NovelToon NovelToon
Mantan Suami Istri

Mantan Suami Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: TK

Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Twenty Four

Vote sebelum membaca 😘

.

.

"Arion tunggu, maafkan Bunda." Desah Mawar sambil menahan tangan putranya yang baru pulang setelah dua hari menghilang.

"Bunda kenapa jahat sekali sih? Bundakan tahu aku sudah memiliki keluarga, bahkan Finn adalah buktinya." Ya, jujur Arion sangat kecewa pada Ibunya ini. Dua hari Ia tak pulang ke rumah, lebih memilih tidur di apartemen Arabelle. Teganya Ibunya yang tak bisa menjelaskan semuanya pada keluarga Novia saat itu.

"Maaf, maafkan Bunda. Saat itu Bunda sangat bingung, orang tua Novia adalah teman baik Bunda."

"Jadi Bunda lebih memilih teman Bunda dari pada kebahagiaan putra sendiri? Bunda tak sayang Finn?"

"Sayang, Bunda sayang sama kalian kok." Jawab Mawar cepat, wanita itu lalu memeluk tubuh putranya. "Maaf ya, lagi pula Bunda sudah meluruskan semua. Bunda sudah jelaskan semuanya pada keluarga Novia. Jangan khawatir, pertunangan kalian tidak akan dilanjut, tapi kau harus menikahi wanita lain."

Perkataan Ibunya membuat Arion melepas pelukan mereka, Ia menatap bingung Ibunya. "Apa maksud Bunda?" Tanyanya tajam.

"Anak nakal ya, kalian sudah melakukan itu tapi belum menikah. Pokoknya Bunda gak mau tahu, jangan sampai cucu tampan Bunda punya adik baru sebelum kalian menikah." Ucap Mawar dan kembali memeluk Arion.

Senyuman terbit di bibir Arion, pria itu merasa bahagia sekarang, sangat bahagia. Ia pikir Ibunya akan menjodohkannya lagi dengan wanita lain. Sampai kapanpun hanya Ara yang ada di hatinya, wanita yang akan menjadi Nenek dari dari cucu-cucunya nanti.

"Iya Bun, kami akan menikah. Aku akan melamar Ara secepatnya, saat waktunya tepat."

***

Arabelle mengernyit bingung karena mereka turun didepan toko perhiasan besar di kota. Wanita itu melihat Arion yang sudah masuk ke dalam, Ia pun segera menyusul.

"Mau apa kita kesini?" Tanya Ara.

"Beli cincin."

Kening Ara mengernyit mendengarnya, tapi Ia langsung tersenyum kecil. Beli cincin? Untuk siapa? Apa untuknya? Hm percaya diri sekali.

"Untuk siapa?"

Arion berbalik menatap Ara, pria itu menarik salah satu sudut bibirnya melihat wajah Ara yang sudah merona. Apa wanita itu menganggap Ia akan membeli cincin untuknya?

"Untuk seorang wanita." Jawab Arion lalu berbalik dan mulai melihat lagi deretan cincin di sana.

"Ekhem maksudnya siapa wanita itu?" Tanya Ara penasaran dan sekarang dirinya sudah berdiri disamping Arion.

Tapi pria itu tak menjawab, masih fokus memperhatikan deretan cincin. "Kamu bisa cariin cincin yang bagus? Terserah yang penting kamu suka."

Dan Arapun langsung tak bisa menahan senyumannya, dengan segera wanita itu berjalan mengelilingi toko untuk mencari cincin. Sedang Arion yang melihat itu tertawa kecil, percaya diri sekali Ara. Ya walaupun memang Ia membeli cincin itu untuk wanita itu, tapi ternyata Ara sudah sangat percaya diri.

Apa Arion kerjai saja ya? Sepertinya seru juga Ia ingin melihat bagaimana reaksi wanita itu saat cincin yang dibelinya ternyata untuk orang lain.

Perhatian Arion langsung tertuju pada cincin emas putih berundu berlian berwarna biru laut. Sangat cantik, tapi apa Ara suka ya?

"Bisa saya lihat cincin itu?"

Pelayan itu mengangguk lalu mengeluarkan cincin yang di tunjuk Arion dari lemari kaca.

"Ara kemarilah!" Teriak Arion.

Arabelle pun langsung mendekat, sebenarnya Ia masih mencari cincin dibagian sana. Tapi semua cincin di sini bagus, membuatnya bingung harus memilih yang mana.

"Ada apa?"

"Lihat, bagaimana menurutmu?" Tanya Arion sambil menyerahkan cincin itu pada Ara.

Arion bisa melihat wajah wanita itu yang sudah merona sambil menggigit bibir bawahnya, apa suka?

"Bagaimana?"

"Bagus, ini sangat cantik. Aku suka warna berliannya, biru laut." Ceria Ara sambil tersenyum lebar.

"O ya? Baguslah aku akan beli cincin itu saja untuk Novia."

Deg!

Seketika itu juga senyuman di bibir Ara luntur saat mendengar apa yang dikatakan Arion. Novia? Seingatnya nama wanita yang akan di jodohkan dengan pria itu. Jadi cincin ini bukan untuknya? Tapi untuk Novia.

"Oh." Ara langsung mengembalikan cincin itu pada Arion. Ia lebih memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain karena matanya yang sudah berkaca-kaca. Jangan menangis, jangan!

"Sini lihat jarimu apa pas?" Saat Arion akan memakaikan cincin di jari Ara, wanita itu malah menyentak kasar.

"Gak mau! Lagi pula kan itu bukan buat gue!" Ketusnya.

Tuhkan jadi galak lagi, Pikir Arion sambil tersenyum kecil. Pria itu berdehem. "Ya coba aja dulu, lagi pula sepertinya jari kalian sama besarnya. Badan kalian saja sama."

"Beda!"

"Ck ayolah, sayang nanti kalau aku udah beli malah gak cukup."

Arapun terpaksa tangannya dijadikan bahan percobaan, sebenarnya Ia tak mau tapi pria ini memang pemaksa. Tak tahukah kalau Ara terluka dengan perlakuan Arion? Ia sakit hati.

Saat melihat cincin itu terpasang di jari manisnya, Ara tersenyum sedih. Ia pernah merasakan cincin lain itu disana delapan tahun lalu, dari pria di hadapannya. Tapi sayang kini dirinya memang sepertinya tak akan pernah merasakannya lagi, apalagi pria ini akan menjadi milik orang lain.

Jika di tanya, apa Ara mencintai Arion? Maka jawabannya iya. Dari hati terdalamnya, Ara tak berbohong jika Ia mulai jatuh hati pada pria ini. Perhatian yang diberikan padanya dan putranya membuatnya nyaman. Tapi sekarang tidak mungkin, karena Arion akan menikah dengan wanita lain.

"Cantik." Bisik Arion penuh kekaguman. Pria itu mengecup punggung tangan kiri Ara sambil tersenyum lembut.

Jantung Ara berdegup kencang melihat perlakuan manis itu. Seandainya Arion memang memberikan cincin ini untuknya, pasti Ia akan langsung jatuh hati. Tapi bukan, sekali lagi Ia harus sadar jika cincin ini bukan untuknya.

"Ya sudah, saya pesan yang ini saja ya." Ucap Arion lalu melepas cincin di jari wanita itu.

Seketika itu juga Ara merasa kehilangan, Ia sedih karena Arion tak mengerti dengan perasaannya.

Merekapun kembali melanjutkan perjalanan ke apartemen. Waktu sudah menunjukan pukul delapan malam, tadinya mereka akan makan di Cafe tapi kasihan Finn yang tak ikut. Akhirnya mereka hanya memesan makanan untuk nanti dimakan bersama di apartemen.

Sepanjang perjalanan Arion sadar kalau Ara hanya mendiaminya, padahal sebelum dari toko perhiasan, Ara terus mengobrol dan sesekali tertawa bersamanya. Ia juga sadar semua adalah salahnya, sepertinya Ara sedih karena Ia berkata seperti tadi. Tapi ini juga adalah rencananya, mana mungkin Arion melamar Ara di sana, tak romantis sekali.

Keduanya turun dan masuk ke dalam apartemen, Ara lebih dahulu mengganti pakaiannya sebelum menyiapkan makan malam.

"Mama kenapa?" Tanya Finn yang bingung melihat Ibunya terdiam terus, sedangkan Ia dan Papahnya hanya mengobrol berdua.

"Hm? Mama tidak apa." Jawab Ara lalu kembali melanjutkan makan.

"Papa tidur disini ya? Bantuin Finn mengerjakan tugas Bahasa Inggris."

"Iya Papa tidur di sini, sama Finn." Ucap Arion sambil mengusap rambut putranya, tapi matanya terarah pada Ara yang sedang memandangnya sendu.

Bersabarlah sayang, tolong jangan menangis.                                 

1
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Ray Aza
sifat dasar cowok itu pemburu bukan yg diburu. dr masih cindil sdh diintilin trs yg ada bikin ilfeel. ksh ruang dan waktu utk finn, kl mmg finn pny rasa sm kamu pasti dia akan kehilangan dan berusaha nyari kamu. tp kl finn ga ada rasa juga ya sudah. tutup buku cari yang baru. cinta boleh bodoh jangan, jgn prnh maksa perasaan ujung2nya km yg akan terluka.
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
USWA ,: sejauh ini hanya ini yg paling jauh bang...
total 1 replies
Ce Habibah
ara kamu jngn egois dong kasihan fin biarlah dia merasa kasih sayang orang lain (papanya)selain mamanya
Alif
jahat betul fin sama tasya ya.. klo memang g mau sama lila minimal fin g macarin teman dekatnya, bgt jg tasya kamu kan sahabatnya knpa kamu terima teman macam apa kamu tasya hnya krna cwok kamu tega sama sahabatmu
Mezuke Holee
Luar biasa
Mezuke Holee
Lumayan
reiga1911
mantap
Ria Dardiri
menarikkk
Alanna Th
aq jg tdk brjdh dg cinta prtmq yg kandas n mmalukn 😵😥💔💔
Alanna Th
pasti bgt, shg lilia pth hati doble", akhirnya mmbw hatiny yg hancur k aussie. stlh lilia pergi, barulh finn mrasa khilangan 🤔😱😰
Alanna Th
skrg tgl 7-7'23 , thor aq baca yg k 3 x nya 👍😘😍😂🤣💗😉
Alanna Th
sdh prnh baca, tp lupa critanya n kpn bacanya. mo baca ulang, thor 🤔👍👍👍😍😂🤣
Aranel T: Hehe mantap Kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Menarik lanjuut
RithaMartinE
sukaa visualnnya 😍😍
@azza
novel romantis
Nuranita
wah bocil ini....emg minta d ungsikan ke palestina kayake
Nuranita
aqila and michael.....lebih seru kyake
Nuranita
deep conversation..nih bocil akhirx luluh juga......good girl
Nuranita
bocil reseh ini mah....
.
Nuranita
alysiax kurang cantik thor.....maaf y.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!