Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
"Katakan Elson katakan!! bagaimana aku membuat putraku percaya bahwa aku ibunya hikss.. Dia bahkan meninggalkan ibunya disini" tangis mama Wina pecah, tubuhnya meluruh dengan memegangi kedua kaki suaminya. Sementara Oma Queena meninggalkan semua orang yang ada di mansion utama.
Bendi yang sedari tadi hanya diam menyaksikan kenyataan di depan mata kepalanya merasa sangat iba pada adiknya, ia tak tahan lalu membuka suara
"Sejak Bende beranjak SMA, dia tak pernah menanyakan keadaan kalian. Saat ia tak melihat Oma di rumah, ia terus mencari. Saat ia lulus SMA dia melanjutkan ke universitas yang dia sukai, dia mulai mengembangkan pengetahuannya. Yang Bende sedihkan adalah, saat dia membutuhkan kalian, kalian tidak bersamanya. Apa mama & papa tahu? Ia sangat iri padaku, ia iri saat aku wisuda, semua orang hadir. Saat ia wisuda hanya aku dan Oma saja yang hadir untuknya. Aku berusaha menjadi kakak yang baik untuk adikku. Kalian hanya mendengar separuh dari ini, aku tahu sesakit apa Bende selama ini. Wajar jika dia membenci kalian sangat dalam. Kali ini aku katakan, aku kecewa dan aku sangat membenci cara kalian seperti ini" ucap Bendi dengan menahan amarahnya, ia beranjak meninggalkan mansion itu dengan langkah cepat. Pengakuan Bendi justru membuat mama Wina semakin banjir air mata, sungguh ia sangat menyesali perbuatannya
"Bendi!" seru papa Elson ketika putra keduanya itu beranjak pergi
Satu per satu semua orang beranjak pergi meninggalkan mansion itu, hanya tinggal Oma Queen, papa Elson dan mama Wina.
Di kamarnya, mama Wina terus menangis menatap foto ketiga putranya dalam satu bingkai
.
Keesokan harinya, suasana di mansion Bende tetap nyaman seperti biasa. Berkat dukungan Denna, Bende mampu berusaha melewati ini semua.
Bende dan Denna sudah rapi dengan pakaian mereka masing-masing, saat menuruni tangga, seperti biasa mereka selalu di sambut dengan manis dari pelayan di mansion itu
"Dava? apa mobil sudah siap?" tanya Bende pada asisten pribadinya itu
"Sudah tuan, apa kita akan berangkat sekarang? tanya Dava kembali, dan Bende menganggukan kepalanya
"Bendefidh.. antarkan aku ke butik Bunda ya ya ya ya" rayu Denna pada Bende
"Tentu sayang" Bende gemas melihat tingkah gadisnya itu lalu mencubit pipi Chubby miliknya
"Awh ish sakitt!" kesal Denna lalu memukul lengan Bende
Saat di perjalanan, Denna merasa aneh pada pak Asep yaitu supir pribadi Bende
"Pak Asep, kan mau antar Denna dulu ke butik. Ini bukan jalan menuju butik" ucap Denna memecah keheningan
"Diam saja okey?" jawab Bende
"Bendefidh aku ingin ke butik! jika tidak mau mengantarku kau bilang saja sejak tadi" Denna sangat geram dengan laki-laki disampingnya ini
Denna terus marah-marah di dalam mobil, habis sudah Bende dipukuli olehnya sementara pak Asep dan Dava hanya tertawa sumringan melihat itu
"Kita sudah sampai tuan" ucap Dava ketika tiba di depan Restoran yang bernama Mari Singgah
"Apalagi ini? Bendefidh kau itu harus bekerja!! kau sudah makan di rumah tadi kan, kau sangat menyebalkan huh!!" cerocos Denna terus menerus
"Tutup mulutmu jika tidak aku akan menciummu kau dengar itu? acam Bende, dengan gerak cepat Denna langsung menutup mulutnya dengan kelima jarinya
"Aku tidak mau makan! aku tunggu di mobil" ucap Denna
"Ikut saja!" perintah Bende
"Tidak!" bantahnya
"Ikut atau aku akan menggendongmu dan menciummu di depan umum!" acam Bende
"Kauuuu!!" Denna sangat kesal dengannya, Bende selalu saja memaksakan kehendaknya. Mau tak mau Denna turun dan mengikuti Bende masuk kedalam
Semua orang menyadari kedatangan Tuan Muda baru yang membeli restoran itu mulai membungkukkan diri dan mengucapkan salam.
"Selamat pagi Tuan & Nyonya Muda Wilson" ucap seorang Menejer di Resto itu
"Selamat pagi kembali" jawab Denna sedangkan Bende hanya diam tak membalas
"Saya tidak suka membuang waktu, langsung saja. Dava katakan!" perintah Bende pada Dava
"Baiklah, dengarkan saya baik-baik. Mulai sekarang pemilik Resto ini adalah Nona Denna, dia adalah boss kalian apa kalian paham?"