NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:622
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA DI UJUNG SAMUDERA

33 Tahun berlalu,ARKA ANDIKA PRADANA beranjak dewasa,ia memilih menjadi seorang pelaut,dan berhasil menjadi seorang kapten kapal.

Pagi itu,suara burung terdengar riuh bertengger di halaman rumah,kendaraan mulai lalu-lalang,tepat di tepi jalan,rumah Nadira tidak pernah sepi klakson sepeda motor,angkutan kota,obrolan para tetangga yang sedang menyapu halaman,Aroma kue baru matang menguar dari dapur,tiba tiba dira membaca koran bekas pembungkus gorengan diatas meja.

"masih ada beginian?"

Entah kenapa,diawali kata iseng,dira terlintas berfikiran ingin memasukan nomer nya di iklan jodoh itu.

"Nadira,22Tahun,cari pasangan,tidak suka drama,dan bertanggung jawab. "

Pesan itu sukses terkirim,tinggal menunggu hasil notifikasi dari platform tersebut.

"Dir!.. ayo bantu Ibu bawakan ini ke depan!"

Suara sang ibu terdengar dari dapur,Ia segera berlari kecil menuju dapur dan membantu mengangkat beberapa kotak kue yang baru selesai dikemas.

Sedari kecil,dira memang terbiasa membantu ibunya berjualan kue rumahan,Meski penghasilannya tidak seberapa,usaha kecil itulah yang selama bertahun-tahun membantu memenuhi kebutuhan keluarga mereka,Sementara ayah Nadira memiliki kehidupan yang berbeda,Dulu beliau seorang pegawai negeri sipil,Sejak pensiun,sumber penghasilannya hanya berasal dari uang pensiun yang diterima setiap bulan,Sayangnya sebagian besar waktu ayah justru dihabiskan di luar rumah,Entah bertemu teman-teman lama,nongkrong di warung kopi,atau sekadar berjalan-jalan tanpa tujuan jelas,Begitulah rutinitasnya.

Dalam tiga puluh lima tahun pernikahan mereka,ibunya nyaris tidak pernah menerima gaji atau uang belanja secara rutin dari sang suami,anehnya,wanita itu tidak pernah mengeluh,Ibu sudah terlalu lama hidup dalam keadaan seperti itu,Sudah terlalu terbiasa mengandalkan dirinya sendiri,Sudah terlalu terbiasa menutupi kekurangan dengan senyuman,sedari masih muda,ibu Nadira memilih membuat kue dan menjualnya sendiri dari rumah,Sedikit demi sedikit setiap hari.

Seminggu setelah iklan kecil itu terbit di kolom kontak jodoh surat kabar,tiba tiba ponsel Nadira nyaris tidak pernah sepi,Setiap hari ada saja pesan masuk dari nomor asing,Ada yang hanya menulis, "Hai."Ada yang mengirim foto tanpa diminta,Ada pula yang langsung bertanya apakah Nadira sudah punya pacar,tapi entah kenapa, tidak satu pun yang membuatnya tertarik.

Menurut dira, jika seorang pria benar-benar ingin berkenalan,kenapa hanya berani mengetik pesan? Bukankah lebih mudah menelepon langsung?Lagipula, ia bukan tipe perempuan yang suka basa-basi,Kalau memang ingin kenal,ya kenal saja,Kalau tidak serius,untuk apa menghabiskan waktu.

Beberapa jam kemudian,

Halo?"

"Nadira ya?"

Suara pria itu terdengar putus-putus.

"Iya. Ini siapa?"

"saya ANDI,Maaf ya, saya lagi di laut. Sinyalnya kurang bagus."

Dira mengerutkan dahinya,

"Masih pagi begini sudah di laut?"

Terdengar tawa kecil dari seberang.

"Haha... memang kerja saya di laut."

"Nelayan?"

"Bukan."jawab andi

"Lalu?"tanya dira

"Sailor,Yang suka dorong kapal."

Nadira spontan tertawa.

"Masa kapal didorong?"

"Nggak juga sih.Tapi kalau saya bilang kapten kapal nanti terdengar sombong."

Tawa Nadira semakin lepas,sejak memasang iklan itu,ia merasa sedang berbicara dengan seseorang yang menyenangkan.

"dapat nomor saya dari koran, ya?"

"Kok tahu?"balas andi

"karena saya nggak pernah pasang nomor di mana-mana."

Andi tertawa.

"Iya ni. Awalnya iseng baca,Terus lihat iklan kamu,Saya pikir nggak ada salahnya coba telepon,untungnya nyambung.

"Kamu tinggal di mana?" tanya andi

"Surabaya."jawabku.

"Sama keluarga?"

"Sama ibu."

"kegiatan sehari-hari apa?"pria itu mulai banyak bertanya.

"Nemenin ibu di rumah,Kadang bantu jualan kue."

"Wah..."senyum andi dari balik tlp

"Enak ya."

andi tertawa kecil.

"Enaknya di mana?"

"Ya...Setidaknya kalau saya kesana,setiap hari bisa lihat ibu, sekalian kenalan,alasanya cuma beli kue.

Kalimat itu membuat dira terkecoh,Baru kali itu ia mendengar suara pria itu begitu akrab.

"saya harus coba."

"Beli ya,jangan minta gratis."canda dira.

Andi tertawa keras.

"Siap. !

Tanpa ia sadari,panggilan telepon pagi itu menjadi awal dari kisah yang kelak mengubah seluruh hidupnya,Udara terasa sejuk,membawa aroma tanah basah sisa hujan semalam,Rambut panjang dira tergerai sembari menata kue kedalam etalase,hidup dira berjalan sangat sederhana,Sejak lulus sekolah,Dunianya hanya sebatas warung depan gang,pasar,rumah,dan lebih suka diam di kamar,ia suka membaca novel ketimbang bergaul,gadis cantik yang ceria,lembut,mudah tertawa,selalu bisa menemukan kebahagiaan dari hal sederhana.

_________________________________________________

Malam itu laut tampak tenang,langit gelap membentang luas tanpa batas,ribuan bintang berkelap-kelip di kejauhan,Ombak kecil memecah lambung kapal dengan suara berirama,suasana sunyi namun menenangkan,Kapten Andi berdiri di anjungan kapal sambil memandang ke arah cakrawala,Di tangannya tergenggam secangkir kopi yang mulai mendingin,Namun pikirannya tidak sedang tertuju pada pelayaran yang sedang ia jalani,imajinasi melayang,Jauh ke Surabaya,kepada wanita bernama Nadira,Senyum tipis menghiasi bibirnya saat mengingat percakapan terakhir mereka malam tadi.

hampir satu bulan mereka saling mengenal,Awalnya hanya percakapan biasa melalui telepon,entah sejak kapan,percakapan itu menjadi kebiasaan yang selalu ditunggu,Setiap malam setelah selesai bertugas,Andi setia menghubungi dira,Mereka berbicara berjam-jam tanpa merasa bosan,Tentang pekerjaan,masa kecil,impian,dan masih banyak lagi,Andi tidak pernah menyangka seorang wanita bisa membuatnya betah berlama-lama memegang telepon,dira yang biasanya lebih suka menyendiri di kamar,justru menunggu telepon dari Andi setiap malam,hari mereka dipenuhi tawa,Kadang juga cerita sedih,Kadang hanya saling mendengarkan napas satu sama lain saat kehabisan bahan pembicaraan,anehnya mereka tetap enggan mengakhiri panggilan.

"Kalau aku tutup sekarang, besok masih bisa telepon lagi kan?" tanya andi suatu malam.

Dira tertawa kecil.

"Memangnya siapa yang mau larang?"

"Takutnya kamu bosan."

"Aku justru mulai terbiasa."

hampir setiap hari, Andi kembali mengingat suara lembut itu.

"Apa sebenarnya yang membuatku begitu penasaran padanya?" gumamnya.

Ada sesuatu yang membuatnya ingin mengenal Nadira lebih dalam,bahkan lebih dari sekadar teman,Andi menghela napas panjang,Lalu menatap langit."Aku harus bertemu dengannya."

Sebulan kemudian,Kapal sandar setelah menyelesaikan pelayaran panjang,Begitu mendapat jadwal cuti,Ia memberi kejutan,Tidak ada pemberitahuan,Tidak ada telepon,Ia ingin melihat ekspresi dira saat bertemu untuk pertama kali,Sementara itu,dira yang sedang berada di rumah hampir menjatuhkan ponselnya menerima kabar bahwa Andi sudah berada di Surabaya.

"Apa?!

"Iya. Aku sudah sampai."

dira langsung berdiri panik.

"Mas serius?Tapi... tapi..."

Andi tertawa.

"Kenapa gugup begitu?"

dira menggigit bibirnya,Jujur,ia belum siap,Selama ini ia selalu menjaga jarak antara kehidupan pribadinya dan Andi,Bukan karena tidak percaya,ada alasan yang sulit dijelaskan,dalam kepanikan itu,dira memberikan sebuah alamat,tapi rumah sahabatnya,Rumah Widya,Lokasinya tidak jauh dari perumahan tempat Nadira tinggal,Andi pun menuju alamat tersebut tanpa curiga,lama kemudian hujan turun deras,Andi berdiri di depan rumah yang membuatnya terdiam cukup lama,Rumah itu sangat sederhana,Dinding kayu mulai lapuk,Atap bocor di beberapa bagian,Halaman becek karena hujan,Lantai rumah masih berupa tanah,ia segera mengusir pikirannya,andi tidak ingin menilai seseorang dari tempat tinggalnya.

Pintu rumah terbuka,dira keluar,Andi membeku,ia melihat wanita itu secara langsung,Jauh lebih cantik daripada foto-fotonya,Kulitnya putih bersih,Wajahnya anggun,Sorot matanya lembut,ia bahkan sempat lupa cara berbicara,dira juga terlihat gugup.

"Mas Andi?"

mereka saling menatap beberapa detik,Lalu tertawa canggung,Drama yang telah disusun dira dan Widya dimulai,Widya diperkenalkan sebagai kakaknya,Sedangkan kedua orang tua Widya diperkenalkan sebagai orang tua Nadira,Andi menyapa dengan sopan,Semua berjalan lancar,Setidaknya di awal,Andi memperhatikan dira,Cara bicaranya teratur,Sikapnya berkelas,Bahkan caranya duduk dan menyajikan minuman terasa berbeda,Bukan berarti keluarga sederhana tidak bisa memiliki semua itu,Namun ada sesuatu yang membuat Andi merasa ada bagian cerita yang tidak lengkap.

Hari berlalu mereka semakin sering bertemu,Andi mengajak dira berjalan-jalan,Makan bersama,Menikmati sore di tepi pantai,Semakin mengenal dira,Wanita itu terlihat seperti seseorang yang tumbuh di lingkungan yang sangat baik,beberapa kali Andi melihat Nadira tanpa sengaja menunjukkan kebiasaan yang biasanya dimiliki keluarga berada.

"dira,saya boleh tanya sesuatu?"

Nadira menoleh.

"Boleh."

"Kamu jujur nggak sama saya selama ini?"

Wajah Nadira pucat.

"Apa maksudnya?"

Andi tersenyum tipis.

"saya cuma merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan."

dira terdiam

"ng.. nggak ada kok,

Nadira menatap penasaran,Jantung Andi berdegup kencang,ia yang biasa memimpin kapal raksasa di tengah badai justru gugup menghadapi satu wanita.

"boleh gak kalau saya mencintaimu.

dira l terdiam,Andi melanjutkan.

"saya suka kamu sejak lama,saat kita hanya saling mendengar suara melalui telepon,saya menunggu panggilanmu setiap malam,saat melihatmu berdiri di depan rumah itu pertama kali.

Andi mulai menggenggam kedua tangannya.

"saya ingin menjadi bagian dari hidupmu."

rasanya seperti aneh,belum pernah ada pria yang berbicara sejujur itu.

"Aku tahu mungkin ini terlalu cepat."

Nadira perlahan mengangguk sambil tersenyum.

"kita coba jalani ya" senyum nadira menatap,Andi pun tersenyum lebar.

Matahari senja perlahan tenggelam,di bawah cahaya senja yang hangat,dua hati yang selama ini dipertemukan oleh suara di balik telepon akhirnya menemukan tujuan yang sama,Mereka tidak lagi hanya sekadar teman bicara,disinilah kisah cinta yang sesungguhnya baru saja dimulai.

_________________________________________________

Malam itu ponsel dira berdering,Nama Widya muncul di layar.

"Dir, besok ikut aku, ya. Kita ketemu teman-temanku."

dira yang sedang membaca buku di kamar mengangkat alis.

"Teman-teman siapa?"tanyaku ingin tau.

"Pacarku juga ikut.santai saja. Sekali-kalilah kamu jalan keluar rumah."

Awalnya Nadira ingin menolak,Namun Widya terus membujuk hingga akhirnya ia mengiyakan.

Keesokan malamnya,mobil yang mereka tumpangi melaju menuju pusat kota Surabaya,Ia tidak menyangka tujuan mereka adalah sebuah kafe karaoke yang cukup terkenal,Begitu memasuki gedung itu,Nadira merasa asing,Suara musik terdengar dari berbagai ruangan,Aroma parfum bercampur asap rokok,dira memegang tasnya erat.

"Kenapa tegang banget?" tanya Widya sambil tertawa.

"Aku belum pernah ke sini."ujar ku gugup.

"Makanya coba pengalaman baru."

Mereka masuk ke sebuah ruangan karaoke pribadi,seorang pria menunggu,dia adalah pacar Widya bernama Om Burhan,Burhan menyambut mereka dengan ramah.

"ini Nadira?"

Widya mengangguk.

"Iya."

Burhan memperhatikan dira beberapa detik,lebih banyak duduk diam,Sesekali ikut tertawa saat mendengar mereka bercanda,lama kemudian pelayan datang membawa minuman,Widya menuangkan ke dalam gelas.

"nih coba sedikit."

"Aku tidak minum."tolak dira.

"Sekali saja."

"Tidak."dira menggeleng.

om Burhan ikut menyela.

"Ayolah. Biar seru."

Widya mendecak.

"Dasar anak rumahan."

dira tidak membalas,Ia hanya memilih meminum air mineral yang tersedia,Beberapa saat obrolan dimulai.

"Dira ini punya kenalan tajir sayang, yang aku cerita kemarin itu, "

Nadira langsung menoleh.

"Widya."

"Apa? Aku cuma cerita."

om Burhan tertawa.

"Kapten kapal itu kan?"

Widya mengangguk semangat.

"Iya. Kapten kapal internasional."

dira mulai merasa tidak nyaman,tapi Widya masih terus melanjutkan.

"Pokoknya mapan banget."

Om Burhan kemudian berkata sambil tertawa kecil.

"Kalau aku jadi kamu,saat dia ngajak ke mall, minta saja apa yang kamu suka,tas,perhiasan,ponsel baru,Habiskan uangnya."

Widya tertawa mendengar ucapan itu.

malam itu dira merasa benar-benar tidak nyaman,baginya hubungan bukan soal uang,selama ini mas Andi bahkan tidak pernah membeli hatinya dengan materi.

"Aku tidak seperti itu," jawab Nadira pelan.

om Burhan mengangkat bahu.

"Sayang sekali."

Perjalanan pulang berlangsung sunyi,Hatinya dipenuhi berbagai pertanyaan,Apakah selama ini Widya berteman dengannya karena tulus?Atau karena melihat peluang dari hubungannya dengan Andi?

sampainya di rumah,dira langsung masuk kamar,Ponselnya bergetar.

"Halo, Mas."

"Halo, Sayang."

Suara Andi selalu berhasil membuatnya tenang.

"baru pulang?"

"Iya."🙂

"Dari mana?"tanya Andi.

dira menceritakan semua tentang kafe karaoke,minuman beralkohol,obrolan Widya dan om Burhan,Andi mendengarkan,semakin sunyi suaranya.

"Mas Marah?"

"saya tidak suka lingkungan seperti itu, Dira."

Nadira diam.

"Aku juga tidak nyaman."

Nada suara Andi terdengar tegas.

"saya rasa,mereka mulai melihatmu sebagai jalan untuk mendapatkan keuntungan,saya tidak menuduh siapa-siapa,saya gak suka cara mereka membicarakan hubungan kita.

dira memejamkan mata.

"Maaf."

"Kamu nggak salah."

Andi menarik napas panjang.

"Dia cuma teman."balas dira.

"Kenapa dulu kamu bilang dia kakakmu?"

"Aku takut."balas dira.

Andi terdiam. " saya sudah memaafkan itu,saya merasa kamu bisa dieksploitasi."

"Dieksploitasi?"tanya dira.

"Ya."Mereka tahu kamu dekat dengan saya,Mereka tahu saya punya pekerjaan yang cukup baik,dan mereka mulai membicarakan uang."

Semua yang dikatakan Andi masuk akal.

"Dengarkan baik-baik,saya ingin masa depan yang baik untukmu,Bukan di lingkungan yang mengajarkan bagaimana memanfaatkan orang lain!!,saya bekerja di laut berbulan-bulan,yang saya pikirkan hanya satu,"Kamu!jadi tidak perlu mencari pengakuan dari orang-orang seperti itu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!