NovelToon NovelToon
Jangan Sentuh Anak-anakku

Jangan Sentuh Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Action
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Biah merupakan seorang Single parent yang membesarkan ke-tujuh orang anak, dan diantaranya adalah anak dari adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan.

Hidupnya yang dulu bisa berada dirumah setiap hari kini harus berjuang seorang diri untuk membesarkan mereka.

Suaminya meninggal karena menolong seorang perempuan yang hendak diperkosa oleh beberapa orang, dia meninggal sehari sebelum adiknya meninggal dunia dan menitipkan kedua putranya kepadanya

Mampuka dia membesarkan mereka dengan segala himpitan ekonomi dan juga penghinaan orang-orang??

Novel terbaru kami yang penuh kisah inspiratif dan juga tangis

Silahkan dukung kami🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Melda menghela nafas, wajahnya langsung berubah sendu dan matanya berkaca-kaca menatap sahabatnya itu.

Wajah Biah berubah panik dan ikut sedih melihat perubahan wajah sahabatnya itu, dia sangat paham jika wajah sahabatnya seperti ini berarti ada masalah besar yang terjadi

"Ada apa?, kenapa kamu tiba-tiba ingin menangis?". Tanyanya lembut.

Dia mengusap bahu sahabatnya itu dengan penuh rasa sayang dan khas seorang saudara yang sangat menyayanginya, dia tidak mendesaknya untuk menjawab hanya saja dia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi

Melda menunduk kemudian airmata yang dia tahan akhirnya tumpah juga, dia mengingat bagaimana dia menemukan suaminya saat itu, dadanya bergemuruh hebat antara marah, kecewa dan penuh kesedihan.

Bayangan suaminya sedang melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan dirinya membuat dadanya kembali bergemuruh apalagi anaknya juga melihat hal itu.

"Dia berselingkuh". Jawabnya dengan suara bergetar parau.

Dia menangis dengan tubuh bergetar, hatinya teramat sakit mendapati kenyataan lelaki yang begitu dicintainya yang telah tidak pulang berhari-hari ternyata menikah dengan orang lain dan lebih parahnya yang dia nikahi adalah sepupunya sendiri dan keluarganya semua tahu dan mendukung mereka untuk merahasiakan semua ini.

Dia tidak menyangka keluarganya sangat tega kepadanya padahal mereka tahu dia begitu mencintai suaminya.

"Jangan bilang?". Ucapnya geram

Dia sangat jelas memahami maksud dari tatapan sahabatnya itu, mereka sudah mengenal sejak kecil bahkan ketika mereka ingin menyampaikan sesuatu tanpa berkata pun mereka sudah tahu apapun itu.

"Siapa?". Tanya Biah dengan suara bergetar emosi.

Wajahnya memerah karena membayangkan hal terburuk yang akan menghantam akalnya saat ini dan dia yakin ini ada hubungannya dengan keluarga ibu tirinya yang selalu berbuat keterlaluan.

"Dia adikmu Biah". Cicitnya pelan.

Biah menggeleng pelan, anak dari perempuan yang telah menghilangkan nyawa ibunya dan berselingkuh dengan ayahnya membuat dirinya dan adik-adik nya terlantar dan sekarang anaknya kembali menghancurkan hidup sahabatnya begitu juga dengan anak-anaknya. Dia tidak akan tinggal diam

Benar, Melda merupakan keponakan dari ibu tirinya, walau begitu mereka memang saling mengenal dan bersahabat sebelum perempuan itu menjadi perusak rumah tangga ibu dan ayahnya sehingga persahabatan mereka tidak goyah sama sekali.

"Dia bukan adikku, dia hanya anak dari ayahku yang bahkan dengan tega membuang anaknya sendiri".

Biah tertawa sumbang penuh kesakitan, wajahnya memerah dan matanya yang kini mulai berembun, luka lama yang dia rasakan tidak pernah benar-benar hilang dari dirinya kini kembali terbuka lebar.

"Tapi secara garis keturunan kalian sedarah Biah, walau kamu menyangkal nya tetap saja takdir bicara seperti itu".

"Dia bukan adikku Melda, jangan katakan hal itu lagi aku tidak suka".

Melda hanya menghela nafas kemudian mengangguk dan membuang muka, Biah hanya menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.

"Dulu ibunya melakukan itu kepada keluargaku, menghancurkan keluarga kecil kami dan membuat mereka berantakan dan membuatku dan adik-adik ku harus merasakan pahitnya tidak punya orangtua, sekarang anaknya melakukan hal yang sama, betul-betul ibu dan anak sama-sama sialan". Geramnya sambil memukul tempat tidur itu pelan untuk melampiaskan amarahnya

Kalimat umpatan itu membuat Melda tersentak, seumur hidup mengenal sahabatnya itu, kalimat itu hanya keluar jika dia sangat marah dan akan membalasnya dengan cara yang akan membuat orang itu menyesal.

"Biah, jangan bertingkah aneh-aneh, biarkan saja mereka, aku tidak mau memperpanjang masalah". Ucapnya memperingatkan sahabatnya itu.

Dia sangat tahu bagaimana Biah jika dia membalas orang lain, dia yakin anak ibu tirinya itu akan menghadapi kesulitan yang sangat besar setelah ini.

"Aku tidak akan membiarkan mereka merusak keluarga kecilmu juga Melda, mereka tidak akan ku izinkan melakukan hal itu karena sudah menghancurkan keluargamu, mereka akan menerima kehancuran ". Geramnya sambil mengepalkan tangannya.

Melda menghela nafas kemudian menggelengkan kepalanya karena tidak setuju akan perkataan sahabatnya itu, dia tidak mau urusan ini semakin membesar apalagi dia juga sudah tidak peduli pada suami nya yang berbuat seenaknya apalagi anaknya juga sudah tidak menginginkan kehadiran ayahnya jadi untuk apa dia bertahan pada hubungan yang tidak sehat

"Sudahlah Biah, biarkan saja mereka, lagian untuk apa aku mempertahankan lelaki yang bahkan memperlakukan aku seperti itu dia berselingkuh dan membela selingkuhan nya bahkan yang lebih parah dia bahkan tidak malu kepada anaknya, aku masih bisa hidup tanpanya, walau aku mencintainya aku tidak akan membiarkan diriku menjadi orang bodoh untuk bertahan dalam pernikahan toxic ini".

Kini matanya berubah sendu, sahabatnya ini adalah saudara untuknya, mereka sudah melalui puluhan tahun bersama sehingga bisa sampai detik ini.

Biah yang melihat itu langsung memeluk sahabatnya untuk memberi dukungan

"Kamu yakin untuk melepaskannya?, bagaimana dengan anak-anak mu?". Tanyanya dengan tidak percaya apalagi sahabatnya ini begitu mencintai suaminya itu

Melda tersenyum pelan sambil mengelus tangan dan pundak sahabatnya itu untuk menenangkan amarah sahabatnya yang sejak tadi menggebu-gebu.

"Tenang saja, mereka bahkan sangat membencinya, jadi aku tidak perlu bersusah payah nanti di pengadilan, anak-anak tidak mau dekat dengan ayahnya apalagi Meisya melihat ayahnya dengan perempuan itu, kamu pernah merasakannya kamu pasti tahu bagaimana perasaannya".

Biah hanya menghela nafasnya, dia tidak pernah menyangka jika keponakannya itu akan mengalami luka yang sama yang dia rasakan saat dia masih kecil.

"Baiklah, kamu atur saja yang menurutmu baik karena itu adalah hidupmu, kamu yang berhak mengaturnya beritahu aku jika kamu butuh bantuan, aku akan membantu semampuku". Jawabnya dengan lembut

Mendengar perkataan sahabatnya itu Senyuman jenaka terbit di wajah Melda kemudian menaik-turunkan alisnya menggoda dan menatap sahabatnya itu. Melihat tingkah sahabatnya itu dia hanya bisa menggeleng pelan.

Mereka memang selalu saling menggoda jika menginginkan sesuatu atau sedang menjalankan rencana yang tidak masuk akal jadilah dia menggoda Biah untuk itu, dia yakin sahabatnya itu pasti tidak akan menolaknya

"Kembali jadi pengacara yah, bantu aku lepas dari lelaki sialan itu dan pastikan dia tidak mendapatkan hak asuh anak-anak". Pintanya dengan manja.

Biah tersenyum lembut kemudian mengangguk pelan, seperti nya dirinya akan kembali lagi duduk dipersidangan, bukan hanya itu, dia juga akan menyiapkan tim khusus untuk mengejar ayahnya setelah ini begitu juga dengan ibu tirinya.

"Baiklah, aku akan membantu kamu untuk mendapatkan semuanya, aku pastikan mereka tidak akan mendapatkan apapun".

Melda tersenyum lebar, dia sangat tahu kemampuan sahabatnya ini, itu sebabnya dia ingin Biah kembali menjadi pengacara yang mengambil jon karena selama ini dia jarang melakukannya karena fokus pada kemiliteran.

"Kalian tidak akan lolos, akan ku buat kalian semua membayar mahal segalanya".

1
falea sezi
president nya baik 🤭
falea sezi
liat biah jd inget novel sebelah rukayyah yg singa betina yg tegas tangguh gk menye menye pintar lagi🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!