Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24.
Carla tidak menyangka orang-orang yang setia pada Alexander, ternyata masih mencurigai dengan perubahan yang ia perlihatkan.
"Tidak apa-apa! jangan khawatir, Jasper! nyawa dan hidupku milik Carla, aku rela mati di tangannya!" jawab Alexander dengan tenang.
Ia meraih roti isi itu, lalu membuka mulutnya untuk memakan sarapan buatan Carla tersebut.
"Tuan! jangan!!" Butler yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari meja makan, nyaris berteriak melihat Alexander tanpa ragu memakan sarapan buatan Carla.
Alexander menggigit roti isi itu tanpa ragu, dan kemudian mengunyahnya dengan lahap.
Carla yang masih belum duduk ke atas kursinya, hanya bisa diam terpaku di tempatnya, karena perubahan sikapnya dicurigai Butler dan Koki Mansion Alford.
"Mmm, enak!" Alexander menatap roti isi yang ada dalam genggaman ke dua tangannya.
Carla perlahan memperlihatkan senyum malu-malunya mendengar komentar Alexander, lalu tangannya meraih satu telur rebus dari atas nampan, dan kemudian mengupas kulitnya.
"Nah, ini! hati-hati masih panas!" Carla meletakkan telur yang telah ia kupas itu ke atas piring Alexander.
"Terimakasih, sayang!" ucap Alexander meraih telur itu, lalu meletakkan sisa roti isi, yang masih belum selesai ia makan ke atas piringnya.
Melihat Alexander makan dengan lahap, dan memuji hasil sarapan buatannya, Carla pun perlahan meletakkan tubuhnya duduk ke atas kursi.
Sementara Butler dan Jasper menghela nafas dengan lega, melihat Alexander baik-baik saja setelah memakan sarapan buatan Carla.
Ternyata perubahan sikap Carla tidak sengaja dilakukan Carla, untuk membuat Alexander lengah.
Mereka pun mulai menyadari, Carla sepertinya memang benar telah berubah.
Dan mereka merasa, kalau Carla akhirnya menyadari, kalau Alexander pria yang tepat menjadi suami Carla.
Ke dua pria yang telah lama setia di keluarga Alford itu, diam-diam menyunggingkan senyuman senang mereka.
Penantian Tuan Alexander mendapatkan cinta Nyonya Carla, akhirnya berhasil juga dia dapatkan! bisik hati Jasper merasa puas melihat Alexander, terlihat bahagia tidak seperti biasanya selalu terlihat berwajah kecut.
Alexander mengelap mulutnya dengan serbet bersih di samping piringnya, setelah ia selesai melahap habis sarapan buatan Carla, tanpa tersisa sedikit pun tertinggal di dalam piringnya.
"Terimakasih sarapannya, aku suka, sangat lezat!" ucap Alexander, lalu bangkit berdiri dari duduknya.
"Aku senang mendengarnya!" jawab Carla tersenyum senang.
Tiba-tiba Alexander memegang perutnya seperti kesakitan, dan sontak membuat mereka yang melihatnya terperanjat kaget.
"Tuan! kamu kenapa?!" tanya Butler dan Jasper seketika panik.
Sementara Carla, matanya membulat tidak percaya melihat Alexander, yang terlihat seperti kesakitan menekan perutnya.
"Alex! kamu kenapa?!" tanya Carla dengan jantung berdebar dengan kencang, dan ia pun ikut menjadi panik.
Alexander tidak menjawab.
Perlahan tangannya masuk ke balik jas formalnya, lalu mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya, dan kemudian tubuhnya berdiri dengan tegak.
"Aku tiba-tiba teringat, ingin memberikan sesuatu padamu!"
Wajah panik Carla berubah menjadi ingin menangis, melihat Alexander ternyata baik-baik saja, "Kamu itu! membuat aku tiba-tiba jadi panik! kupikir kamu keracunan sarapan yang aku buat!" katanya dengan suara tercekat.
"Maaf, sayang! aku hanya ingin mencandai kamu!" Alexander tersenyum melihat raut wajah ingin menangis Carla.
"Tidak lucu, tahu!" jawab Carla dengan bibir cemberut.
Sementara Butler dan Jasper hanya bisa menggelengkan kepala saja, yang juga sempat panik melihat Alexander memegang perutnya.
Alexander melangkah mendekati Carla, lalu membuka kotak kecil yang ia ambil dari balik saku jasnya.
"Aku sebelumnya ingin memberikan cincin ini padamu, sepertinya cincin ini sudah waktunya berada di jemari pemiliknya!"
Alexander meraih tangan Carla, lalu memasukkan cincin bermata berlian murni itu ke jemari manis Carla.
Mata Carla berkaca-kaca melihat indahnya cincin itu di jemarinya.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???