Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Arsa Aurel
Sementara itu di kediaman Sitomurong Tuan dan nyonya Sitomurong orang tua dari Monti baru saja sampai dan duduk di ruang keluarga.
Kedua nya terlihat sangat kesal, tapi Doni masih bisa menutupi kekesalan nya dengan wajah tenang nya.
Sedang Soraya tak berekspresi apa apa.
Monti yang baru saja memasuki Mansion menyunggingkan sudut bibir nya.
" Tepati janji kalian, karena bukan aku yang menggagalkan rencana ini." Ucap Monti saat berada di hadapan kedua orang tua nya.
Mereka sempat berjanji, ini adalah perjodohan terakhir kalau gagal mereka tak akan lagi memaksa.
" Kita sudah mengatur 3 pertemuan untuk mu, masih ada 2 pertemuan lagi." Jawab Doni datar.
" Di pertemuan pertama saja dia sudah melarikan diri, tak akan lagi pertemuan kedua dan ketiga." Jawab Monti
" Dengar Monti, pertemuan pertama boleh gagal, karena gadis itu belum bertemu dengan mu, di pertemuan kedua kalian pasti akan saling menyukai." Ucap Doni.
" Tapi pah ... "
" Monti sayang, sebaik nya kamu jangan membantah papah mu lagi, pergi lah istirahat." Ucap Soraya.
" Ckckck" Monti berdecak
" Apa kalian ingin mengulang kehidupan menyedihkan kalian pada ku, kenapa tak berkaca pada diri sendiri dan baru memutuskan bagaimana hidup ku."
Plakk..
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Monti, Soraya lah yang melakukan nya.
" Jaga ucapan mu terhadap orang tua mu Monti." Ucap Soraya.
Monti tak membalas perkataan Soraya, ia lebih memilih pergi dari sana, pasti setelah ini akan ada drama antara suami istri itu.
Siang tadi Monti dan ke dua orang tua nya menghadiri pertemuan dengan keluarga konglomerat lain nya untuk membicarakan perjodohan nya dengan putri keluarga tersebut, namun kejadian tak terduga membuat Monti sedikit bernafas lega, karena seperti nya sang putri tidak menginginkan perjodohan ini.
Dia harus mencari tahu tentang gadis itu dan mengajak nya bekerja sama untuk membatalkan pertunangan ini.
***
Sementara itu, Aurel dan Arsa baru saja sampai di Mansion Cassano.
Belum juga kedua nya duduk di atas sofa yang empuk setelah perjalanan dari bali, kini mereka sudah di hadapan kan oleh perdebatan dua keluarga yang belum juga ada titik temu nya.
" Ada apa ini?" Tanya Arsa melihat kearah ke dua orang tua nya.
" Yah, Dad, Mom, kalian ada di sini?" Aurel menyalami Ayah dan mertua nya masing masing.
" Syukur lah kalian sudah pulang, ayo sini duduk, ada yang harus kita bicarakan." Ucap Manda menunjuk sofa yang ada di sebelah nya.
Aurel dan Arsa menuruti perkataan Manda dan duduk di sofa yang berada di tengah tengah kedua keluarga.
" Rencana tinggal setelah kalian menikah, apa kah sudah kalian pikir kan?" Tanya manda memulai pembicaraan.
" Tentu sudah, Mom." Jawab Arsa mengangguk.
" Kalau begitu boleh kami dengar apa pendapat kalian?" Tanya Derry menimpali.
" Sementara ini, kita akan tinggal di apartment Arsa." Jawab Arsa yang langsung di tolak oleh Derry dan Manda.
" Tidak boleh." Ucap ke dua nya kompak.
" Kalian berdua kompak sekali." Ejek Dika yang sejak tadi diam menyaksikan perdebatan mereka yang tanpa ada titik temu.
" Kalian tidak boleh tinggal di apartemen, kalian harus memilih antara mansion Cassano atau mansion Wirayuda." Tegas Manda.
" Tidak Mom, itu akan tidak adil untuk kalian, bukan?" Jawab Arsa.
" Tapi sayang, bagaimana nanti cucu Mommy kalau kalian tinggal di lingkungan Apartment yang tak bagus." Jelas Manda.
" Sementara ini, kita akan menunda punya dede bayi sampai usia Aurel 20 tahun Mom, usia di bawah 20 tahun itu rentan jika hamil." Ucap Arsa.
" Nah itu kamu paham boy, tapi maksa buat nikahi anak ayah." Ucap Derry menyindir Arsa.
" Dari pada kita ngapa ngapain tapi enggak nikah, Ayah pilih mana?" Ucap Arsa terdengar menyebalkan.
" Arsa, yang sopan berbicara dengan orang tua." Ucap Manda, Arsa mengangguk,
" Kemudian untuk rumah, Arsa dan Aurel sudah memiliki rumah impian sendiri, pokok nya, Arsa dan Aurel sudah punya gambaran sendiri bagaimana masa depan kita kelak, jadi para orang tua harap tidak mengganggu dan mendukung saja." Ucap Arsa dan diangguki oleh Aurel dan Dika.
" Dad, kenapa kamu malah menyetujui keputusan mereka?" Manda memelototi suami nya.
" Kenapa? Mereka benar kok, Mommy dan tuan Derry harus bisa menghormati keputusan Aurel dan Arsa." Ucap Dika terdengar bijak.
Akhir nya Manda bisa menerima dengan lapang dada.
" Bagaimana tuan Derry, apakah anda sudah menerima keputusan anak-anak kita?" Tanya dika pada Derry
" Mau bagaimana lagi, yang penting kalian bahagia, dan jangan lupa tetap datang sesekali untuk menginap bergantian baik di Mansion Cassano atau Wirayuda." Ucap Derry yang sudah bisa menerima keputusan Aurel dan Arsa.
" Makasih ayah, i love you so much." Aurel memeluk Ayah nya.
Perdebatan pun selesai sampai disini,
" Baik lah, seperti nya pembicaraan ini sudah selesai, Arsa dan Aurel akan ke kamar, kami mau istirahat lebih dulu." Ucap Arsa sambil menggandeng tangan Aurel.
" Sebentar sayang, bagaimana rencana kuliah kalian, kalian yakin tak ingin melanjutkan kuliah di harvard?" dika masih berharap Arsa kuliah di sana.
" Tidak Dad, Arsa sudah bilang Arsa tak bisa jauh dari Aurel." Jawab Arsa.
" Daddy tenang saja, universitas di indonesia juga banyak yang bagus kok Dad, jadi kita tak perlu jauh jauh ke harvard." Timpal Aurel.
Dika mengangguk mengerti, dia tak bisa memaksakan kehendak terhadap putra nya, sebagai orang tua mendukung dan mengarahkan putra putri mereka adalah hal yang tepat.
" Baik lah, kalian boleh istirahat." Ucap Dika.
Lalu tanpa menjawab lagi, Arsa dan Aurel
bergandengan tangan menuju kamar Aurel di lantai dua.
Hallo guys absen dong siapa aja yg sudah sampai sini🤭🤭 gak asik ya belum muncul para pelajar sama pebinor sambar ya guyyysss♥️♥️♥️♥️♥️🌺♥️♥️♥️🌺🌺♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️ini lagi manis manis nya kehidupan mereka, kita liat setelah masuk kampus ya, terimaksih yang sudah setia nunggu updatean, jangan lupa like komen ya sayang♥️♥️♥️♥️masukan kalian sangat berarti big love love kalian semua ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Semangat 💪💪