Adelia yang sedang mencari teman masa kecilnya tidak menyadari bahwa yang ia cari ada didepan matanya.
Devan!
Pria yang menyelamatkan Adel 12 tahun lalu
"Akhirnya aku menemukanmu,"
Adel benar-benar bahagia, tapi tidak sampai saat dia tau bahwa laki-laki yang ia cintai sudah dijodohkan belasan tahun yang lalu.
Kini Adel frustasi dan pergi meninggalkan laki-laki itu dan memulai hidup baru di negeri orang.
Apakah mereka akan bertemu kembali?
Apakah rasa yang mereka miliki sebelumnya akan kembali?
Apakah mereka benar-benar ditakdir kan untuk bersama?
Baca kelanjutannya agar rasa penasaran kalian terbayar.
Jangan lupa like, vote dan tambahkan sebagai favorite.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilam Hayatul Husni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Ulang Tahun
Pesta ulang tahun yang diadakan Bianca cukup meriah. Aksesoris yang dipasang mulai dari pintu depan sampai ke halaman belakang dirancang sedemikian rupa agar para tamu undangan mendapat kesan yang bagus.
Hiasan yang Full pink-putih memperlihatkan ke-peminin-an Bianca.
Semua orang tengah sibuk dengan urusannya sendiri, ada yang secara diam-diam mencuri makanan yang tersaji di atas meja, ada yang diam-diam mencuri pandang dengan lawan jenis, ada pula yang sedang mengobrol ria untuk mengisi waktu sebelum acara dimulai.
Bianca? Jangan ditanya. Dia sudah sibuk dari sebelum acara dimulai, dia harus stay untuk menerima semua kado yang diberikan oleh para tamu.
Bianca terlihat sangat cantik dengan menggunakan Mini Dress Brukat berwarna maroon yang memperlihatkan bahunya yang putih nan mulus. Dipadukan dengan tinggi badannya yang semampai, Bianca terlihat indah dengan kaki jenjangnya.
Namun, semua itu tak berlangsung lama ketika sepasang pria dan wanita datang dari arah belakang mereka. Kedatangan mereka yang bersama membuat semua orang terkejut.
“Wahh! Cantiknya!”
“Ahhhhh… Ganteng banget!!” ucap orang-orang berbisik.
Adel yang menggunakan Dress Mini Elegan model Off Shoulder A-Line berwarna putih memperlihatkan bahunya yang tak kalah putih nan mulus. Tinggi badannya yang tak terlalu tinggi membuatnya terlihat sangat imut kala bersanding dengan pria tampan di sampingnya.
Devan yang menggunakan kemeja putih bervolet navy di dada sebelah kiri membuatnya terlihat berwibawa. Dipadukan dengan jean’s hitam dan tidak lupa dengan jam tangan di tangah kirinya yang menambah ketampanannya.
Digandengnya tangan Adel bak sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
Keadaan menjadi hening seketika. Tatapan semua orang tertuju pada mereka. Semua orang terkagum dengan kedatangan mereka yang bersama.
Bersama dengan keheningan itu, Adel berjalan lurus ke arah Bianca untuk memecah keheningan. Adel memberikan kado yang sudah dipesiapkan sebelumnya. Seraya memeluk tubuh tinggi Bianca, Adel mengatakan sebuah kalimat selamat.
“Selamat ulang tahun Bianca!” ucapnya berbisik dan sepersekian detiknya Bianca langsung mengembangkan senyum manisnya.
Setelah mendapat kado dari tamu spesialnya, Bianca langsung mundur beberapa langkah dan menaruh kado itu. Kini dia mulai memberi isyarat yang mana acaranya akan segera dimulai.
Dimulai dari pidato yang dibawakannya, yang menyiratkan beberapa kebahagian terbesarnya sampai dia yang berdoa dalam hati.
Terlihat kue ulang tahun Bianca bertuliskan angka 18, yang berarti kini usianya sudah genap 18 tahun. Setelah itu acara selanjutnya pasti sudah pada tau, yaitu pemotongan kue dan membagikan potongan pertama pada orang tersayang.
Bianca memotong kue itu dan didekatinya kedua orang tuanya. Dia menyuapi mereka dengan penuh kasih sayang dan beberapa perasaan yang tidak bisa diungkapkan hanya dalam perkataan.
Kentara sekali bahwa Bianca sangat senang. Sehingga dia meneteskan air mata kebahagiaan.
Setelah semua itu, kini waktunya untuk menikmati pesta yang sudah disediakan. Ada orang yang langsung lari ke atas panggung dan membawakan sebuah lagu, ada yang langsung melahap makanan yang ada di meja, dan juga hal yang lainnya.
Karena Adel sedikit tidak suka keramaian jadi dia mengasingkan diri dan duduk di sebuah kursi taman yang panjang. Bersama dengan teman-temannya, dia berbincang banyak hal.
Sampai suatu saat, Adel bilang ingin ke toilet karena sudah kebelet. Tadinya Dina ingin menemani Adel, namun karena menolak jadi dia pergi sendiri.
Setelah Adel keluar dari kamar mandi yang lumayan jauh dari halaman belakang tempat berlangsungnya pesta, Adel tiba-tiba merasa ada yang aneh.
Dia merasa dibuntuti oleh seseorang yang dia juga tidak tau itu siapa. Perasaan Adel sudah tidak enak dari tadi, namun kini perasaannya semakin kuat, dia ketakutan.
Adel mempercepat langkahnya namun sayang, langkah orang itu lebih cepat dan akhirnya..
“Ahhh…”
semangat
lanjut thor...sering2 UP ny