NovelToon NovelToon
Our Marriage

Our Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahkontrak
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Windu Puspita

Pernikahan yang dilakukan Oleh Vino Syahputra Pratama dengan Sisilia Eka Dwiyatno adalah pernikahan berdasarkan perjanjian dan juga penawaran yang diajukan oleh Vino kepada Sisil untuk menghindari perjodohan yang direncanakan oleh papanya itu.

Sisil yang sangat Frustasi dengan apa yang telah dilakukan oleh papanya itu. Dia mengaku sangat tidak menyukai dengan apa yang telah direncanakan oleh papanya itu.

Sisil menjadi sangat bingung, karena disisi lain dia masih memiliki seorang kekasih yang masih sangat disayanginya.

Akan tetapi, karena sesuatu hal Kekasihnya yang bernama Dito itu melarikan diri. Dia tidak berani bertemu dengan kedua orang tua Sisil. Sebagai syarat dari papanya, perjodohan akan dibatalkan apabila Sisil membawa pacar atau calon suami kerumah untuk diperkenalkan kepada mereka.

Sisil yang sedang melamun dirumah sahabatnya itu. Tiba - Tiba saja datang seseorang yang menghampirinya. Dia tahu semua permasalahan yang sedang dihadapi oleh sahabat adiknya tersebut.

Maka dari itu, Vino mencoba membuat penawaran kepadanya. Melalui perjanjian pernikahan dengan syarat dan ketentuan yang telah dia buat.

Akankah Sisil menerima penawaran itu?
Atau dia menerima perjodohan yang direncanakan oleh papanya itu?
Dan akankah Dito kekasihnya itu kembali kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windu Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukan Petunjuk

Vino tiba dikota X setelah melakukan perjalanan melalui udara selama satu setengah jam. Dia langsung bergegas ketempat tujuan dengan dijemput oleh kedua anak buahnya. Sudah beberapa hari anak buahnya berada dikota tersebut. Dia mendapatkan perintah dari Vino untuk terus menyelidiki proyek tersebut.

"Malam Bos" Sapa anak buah Vino lalu membukakan pintu belakang kemudi untuk bos nya itu.

"Malam! bagaimana? apakah sudah ada petunjuk?" Vino masuk kedalam mobil dan melepas kacamata hitamnya.

"Ini bos bisa melihatnya sendiri. Hasil dari penyelidikan saya selama disini." Ucap laki - laki itu, ketika sudah masuk kedalam mobil dan menyerahkan selembar kertas dan sebuah flashdisk yang berisi catatan dirinya selama penyelidikan.

Vino melihat dengan detail catatan itu. Tidak lupa dia juga mengecek flashdisk yang diberikan oleh anak buahnya. Dia melihat secara detail semua yang terekam didalam CCTV dan juga kamera tersembunyi yang ditaruh oleh anak buahnya.

Dia beberapa kali mengulang salah satu Video yang menurutnya ada kejanggalan. Lalu, Vino menanyakan mengenai perihal video tersebut.

"Kamu bisa lihat Video ini? sepertinya ada kejanggalan didalam rekaman ini?" Vino menyodorkan laptopnya kepada anak buahnya yang kebetulan berada disamping pengemudi.

Salah satu anak buahnya melihat dan mencermati video tersebut. Dia juga sependapat dengan bosnya.

"Coba besok saya akan cari tahu bos? dan orang yang ada di video itu adalah Pimpinan proyek." Anak buah Vino memberitahukan kepada Vino.

"Ya sudah, lebih baik kalian juga istirahat terlebih dahulu malam ini. Besok baru kita mulai penyelidikannya lagi." Ujar Vino kepada anak buahnya. Kedua anak buahnya mengangguk mengerti. Mereka juga sedikit lelah karena seharian ini terus mencari petunjuk dan bukti untuk masalah yang ada di proyek tersebut.

Mereka langsung menuju ke hotel yang sudah dipesankan oleh kedua anak buahnya itu. Didalam mobil tidak ada lagi perbincangan. Vino juga menyenderkan kepalanya kebelakang bangku penumpang. Dia juga memijit keningnya yang terasa sedikit pusing. Walau lelah Vino tidak akan menyerah untuk bisa menemukan petunjuk agar bisa menyelesaikan masalah ini.

Vino memejamkan matanya sejenak sambil berpikir untuk besok apa yang harus dia lakukan terlebih dahulu. Sebenarnya, dia sudah sedikit menemukan titik terang ketika melihat video yang diberikan oleh anak buahnya itu. Akan tetapi, dia akan mencari bukti kongrit agar bisa menemukan dalang dibalik semua ini.

Baru saja Vino memejamkan matanya, dia mendengar bunyi notifikasi dari ponselnya. Sebuah pesan dari istri tercinta yang membuat dirinya menjadi segar kembali. Vino lalu menghubungi istrinya tersebut. Dia berpikir kalau Sisil pasti belum bisa memejamkan matanya.

"Halo sayang..." Ucap Vino ketika teleponnya langsung diangkat oleh istrinya itu.

"Halo honey. Kamu sudah sampai?" Tanya Sisil dengan suara seraknya. Seperti habis menangis.

"Suara kamu kenapa sayang? ya, aku sudah sampai dan saat ini aku juga sedang dalam perjalanan menuju hotel." Ujar Vino. Membuat Sisil menjadi sedikit terisak mendengar ucapan suaminya. Vino yang mendengar isakan dari istrinya itu sedikit khawatir. Dia langsung mengganti panggilan telepon menjadi panggilan Video.

Sisil menutupi wajahnya dengan menggunakan bantal kecil. Dia tidak ingin suaminya melihat kedua matanya yang sudah membengkak akibat menangis sedari tadi.

Wanita itu menangis dikamar, ketika melihat Vino tidak ada disampingnya. Dia menjadi tidak bisa tidur karena suaminya tidak ada.

"Kamu kenapa menangis sayang?" Vino berkata dengan lembut. Yang hanya ditanggapi oleh Sisil dengan gelengan kepalanya saja. Membuat Vino menjadi sedikit menghela nafas pelan. Dia tahu pasti karena faktor hormonnya. Dia menjadi sangat mudah bersedih dan menangis.

"Aku rindu denganmu honey...Aku juga tidak bisa tidur kalau kamu tidak ada disampingku." Tangis Sisil seketika, membuat Vino menjadi sedikit khawatir kepadanya.

"Jangan menangis sayang...sekarang aku akan menemanimu sampai kamu tertidur. Aku juga sangat merindukanmu?" Vino berkata dengan lirih. Dia memang merindukan istrinya itu. Baru kali ini Vino sangat berat untuk meninggalkan istrinya itu.

"Sekarang kamu tidurlah..Aku tidak akan mematikan teleponnya sampai kamu tertidur." Vino menenangkan istrinya yang masih saja menangis. Dia sedikit tidak tega melihat istrinya. Dia juga akan meminta bantuan kepada adiknya untuk bisa menghibur istrinya agar tidak bersedih selama dia tidak ada disampingnya.

Vino masih melihat kelayar ponselnya. Dia masih memandang istri cantiknya itu yang sudah mulai memejamkan matanya. Ketika tiba dihotel tempatnya menginap. Vino langsung bergegas untuk Check in tanpa mematikan panggilan teleponnya. Dia masih melihat kalau istrinya masih belum tertidur. Walau tidak ada percakapan, dan Sisil hanya ingin melihat wajah suaminya.

"Honey, kamu sudah sampai dihotel?" Tanya Sisil.

"Iya sayang, sekarang aku sedang menuju kekamar. Sekarang kamu istirahatlah. Aku tidak ingin kamu nanti kelelahan dan kurang tidur akibat menangis dan merindukan suami tampanmu ini." Goda Vino yang membuat istrinya sedikit terkekeh.

"Kamu narsis banget sih honey...? Ya sudah kalau begitu, kamu juga istirahat ya? Dede bayi juga ingin istirahat. Aku akan menutup teleponnya."

"Jangan! aku ingin melihat istriku yang cantik ini sampai tertidur. Biarkan saja ponselnya tetap menyala. Nanti kalau kamu sudah tidur baru aku akan mematikannya." Cegah Vino yang langsung memotong pembicaraan istrinya itu. Karena ingin mematikan panggilannya.

Sisil menaruh ponselnya diatas nakas. Dengan menghadap kearah dirinya. Dia juga langsung menarik selimut lalu memejamkan matanya perlahan.

"Selamat tidur sayang..Mimpi indah ya?" Sisil mengangguk mendengar ucapan Vino lalu mulai memejamkan matanya.

Vino sudah berada didalam kamarnya. Dia masih duduk diatas ranjangnya. Sampai benar benar dia melihat istrinya itu tertidur. Kemudian dia mematikan panggilan teleponnya.

Laki - laki itu juga beranjak dari ranjangnya san bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum dia juga beristirahat. Hari ini yang dia rasakan sangat melelahkan. Laki - laki itu juga menyuruh kedua anak buahnya untuk beristirahat juga.

***

Esok harinya Vino sudah bangun pagi - pagi sekali. Dia juga sudah berpakaian sangat rapi dan kebawah bersama kedua anak buahnya untuk sarapan direstoran hotel sambil membicarakan rencananya hari ini yang harus dia dan anak buahnya lakukan.

Mereka bertiga membuat strategi untuk bisa menemukan bukti dan petunjuk hari ini. Selesai mereka sarapan, Vino dan kedua anak buahnya langsung menuju ketempat Proyek. Dia juga akan menemui pimpinan yang bertanggung jawab didalam proyek tersebut. Ada beberapa orang yang akan Vino temui hari ini.

Vino berjalan menuju mobil, dalam mobil dia mencoba menghubungi Virza. Semalam dia juga mengirimkan Video yang didapat oleh kedua anak buahnya itu kepada Alexa. Dia juga ingin agar Alexa bisa menemukan bukti dari Video tersebut. Dia meminta kepada adik iparnya itu untuk mencari tahu tentang orang yang terekam didalam Video tersebut.

Setelah Vino mengirimkan video tersebut, selang beberapa menit dia mendapatkan data lengkap dari orang yang dicarinya itu. Vino dibuat terkejut kalau ternyata orang tersebut adalah orang kepercayaan Papa Sisil. Dia dipercayakan oleh mertuanya itu untuk menangani beberapa proyek yang ada dikota ini.

Setelah mendapatkan semua bukti dan data lengkap. Vino memberitahukan kepada kedua anak buahnya untuk berbalik arah dan menuju ke alamat yang dia dapat dari Alexa itu.

Anak buah Vino langsung memutar arah dan menuju ke alamat yang dimaksud bosnya itu.

"Kita akan berkunjung kerumah orang tersebut. Kalian berdua jangan bertindak gegabah! Biar saya yang akan membereskan orang ini! Kalian tunggu saja di mobil." Perintah Vino kepada kedua anak buahnya. Yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.

Vino terus berpikir untuk langkah selanjutnya. Dia ingin agar masalah ini bisa dengan cepat selesai.

Tanpa terasa, mobil yang dikendarai anak buahnya sudah sampai pada alamat tujuan. Vino melihat dengan seksama rumah tersebut dari luar. Dia juga tidak melihat adanya penjaga atau satpam rumahan.

Vino turun dari mobil dan berjalan menuju rumah tersebut. Dia menekan bel beberapa kali.

Ting...tong...ting...tong...

"Siapa?" Tanya seseorang dari layar disamping bel tersebut.

"Saya dengan Vino teman bapak Anwar!" Ucap Vino menjawab ucapan orang tersebut.

"Tunggu sebentar." Ujar orang itu lalu, mematikan speaker suara tersebut.

Dia bergegas membukakan pintu kepada Vino.

"Maaf pak Menunggu." Ucap pelayan wanita yang membukakan pintunya.

"Iya tidak apa - apa bi? terimakasih." Vino berkata lalu dia berjalan masuk kedalam rumah Pak Anwar.

Vino melihat sekeliling rumah tersebut. Rumah yang terlihat sederhana dari luar namun terlihat mewah dari dalam.

"Selamat pagi pak" Sapa Pak Anwar ketika keluar dari kamarnya.

"Selamat pagi pak Anwar. Maaf saya menggangu datang kerumah bapak pagi - pagi." Ucap Vino dengan ramah.

"Ya tidak apa - apa pak. Silahkan duduk." Vino duduk dibangku sofa yang ada diruang tamu. Setelah itu, Pak Anwar menyuruh pelayan wanita itu untuk membuatkan minuman untuk pak Vino dan dirinya.

"Bagaimana pak perjalanannya?" Ucap pak Anwar basa - basi kepada Vino. Yang hanya ditanggapi dengan senyuman saja. Sebenarnya Vino orang yang tidak suka berbasa - basi.

"Saya langsung saja ya pak? maksud dan tujuan saya kemari menemui bapak dirumah bukan di proyek hanya ingin menanyakan perihal ini?" Vino menyodorkan sebuah video yang dia dapat dari anak buahnya itu. Pak Anwar yang melihatnya langsung dibuat terkejut. Dia juga tidak menyangka ternyata selama ini pekerjaan yang dia lakukan bisa juga tercium oleh menantu dari Bosnya itu.

"Bapak bisa jelaskan mengenai ini?" Tanya Vino kembali dan menyadarkannya. Wajah pak Anwar seketika memucat dan diapun berpikir tidak akan bisa lagi mengelak karena bukti yang Vino berikan itu sudah sangat jelas kalau itu adalah dirinya.

"Begini pak Vino. Saya akan jelaskan semuanya dari awal. Saya juga akan jujur kepada bapak. Kalau memang yang ada di video tersebut adalah saya. Akan tetapi, saya hanya mendapatkan perintah dari seseorang yang ada dikota bapak." Jelas Pak Anwar dengan wajah pias. Dia sudah menyerah dan tidak akan mengelak.

"Bapak bisa beritahukan kepada saya! siapa orang yang menyuruh bapak melakukan kekacauan ini? dan bapak tahukan? berapa kerugian materil yang saya dapatkan dari kekacauan yang bapak buat!" Ucap Vino dengan kesal. Membuat pak Anwar menjadi bersalah dan menundukkan kepalanya.

"Saya hanya meminta bapak untuk mempertanggung jawabkan dengan apa yang bapak buat!! saya juga meminta bapak untuk memberitahukan siapa orang yang telah menyuruh bapak selama ini?" Ucap Vino dengan tegas.

"Baik pak! saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah saya lakukan." Pak Anwar berkata dengan gugup.

"Saya juga meminta maaf kepada bapak. Karena sudah mengecewakan bapak." Pak Anwar sangat menyesali perbuatannya. Dia beberapa kali mengelap keringatnya yang keluar dari kening.

"Bagus! kalau bapak paham apa yang harus bapak lakukan! dan beritahukan kepada saya siapa orang yang telah menyuruh bapak?" Ucap Vino dengan datar dan menatap tajam wajah pak Anwar. Beliau sudah sangat ketakutan melihat wajah Vino yang sudah menahan amarah sedari tadi.

"Sebenarnya orang yang menyuruh saya adalah Pak Danu. Dan pak Danu diperintahkan oleh seseorang yaitu.......?

*Happy Reading*

1
Maizuki Bintang
bgs
Wita Anggraeni
lanjuttt thorrr
Asti Asyifa
lanjut,gak sabar deh. gregetan beutt
Asti Asyifa
ke dalam mulutnya kli
Asti Asyifa
bukan oleh Sisil,tp dengan Sisil mungkin,lanjutkan ya
Asti Asyifa
bukan membuat perjanjian kepada vino kli,tp dengan vino mungkin. lanjutkan.
Asti Asyifa
pen ta' tabok dah si Ardi. lanjutkan,ya!
Asti Asyifa
lanjut
Asti Asyifa
rasanya kurang adil ya buat Dito. kasian Dito. lanjutkan
Asti Asyifa
lanjutkan euy
Asti Asyifa
sumpah ,suka deh,gercep banget soalnya.
Windu1709: kalo gak gercep nnti ketinggalan
total 1 replies
Windu1709
terimakasih koreksinya
Windu1709
keluarga sultan😁😀
Asti Asyifa
sesuai ekspetasi,virzha nya imout beut
Asti Asyifa
kedua orangtua nya tidak sadarkan diri? meninggal mungkin ? lanjutkan
Asti Asyifa
jenazah. (koreksi)lanjutkan,ya.
Asti Asyifa
ribet ya , jd keluarga Vino,mesti punya pelacak,bodyguard,dan lain sebagainya. lanjutkan ya
Asti Asyifa
lanjutkan
Asti Asyifa
cerdas! lanjutkan
Asti Asyifa
nice story nih,cekatan banget resep kn bacanya juga. lanjutkan
Windu1709: Terimakasih jangan vote nya😉😉
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!