Bercerita tentang seorang gadis SMA kelas 2 bernama Ran. Diam-diam Ran jatuh cinta pada teman barunya bernama Saka. Saka adalah murid pindahan yang memiliki kehidupan yang nyaris sempurna. Cinta Ran pun berbalas. Namun, ternyata ada satu hal yang membuat mereka ngga dibolehkan untuk pacaran lebih dari 30 hari. Sebuah rahasia yang ngga ada satu orang pun di sekolahnya tau tentang kehidupan Ran, dan hal itu membuat Saka sangat penasaran. So, what is Ran’s secret?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Keesokan harinya
Ran benar-benar melihat perubahan Ale di pagi hari dimana Ale berdandan tidak
biasa. Padahal setiap pergi ke kantor Ale selalu mengenakan kemeja tapi tidak
untuk hari ini. Ale mengenakan stelan kaos dan jas, dan Ale…tersenyum pada Ran
yang sedang melihatnya dari sofa.
“Bang Ale mau buat aku cemburu
ya?” Tanya Ran, menebaknya.
“Iya.”
Kedua alis Ran langsung
terangkat tinggi ke atas. “Bisa-bisanya Bang Ale ngejawab pertanyaan aku sejujur
itu.” Gumam Ran dalam hatinya.
“Kalo cara ini bisa buat Ran jatuh
cinta sama Abang, Abang akan melakukannya dengan senang hati.” Kata Al yang
semakin memperjelas tujuannya.
“What?”
Bibir kiri Ran langsung menyudut
ke atas, ia tidak bisa mempercayainya kalau pria seusia Ale akan melakukan hal
kekanak-kanakan seperti itu.
“Oke” Seru Ran seraya beranjak
dari sofa sambil mendesahkan nafasnya.
“Silahkan kalo Bang Ale mau buat
aku cemburu, tapi sayangnya untuk saat ini hati aku lagi ada Saka…seorang.” Ran
malah meledeknya dengan senyuman maut yang menggelikan.
Tapi kedewasaan Ale berhasil
membuat Ale tidak terpengaruh sedikit pun. Ia malah merasa tertantang dan yakin
kalau Ran akan benar-benar jatuh cinta padanya.
“Ayo berangkat.” Kata Ran
setelah selesai memakai sepatunya.
“Hari ini Ran naik bis ya ke
sekolah.”
“HAH?”
***
Ran merengut kesal, langkahnya
bak gajah yang sedang berjalan. Ia kesal bukan karena cemburu melainkan kesal
karena Ale tidak mengatakannya dari semalam kalau ia tidak bisa mengantarnya ke
sekolah.
“Tau gitu kan aku minta Saka
jemput.” Gerutunya.
Saka memang bagaikan malaikat
untuk Ran. Sejak mengenal Saka, mood booster Ran jadi sering terkendali
dengan baik.
Melihat Saka yang sedang
menunggunya disana membuat Ran ingin menitikan air matanya. Ia masih belum bisa
percaya kalau ia akan bertemu cowok yang baiknya sama seperti Ale, dan ia pun
jatuh cinta pada cowok itu.
Ran pun segera berlari menghampiri
Saka. Dengan senyuman hangatnya Ran menyapa Saka dan memberikan Saka segagang lollipop
rasa cola.
“Buat kamu.”
“Terima kasih.”
“Iya. Ayo kita ke kelas bareng.”
“Ayo.”
Rasa kesal Ran langsung
menghilang dalam sekejap, Ale pun terlupakan untuk sementara ini.
“Hari ini aku ada kelas klub
menggambar.”
“Mau aku temenin?”
“Emangnya kamu ngga latihan
basket?”
“Besok latihannya.”
“Terus kamu nunggu aku dimana?”
“Di kantin atau… sambil nunggu
kamu aku main basket aja sendirian di lapangan sekolah.”
Ran langsung mengangguk setuju
sembari mengacungkan jempolnya ke arah Saka.
11Multimedia1
“SELAMAT
PAGI ANAK-ANAK” Sapa Bu Aluna dengan senyumannya yang tidak pernah ia ubah apapun
kondisi moodnya.
“SELAMAT
PAGI” Sapa balik semua siswa 11Multimedia1 dengan serentak.
“Seperti
yang sudah di umumkan di madding, kalo sekolah kita tercinta akan mengadakan acara
festival tahunan untuk menyambut ulang tahun sekolah yang ke 25 tahun.”
Melihat
Bu Aluna berdiri di depan kelas bukanlah hal yang baru untuk Ran, karena setiap
seminggu dua kali Bu Aluna mengajar pelajaran Matematika di kelas Ran. Ran juga
senang sekali Bu Aluna yang menjadi wali kelasnya, tapi…itu dulu, sebelum Bu
Aluna mengakui tentang perasaan sukanya pada Ale.
“Ran”
Lamunan Ran pecah saat Aluna
memanggil namanya.
“Iya Bu?”
“Ibu minta tolong sama kamu
untuk menggambar sebuah mural di salah satu dinding di Gedung Serbaguna.”
“Emangnya acara festival tahun
ini bakalan diadakan di Gedung serbaguna ya Bu?” Tanya Danar.
“Iya.”
***
Ran berjalan sendirian di sepanjang
jalan dari kelasnya menuju ruang serbaguna. Di sepanjang ia berjalan sepanjang
itu pula tidak ada satu pun sentuhan art yang menghiasi dinding sekolah,
yang terlihat hanyalah dinding polos berwarna putih yang selalu terlihat bersih
karena perawatan yang baik.
Acara
festival tahun ini memang sedikit berbeda. OSIS sudah membuat perencanaan acara
dari 6 bulan yang lalu. Acara festival kali ini akan memberikan kesempatan
untuk semua siswa dan siswi berbakat sesuai dengan bidang dan kesukaan mereka
masing-masing.
Ran
menghentikan langkah kakinya saat ia melihat deretan panjang antrian yang
memenuhi beberapa stand pendaftaran untuk acara festival sekolah. Salah satu stand
pendaftaran yang paling diminati oleh para siswa adalah stand drama musical. Banyak
siswa yang ingin mendapatkan peran dalam acara tersebut. Selain mereka bisa
dikenal di lingkungan sekolah, menjadi bagian pemeran dalam acara drama musical
juga akan mendapatkan hadiah yang cukup menggiurkan. Tapi Ran, sama sekali
tidak tertarik.
Ran
malah membelokkan kakinya ke arah stand yang sudah ia minati dari pertama seleberan
acara tersebut ada di madding. Ya, Ran sangat ingin bisa berpartisipasi dalam
kegiatan melukis mural. Kesempatan yang Aluna tawarkan padanya sangat ia
pergunakan dengan sangat baik.
“Himawari
Ran, kelas 11Mmultimedia1.”
Ran
sangat percaya diri dengan semangatnya walau ia tidak terlalu percaya diri dengan
kemampuannya. Tapi Ran yang bukanlah orang yang mudah menyerah.
“Himawari,
aku yakin kamu pasti bisa.” Kata Saka mendukung Ran melalui pesan singkat di
hpnya.
***
17:10
Ran menunggu Saka di kursi yang
ada di halaman sekolah. Entah apa yang sedang Saka lakukan, tapi hampir
setengah jam menunggu Saka tidak juga datang.
Ran mulai merasa bosan menunggu
lantaran Saka tidak juga memberinya kabar, bahkan hpnya pun tidak aktif. Tapi Ran
juga tidak bisa meninggalkannya. Sampai akhirnya…
“BANG ALE??”
Ran terkejut saat melihat Ale
datang ke sekolahnya. Ran pun beranjak dari kursi dan segera menghampiri Ale. Namun,
seperti yang Ale katakan padanya semalam kalau hari ini Ale akan datang ke
sekolahnya untuk menjemput Aluna. Maka saat itu juga Ran langsung merasa kecewa.
Ran mulai menyadari kalau
hubungannya dengan Ale mulai menjauh. Namun kesalahannya selama ini sangatlah
ia sadari. Jadi, ia tidak bisa mencegah apa yang Ale lakukan padanya.
Saat ini, Ran tidak menyadari
kalau sejak tadi Saka sengaja bersembunyi darinya. Tentunya Saka punya alasan
melakukan ini, karena ia ingin melihat hal ini secara jelas.
“Siapa Ale untuk Himawari yang
sebenarnya?”
Secara bergantian kedua mata
Saka melihat ke arah Ran dan Ale. Ada tatapan berbeda yang bisa Saka lihat
dengan jelas dari kedua mata Ran saat melihat Ale.
“Aku ngga percaya kalo mereka
adalah sepupu.” Saka semakin yakin dengan hal itu.
“Aku…bukan takut kehilangan
cintanya, tapi aku takut kehilangan dirinya. Ngga apa-apa kalo di hati Bang Ale
ada perempuan lain, asalkan Bang Ale tetap bersama aku.” Gumam Ran, berharap.
***
gk ad kelanjutanya kah....??
smngat thor.. smg kamu sehat...selalu
tapi lagi otw review. tunggu aja ya ☺️
atau juga aluna????
thooor katanya mau posting foto bang ale yg asli manaaaaa??
jg lupa si ran nya juga ya....
kalem ga ??
aku suka bngt...
iya kan thor??
uuh makin sayang bgt sama bang ale
lnjut dong thor