NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Batu Pengukur Kualifikasi dan Bayangan Ujian Darah

​Pusat pendaftaran Akademi Bintang Surgawi terletak di alun-alun utama Kota Gerbang Besi. Ketika Lin Tian tiba, tempat itu telah disesaki oleh ribuan kultivator muda. Di wilayah perbatasan, seorang remaja di Tahap Pengumpulan Qi Tingkat 7 sudah dianggap sebagai keajaiban yang langka. Namun di sini, di Benua Tengah, lautan manusia yang memadati alun-alun rata-rata memancarkan fluktuasi energi Tahap Pendirian Yayasan.

​Lin Tian mengamati sekelilingnya dengan pandangan analitis yang dingin. Ia tidak merasa terintimidasi, melainkan justru menemukan konfirmasi atas logikanya. "Bakat alami hanyalah sebagian kecil dari persamaan. Kualitas sumber daya lingkungan dan kepadatan hukum alam memegang peranan mutlak dalam mempercepat proses kultivasi."

​Menyadari bahwa menjadi terlalu menonjol di markas kekaisaran tanpa faksi pelindung adalah tindakan bunuh diri, Lin Tian menggunakan hukum Kekacauan untuk mengompresi auranya. Ia mengunci danau Qi di Dantiannya, hanya membiarkan sebagian kecil energinya memancar keluar. Bagi indra spiritual siapa pun yang memeriksanya, ia kini hanyalah seorang pemuda berusia enam belas tahun di Tahap Pendirian Yayasan Tingkat 2 yang wajar, menyembunyikan kekuatan aslinya di Tingkat 5.

​Ia melangkah masuk ke dalam antrean panjang yang mengarah pada tiga pilar batu obsidian raksasa—Batu Pengukur Kualifikasi.

​Di dunia kultivasi yang rasional, waktu penguji tidak akan dibuang untuk melakukan wawancara atau pertarungan seleksi awal. Batu obsidian itu dirancang untuk membaca usia tulang dan kepadatan Qi seseorang hanya melalui satu sentuhan, menyingkirkan siapa pun yang memalsukan usia atau menggunakan pil terlarang untuk menaikkan tingkat kultivasi secara semu.

​Antrean bergerak dengan efisien, diselingi oleh suara dengungan batu pengukur dan pengumuman monoton dari para diakon akademi yang berjaga.

​"Tujuh belas tahun. Pendirian Yayasan Tingkat 1. Kepadatan Qi: Bawah. Gagal. Pergi dari sini!" suara dingin seorang diakon mengusir seorang pemuda yang langsung menangis meratapi nasibnya.

​Di dunia ini, mencapai batas minimum saja tidak cukup; kepadatan dan kemurnian energi adalah faktor penentu seberapa jauh fondasi seseorang bisa dibangun.

​Tiba-tiba, fluktuasi Qi yang cukup tajam menyapu antrean di belakang Lin Tian. Sebuah dorongan energi kinetik yang tak kasat mata sengaja dilepaskan untuk menyingkirkan orang-orang, membuka jalan bagi sekelompok pemuda berpakaian sutra mewah.

​"Minggir, rakyat jelata! Beri jalan untuk Tuan Muda Zhao Feng!" teriak salah satu pengikut dari kelompok tersebut, menggunakan tekanan Qi untuk mendorong para kultivator pengembara agar menyingkir dari jalurnya.

​Orang-orang di depan menyingkir dengan cepat, mengenali lambang naga perak di jubah kelompok itu sebagai panji dari salah satu klan bangsawan tingkat menengah di Kekaisaran. Melawan bangsawan lokal bagi orang tanpa latar belakang adalah tindakan irasional.

​Gelombang dorongan Qi itu melesat cepat ke arah punggung Lin Tian yang masih berdiri diam di barisannya.

​Pemuda bernama Zhao Feng itu, yang memiliki kultivasi di Pendirian Yayasan Tingkat 3, tersenyum arogan, menduga pemuda berjubah abu-abu lusuh di depannya akan terjerembab ke tanah seperti yang lainnya.

​Namun, saat gelombang Qi itu menghantam punggung Lin Tian, tidak ada suara benturan atau gerakan sedikit pun. Tubuh Lin Tian bahkan tidak bergetar. Sebaliknya, energi yang dilepaskan Zhao Feng seolah menabrak gunung besi yang tak berdasar, membentur dan memantul kembali dengan momentum yang lebih liar akibat reaksi otomatis dari Tubuh Pedang Kekacauan.

​Wush!

​"Ugh!" Zhao Feng terkesiap saat gelombang energinya sendiri menghantam dadanya. Keseimbangannya rusak, memaksanya mundur tiga langkah dengan wajah memerah menahan malu di depan ratusan pasang mata.

​Zhao Feng mendongak, matanya memancarkan kemarahan yang membara. "Beraninya kau menggunakan trik padaku, Tikus Jalanan! Kau mencari mati?!" Ia menghunus setengah pedangnya, bersiap melancarkan serangan.

​Lin Tian perlahan menoleh ke belakang. Sepasang matanya setenang permukaan danau yang membeku, tidak memancarkan emosi, ketakutan, maupun arogansi. Ia hanya menatap Zhao Feng layaknya menganalisis seekor serangga yang menghalangi jalan.

​"Mengendalikan energimu sendiri saja kau tidak mampu, lalu kau menyalahkan orang lain atas kelemahanmu," ucap Lin Tian datar. "Simpan pedangmu jika kau tidak berniat menggunakannya untuk membunuh, atau aku yang akan menancapkannya ke tenggorokanmu."

​Aura pembunuh yang sangat murni, hasil dari menyembelih puluhan ahli sekte di perbatasan, merembes keluar sesaat dari balik jubah Lin Tian. Udara di sekitar mereka berdua seketika anjlok mendekati titik beku. Zhao Feng menelan ludah secara refleks, tubuhnya menegang karena insting bertahan hidupnya mendeteksi ancaman kematian yang absolut.

​"Hentikan keributan ini!"

​Sebuah suara berat yang mengandung tekanan Tahap Inti Emas meledak dari arah pilar pendaftaran. Seorang tetua akademi berjubah biru tua menatap tajam ke arah mereka berdua. "Di alun-alun Akademi Bintang Surgawi, siapa pun yang menghunus senjata sebelum ujian dimulai akan langsung didiskualifikasi dan diusir dari kota! Apakah kalian tuli?!"

​Zhao Feng segera menyarungkan pedangnya dengan wajah pucat, lalu membungkuk hormat ke arah tetua tersebut. Ia menatap punggung Lin Tian dengan penuh kebencian, namun logikanya memaksanya menahan diri. "Tunggu saja saat ujian dimulai nanti," bisiknya mengancam.

​Lin Tian mengabaikan ancaman kosong itu sepenuhnya. Baginya, gonggongan anjing tidak akan mengubah fakta bahwa ia akan menyembelihnya jika anjing itu berani menggigit.

​Gilirannya tiba. Lin Tian melangkah ke depan pilar batu obsidian raksasa tersebut.

​"Letakkan tangan kananmu di atas batu. Alirkan Qi sucimu secara maksimal," perintah diakon pencatat tanpa melihat wajah Lin Tian.

​Lin Tian meletakkan telapak tangannya di permukaan batu yang dingin. Sesuai rencananya, ia hanya mengalirkan sebagian Qi dari Dantiannya, menyamarkannya pada kapasitas Tingkat 2.

​Pilar obsidian itu mendengung pelan. Sederet huruf cahaya muncul melayang di permukaannya.

​[Usia: 16 Tahun. Kultivasi: Pendirian Yayasan Tingkat 2.]

​Sang diakon mengangguk pelan, bersiap memberikan stempel kelulusan. Enam belas tahun di Tingkat 2 adalah pencapaian yang solid, masuk dalam kategori kelas atas meski bukan jenius mutlak.

​Namun, tepat sebelum diakon itu mengangkat penanya, pilar obsidian itu tiba-tiba bergetar aneh. Warna cahaya huruf yang semula putih perlahan mulai berubah menjadi abu-abu keperakan yang sangat pekat. Batu itu seolah berusaha membaca esensi dari kemurnian Qi Lin Tian, dan sistem internal artefak itu mulai kewalahan menahan struktur elemen Kekacauan.

​Lin Tian menyadari bahwa pilar ini dirancang untuk mendeteksi batas kemurnian, bukan hanya kapasitas. Ia segera memutus aliran Qi-nya dan menarik tangannya tepat sebelum batu obsidian itu memancarkan anomali yang lebih besar. Huruf-huruf di batu itu kembali meredup.

​Tetua Inti Emas yang berjaga di dekat sana menyipitkan mata, merasakan kilatan energi aneh itu sesaat. Ia menatap Lin Tian dengan pandangan menyelidik yang tajam. "Qi yang sangat padat... teknik pernapasan apa yang kau gunakan, Nak?"

​"Hanya teknik warisan keluarga kecil yang menitikberatkan pada kompresi, Tetua," jawab Lin Tian dengan kebohongan rasional yang paling logis dan tanpa celah. Tubuhnya rileks, tidak menunjukkan tanda-tanda menyembunyikan sesuatu.

​Sang tetua terdiam sejenak, lalu mendengus pelan dan kembali ke posisinya. Tidak jarang kultivator pengembara memiliki rahasia pertemuan beruntung dengan warisan kuno tingkat rendah. Selama itu bukan energi iblis sesat, akademi tidak akan peduli.

​"Lulus," diakon itu melemparkan sebuah pelat logam hitam berbentuk segi delapan kepada Lin Tian. "Ini adalah token ujianmu. Besok pagi saat fajar menyingsing, berkumpullah di Gerbang Transmisi Spasial di utara kota. Ujian sesungguhnya baru akan dimulai di sana."

​Lin Tian menangkap pelat itu. Angka '4021' terukir di atasnya dengan tinta spiritual merah.

​Ia tidak langsung pergi, melainkan bertanya dengan nada datar, "Format ujiannya?"

​Sang diakon tersenyum dingin. "Akademi Bintang Surgawi melatih prajurit untuk medan perang kekaisaran, bukan bunga di dalam rumah kaca. Kalian semua akan dilemparkan ke dalam dimensi saku 'Reruntuhan Ribuan Siluman'. Di sana tidak ada hukum, tidak ada aturan pelarangan pertarungan. Kumpulkan seratus inti siluman, atau rebut token dari peserta lain untuk menggenapi poinmu, lalu temukan gerbang keluar dalam waktu tiga hari. Hanya lima ratus orang pertama yang tiba dengan poin cukup yang akan diterima."

​Lin Tian mengangguk dan berbalik meninggalkan alun-alun. Otaknya memproses informasi tersebut dengan cepat. Sebuah ujian di mana perampasan, penjarahan, dan pembunuhan secara implisit diizinkan. Ini bukan ujian akademis, melainkan penyaringan seleksi alam mutlak.

​"Logika yang sangat indah," gumam Lin Tian dalam hati, tangannya memutar token hitam itu di dalam sakunya.

​Dunia mungkin menganggapnya sebagai peserta biasa, namun besok, Reruntuhan Ribuan Siluman tidak akan menjadi tempat pengujian baginya. Tempat itu akan menjadi kebun perburuan pribadinya.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo naikkan kekuatan bantaaaaaaaiiiiii 👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe akhir nya bisa lebih kuat ada kesempatan 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo terus kuat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
cerita diawal dan alur ceritanya bagus👍👍
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!