bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
datang tiba tiba
Ke esokan harinya, sementara asep kakak ku, waktu malam itu selepas pulang berdagang, dan sesampainya di rumah, ia melihat rumah tanpak begitu sepi, lalu ia berjalan ke kamarnya, saat ia membuka kamarnya, ia tersenyum melihat istri dan anak nya sudah tertidur pulas, kemudian ibu nya selepas dari dapur, ibunya melihat asep yg sedang memperhatikan anak dan istrinya yg sudah tidur itu.
" Kamu baru pulang sep..? " Tanya ibu.
" Eh umi, iya mi baru pulang, tumben ini lia sama layla udah tidur jam segini.." jawab asep, LIA itu nama istrinya, dan layla nama anak nya.
" Iya mungkin lelah, yaudah sep umi juga mau tidur.." ucap ibu, saat ibu nya hendak berjalan masuk kamar, asep menahanya.
" Bentar tunggu mi.." ucap asep, lalu asep mengeluarkan sejumblah uang dari saku celananya.
" Mi ini ada sedikit rezki buat umi.." ucap asep sambil memberikan uang itu kepada ibunya, ibunya menatap uang yg asep berikan itu.
" Emang kamu ada sep.?." Tanya ibu ku.
" Ada kok mi, ini ambil aja mi.." ucap asep dengan tersenyum memberi uang kepada ibunya itu, dan ibunya pun menerima uang pemberian asep, dan mengucapkan terimakasih kepada asep.
" Makasih ya sep.." ibu.
" Iya mi, doain asep ya mi, biar lancar usahanya..!" Ucap asep.
" Iya sep amin, umi selalu doain segala yg terbaik untuk anak anak umi.." ucap ibu.
" Iya mi makasih mi.." ucap asep.
" Yaudah sep umi mau tidur dulu ya.." ucap ibu.
" Iya mi.." kemudian ibunya berjalan masuk kamar untuk tidur.
Dan sementara aku, saat itu aku sedang asik berdua dengan teman ku bermain catur di pos ronda sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok.
" Hadeh ngantuk gue nunggu loe jalan.." ucap ku dengan kesal menunggu teman ku menjalankan biji catur nya.
" sabar sat, masa iya ini gue kalah lagi sama loe ah, gue lagi mikir dulu biar gak kejebak strategi loe lagi..!!" Ucap teman ku sambil fokus menatap biji biji catur itu.
" Udah sekarang gak harus menang dah, gini aja, kalau loe bisa makan satu minion gue, gue kasih loe 100 rbu..! " Ucap ku.
" Ah yg bener loe.." teman.
" Iya gue serius.." aku.
" Bener loe ya, awas loe kalau bohong..!! " Ucap teman ku dengan girang, dan dengan seriusnya dia melawan ku, hingga akhirnya ia berhasil memakan satu minion ku.
" Nah loe, dapet gue, mana sini seratus ribu.." ucap teman dengan hati senangnya.
" Yaudah makan dulu, telen sama loe, entar baru gue kasih seratus ribu.." ucap ku mencandainya.
" Buset gila loe, kirain gue di makan gimana, sekalian ajah gue makan nih biji catur pake nasi..!! " Ucap teman ku dengan kesal, sementara aku menertawakanya.
Saat aku sedang tertawa, tiba tiba ada yg menarik tangan ku, saat aku melihatnya, aku kaget ternyata itu elina.
" Elina,,, kok kamu tau aku di sini, kamu sama siapa ke sini..?" Tanya ku dengan heran.
" Ikut aku sebentar, aku mau ngomong sama kamu.." ucap elina dengan kesal ka manarik, dan membawa ku pergi dari tempat itu.
Sementara teman ku dengan heran kebingungan memperhatikan ku dengan elina.
" Sat ini gimana belum beres kita maen.." ucap teman ku dengan heran memperhatikan ku di tarik pergi oleh elina.
" Bentar.." ucap ku sambil di tarik elina, dan setelah elina membawa ku jauh dari teman ku dia berkata kepada ku.
" Kenapa kamu bohong kemarin sama aku, kamu berantem kan sama dony sahabat kamu..?" Tanya elina dengan kesal.
" Kok kamu tau lin, kamu tau dari siapa..? Tanya ku.
" Maya yg ngasih tau aku, kamu kenapa sih ah berantem mulu, aku gak suka tau gak, kesel aku sama kamu, kenapa sih kamu jadi agresif gini..?." ucap elina, lalu elina buang muka dariku.
" Jangan di sini ngomong nya, entar aku jelasin.." ucap ku, lalu tanpa sengaja perut ku berbunyi, dan elina mendengarnya, lalu tiba tiba elina menahan tawa.
" Kamu laper..? " Ucap elina sambil mengetawaiku.
" Iya lin, belum makan, laper, kita pergi cari makan yuk.." ucap ku.
" Kasian banget, yaudah ayo kita cari makan.." ucap elina.
" Iya bentar aku ngambil motor dulu.." ucap ku, kemudian aku berjalan kembali ngambil motor ku yg berda di pos ronda itu, dan pamit pergi kepada teman ku, setelah itu aku pergi dengan elina.
Di perjalana, saat di motor elina mengajak ku makan di restoran.
" Kang kita makan di restoran yg di sana itu yuk..!! " Ajakan elina, aku terdiam sejenak saat elina mengajak ku makan di restoran.
" Tapi aku gak ada uang nya kalao makan di sana.." ucap ku sambil membawa motor.
" Gak ppah kang, aku yg bayarin kok..! " Ucap elina.
" Emm nanti aja lin, aku takut malu maluin kamu kalau makan di sana, kita makan di tempat biasa aja ya..." Ucap ku.
" Yah kamu mah, yaudah gimana kamu aja deh.." ucap elina.
Dan hingga akhirnya aku dan elina makan di tempat biasa di pinggir jalan, aku menghentikan laju motor ku di sebuah penjual mie ayam di pinggir jalan, lalu aku duduk dan memesan dua porsi mie ayam. Dan tak lama kemudian pesanan ku jadi, lalau aku makan mie ayam itu dengan elina.
" Coba jelasin sama aku kenapa bisa sampe berantem sama dony..?." Tanya elina sambil makan.
" Gak tau lin, ya intinya dia beda aja sikapnya sama aku..terus dia bilang aku berubah katanya.." jawab ku sambil makan.
" Emang, kamu berubah sekarang, agresif kamu sekarang, beda pokoknya ..." ucap elina.
" Masasih..? " Ucap ku.
Saat aku sudah beres makan menghabiskan mie ayam, elina belum selesai makan.
" Kamu cepet banget sih makanya, aku aja masih banyak, gak di kunyah kali ya.?!" ucap elina.
" Di kunyah lah, masa langsung aku telen, gak tau kenapa banyak yg bilang aku cepet makan nya.." ucap ku setelah minum.
" Iya aku heran, tapi gak keliatan kayak orang laper makan nya, kamu masih laper gak, kalau masih laper pesen lagi aja kang.." ucap elina.
" Gak kok lin, udah kenyang kok.." ucap ku.
Dan tak lama kemudian elina selesai makan, lalu aku berdiri untuk membayar mie ayam, tiba tiba elina menahan ku.
" Kamu mau kemana..? " Tanya elina.
" Mau bayar.." jawab ku.
" Jangan, biar aku aja yg bayar kang.." ucap elina sembari akan berdiri, namun aku menahanya.
" Udah gak ppah biar aku aja yg bayar, masa ceweknya yg bayarin, aku ada kok..! " Ucap ku sambil menahan elina.
" Bener ada..? " Ucap elina duduk kembali.
" Iya bener.." ucap ku menghampiri si abang penjual mie ayam itu, aku menanyakan berapa harga mie ayam itu, dan si abang itu memeberi tau berapa total yg harus aku bayar, lalu aku ngambil dompet di saku celana ku, saat aku membuka dompet dan menghitung uang ku, ternyata uang ku tidak cukup untuk membayarnya, dan sementara elina dan si abang itu memperhatikan ku, dengan panik aku mencari dan mengeledah saku celana ku, dan berharap ada uang yg tertinggal di saku celana ku, sementara elina menahan tawa memperhatikan ku, kemudian elina menghampiri ku dan menanyakan berapa harga mie ayam itu, dan elina langsung membayarnya kepada si abang penjual mie ayam itu, aku hanya terdiam malu melihat elina membayar mie ayam itu di hadapan ku, setelah membayarnya elina langsung mengajak ku pergi pulang, dengan tersenyum malu aku mengucapkan terimakasih kepada elina.
Kemudian aku dan elina berjalan menghampiri motorku, dan pergi mengantarkan elina pulang.