Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Pagi hari
Setelah selesai membantu ibunya merapikan meja makan dan juga mencuci piring kotor bekas sarapan mereka tadi. Tiara juga harus segera bersiap untuk berangkat ke butiknya. Dia segera masuk kedalam kamar mandi yang letaknya disebelah ruangan dapur, untuk melaksanakan ritual mandi paginya sebelum dia berangkat ke butiknya.
Tidak lama Tiara sudah selesai mandi dan langsung keluar dengan memakai bathrobe untuk mengeringkan tubuhnya yang basah selesai mandi. Kemudian dia berjalan menuju ke kamarnya untuk memakai baju dan bersiap siap untuk segera berangkat ke butiknya.
Setelah selesai bersiap di dalam kamarnya Tiara keluar kamar dan mencari ibunya untuk berpamitan. Tapi ternyata ibunya tidak ada didalam rumahnya. ' Mungkin ibu ada di teras menyirami bunga bunga kesukaannya' batin Tiara yang akhirnya keluar rumah dan benar saja ibunya sedang ada di teras bersama dengan bunga bunga kesayangannya.
" Aku cari cari ternyata ibu disini" katanya menghampiri dan berdiri di sebelah ibunya yang sedang berjongkok menyirami bungan bunganya.
Mendengar suara anaknya yang berdiri di sampingnya, bu Suci langsung menghentikan aktifitasnya sejenak, lalu berdiri dan menghadap Tiara. " Kamu sudah mau berangkat nak?" tanya bu Suci yang melihat putri semata wayangnya sudah memakai baju dengan rapi siap untuk berangkat ke butiknya.
" Sudah bu... Ara mau berangkat dulu" pamit Tiara pada ibunya dan langsung mencium tangan kanan ibunya tersebut.
" Ra.... kamu masih ingat kan sama janji kamu?" tanya bu Suci sebelum Tiara berangkat kerja. "Kamu jangan santai dan tenang tenang saja Ra.., cari cowok itu gak segampang seperti kita membalikkan telapak tangan" lanjutnya menasehati dan mengingatkan Tiara akan janjinya yang sudah berjalan lebih dari seminggu ini.
" Bu.... kan perjanjian kita masih lama, ibu tenang saja Ara akan berusaha mencari pasangan Tiara sendiri dalam waktu 6 bulan nanti " jawab Tiara berusaha meyakinkan ibunya agar tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
" 6 bulan itu waktu yang singkat sayang, ibu cuma menasehati kamu agar lebih serius untuk segera mencari pasangan hidup kamu sendiri" sahut bu Suci agar Tiara lebih serius mencari pasangan hidupnya sendiri.
Tiara hanya bisa tersenyum miris mendengar ibunya yang terus menasehati dirinya untuk segera mencari pasangan hidupnya sendiri.
" Masalahnya itu, kamu masih belum bisa move on dari si Dika itu, makanya kamu menutup semua akses laki laki yang ingin berkenalan dan dekat dengan kamu. Karena kamu masih mengharapkan dia kan?" ujar bu Suci dengan emosinya, mengingat hubungan anaknya yang sudah bertahun tahun akhirnya putus, bahkan Dika meninggalkan Tiara sendiri dan dia menikah dengan orang lain.
" Kenapa jadi bawa bawa Dika segala sih bu?" sahut Tiara yang ikut tersulut emosinya mendengar tuduhan ibunya bahwa dia masih belum bisa move on dari bayang bayang mantannya tersebut.
" Memang mau bawa bawa siapa lagi? kenyataannya semua memang gara gara dia. Kamu sudah ibu kenalin dengan banyak cowok, tapi tidak ada satupun yang kamu sukai. Apa artinya itu jika bukan karena kamu belum bisa move on dari cowok brengsek itu hah?" kini emosi ibunya sudah tersulut kembali di pagi hari ini. Padahal tadi sebenarnya dia hanya ingin mengingatkan putrinya kembali akan janjinya yang harus segera mencari pasangan hidupnya sendiri selama 6 bulan ini.
Tidak ingin menyulut emosi ibunya lagi, Tiara berusaha untuk tersenyum dan mengalah saja mendengar omelan ibunya dan tidak ingin mendebat ucapan ibunya lagi. Karena dia tidak ingin penyakit jantung ibunya kambuh lagi jika harus berdebat terus dengan dirinya di pagi hari ini.
" Sudahlah bu... Ara malas jika harus berdebat dengan ibu sepagi ini, sebaiknya aku berangkat kerja dulu" pamit Tiara yang sudah tidak ingin berdebat lagi sepagi ini dengan ibunya.
Apalagi sekarang ini mereka sedang berada di teras, pastinya semua tetangga dekat rumahnya akan mendengar perdebatan mereka di pagi. Dan akibatnya mereka akan menjadi bahan gosip bagi semua tetangganya bahkan gosip orang orang sekompleks di perumahannya.
Sebenarnya Tiara tidak terlalu mempedulikan semua omongan ataupun gosip dari para tetangganya. ' Terserah kalian mau membicarakan aku seperti apa, aku tidak peduli karena aku yang menjalani kehidupanku sendiri bukan kalian' pikir Tiara yang tidak pernah peduli dengan perkataan orang lain.
Tapi Tiara tidak boleh egois, dia juga harus memikirkan perasaan ibunya yang pasti akan sakit hati jika mendengar orang lain membicarakan atau menggosipkan kejelekan dirinya. ' Siapa sih yang tidak akan sakit hati jika mendengar anak sendiri diejek oleh orang lain? Semua ibu di dunia ini pasti akan sakit hati mendengar anaknya dijelekkan oleh orang lain' batin Tiara.
Makanya dia harus menghentikan perdebatannya dengan ibunya sebelum semua tetangga mendengarkan perdebatan mereka lebih lanjut. Untuk itu Tiara harus lebih mengerti akan perasaan ibunya yang sudah terlalu mengkhawatirkan kehidupannya.
Tiara langsung mencium tangan kanan ibunya sebelum dia keluar dari pintu gerbang rumahnya. " Ibu tenang saja dalam 6 bulan ini aku pasti akan segera menikah entah itu dengan pria kenalanku sendiri atau pria yang akan ibu jodohkan nantinya. Yang pasti dalam waktu 6 bulan ini Tiara pasti akan menikah" katanya dengan menerbitkan senyuman di bibirnya, mencoba memberikan pengertian kepada ibunya agar tidak terus mendesaknya apalagi menuduh dirinya tidak bisa move on dari mantannya.
Mendengar perkataan putrinya bu Suci langsung merasa bersalah, karena dia terus saja mendesak Tiara untuk segera menikah. Dia juga menuduh Tiara yang tidak bisa move on dari mantannya yang brengsek itu. Tapi mau bagaimana lagi umur Tiara yang sudah lebih dari cukup untuk membina rumah tangga, sampai sekarang dia belum memiliki kekasih atau bahkan pasangan hidup. Maka dari itu bu Suci merasa iba dan selalu mengkhawatirkan keadaan putrinya tersebut.
" Ya sudah, kamu hati hati di jalan" ujar bu Suci.
Tiara langsung keluar dari pintu gerbang rumahnya setelah tersenyum pada ibunya. Karena melihat ibunya sudah tidak mendebatnya lagi setelah dia memberikan pengertian padanya. Dia juga berharap agar ibunya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya lagi, karena dia tidak ingin penyakit jantung ibunya kumat lagi jika terlalu memikirkan dan mengkhawatirkan dirinya.
Makanya untuk menghentikan perdebatan dirinya dengan ibunya, Tiara berkata seperti itu agar ibunya berhenti mendebatnya dan tidak mengkhawatirkan dirinya lagi.
Tiara keluar rumah dan berjalan ke depan komplek dengan berjalan kaki. Disepanjang jalan dia bertemu dengan para tetangga yang kebanyakan para ibu ibu, yang sedang ada didepan rumahnya untuk membersihkan rumah mereka. Ada juga ibu ibu yang sedang bercengkerama dengan tetangganya sambil menyuapi anak mereka atau menunggu tukang sayur yang selalu lewat di komplek perumahan mereka.
Meskipun Tiara sering mendapatkan ejekan atau menjadi bahan gosip ibu ibu komplek Tiara tidak peduli. Tapi dia juga tidak marah atau sombong, dia tetap menyapa semuanya yang dilihatnya. Bahkan dia juga tersenyum pada semua orang yang disapanya.
Tiara terus berjalan keluar komplek menuju pangkalan ojek dan mencari tukang ojek langganannya. Hari ini dia berangkat ke butik dengan diantar oleh tukang ojek langganannya.
## Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dan berikan like , hadiah serta vote kalian ya.