil, miskin dan buruk rupa di mata Lora.

Asraf menghela napas sebelum menjawab pertanyaan itu, tapi ia masih berdiri. Entah kenapa rasanya sangat enggan untuk duduk bersebelahan dengan wanita ini.

"Aku akan tetap menikahi Ruhi. Dan asal kamu tahu, walaupun Ruhi bukan gadis pilihan kakek, aku akan tetap memilih dia dibanding dirimu," jawab Asraf dengan yakin, tak ada keraguan sedikitpun.

"Kamu bisa datang ke pernikahan ku tanggal 18 nanti kalau masih tidak percaya juga, aku akan mengucap ijab kabul dengan lancar." Seloroh Asraf sambil berjalan menjauhi Lora dan duduk di kursi kerjanya sendiri.

Asraf menekan telepon kantor dan memanggil Luna, sang sekretaris yang lancang membiarkan Lora masuk ke ruangannya.

"Masuk!" perintah Asraf dengan suara tegas, kemudian langsung memutus sambungan telepon itu.

Lora yang merasa akan diusir mulai bangkit, ia berjalan mendekati Asraf.

"Sayang, dengarkan aku dulu," ucap Lora dengan suara lembutnya.

"Kamu tetap bisa menikahi gadis kumuh itu dan kita tetap menjalin hubungan," jelas Lora, inilah tujuannya datang kesini, ingin Asraf kembali dalam dekapannya meskipun kini ia yang menjadi selingkuhan.

Mendengar Lora menyebut Ruhi sebagai gadis kumuh, entah kenapa Asraf merasa tidak terima. Hanya dialah yang boleh menghina Ruhi, orang lain tidak berhak.

Luna yang beberapa detik lalu telah masuk mulai merasa cemas, hawa di ruangan ini begitu menyeramkan baginya.

"Keluarlah! atau aku akan meminta Luna untuk menyeret mu keluar dari ruangan ini," tegas Asraf dengan tatapan tajamnya.

Lora menciut, ia menoleh kebelakang dan mendapati Luna berdiri di sana.

Tak ingin kehilangan muka di depan Luna, akhirnya Lora menerima usiran Asraf itu.

"Aku akan kembali menemui mu, sayang," ucap Lora lalu pergi. Ia sengaja menabrak bahu Luna, menyalurkan kekesalan.

"Sini!" perintah Asraf pada Luna ketika Lora sudah benar-benar keluar dari ruangan.

"Apa tugasmu disini? Hah!" Bentak Asraf, Luna menunduk, sumpah demi apapun saat ini dia sangat takut. Lidahnya kelu, tak mampu menjawab.

"Lain kali jika wanita itu masuk tanpa se izinku, saat itu juga kamu akan saya pecat! Keluar!"

"Ba-baik Tuan."

Luna keluar dengan kaki gemetaran, matanya berembun menahan tangis. Sudah 5 tahun ia bekerja disini, namun sikap Asraf tidak pernah berubah. Selalu saja semaunya, tidak peduli meski Luna sudah berkerja semaksimal mungkin, bahkan Luna selalu memberikan perhatian lebih.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!