Nathalia yang seorang Putri dari CEO Alexander Group memilih untuk menjadi seorang guru. Ia gadis yang sangat manja dan penuh dengan kemewahan. Tapi suatu ketika ia ditugaskan untuk mengajar di Desa Kemuning. Lingkungan pedesaan bukanlah suatu yang diinginkan oleh Nathalia. Tapi takdir berkata lain, disanalah ia bertemu dengan seorang Kepala Sekolah yang masih muda bernama Andre. Dan di desa itulah kisah cinta dimulai.
Novel ini juga menceritakan tentang kakak lelaki dari Nathalia yang bernama Martin yang akhirnya menjalin kasih dengan sekretarisnya bernama Yuna.
Ingin tahu kisahnya? Yuk dibaca.. 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoRin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa lalu Yuna
"Kamu sudah punya pacar?" Martin kembali membuka suara.
" Belum kak. Bukannya kakak sudah pernah menanyakan itu ya?" Yuna memastikan pengingatannya.
"Yah pengen tahu lebih jauh saja." Ucap Martin.
"Oh gitu ya kak.." Yuna termangut-mangut.
"Kamu gak mau nanya balik gitu?" Martin bertanya.
"Kan tadi kakak bilang, perempuan yang dekat sama kakak cuman Nathalia dan aku kak." Yuna menjelaskan.
"Tapi sekedar basa-basi kan bisa." Ucap Martin.
"Kakak sudah punya pacar?" Yuna bertanya walau ia sudah tahu jawabannya. Tapi karena Martin berkata walau hanya sekedar basa-basi ia akhirnya bertanya.
"Kan tadi kamu sudah tahu jawabannya..!" Martin membuat Yuna kesal.
"Kan tadi kakak bilang sekedar basa-basi. " Gerutu Yuna.
"Tanya yang lain kek." Martin menjawab.
"Cewek idaman kakak gimana?" Yuna mencari pertanyaan lain.
"Mmmmm, gimana ya?" Martin berpura-pura berpikir.
"Kayak kamu.." Ucap Martin lagi.
Lagi-lagi Yuna tersipu malu.
"Kalau kamu?" Martin kembali bertanya.
"Kayak kakak." Yuna memberi jawaban.
"Itu namanya niru-niru jawaban." Martin berkata sambil mengacak-acak rambut Yuna.
"Aku serius kak.." Jawab Yuna.
"Baiklah, aku punya pertanyaan lain." Ucap Martin.
"Apa kak?"
"Kamu punya mantan?" Martin memberi pertanyaan yang mampu membuat raut wajah Yuna seketika terlihat sangat sedih. Pertanyaan yang diberikan Martin mengingatkan Yuna pada masa lalunya yang sangat menyedihkan.
Flashback On
Dua tahun yang lalu sebuah ruangan telah dihias sedemikian rupa. Terlihat juga telah banyak orang yang berdatangan. Mereka saling mengobrol sambil menunggu acara dimulai.
Terlihat Yuna dengan dress putih yang sangat cantik sedang menunggu seseorang. Disana ia bersama orangtuanya dan dua orang lainnya.
Tepat setelah ia menyelesaikan kuliahnya, ia dan pacarnya memutuskan untuk bertunangan. Ia kenal dengan pacarnya karena dikenalkan oleh orangtuanya.
"Om, tante.. Kok Doni belum datang yah..?" Yuna terlihat mulai cemas.
"Sabar sayang..! Dia bentar lagi pasti datang kok." Ucap Mama Doni menenangkan Yuna.
"Yuna sudah tidak sabar yah??" Mama Yuna bertanya.
"Bukan gitu Ma, aku khawatir dia kenapa-napa " Yuna merasa resah.
"Kita tunggu sebentar lagi ya.. Waktunya juga kan belum tepat.." Ucap papa Yuna .
"Baik pa" Yuna kembali duduk dengan raut wajah sedih.
Tidak lama kemudian seseorang dengan stelan jas hitam dan wajah yang tampan datang menghampiri mereka. Senyuman di wajahnya yang membuat Yuna begitu sangat terpesona. Dengan rasa yang sangat bahagia Yuna berdiri dan menyambut kedatangan kekasihnya, kekasih yang sangat ia cintai. Ia memeluk Doni seakan tidak ingin jauh lagi darinya.
Doni menyambut pelukan dari Yuna, lama mereka berpelukan sampai orangtua mereka menyudahi.
"Sudah.. sudah..! Acaranya kan sebentar lagi mau mulai." Ucap mama Yuna.
Mereka melepas pelukan hangat tersebut.
"Aku minta maaf Yun.." Doni sepertinya sangat merasa bersalah.
"Tidak apa-apa sayang, lagian kamu kan tidak terlambat." Yuna menenangkan.
"Maksudku bukan itu." Ucap Doni ragu.
"Trus apa lagi sayang?" Tanya Yuna tidak mengerti .
"Sebenarnya, aku datang kesini untuk membatalkan pertunangan ini." Ucapan Doni tersebut membuat orangtua mereka sangat terkejut. Terutama Yuna yang terduduk lemas, tubuhnya seketika tidak berdaya.
"Kamu bercanda kan sayang?" Tanya Yuna lemah dengan air mata yang bercucuran.
"Maafin aku." Hanya itu yang keluar dari mulut Doni.
"Tapi apa alasannya?" Yuna berteriak tak sanggup menahan rasa sakitnya.
"Sebenarnya aku menjalani hubungan ini atas permintaan orangtua ku. Aku tidak benar-benar mencintaimu." Doni mulai menjelaskan.
"Tapi kenapa kamu membawa aku sampai selarut ini. Dan bukankah kamu masih bisa untuk belajar mencintaiku? Masih ada waktu Don..! " Yuna menangis sejadi-jadinya.
"Aku punya pacar Yun, aku sangat mencintainya. Saat ini ia tengah mengandung anakku. Aku tidak ingin menyakiti calon anakku dan pacarku. Aku sangat menyayangi mereka." Doni memberi pernyataan yang sangat mengejutkan.
"Plak..." satu tamparan dari papa Doni mendarat di wajah Doni .
Rasa sakit yang ia rasakan belum hilang, satu tamparan lagi kembali mengenai wajahnya. Tamparan itu berasal dari papa Yuna. Darah segar mengalir dari sudut bibir Doni. Sedangkan Yuna sudah tidak sanggup lagi berkata. Dia hanya menangis menerima keadaan ini.
Terima kasih thor atas cerita romantisnya 😊😊
jangan lama² thor update nya
udah gak sabar nunggu lanjutannya 😂