Di tengah kegalauannya karena belum dikaruniai anak, Zora melakukan yang seharusnya tidak dilakukannya.
Akhirnya Zora melahirkan Agni, ada beberapa versi cerita beredar di sekitar mereka tentang identitas Agni, tidak ada satupun yang pasti tahu siapa ayah dari Agni, hanya Zora yang tahu. Namun Zora mengalami musibah dan rahasia itu hampir tidak akan mungkin terungkap.
Agni tumbuh jadi anak yang pintar dan cantik. Sampai dia terjerumus ke dunia hitam, dia belum juga menemukan apa yang dia cari. Akankah Agni akan tahu siapa ayah biologisnya?
Ikuti kisahnya dalam cerita "Zora's Scandal" - Skandal Zora. Skandal itu melahirkan banyak rahasia di dalam rumah tangga Zora dan Aditya. Mohon jangan galau setelah baca novel ini.
NB: Visual ada di episode 73 Pembuktian!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merencanakan Sesuatu
Amelia yang sudah terbaring juga memandang Jono yang seksi itu. Dia bangkit berdiri di atas tempat tidur dan matanya memandang lekat-lekat mata Jono yang tajam. Mata Jono yang seakan-akan mengeluarkan api itu tidak bisa dikalahkan tatapan mata Amelia yang seksi. Ingin sekali sebenarnya dia berlari ke arah Jono dan menikmati tubuh laki-laki itu, tetapi dia mau mengikuti irama yang dimainkan oleh Jono.
Amelia belum mampu mengalahkan Jono, dia harus melakukan sesuatu. Dibukanya bajunya dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi, kini Jono bisa melihat apa yang ingin dia lihat. Amelia menyibak rambut panjangnya ke arah belakang. Jono memuji kecantikan Amelia, benar-benar sempurna. Jono juga sebenarnya ingin sekali berlari menuju Amelia tetapi dia menahan keinginannya itu.
Jono tidak mau kalah, kini dia melebarkan jarak kedua kakinya. Amelia tidak mau beranjak dari atas springbed, dia melepas celana jeansnya. Kini Amelia hanya memakai BH dan celana dalam saja. Amelia memutar tubuhnya dan kembali melirik ke arah Jono. Dengan mempertontonkan bokongnya yang seksi, dia berusaha menarik perhatian Jono, berharap Jono akan datang menghampirinya.
Jono tidak mau kalah, dia mau Amelia yang datang kepadanya. Dia membuka singletnya. Kini Amelia bisa melihat kembali tubuh Jono yang seksi, dada Jono yan bidang dan perutnya yang berkotak-kotak menggoda Amelia untuk segera berlari ke arah Jono.
Amelia berbalik lagi, kini dia turun dari springbed dan duduk di tepi dan menatap Jono dengan tatapan yang menderita namun dia masih bisa menahan hasratnya. Kini dia melepas atasannya.
Jono tidak berkedip, dia tatap lekuk-lekuk tubuh Amelia dari atas sampai bawah, dia hendak membuka celana jeansnya. Belum sempat Jono membukanya, Amelia sudah datang mendekatinya. Dia menghentikan tangannya, melepas resleting yang hendak diturunkannya.
Tatapan Jono yang seksi sungguh membuat Amelia frustasi. Dia membeyangkan dijilati semua bagian badannya oleh Jono.
Jono menahan tubuh Amelia yang hendak duduk di pangkuannya. Amelia semakin frustasi.
Amelia berusaha menikmati tubuh seksi Jono saat itu juga.
“Jangan terlalu gegabah, Mel.” Jono menasihati Amelia sambil menahan keinginan Amelia untuk menikmati tubuhnya.
Amelia tidak menanggapi nasihat Jono, dia masih berusaha untuk menahan tubuh Amelia. Jono kini seperti laki-laki paling munafik di dunia yang menolak sentuhan hangat dari perempuan secantik Amelia. Amelia merasa didikte.
“Kita tunggu sampai malam, Mel. Masih terlalu siang.” Jono setengah berbisik karena dia juga sedang menahan nafsunya sendiri.
“Brengsek lu!” Hanya kata itu yang terucap dari mulut Amelia. Dia menyerah dan kembali ke arah kasur dan memungut pakaiannya dan mengenakannya kembali. Dia benar-benar kesal saat itu dengan Jono.
Jono tersenyum di dalam hatinya. Dia menang kali ini, menang dua kali, melawan nafsunya dan menahan keinginan Amelia sekaligus.
“Kalau kau masih menolak begini, aku tidak akan segan-segan untuk menyebarkan video ini.” Amelia mengancam Jono dengan ancaman yang sama setiap kali Jono ditiduri olehnya.
“Kalau itu yang membuatmu bahagia, silakan, aku tidak peduli lagi dengan ancamanmu itu.” Jono menggertak balik Amelia. Dia mau melihat sejauh mana Amelia bisa bertindak. Setelah mengatakan itu sebenarnya Jono sangat takut jika Amelia benar-benar menyebarkan video itu.
Mendengar gertakan Jono yang sangat tegas itu, Amelia terdiam. Kalau Jono benar-benar tidak takut dengan ancaman itu lagi, dengan apa lagi Amelia bisa mengancam Jono untuk dapat mencicipi tubuh seksi Jono? Amelia berpikir keras, dia memutar otak. ‘Kalau aku menyebarkan video ini, bisa-bisa aku yang dijerat dengan UU ITE.’ Amelia putus asa, dia hanya bisa terdiam saja.
“Jika kau menyebarkan video itu, kau orang pertama yang akan dihukum karena melanggar UU ITE.” Seperti dapat membaca pikiran Amelia, Jono menakut-nakuti Amelia yang sedang bergeming.
“Mengapa kita tidak memikirkan untuk memisahkan Zora dan Aditya?” Jono menawarkan usul kepada Amelia. Dia mengenakan kembali semua pakaian yang sempat dibukanya. Hal itu dilakukan agar Amelia tidak benar-benar nekad untuk menyebarkan video itu.
“Apa maksudmu?” Amelia bertanya, dia ingin memastikan apa maksud dari Jono.
“Kalau mereka berpisah, peluang Aditya menerimamu dan Zora menerimaku menjadi lebih besar. Saya kira ini adalah hal yang seharusnya kita pikirkan.” Jono menerangkan maksudnya.
“Apa yang sedang kau rencanakan?” Amelia menyelidiki, dia ingin tahu, apakah Jono sudah memiliki rencana yang matang terkait itu atau tidak.
“Nah, itulah yang harus kita pikirkan bersama.” Jono menjawab, kini dia duduk di samping Amelia di tepi springbed.
Amelia berdiri dan tiba-tiba melompat ke pangkuan Jono. Jono yang tidak menyangka hal itu kelabakan. Amelia sudah memeluknya dengan erat sekarang.
“Sebelum kita memikirkan itu, kenapa kita tidak memikirkan apa yang bisa kita lakukan saat ini?” Amelia berbisik di telinga kiri Jono.
Jono berusaha lepas dari pelukan erat Amelia. Sedikit lagi dia akan kehilangan kendali. Amelia tidak peduli dengan penolakan Jono. Dia menggigit dagu Jono yang ditumbuhi rambut tebal yang baru dicukur.
Jono benar-benar kehilangan kendali sekarang. Diangkatnya tubuh Amelia dan dihempaskannya ke bawah.
“PLAK!” Jono menampar muka Amelia.
“Aku bukan pemuas nafsumu, ya!” Ditunjuknya muka Amelia yang tidak menunjukkan ekspresi apapun, dia tidak menunjukkan wajah takut sedikitpun.
“Aku sudah merencanakan sesuatu yang bisa merugikanmu, aku bisa membuat laki-laki pujaanmu itu pergi dari dunia ini!” Jono mengancam dengan bodohnya. Dia tiba-tiba sadar dengan apa yang diucapkannya, hal itu bisa menjadi bumerang baginya.
“Oh, kau mau membunuh seseorang yang telah memberimu makan sekarang? Ingin membunuh orang yang telah berbuat baik padamu sekarang? Hebat juga nyalimu!” Amelia bangkit dari springbed, dia kaget dengan pernyataan Jono barusan.
“Kau menolak lamaranku, memaksa aku memuaskan nafsumu sementara tergila-gila pada satu orang laki-laki dan ingin menikahinya. Lebih baik aku menyingkirkannya duluan.” Jono tentu saja hanya menggertak Amelia.
“Hentikan ancamanmu dan laki-laki pujaanmu akan aman di tanganku.” Jono berusaha bernegosiasi. Sebenarnya Jono berada di pihak yang lemah tapi dia hanya bisa memikirkan itu di kepalanya untuk menghentikan ancaman Amelia. Jika benar nyalinya sebesar itu, tentu saja dia bisa menyingkirkan Amelia terlebih dahulu. Tapi Jono bukanlah orang yang senekat itu.
Amelia memikirkan sesuatu di kepalanya, dia tersenyum penuh misteri. ‘Kenapa tidak kepikiran ya?’ Amelia tersenyum dengan ide yang muncul di kepalanya saat itu juga.
“Apa yang kamu pikirkan?” Jono penasaran dengan apa yang ada di pikiran Amelia saat itu.
“Terima kasih atas ide cemerlang darimu, Jon.” Amelia berterima kasih kepada Jono yang masih penasaran dengan apa yang dipikirkan Amelia.
“Apa yang kau pikirkan sekarang?” Jono penasaran, jangan sampai Amelia berpikir untuk menyingkirkan Zora seperti pernyataannya ingin menyingkirkan Aditya dari dunia ini.
“Tenang, saya tidak akan mencelakai Zora.” Seolah-olah Amelia tahu apa yang sedang dikhawatirkan Jono.
Bersambung
Apa yang dipikirkan Amelia? Ikuti terus kisahnya ya. ❤❤❤
Era Berdarah Manusia
I Firmo
🌹🌹🌹💐💐💐
Ukir karya
Raih segala asa
Sukses selalu buat Author
👍👍👍👏👏👏
⭐⭐⭐⭐⭐
Era Berdarah Manusia
I Firmo
⭐⭐⭐⭐⭐
🌹🌹🌹🌹🌹
⭐⭐⭐⭐⭐
nambah dukungan ya
🌹🌹🌹🌹🌹🌹💐💐💐💐💐💐
bikin ngeri 😂😂😂