NovelToon NovelToon
Bucinnya Si Pria Dingin

Bucinnya Si Pria Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrina

Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.

Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Punya Pacar

Halloo semuanya. Semoga kalian suka ya sama novel aku. Ini novel pertamaku dan alurnya sengaja ku buat lambat di awal biar jelas. Jangan lupa like dan komen yang positif ya biar aku makin semangat nulisnya.Terima kasih.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Beberapa jam sudah mereka habiskan untuk bertangis ria. Dan akhirnya Rania senang karena bu Maya sudah mau dan berjanji akan menjalani pengobatan sebagai mana mestinya. Sekarang saatnya mereka masuk ke kamar masing masing untung mengistirahatkan badan dan pikiran.

《《《》》》

Esok paginya, Rania memulai aktifitas seperti biasa. Dia bangun subuh untuk shalat, kemudian merapikan tempat tidur dan juga mengecek buku pelajaran yang akan di bawanya ke sekolah. Setelah semua selesai, Rania pun masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.

Selesai mandi, Rania segera memakai seragam sekolahnya. Dengan rok abu abu di atas lutut sedikit dan seragam warna putih yang tidak terlalu ngepas di badannya. Rambut nya diikat satu dengan rapi, memakai bedak baby di wajahnya dan juga liptint warna soft pink. Terlihat manis dan sangat segar.

Selesai berpakaian dan bersiap, Rania turun ke bawah untuk sarapan. Ternyata sudah ada bunda di sana yang sedang menyiapkan makanan. Bunda membuat roti panggang dengan selai coklat dan teh manis untuk mereka berdua.

"Pagi bunda." ucapnya sambil menarik kursi dan mendudukinya.

"Pagi sayang. Cepat habiskan sarapan kamu ya biar gak telat ke sekolahnya."

"Iya bunda. Oya, kapan jadwal bunda kontrol? biar Rania bisa sesuaikan sama jadwal sekolah Ran, mana tau Ran bisa izin gak masuk satu hari." tanya Rania sambil memakan sarapannya.

"Rencanya pagi ini bunda mau ke rumah sakit untuk kontrol sekalian atur jadwal kemo nak."

"Loh..kok bunda gak bilang sama Ran? kan Ran bisa nemeni bunda. Atau siang aja gimana ke rumah sakitnya sepulang Rania sekolah."

"Gak usah sayang. Lagian bunda cuma kontrol biasa kok. Nanti kalo udah saatnya kemo pasti bunda kasi tau kamu." Bu Maya mencoba memberikan pengertian pada putri semata wayangnya yang nampak khawatir itu.

"Bunda yakin gak apa pergi sendiri? Atau Rania izin aja deh ya hari ini biar bisa nemenin bunda."

"Jangan sayang. Sudah 3 hari sepertinya kamu gak masuk sekolah. Bunda gak mau kamu terlalu lama ketinggalan pelajaran. Udah deh bunda gak apa apa pergi sendiri. Yaa.."

"Yaudah deh. Tapi bunda janji ya kalau ada apa apa langsung kabari Ran." pinta Rania pada Bu Maya.

"Iya sayang. Buruan gih udah jam berapa ini. Jangan lupa kamu hubungi Ryan." ingat bunda.

"Iya bunda." Rania segera menghabiskan sarapannya. Selesai sarapan dia pun pamit ke sekolah pada Bu Maya.

"Ran berangkat ya bu. Assalamualaikum." dia mengambil tangan Bu Maya dan menciumnya.

"Iya nak. Hati hati di jalan kamu ya. Waalaikumsalam." jawab bu Maya.

Di sekolah

Hari ini kedatangan Rania sangat di tunggu tunggu oleh dua sahabatnya. Gimana gak di tunggu, semalam Rania sukses membuat mereka penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Rania.

"Raniaaaaa....akhirnya datang juga lu yaaa. Uuuwh...gue kangen taauu." Miskah dengan hebohnya menyambut Rania dan langsung memeluknya begitu Rania sudah duduk di kursi.

"Heh bising banget sih lu. Kangen sana Rania apa penasaran sama cerita semalam lu.?" tanya Leha dengan tertawa sedikit.

"Hehehe... dua dua nyaaa." cengir Miskah sambil menggaruk tengkuknya.

"Hahaha...maap yaa gaes semalam gue bikin kalian penasaran. Istirahat nanti gue bakal cerita sama kalian. Oke."

"Yaaah...nunggu lagiii. Kirain bakal dikasi tau sekarang." Miskah langsung melepas pelukannya.

5 menit kemudian bel sekolah pun berbunyi. Semua murid langsung masuk kedalam kelas untuk memulai pelajaran.

Saat guru sedang menjelaskan, Rania diam diam membuka hp nya dan mengirim pesan untuk kekasih barunya.

R : Assalamualaikum. Udah bangun belum? Aku udah di sekolah ni.

Rania merasa chatnya terlalu kaku. Dia tertawa sendiri melihat isi chatnya itu. Ya walaupun sebenarnya biasa aja, tapi entah kenapa dia merasa geli. Lantas dia pun menyimpan hp nya kembali dan mulai memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas.

Teeet..teeet...teeet

Jam istirahat pun tiba. Semua murid langsung berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut.

Rania dan sahabatnya langsung duduk di meja biasa. Mereka pun memesan makanan menurut selera masing masing. Selagi menunggu pesanan mereka pun mengobrol. Lebih tepatnya menuntut cerita Rania.

"Sekarang ceritai apa yang semalam udah lu gantung gantung sampai bikin kita penasaran." ucap Miskah.

"Oke..oke. Tapi gue minta kalian jangan pada kaget yaa.." Rania senyum senyum gak jelas.

"Dih Raaan...udah deh langsung cerita aja napaa." Miskah semakin gergetan dengan Rania.

"Hahaha... Gue udah punya pacaaar." ucap Rania sambil bertepuk tangan kecil.

"Apaa?? Siapa pacar lu? kapan lu jadiannya? ih nyebelin deh ah." ucap Miskah sebel.

"Serius lu Ran. Selamat ya sayang akuh. Akhirnya ada yang gak jomblo lagi di antara kita." Leha ikut senang dan memeluk Rania.

"Ahahaha... gue jadiannya baru semalam kok. Entar gue kenalin deh sama kalian." ucap Rania.

"Janji lu ya. Awas aja kalo egk."

"Iyaa sayang akoh yang paling baweel." Rania mencubit pipi Miskah saking gemasnya dengan sahabatnya yang satu itu.

"Aauuuww...sakit tauuk." di elusnya pipinya yang memerah karena cubitan Rania.

Akhirnya pesanan mereka pun datang. Mereka langsung makan agar tidak keburu bel masuk.

Terima kasih sudah mampir di novel ku. Jangan lupa like dan komennya ya.

1
Bintang Timur
secara suaminya itu bnyk duit ceo,istrinya ko ngadon kue Mulu asa ga seimbang kasih bnyk krywan dong..Rani tinggal mantau
Blemood Jobol
ga ad lnjutnnya lagi niih
Blemood Jobol
kasih visualnya dunk
Ranny
yg benar yg mana ya...papanya meninggal di usianya yg ke 17 atau 18 soalnya kecelakaan saat ultah ke 17 dan langsung meninggal di tempat tapi kok kehilangan nya baru 1 thn kemudian saat usianya 18 thn 🙄
Teresya Bundax RachelElin
kehilangan papanya di umur 18 tahun, papanya mengalami kecelakaan saat akan memberikan kejutan ulang tahun nya yg ke 17 tahun,,,, sempat saya berpikir mungkin papanya bertahan 1 tahun baru meninggal, tapi ternyata masih ada lanjutannya "papanya meninggal di tempat",...
Eka
ayooo lanjut thor makin seru thorr
Putri Bungsu
lanjut kk
Meywar
Hadir Thor, tetap semangat ✊️
Feeza_MCI
jodoh Miskah Asisten Harry, sama-sama somplak tuh mereka berdua 🤣🤣
Feeza_MCI
makanya Hardin jangan mengedepankan emosi,
Feeza_MCI
jangan-jangan Hardin yang nabrak papanya Rania??
ANtHo BAna
hahahaha
ANtHo BAna
hhhhhh mati u andin
ANtHo BAna
semangat kk
ANtHo BAna
lnjut..
ANtHo BAna
suka ceritanya
ANtHo BAna
yg semangat ka hardi
Cawica
mampir nih Thor...jika berkenan mampir juga ya ke novelku..."kisah rumit Tamara sang wanita malam..."..
Manggu Manggu
👍👍👍
Manggu Manggu
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!