NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: umi whiby

ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.

namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊

warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

apa Riko masih menyukai ku?

Setelah lima menit Arvin keluar ruangannya dan menunggu Adis yang sedang merapikan pakaiannya. Nampak wajah Karina yang memerah menahan kekesalan. Ia tak berani sekedar menyapa Arvin saat ini, atau nanti ia akan mendapatkan bentakan lagi dari bosnya itu.

Arvin dan Adis langsung pergi meninggalkan perusahaan. Arvin memutuskan untuk membawa mobilnya sendiri.

“Tuan, boleh aku tanya sesuatu?” tanya Adis ragu-ragu.

Arvin melirik Adis sekilas, lalu ia kembali fokus dengan kemudinya, “hem,” jawab Arvin tanpa mengatakan sepatah katapun.

“apa tidak sebaik nya kita cari tempat tinggal sendiri saja?” tanya Adis memberikan usulan. Setidaknya ketika mereka tinggal terpisah dari kedua orangtuanya Arvin, mereka tidak harus berpura-pura menjadi pasangan suami istri.

“Mengapa?”

“aku lebih merasa mempunyai privasi, setidaknya kita tidak perlu bersandiwara seperti ini tuan. Aku sudah merasa sangat berdosa membohongi bundaku, adik-adik dan juga kedua orangtua mu. Aku merasa tak nyaman.” Jujur Adis.

“tidak bisa! Aku menikahi mu karena permintaan ibuku, dia kesepian.”

Adis menghela nafas nya berat, “lalu sampai kapan tuan? Pernikahan ini bukan sesuatu yang bisa kau permainkan.”

“Sebebtar lagi, sampai saatnya tiba nanti.”

Adis membuang pandangannya kearah lain, tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang bisa ia lakukan saat ini hanya menunggu dan bertahan.

Sesampainya ditempat yang ia janjikan tadi, Adis langsung menghubungi kedua mertuanya yang ternyata sudah sampai terlebih dahulu.

“Kita dimana? Bukankah kita akan makan siang?” tanya Shaka bingung.

“Ini tempat nya tuan! Kau lihat diujung sana?” tunjuknya kearah tenda yang berwarna biru dipinggir jalan, “itu warung yang kumaksud. Ini tempat favorit ku..” ujar Adis tersenyum senang.

Arvin menatap jijik tempat yang ditunjukkan Adis, seumur hidupnya ia belum pernah merasakan makanan dipinggir jalan seperti ini.

“Mari tuan, mommy sudah menunggu kita.”

“Aku tidak mau! Kita pindah tempat lain saja.”

Adis menaikan sebelah alisnya, “mengapa tidak mau? Makanan disini sangat enak! Tuan tenang saja.”

“Aku bilang tidak mau ya tidak.” Bentak Arvin mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi kedua orangtuanya, “aku akan menelpon mommy dan Daddy, mereka pasti tidak suka tempat seperti ini.” Ucap Arvin dengan wajah jijik nya.

Adis menghela nafas nya berat, “kau ini kenapa tuan? Kalau kau tidak mau yasudah, kau pergi saja cari tempat yang lain. Aku akan makan disini dengan mommy dan Daddy.”

Adis meninggalkan suaminya yang mengembalikan itu, padahal tempat ini sangat enak sekali masakan nya. Tapi lihatlah ekspresi wajah suaminya itu, sungguh membuat Adis kesal.

“Aku lupa kalau aku sudah menikah dengan bos besar seperti beruang kutub ini.” Batin Adis berjalan meninggalkan suaminya.

“Hei gadis bodoh! Mau kemana kau?” pekik Arvin memanggil istrinya, namun yang dipanggil tidak perduli.

“Wanita bodoh itu benar-benar,” kesal Arvin, “bisa-bisanya dia mengajakku dan kedua orangtua ku ketempat seperti ini.” Gumam Arvin kesal sekali.

Mau tak mau Arvin mengikuti Adis dari belakang, ia berlari mengejar tubuh mungil Adis yang berjalan cepat menuju tempat tersebut.

“Arvin, Adis..! Sini nak..” panggil mommy dari ujung sudut tempat lesehan. Wajah mommy nampak sangat gembira berbeda dengan apa yang dikatakan Arvin tadi.

“Mommy, sudah lama menunggu?” tanya Adis mencium tangan mommy dan Daddy.

“Belum sayang, kami baru sepuluh menit lebih cepat dan kalian.”

“Ah syukur lah! Tapi bagaimana? Apa mommy dan Daddy keberatan kita makan disini? Karena tadi kata tuan Arvin mommy dan Daddy tidak bisa makan ditempat seperti ini.” Adis berkata dengan sejujur jujurnya.

Arvin menatap mommy dan Daddy bergantian, tentu saja kedua orangtuanya itu keberatan. Toh selama ini ia tidak pernah menyicipi makanan ditempat kumuh seperti ini, batin Arvin.

“Tentu saja tidak nak! Mommy bahkan senang sekali. Akhirnya ada juga teman yang bisa diajak ketempat seperti ini..” ucap mommy tersenyum senang, sementara Arvin terdiam tak percaya.

Tak lama berselang, makanan yang mereka pesan sebelum nya sudah sampai. Banyak makan makanan yang bisa ia pilih disana. Ada makanan laut, ayam bakar nasi goreng ati ampela bahkan disana juga menjual steak ala kaki lima, tapi rasanya tidak kalah dengan restoran bintang lima.

Arvin menatap semua makanan yang berjejer diatas meja mereka, ada ikan dan ayam bakar serta beberapa sayuran lalapan dan sambal. Tapi yang membuat nya bingung adalah, disana tak menyediakan sendok dan saudara lainnya. Hanya ada air dan lap tangan saja.

“Aku rindu sekali dengan makanan jnj.” Gumam Adis mencium aroma semua makanan.

Adis dan mommy menikmati makanan dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka. Begitu juga dengan Daddy, pria paruh baya itu sudah biaz dengan makanan pinggir jalan seperti ini. Bahkan dulu saat istrinya sedang mengidam makanan kaki lima seperti ini.

“Daddy suka? Apa Daddy mau yang lain lagi?” tanya Adis memberikan perhatian.

“Audah cukup, ini sudah sangat banyak.” Ucap Daddy membuat Adis senang.

Berbeda dengan mereka semua, nampak pria disebelah Adis melihat mereka tidak nyaman. Ia enggan meletakkan tangannya diatas nasi dan lauk yang sangat terlihat mengguyurkan.

“Kau kenapa tuan! Kau tidak mau mencoba makanan seenak ini?” tanya Adis mengerutkan keningnya, bahkan lupa mengganti nama panggilan nya pada Arvin. “oh, maksudku suamiku.” Ralat Adis cepat.

“Aku tidak selera, kalian saja yang makan. Nanti aku pesan makanan saja dikantor.

***

Setelah makanan semua habis tanpa sisa, kini giliran mereka membayar makanan setelah itu kembali pada aktivitas mereka masing-masing.

“Mommy sama Daddy mau pergi belanja sesuatu, kamu mau ikut nak?” tanya mommy menggandeng tangan menantunya. Hak seperti ini tidak pernah mommy dapatkan dari anak perempuan nya.

“sepertinya kita harus merencanakan nya lain kali mom, hari ini aku harus menyelesaikan pekerjaan ku!” Adis sedikit mendekati mommy dan berkata, “Atau anak mommy tidak akan membayar gajiku.” Bisik Adis.

Mommy langsung menatap tajam Arvin yang dibalas dengan keacuhannya. Arvin sudah tak pasti menantu kesayangan ibunya itu mengatakan hal yang tidak-tidak.

“kalau begitu kita harus pergi berdua saja oke! Mommy pergi dulu.”

Arvin dan Adis kembali kekantor sedangkan mommy lanjut ke tempat perbelanjaan untuk mencari sesuatu.

Didalam mobil Adis terdiam memikirkan sesuatu yang membuat kepalanya sakit.

“bulan ini aku harus sedikit berhemat,” batin Adis mengingat uang di tabungan nya sudah semakin menipis. Apalagi semu uang gajinya gajinya dari perusahaan Riko sudah habis untuk obat dan bayar mbok Sum kemarin. “Aku harus gimana ya,” batin Adis bingung.

Arvin sedari tadi hanya diam menatap Adis yang juga dengan pemikiran nya masing-masing. Ia tak perduli apa yang dipikirkan oleh wanita itu.

Sesampainya di dikantor, Adis duduk dikursi nya mengeluarkan ponselnya. Ia melihat ada pesan masuk dari sahabatnya.

“Hai Dis, apa kabar?” isi pesan dari Riko. Adis tersenyum dan membalas pesan tersebut.

“Aku baik Rik, kamu apa kabar?”  Adis ✉️

“Baik juga. Aku rindu..” Riko ✉️

Adis mengerutkan keningnya saat pesan di ponsel nya ia baca, “apa Riko masih menyimpan perasaan pada ku..” batin adis. Adis kembali mengingat perkataan Chika beberapa tahun yang lalu, itu membuat Adis kurang nyaman. Ia merasa tak pantas di sukai dengan pria sebaik dan setampan sahabatnya.

Tak lama Adis kembali mendengar suara pesan masuk di ponselnya.

“Maksudku, aku dan Chika merindukan mu! Kapan bisa kumpul lagi?” Riko ✉️

Adis bernafas lega saat membaca pesannya. Setidaknya ia tau kalau Riko hanya menganggapnya teman biasa sama seperti Chika.

 

*****

 

jangan lupa tinggalkan komentarnya ya kak..! biar aku makin semangat lanjutin ceritanya..!! 😍😍😘

 

 

 

 

1
Sumar Sutinah
haadeuh alvin apa msh punya muka istri dn mertuanya sengsata sedangkan dia mengurus wanita lain, heran sm mertua adis knp diem" aja g ngebantu menantu katanya sayang, kno kelakuan anaknya yg aneh g d selidiki sm ayah c alvin
Sumar Sutinah
bagus thor aku aka karyamu 👍❤️💪
November
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Yati Yati
kpn yp nya thor
si ciprut
angel sama bpaknya bersekutu... pura2 doang memanfaatkn
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
betul2 parah sakit jiwa itu nenek
Nuraini Ibrahim
hummm
seruh deh
Nuraini Ibrahim
makin seruh deh
Nuraini Ibrahim
huummmm
Nuraini Ibrahim
yeee udah mulai jatuh cinta rupanya
Nuraini Ibrahim
sekurangnya claudia nga sombong jadi adis jadi punya teman
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar nene pikun
Nuraini Ibrahim
malu2 tapi mau dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar tidak peka dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
huummmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!