Setelah Perang Besar yang berlangsung di Puncak Gunung Seribu Obat beberapa waktu yang lalu, akibat jurus "LABU IBLIS MENELAN LANGIT" yang di kerahkan oleh Ratu Racun, Arung dan juga Ratu Racun sendiri terhisap masuk ke dalam Labu Iblis tersebut kemudian terdampar di sebuah Planet Kegelapan yang terdapat di dalam Senjata Suci Tingkat Alam Mahayana tersebut.
Karena suatu misi latihan untuk memasuki Goa Yin Yang Vampir tersebut Arung pun di haruskan menikahi Ratu Racun dan juga karena suatu keadaan harus menikahi Dhieng Vampir tanpa di sengaja.
Misi tersebut di berikan oleh sang guru Tetua Gilmore Vampir di saat itu, ke enam belas murid Tetua Vampir lain nya pun ikut masuk ke Goa tersebut dengan mengemban misi yang sama.
Mereka pun mulai memasuki Hutan Kayu Cendana dan berhasil menemukan sebuah Gerbang Emas Terkuat yang menuju ke tempat Latihan Ras Iblis Vampir tersebut.
Suami dan kedua istri nya tersebut itu pun mulai berlatih di dalam Goa Yin Yang Vampir Emas tersebut selama seribu tahun lama nya.
Setelah keluar dari Goa tersebut Arung dan kedua istri nya pun mulai mencari cara keluar dari Planet Kegelapan tersebut.
Namun sebuah Perang Besar kembali berkecamuk sekaligus di kesepuluh Benua Vampir yang ada di dalam wilayah Kekaisaran Vampir tersebut dan mereka pun ikut terikut masuk ke dalam pusaran kekacauan besar tersebut.
Sambil berperang merebut kembali tahta Ratu Vampir Adrienne dari tangan Raja Vampir saat ini, Arung dan Rayla juga harus mencari jalan keluar dari dalam Labu Iblis tersebut, dan mulai memecahkan misteri perihal Planet Kegelapan yang berukuran sebesar Planet Kuno Jupiter bisa sampai tekurung di dalam senjata suci tingkat Mahayana tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novelis Jalanan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Goa Yin Yang Vampir Emas Bagian Ke Empat.
Terlihat di Tepian Pantai tersebut Rayla Poison Snake tengah berlatih pernafasan sejak tadi, aura berwarna-warni pun keluar dan membungkus sekujur tubuh nya.
"Hem............. "
"Huft.............. "
"Hem.............. "
"Huft............... " Suara tarikan dan hembusan nafas Rayla.
Dari kejauhan terdengar beberapa kali teriakan memanggil nama sang Ratu Kejam tersebut.
"RAYLA........ "
"RAYLA........ "
"GAWAT....... "
"ARUNG GAK BANGUN-BANGUN... " Teriak Dhieng dengan panik nya.
Rayla pun segera menghentikan latihan pernafasan nya tersebut, ia pun sempat gagal paham dengan maksud teriakan Dhieng tersebut.
"Apa......... "
"Mungkinkah anu nya yang gak bangun lagi?"
"Gawat..... "
"Siapa yang akan meneruskan kepemimpinan ku nanti nya, setelah keluar dari Planet ini aku berniat memiliki seorang anak,"
"Tunggu suami ku, aku akan membantu mu membangun kan nya bersama dengan Dhieng jika perlu." Gumam nya lalu segera melesat ke arah Dhieng.
Beberapa saat kemudian.
-[Goa Arung dan Dhieng]-
Mereka berdua pun tiba di dalam Goa tersebut, Rayla pun lantas mulai mengamati dan memeriksa kondisi Suami nya yang sedang bermeditasi tersebut.
"Huft................ " Suara nafas panjang Rayla.
"Syukur lah, dia hanya memasuki fase tidur bertahun-tahun dalam meditasi nya,"
"Vampir betina ini mengganggu latihan ku saja, sebaiknya aku mengerjai nya saja." Gumam Rayla.
Kejahilan sang Ratu Racun pun mulai bangkit, ia pun mulai berjalan mondar-mandir di hadapan Arung yang sedang bermeditasi dengan ekspresi wajah yang pucat dan tampak begitu khawatir.
"Ini..... "
"Ini gawat, Dhieng,"
"Sepertinya jiwa nya sudah menghilang, aku pun tidak tahu harus bagaimana Dhieng." Ucap Rayla.
Mendengar Suami nya yang telah kehilangan jiwa nnya tersebut Dhieng pun mulai bersedih tak lama berselang ketuban nya pun mulai pecah.
"Aduh....... "
"Aduh...... "
"Aduh...... "
"Perutku, seperti nya aku mau melahirkan Rayla." Teriak Dhieng sambil memegangi perut besar nya itu.
"Waduh..... "
"Gawat..... "
"Gara-gara mendengar berita hoax itu ketuban nya pecah, aku lupa jika orang hamil tidak bisa mendengarkan berita-berita yang menegangkan." Gumam Rayla.
"Dhieng, sebaik nya kamu berbaring ke atas ranjang segera." Ucap Rayla sambil memapah Dhieng Vampir ke ranjang nya.
"Aduh....... "
"Aduh....... "
"Sakitttt nya...... " Teriak Dhieng.
Akhirnya Rayla Poison Snake pun nyambi jadi seorang Kultivator Bidan dengan membantu persalinan Dhieng Vampir di Goa Yin Yang Vampir Emas tersebut.
"Dhieng....... "
"Tarik nafas, kemudian hembuskan..... "
"Lalu tolak.. " Perintah Ratu Racun.
"Aduh.......... "
"Aduh.......... "
"Sakittt......... " Teriak Dhieng.
"Vampir Betina ini ya sakitlah, namanya juga mau melahirkan, makanya kalau gak mau sakit minum Pil KB seperti ku." Gumam Rayla Poison Snake sambil kembali memberikan instruksi yang serupa.
Beberapa saat kemudian,
"Akh.............. " Teriakan panjang si Vampir Betina.
"Oekkk....... "
"Oekkk....... "
"Oekkk....... " Tangis bayi Vampir mungil tersebut.
"Fiuh......... "
"Akhirnya melahirkan juga, 19 detik yang begitu mendebarkan." Gumam Rayla lalu mulai menggendong bayi vampir berkuku tajam tersebut lalu membaringkan nya di sebelah Dhieng.
"Bayi nya mungil banget Dhieng,"
"Selamat yach, kau akan memberikan dia nama apa?" Tanya Rayla sambil mencubit kecil pipi bayi vampir tersebut.
"Kau yang telah membantu persalinan ku Rayla, berilah anak ku ini nama." Ucap Dhieng sambil tersenyum.
Rayla Poison Snake pun berpikir untuk sesaat, ia sangat menyayangi adik angkat nya yang telah mati di bunuh oleh Jendral Es sebelum nya, ia pun memberikan nama adik nya tersebut kepada Vampir mungil tersebut.
"Baiklah, beri nama dia Shayla." Ucap Rayla.
"Wah...... "
"Nama yang bagus sekali, Shayla,"
"Nama nya adalah Shayla Tiger." Ucap Dhieng kemudian mulai menyusui bayi vampir tersebut dan Rayla pun mulai meninggalkan tempat tersebut setelah memberitahukan kondisi Arung yang sebenarnya.
"Busettt...... "
"Bayi vampir itu memiliki kuku-kuku yang begitu runcing nya,"
"Makanya Dhieng berteriak sampai sekuat itu, gak bisa kubayangkan gimana rasa sakit nya itu." Gumam Rayla saat membayangkan monster cilik itu lahir.
-[Ruang Bawah Tanah, Dunia Jiwa Vampir Kegelapan Murni]-
Tampak Arung saat ini sedang memasang kuda-kuda jurus Avatar Elemen Kayu bagian ketiga, aura hijau pekat mulai muncul di sekitar nya.
Akar-akar tanaman mulai keluar dari dalam tanah kemudian mulai membentuk tiga buah Avatar Arung, beberapa saat kemudian Avatar-Avatar tersebut mulai terbentuk dengan sempurna nya.
"Jurus apa itu?"
"Itu bukan ilusi?" Gumam Ratu Adrienne yang masih bermeditasi untuk memulihkan luka-luka nya.
"Baiklah, sekarang aku tinggal membiasakan diri ku bertarung sambil menyalurkan energi ku ke Avatar-Avatar ini." Gumam Arung.
Arung dan ketiga Avatar nya pun mulai berlatih bertarung dengan tangan kosong di dalam ruangan bawah tanah tersebut.
"Dap........ "
"Dup........."
"Dap......... "
"Dup......... "
"Dap......... " Suara saat tangan dan kaki mereka bertiga saling beradu.
"Aku harus menunggu selama seratus tahun baru bisa keluar dari Dunia Jiwa ini, aku terlalu gegabah sebelum nya,"
"Lagian pun kentang banget di sini, aku bisa melihat jelas lekuk tubuh Ratu Adrienne tapi tidak bisa memiliki nya,"
"Jika di goa setidak nya aku memiliki Dhieng, walau pun Rayla kejam sesekali dia membutuhkan kehangatan ku juga sesekali." Keluh Arung sambil terus berlatih seni bela diri dengan ketiga Avatar nya tersebut.
-[Di Permukaan]-
"Byurrrrr............. " Suara hujan deras.
Tampak wajah Gadis Vampir Psikopat berjubah perang tersebut terlihat begitu marah nya, aura hitam yang pekat membungkus sekujur tubuh nya.
"Erggghhhh........ "
"Mana B*jingan-B*jingan tengik itu, kenapa mereka tidak muncul-muncul, sudah tiga hari tiga malam aku mencari nya,"
"Di mana mereka bersembunyi?" Gumam nya.
Vampir Psikopat itu pun mulai menembakkan banyak bola-bola berelemen kegelapan murni ke berbagai penjuru di tempat tersebut.
"Duargh........ "
"Duargh........ "
"Duargh........ "
"Duargh......... " Suara beberapa ledakan beruntun yang diakibatkan oleh serangan membabi buta milik Vampir Psikopat tersebut.
"RATU ADRIENNNNNNEEEE............ " Teriak panjang Vampir Psikopat tersebut sambil terus menembakkan bola-bola berelemen kegelapan murni ke segala penjuru tersebut.
"Duargh........ "
"Duargh........ "
"Duargh........ "
"Duargh......... " Suara beberapa ledakan beruntun akibat serangan membabi buta milik Vampir Psikopat tersebut kembali terdengar.
-[Ruang Bawah Tanah]-
Suara ledakan di permukaan tersebut pun terdengar hingga keruangan bawah tanah tersebut, tampak ruangan tersebut sedikit bergoncang akibat nya.
"Vampir Psikopat itu akhirnya mulai mengamuk, dia pasti saat ini sedang marah besar,"
"Jurus Dewa Bumi ini memang begitu manjur untuk bersembunyi." Gumam Ratu Adrienne kemudian mulai kembali bermeditasi.
"Tenaga dalam yang begitu dahsyat nya, jika sampai kami gegabah melawan nya,"
"Sudah pasti kami akan mati konyol, lebih baik menunggu seratus tahun dari pada mati konyol." Gumam Arung sambil terus berlatih bertarung dengan tangan kosong bersama ketiga Avatar nya tersebut.
Sementara itu Zephyr Nine Colour Snake masih dalam mode meditasi tidur selama seratus tahun nya.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
pendekar asal tarung...