Mungkinkah jatuh cinta pada pandangan pertama? Itulah yang terjadi pada Violita seorang gadis manis mahasiswi semester akhir sebuah perguruan tinggi. Ia sedang magang bersama sahabatnya di perkebunan milik Om sahabatnya. Om Aldrick adalah seorang pria misterius yang irit bicara dan anti pada perempuan.
Laki-laki itu pernah mengalami hal pahit yang membuatnya menarik diri dari semua hal yang berkaitan dengan perempuan.
Meski menyeramkan nyatanya Violita tidak bisa menahan hatinya untuk tidak terpesona pada Aldrick. Rasa penasarannya membuat Violita berusaha masuk ke dalam kehidupan laki-laki itu.
Mungkinkah Violita mampu memberikan cahaya pada hidup Aldrick yang kelam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Empat
Aldrick melepaskan pelukannya,
"Kenapa meluk-meluk?"
Aldrick memelototi Violita yang melongo karena terkejut.
"Ternyata bener om lagi ngigau, jelas-jelas om yang meluk duluan"
"Ya nggak usah bales meluk, Ayo pulang"
Aldrick menarik tangan Violita, Ia kembali memasang ekspresi dingin namun genggaman tangannya seolah menyatakan bahwa ia perlahan mulai menerima keberadaan Violita.
"Perasaan udah tua, kenapa bisa labil gini" gerutu Violita pelan.
"Apa kamu bilang?"
Ternyata gerutuan Violita masih bisa didengar oleh pria itu.
"Om ganteng"
Cengir Violita, sementara Aldrick mendengus kesal.
"Om kenapa terus menghindar dari tante Celine?"
Tanya Violita saat keduanya sudah berada di dalam mobil.
"Rasanya aku belum kasih izin ke kamu untuk ikut campur kehidupan pribadiku"
"Abisnya aku udah nggak sabar nunggu om kasih izin"
Ucap Violita tanpa rasa bersalah.
"Bicara sama kamu semakin membuat kepala ku pusing"
Keluh Aldrick dengan wajah kuyu. Violita malah terkekeh. Hidupnya terasa berwarna saat berhasil menggoda Aldrick.
"Tante itu uda cerita ke aku dan Amira tentang masa lalu kalian"
Aldrick mengerem mendadak membuat kening Violita hampir saja membentur dashboard mobil.
"Segitu bencinya om sama aku sampe pengen bunuh aku kayak gini"
Violita mengerucutkan bibirnya
"Apa saja yang wanita itu bilang?"
Tatapan Aldrick terasa menusuk, ada kobaran amarah memenuhi mata pria itu.
"Semuanya om, tanpa terkecuali"
Aldrick mengeram kesal.
"Brengs*k!!!"
Aldrick semakin membenci Celine, Ia tidak suka wanita itu membuka masa lalu mereka pada orang lain, Aldrick tidak suka orang lain mengetahui sisi lemahnya. Perselingkuhan Celine sangat melukai harga dirinya Ia tidak rela ada orang lain yang mengetahui itu.
"Aku turut prihatin atas apa yang menimpa om"
Violita menatap iba pada Aldrick. Itu yang tidak disukai Aldrick. Ia tidak ingin semakin terlihat lemah karena dikasihani oleh orang lain.
"Aku tidak butuh belas kasihan dari kamu dan siapapun"
Ucap Aldrick dengan penuh penekanan.
"Aku nggak kasihan sama om, sumpah!!"
Violita menyadari harga diri Aldrick terlalu tinggi. Ia tidak ingin Aldrick malah menjauhinya karena kesalahannya dalam berucap.
"Aku malah kasihan sama tante Celine yang menyia-nyiakan laki-laki sempurna seperti om. Sebel banget sama wanita yang nggak bersyukur kayak dia."
Ralat Violita lagi. Aldrick tetap membisu dan menjalankan kembali mobilnya.
"Tapi aku juga cemburu sama dia om"
Ucap Violita lirih hingga Aldrick kembali menghentikan laju mobilnya secara tiba-tiba.
"Kenapa kamu cemburu?"
Aldrick sudah berbicara lebih dulu sebelum Violita sempat mengumpat.
"Ya karena dia itu berpengaruh banget sama hidup om. apa yang dia lakuin uda mengubah om jadi cowok batu, nggak punya perasaan, dingin, nyebelin, mulut pedas, tapi tetap ganteng."
Ucap Violita cuek, mengabaikan ekspresi masam Aldrick yang sedikit menyeramkan.
"Gadis Bod*h!!!"
Aldrick mengacak-acak rambut Violita dengan gemas, Suara teriakan dan tawa Violita pecah memenuhi mobil sore itu.
****
Setiba di rumah ternyata Celine masih menunggu Aldrick. Celine yang ditemani Amira berdiri menyambut Aldrick saat ia dan Violita memasuki rumah.
"Kenapa masih di sini?"
"Kasih aku kesempatan kali ini untuk bicara mas"
Celine memohon dengan penuh kesungguhan.
"Apalagi yang harus dibicarain? apa yang akan kamu ucapkan tidak akan mengubah keputusanku Celine. Aku sudah tidak ingin mendengar apapun lagi dari kamu. Semua cela sekecil apapun sudah tertutup sejak kamu menyia-nyiakan kesempatan yang sudah aku kasih"
Suasana terasa mencekam, Violita merasa ini bukan urusannya. Ia tidak boleh berada di sini. Perlahan ia bergerak menuju kamarnya, namun tangannya di cekal oleh Aldrick.
"Mau ke mana?"
"Ke kamar om, silahkan kalian selesaikan urusan kalian dulu"
Ucap Violita tak enak hati.
"Kenapa? bukannya kamu sangat tertarik untuk ikut mengurusi kehidupan pribadiku?"
Aldrick mengangkat sebelah alisnya, mengejek Violita yang terlihat memaksakan senyumnya.
"Lagi pula tidak ada urusan lagi antara aku dengan nya"
Aldrick beralih menatap tajam Celine.
"Mas please jangan kayak gini, aku perlu bicara sama kamu mas"
Ucap Celine penuh permohonan.
"Om lepasin tangan aku"
Meski sebal Violita tetap merasa tak enak hati pada Celine.
"Kamu cemburu ya?"
Bisik Aldrick sambil merapatkan tubuhnya pada Violita membuat tubuh gadis itu meremang.
"Enggak ngapain aku cemburu. Emang hubungan kita apa?"
Balas Violita
"Kamu suka aku kan?" Aldrick menggoda Violita.
"Iya aku suka om, Jadi sekarang kita jadian?"
Violita tersenyum lebar. Aldrick melepaskan tangan Violita dan mundur beberapa langkah. niatnya menggoda Violita malah menjadi bumerang baginya.
Violita terkikik melihat ekspresi kaget Aldrick, Ia berlari cepat ke dalam kamarnya.
Celine sejak tadi hanya terperangah melihat Aldrick dan Violita yang malah sibuk sendiri dan mengabaikan dirinya.
"Mas, Please kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya ke kamu"
mendengar suara Celine Aldrick tersadar dari lamunannya atas tingkah Violita sebelumnya.
"Penjelasan apalagi?"
"Semuanya mas, semua yang kamu lihat 5 tahun yang lalu tidak semuanya benar"
Aldrick tersenyum sinis.
"Apanya yang tidak benar? Shita meninggal karena kamu telat jemput gara-gara sibuk dengan selingkuhan kamu? Mata aku yang melihat kamu sedang bercumbu bahkan dengan tubuh yang hampir telanjang? atau Kesempatan kedua yang kamu sia-siakan? yang mana yang tidak benar hem?"
"Iya aku minta maaf untuk kepergian Shita, itu mutlak kesalahan aku dan jangan ragukan bagaimana aku menyesali itu sepanjang hidupku mas"
Celine terisak sementara Aldrick menggenggam tangannya dengan erat kilasan wajah Shita kembali membuat hatinya amat nyeri.
"Aku berselingkuh itu tidak sepenuhnya benar"
Ucap Celine lagi, yang membuat Aldrick tersenyum getir.
"Kamu membuat aku muak Celine, Bercumbu dengan pria lain itu kamu bilang bukan berselingkuh?! Sakit jiwa kamu!!!"
Aldrick berteriak membuat Violita dan Amira saling pandang sejak tadi mereka menyimak pembicaraan antara Aldrick dan Celine
Celine menangis semakin kencang, tangisan Celine terdengar menyedihkan.
"Tapi aku terpaksa mas"
Aldrick malah tertawa mendengar itu.
"Omong kosong Celine, terpaksa?? huh apa tidak ada alasan lain selain terpaksa? kamu mau bilang kamu diancam? iya? hah lucu sekali"
"Tapi aku memang diancam mas"
Celine berteriak putus asa. Aldrick terdiam, baginya ucapan Celine terlalu sulit untuk dipercaya. bayangan saat Celine terlihat begitu menikmati cumbuan pria itu mustahil jika hanya keterpaksaan.
"Aku bukan anak kecil yang dengan mudah bisa kamu tipu Celine, Kamu lupa bagaimana aku sangat mencintai kamu dulu hingga setiap inchi tubuh kamu, setiap perubahan ekspresi dan gesture tubuh kamu aku hapal di luar kepala. Saat laki-laki itu menyentuh kamu, sangat jelas terlihat bahwa kamu menikmatinya. Jadi berhenti memaksa untuk membuang waktuku mendengar omong kosong mu brengs*k!!!!"
maki Aldrick penuh amarah. Ia meninggalkan Celine yang masih menangis
Suara pintu yang dibanting membuat Violita dan Amira bergidik ngeri.
pria2nya sama menikah 2x🤭 tpi karakter aldrik ini emank jujur bangetz. siapa yg gak trauma kehilangan anak dgn cara tragis n kejam.💜
oh ya mampir dong kak di karya pertamaku "aku cuma punya hati" beri saran dong kak, aku mohon