NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Tungku Kehidupan

Kekacauan yang melanda Benua Utara akibat hilangnya pedang dewa tidak menghentikan rutinitas kejam di Pelataran Luar Akademi Jiannan. Saat kelompok Zeng Niu kembali, langit di atas akademi dipenuhi oleh kilatan pedang terbang para Tetua yang hilir mudik dengan wajah murka. Penjagaan diperketat berlapis-lapis, namun perhatian akademi terpusat pada mata-mata faksi luar, bukan pada tiga murid luar rendahan yang kembali dengan pakaian compang-camping.

Di Paviliun Misi, pengawas menatap terkejut pada lima tangkai Teratai Guntur yang diletakkan Bao Tuo di atas meja.

"Kalian bertahan hidup dari hantaman meteor dan lolos dari Kera Lengan Besi?" gumam pengawas itu, mencatat nama mereka dengan pandangan curiga, namun tidak bertanya lebih jauh. Di era ini, keberuntungan adalah bagian dari kekuatan. "Lima ratus Poin Kontribusi. Serahkan token kalian."

Begitu poin ditransfer, Zeng Niu mengambil tiga ratus poin, menyisakan masing-masing seratus poin untuk Bao Tuo dan Lin Xiaoyu.

"Bayar sewa pondok kita untuk tiga bulan ke depan. Sisa poin gunakan untuk makanan dan kebutuhan kalian sendiri. Jangan mencariku jika tidak ada urusan mendesak," perintah Zeng Niu datar sebelum berbalik pergi.

Xiaoyu menatap punggung Zeng Niu yang menjauh. "Tuan Pembunuh mau ke mana dengan poin sebanyak itu?"

Bao Tuo bergidik, teringat mayat Kera Lengan Besi yang lehernya patah. "Ke mana pun dia pergi, kuharap dia tidak sedang memikirkan cara meledakkan akademi ini."

Zeng Niu tidak kembali ke pondok. Langkahnya tertuju pada sebuah bangunan berbentuk menara perunggu yang memancarkan aroma herbal pekat: Paviliun Alkimia.

Kekuatan fisiknya telah mencapai Tahap 5, dan ia telah menembus Pengumpulan Qi Tahap 1. Namun, Dantian berdarahnya sangat rakus. Ia tidak bisa terus-menerus mengandalkan keberuntungan menemukan Inti Yao tingkat tinggi di alam liar tanpa menarik perhatian. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan Qi Bencananya, ia harus mengubah sumber daya mentah menjadi pil. Dan di dunia kultivasi, alkemis adalah profesi yang paling dihormati... sekaligus yang paling mematikan jika dipadukan dengan racun.

Di lantai dasar Paviliun Alkimia, Zeng Niu menukar lima puluh Poin Kontribusi untuk mendapatkan akses membaca selama sebulan penuh di Perpustakaan Herbal Luar.

Selama dua minggu berturut-turut, Zeng Niu hidup layaknya hantu di sudut perpustakaan. Ia tidak tidur. Ia menggunakan ketahanan tubuh fisiknya untuk duduk mematung, matanya membaca ribuan gulungan bambu dan perkamen tua.

Ia menghafal Kompendium Sepuluh Ribu Tumbuhan, Anatomi Racun Yao Aberasi, hingga Teknik Dasar Pengendalian Api Tungku. Ia membedah sifat setiap tanaman: mana yang bisa membekukan darah, mana yang bisa meledakkan Qi jika dicampur dengan air liur Kadal Sisik Besi, dan mana yang bisa meredam hawa kekacauan.

Di dalam Lautan Kesadarannya, Lei Ling yang duduk di atas singgasana petirnya sering kali mencibir.

“Rumput Angin Layu? Sampah. Di eraku, rumput itu hanya digunakan untuk pakan tunggangan spiritual tingkat rendah,” cemooh Lei Ling saat melihat Zeng Niu membaca sebuah gulungan. “Jika kau ingin membuat racun yang bisa melumpuhkan kultivator Qi, campurkan getah Rumput Angin Layu itu dengan empedu Ular Bayangan. Asapnya akan mengunci meridian mereka selama tiga tarikan napas.”

Zeng Niu tidak membalas ejekan roh pedang itu. Ia hanya mencatat formula mematikan tersebut di dalam benaknya. Arogansi Lei Ling secara tidak langsung memberinya wawasan alkimia kuno yang telah lama hilang dari benua ini.

Setelah menghafal pondasi teori, Zeng Niu menghabiskan sisa poinnya untuk menyewa sebuah tungku perunggu kelas bawah dan membeli puluhan keranjang herba murah serta sisa-sisa bagian tubuh monster tingkat rendah.

Kehidupan akademinya berubah menjadi siklus fanatik.

Di siang hari, ia akan mengurung diri di ruang pemurnian. Karena tidak memiliki api elemen dari akar spiritual ortodoks, Zeng Niu menggunakan kayu bakar spiritual dan memaksakan Qi merah kehitamannya untuk mengontrol suhu tungku.

Berkali-kali tungkunya meletup, memuntahkan asap hitam beracun yang membuat kulitnya melepuh. Namun, alih-alih panik, Zeng Niu menghirup asap itu, membiarkan tubuh Tahap 5-nya menahan racun tersebut untuk membangun resistensi. Kegagalan baginya hanyalah cara lain untuk menempa tubuh.

Di minggu ketiga, ia berhasil meracik pil pertamanya. Bentuknya tidak bulat sempurna, permukaannya kasar dan berwarna merah darah. Itu bukan Pil Pengumpul Qi ortodoks, melainkan Pil Pendidih Darah sejenis pil yang dikembangkan dari teori racun dan peningkat fisik.

Malam itu, di dalam pondok kayu mereka yang telah diselimuti formasi kedap suara oleh Xiaoyu, Zeng Niu menelan pil tersebut.

Blarr!

Gelombang panas yang ekstrem meledak di perutnya. Racun dari pil cacat itu mencoba menyerang jantungnya, namun Dantian Bencana Zeng Niu berputar liar, melahap racun tersebut dan mengubahnya menjadi energi murni. Keringat hitam bercucuran dari pori-porinya. Otot-ototnya menegang hingga lantai kayu di bawahnya retak.

Zeng Niu memejamkan mata, menahan rasa sakit yang akan membuat orang biasa gila. Ia memfokuskan energi itu untuk melebarkan meridian utamanya, mendorong batas kultivasinya dengan paksa. Setiap inci rasa sakit diubah menjadi pilar pijakan untuk memanjat ke atas.

Setiap ada kesempatan, ia menerobos batasnya. Ketika pilnya habis, ia kembali meracik. Ketika bahan habis, ia mengambil misi pembunuhan tingkat menengah di malam hari, memenggal targetnya tanpa suara, merampas hartanya, dan kembali sebelum fajar.

Tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan murid lain. Tidak ada waktu untuk politik faksi. Ia adalah pedang yang sedang diasah di atas batu neraka.

Tepat di akhir bulan pertama mereka di Akademi Jiannan, sebuah suara letupan pelan namun padat bergema dari dalam tubuh Zeng Niu.

Matanya terbuka. Cahaya merah kehitaman berkelebat membelah kegelapan pondok. Udara di sekitarnya menjadi lebih berat, dan fluktuasi energinya kini dua kali lipat lebih stabil dan dalam.

Penderitaan, racun, dan ketekunan nya telah membuahkan hasil. Ia menembus Pengumpulan Qi Tahap 2.

1
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!