NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Kasta

Pernikahan Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:458.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: NCY

Calina Sanders menikahi seorang putra mahkota karena ingin mencari keadilan atas kematian ibunya.

Sedangkan Kama El Barrak menikahi Calina karena ingin mencari seorang pendonor yang sesuai untuk penyakit langkanya.

Siapa yang menyangka, Calina malah terjebak didalam istana megah itu seperti seorang tahanan. Sedangkan Kama perlahan mulai mencintai wanita yang dinikahinya.


Bagaimana mereka bersama setelah kehadiran orang ketiga diantara keduanya? Sedangkan sang Ratu begitu membenci Calina yang hanya seorang wanita dari kasta terendah.

Yuk Simak bersama Kisah Cinta menarik antara Kama dan Calina.
Jangan lupa dukung author berupa like, koment dan vote ya gaes. Jiayou 💪🏻🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Dingin Yang Hangat

(Peringatan! Pada episode ini terdapat unsur dewasa. Pembaca dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan yang tepat sesuai umur.)

Suara gemuruh, rasa gerah dan kepanasan membuat Calina terbangun malam itu. Suasana remang kamar membuatnya kesulitan mengenali sekitarnya yang jelas asing baginya.

Butiran kecil keringat mulai membasahi pelipisnya. Didalam selimut tebal Calina mencoba mengintip keadaan disekitarnya.

Dimana ini?

Calina perlahan keluar dari selimut tebal yang menutupi tubuhnya.

Ruangan super besar ini pasti kamar suite room hotel prince. Dimana Kama? apa aku sendirian disini?

Suara besar gemuruh yang menggelegar membuat Calina tersentak kaget sembari berteriak kecil.

"Calina," Kama berlari dari ruang tengah menghampiri Calina.

"Calina kamu sudah bangun?" ucap Kama ketika telah berada disisi Calina.

"Kama, kamu masih disini?" ucap Calina sambil jemarinya menyeka butiran kecil keringat didahi.

"Emang aku bisa kemana lagi dicuaca yang seperti ini? Lagian mana mungkin aku meninggalkan kamu dihotel ini sendirian?" jawab Kama.

"Apa tak ada AC disini? aku begitu kepanasan didalam selimut tebal itu," ucap Calina.

"Beberapa teknisi telah pulang saat sore hari. Karena hotel ini belum beroprasi jadi central listrik AC harus dinyalakan secara manual," jelas Kama.

"Jadi lampu kecil yang nyala itu?" tanya Calina sambil menunjuk sebuah lampu didinding ruangan itu.

"Beberapa lampu kecil menggunankan tenaga surya agar saat terjadi pemadaman atau kendala dari central listrik maka lampu lampu itu akan otomatis menyala," jelas Kama.

Calina mengangguk."Saya akan ke kamar mandi, apa dikamar mandi juga gelap?" tanya Calina.

"Apa kamu butuh ditemani?"

"Ah tidak,"

Kama mengantar Calina ke kamar mandi kemudian menyalakan beberapa sakelar didalam kamar mandi.

Setelah mandi Calina keluar dengan mengenakan jubah mandi serta handuk dikepalanya. Rasa segar dan gerah langsung hilang, badannya tersa segar kembali.

"Tak Ada Shampoo, aku terpaksa mencuci rambutku dengan sabun mandi. Dan tak ada hair dryer! Apa kamu yakin 2 minggu depan hotel ini bisa dilaunching?" tanya Calina sembari ******* ***** rambut basahnya dengan handuk.

Kama mengangguk. "Harley sedang mengurus beberapa furnitur kamar yang salah pesan, paling cepat seminggu sudah siap. Kamu tenang aja." Kama mendekati Calina kemudian mengambil alih handuk yang ada ditangannya.

"Sebentar lagi setelah Harley tiba kita akan kembali keistana. Maaf sudah membuat mu repot berada disini. Seharusnya aku tak mengajakmu tadi," ucap Kama sembari membantu Calina mengeringkan rambutnya dihadapan meja rias.

"Jam berapa sekarang? Hujan diluar masih sangat deras, sebaiknya Harley menjemput kita besok. Ucap Calina sambil menatap keluar teras jendela menatap lautan yang nampak berwarna hitam sekelam malam itu.

Kama mendekati Calina kemudian membuka pintu teras agar Calina dapat leluasa menatap keluar.

Tirai jendela berkibar mengikuti arah angin, disertai bulir bulir kecil rembesan air hujan yang masuk kedalam ruangan itu.

Kama memeluk Calina dari arah belakang punggungnya.

"Yang mulia, jika seperti ini anda bisa kedinginan," ucap Calina sambil membalikkan badannya kearah Kama.

"Kamu lupa? Saat didekat mu, aku tak pernah merasa kedinginan?" bisik Kama sambil terus mendekap Calina dalam pelukannya.

Butiran rembesan air hujan terasa mulai membasahi belakang Calina.

"Oh ya? Tapi kita akan basah jika terus berdiri disini angin semakin kencang dan hujan semakin deras." Calina perlahan mendorong Kama masuk.

Kama menatap wajah Calina begitu dekat. Dengan rambut setengah basah Calina tampak begitu menggoda dimata Kama.

"My princess," ucap Kama lembut sembari mencium dahi Calina.

Hingga persatuan pun terjadi malam itu.

Teras balkon kamar itu dibiarkan terbuka, hingga angin terus berhembus masuk ke dalam ruangan tak ber AC itu. Kama mendekap Calina di dalam selimut putih kemudian terlelap mengobati rasa lelah yang menghampiri keduanya.

...

Silau mentari menerobos masuk melalu pintu teras yang masih terbuka. Dengan sedikit mengernyitkan dahi, Calina perlahan membuka matanya. Sosok Kama dengan senyuman indah menyambut Calina pagi itu.

"Good morning, istriku."

"Morning," jawab Calina sambil menatap wajah tampan suaminya yang nampak begitu jelas karena pantulan sinar matahari yang masuk diruangan itu.

"Apakah istriku tidur dengan nyenyak?" tanya Kama.

"Nyenyak, bahkan lebih dari nyenyak," jawab Calina.

Calina menatap ke sumber cahaya matahari yang menyinari wajah Kama. "Jadi kita tidur tanpa menutup pintu teras?"

"Jika ditutup kamu pasti kepanasan. Apa terlalu silau?" Kama beranjak dari ranjang dengan sehelai handuk menutupi sebagian badannya menutup tirai putih dikamar itu.

Pria itu membalikkan badan ke arah Calina memamerkan roti sobek pada perutnya.

Aku menikahi seorang pangeran gagah nan tampan. Aku baru menyadarinya sekarang kalau aku sangat beruntung.

Batin Calina sambil terus menatap Kama yang terus mendekatinya.

"Apa tuan putri tidak bersiap sekarang? Harley sudah menunggu kita dibawah," ucap Kama.

*Calina bangkit dari pembaringan mencari jubah yang semalam dipakainya.

Kama meraih jubah yang menggantung disandaran tempat tidur kemudian menyerahkannya pada Calina.

Setelah Calina berdiri dari ranjang, sebuah bercak merah menempel dibalik selimut putih itu.

Dengan tergesa Calina menuju kedalam Kamar mandi yang telah tersedia Shampo dan segala keperluan mandi.

"Dapet shampo dari mana? Perasaan semalam gada shampo deh," ucap Calina begitu keluar dari kamar mandi.

"Aku meminta Harley belikan shampo dan sikat gigi, aku nggak ingin istriku protes lagi setelah keluar dari kamar mandi,"

"Hah lumayan lah daripada gada shampo?" ucap Calina sembari mengeringkan rambutnya.

"Maksudnya?" Kama mendekati Calina dengan sebuah hair dryer ditangannya.

"Pakai shampo cowok paling paling rambutku kaku doang,"

"Next time, aku akan minta Harley menyiapkan semua keperluanmu dimobil." ucap Kama sambil menarik lengan Calina ke depan meja rias.

"Apa yang mulia akan mengeringkan rambutku?"

Kama mengangguk. "Ya, hari ini rosa tidak disini, biarkan saya yang melayani anda yang mulia," canda Kama.

"Yah silahkan, kapan lagi Calina akan dilayani oleh seorang pangeran." balas canda Calina.

"Ini adalah layananku sebagai suami untuk istriku yang cantik,"

Usai mengeringkan rambut, Kama menyerahkan setelan dres longgar selutut berwarna pink ke Calina.

"Pakai ini, kemudian kita akan turun sarapan," ucap Kama.

Calina meraih pakaian itu kemudian menukar jubah handuk dibadannya dengan dres cantik yang diberikan Kama.

.......

Direstoran hotel lantai dasar, Harley dan beberapa pelayan telah menyiapkan sarapan untuk Kama dan Calina.

Sajian sederhana telah tertata rapih. Calina segera mengambil kursi dimana sebuah piring dengan sandwich terhidang diatasnya.

Kama duduk disamping Calina, memberikan garpu dan pisau ketangan Calina.

"Ayo dimakan, jangan diliatin doang," ucap Kama.

"Harley, kenapa berdiri disitu? Ayo duduk. Kamu pagi pagi sudah disini, pasti belum sarapan kan?" ucap Calina pada Harley.

"Tuan dan nona sarapanlah terlebih dahulu, saya masih kenyang," ucap Harley menolak.

"Jangan bilang kamu tidak ingin makan bersama kami?" tanya Calina.

"Bukan begitu nona, kita lagi didepan umum," ucap Harley agak berbisik.

"Apa Kama melarang mu duduk dekatnya saat didepan umum?" tanya Calina.

"Harley, ayo duduk. Atau dia tak akan terus memaksa mu duduk apa pun alasanmu," perintah Kama.

"Baik lah," Harley mengambil tempat dihadapan Calina.

Calina menghabiskan dua potong roti sandwich kemudian meminum segelas susu putih dihadapannya.

"Terimakasih Harley sarapannya," ucap Calina.

Setelah sarapan, Kama dan Harley membahas soal pesananan furnitur yang tertukar kemaren. Sedangkan Calina berjalan fisekitar hotel menyaksikan keindahan laut diarah timur.

"Calina." Kama mengahmpiri Calina yang masih menatap arah laut.

Calina membalikkan badannya ke arah kama yang sudah berdiri dibelakangnya.

"Angin masih begitu kencang, sebentar lagi sepertinya akan hujan," ucap Kama.

"Kama, suatu saat aku ingin mengajakmu berenang dipantai," ucap Calina.

"Ha? Tapi aku tak bisa berenang. Dan...," ucap Kama.

"Kamu mau bilang takut dengan air kan? Tenang aja, saya yang akan menjaga kamu," ucap Calina.

"Benarkah kamu akan menjagaku?" Kama mendekati Calina kemudian memeluknya.

"Baiklah, aku akan mencobanya. Aku sendiri tak tau jelas alasan aku begitu takut dengan air," ucap Kama.

"Kamu pernah tenggelam, itu lah alasannya kamu takut dengan air," ucap Calina.

"Hmmm, rasanya saya tak ingat jika pernah tenggelam," jawab Kama.

Kamu benar benar telah lupa dengan kejadian itu.

"Biasanya saat seseorang trauma akibat sesuatu pasti karena ada kejadian buruk dibaliknya," ucap Calina.

"Entahlah, saya tak pernah memiliki kenangan buruk apa pun. Next time, saya akan mencoba berenang. Kita akan berenang bersama. Jika ada sang ahli disamping mungkin saya akan jadi berani," ucap Kama.

"Baiklah, bagaimana jika kita liburan ke Hawai saat musim panas nanti?" pinta Calina.

"Baiklah,"

Kama dan Calina yang asik berbincang mesra tak sadar Harley sudah berdiri didekat mereka.

"Tuan nona, mobil sudah siap," ucap Harley.

Pagi itu Kama, Harley dan Calina kembali ke istana untuk menyelesaikan tugas mereka sebagai panitia Spring Festival yang tinggal seminggu lagi. Persiapan sudah 80% selesai. Perencanaan sudah matang. Dan Kostum sudah disiap kan Calina untuk anggota istana yang ingin berpartisipasi.

Bersambung...

(terimakasih para readers sudah mampir keceritaku. Maklum tulisan pertama. Masih banyak kesalahan dalam penulisan. Mohon dikritik dengan bijak jika terdapat salah. Thanks)

1
[🦉]Susi Soemarsi
puas bgt sama alurnya ceritanya. recommand bgt buat yg suka baca novel🤗🤗
[🦉]Susi Soemarsi
yeyy akhirnya selesai juga bacanya😍. suka sama alurnya plus konfliknya yg nggc mbulet jadi nggc pening bacanya.thank' dan
semangat terus ya thor berkaryanya💪😇
[🦉]Susi Soemarsi
sudah kuduga kalo shopia itu selingkuh sama adipati. soalnya kek gitu bgt sih ngebelanya😌😌
[🦉]Susi Soemarsi
wahh nggc nyangka ternyata calina itu anak bangsawan😍😍
[🦉]Susi Soemarsi
semoga calina cepet hamil, biar nggc jadi cerai🤗
Nurma sari Sari
hadiah Rio mungkin aquarium yg pernah di beli Rio waktu dipelelangan barang antik di kerajaan
Nurma sari Sari
ya ampun sampai segitunya, kok yg lebih berperan memberi perintah adalah ratu, kemana rajanya. kok rajanya seperti GK ada fungsinya di dlm istana
Nurma sari Sari
lanjut
Nurma sari Sari
seru...😊
Nurma sari Sari
lanjut thor 👍
Nurma sari Sari
oooh....sombong nya....
Nurma sari Sari
semangat Carlina karena kamu lah pilihan Kama sang pangeran
Nurma sari Sari
sekolah tinggi bahkan sdh menjadi dosen dan model, diusia yg sdh 27 th Carlina baru merasakan ciuman untuk yg pertama kalinya ???? 🤔
Nurma sari Sari
mampir...
Nurma sari Sari
menyimak
🫧Alinna 🫧: Selamat membaca, semoga terhibur 😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
jadi penasaran deh, pangeran cinta beneran pa nggak
🫧Alinna 🫧: Terima kasih sudah mampir 🙏🏻😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
kapan malam pertamanya
🫧Alinna 🫧: Udah deket 🤭
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
ikut bahagia deh tapi juga sedih gimana lanjutnya..
R Ghofur Hidayat
l@njut Thor..
R Ghofur Hidayat
penasaran jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!