NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

Sekarang Ivan dan juga istrinya sudah masuk kembali ke dalam mobil mereka.

Sesekali Ivan terlihat mencuri pandang ke arah istrinya, karena Renata sekarang ini sangat terlihat bahagia, karena kebahagiaannya itu lah yang menjadikan kecantikan dari perempuan yang berumur lebih dari 30 tahun itu terlihat begitu cantik.

"Kenapa hanya beli sedikit Dek? Padahal kan Mas tadi udah bilang mau bayarin semua roti yang ingin kamu beli," ujar Ivan dengan sebuah senyum yang mengembang.

"Gak papa Mas, aku merasa sayang banget, karena harganya mahal mahal."

Melihat respon istrinya, Ivan terlihat tersenyum dengan senang. Dia baru menyadari antara Renata dengan Esther bagaikan langit dan juga bumi.

Keduanya sungguh sangat jauh berbeda, karena dia pernah mengajak Esther ke toko roti Havana Bakery, tapi Esther menolaknya mentah mentah, lalu Esther mengatakan jika Havana Bakery kurang enak dan juga kurang mahal.

Esther juga tidak pernah memikirkan jika kadang dirinya mengeluh, tentang gaji yang menipis. Karena selingkuhannya itu tetap meminta untuk perawatan wajah dan menyewa hotel untuk keduanya melakukan zina.

Tanpa Ivan sadari, selingkuhannya sedari tadi menunggu dirinya. 

Esther sendiri dari tadi menunggu Ivan di depannya rumahnya. Dia sengaja memarkirkan mobilnya tak jauh dari rumah suami sahabatnya itu. Untuk memantau pergerakan Renata maupun suaminya.

Karena Esther mendapatkan informasi dari Mirna, tetangga Renata. Jika sekarang Ivan terlihat berubah dan sangat menyayangi istrinya.

Mirna berkata beberapa hari ini, dia melihat Ivan menyapu teras, menjemur pakaian. Bahkan Mirna juga melihat Ivan menggendong anaknya saat di luar rumah, dan Renata hanya duduk santai di atas kursi yang ada di teras.

Sebenarnya Esther ingin kembali pada Devon dan meninggalkan Ivan. Alasannya apa lagi kalau bukan cinta plus harta Devon juga jauh lebih banyak jika di bandingkan dengan Ivan.

Apalagi istri Devon yang lumpuh itu adalah seorang anak tunggal dan juga memiliki kekayaan yang fantastis.

Tapi walaupun Esther tercukupi secara materi dan juga kepuasan batin lewat Devon. Dia tetap tidak bisa membiarkan jika Renata itu hidup bahagia dan juga mempunyai keluarga yang sempurna, Esther benar benar tidak sanggup jika melihat Renata bisa bahagia bersama dengan suami dan juga anaknya.

Wajah Esther tiba tiba berubah menjadi merah padam, bahkan tangannya itu terlihat mengepal, kala melihat pemandangan yang sekarang ini ada di depan matanya.

Esther terus memukul mukulkan tangannya pada stir mobil miliknya, karena dia itu jengkel melihat kebahagiaan Renata bersama suaminya yang terlihat dari luar kaca mobil.

Apalagi Esther bertambah marah, saat mengetahui jika Renata duduk bangku mobil yang biasanya dia gunakan untuk duduk.

Esther teringat akan janji Ivan, yang tidak akan pernah membiarkan istrinya itu untuk duduk di bangku samping kemudi.

Esther pun terlihat memajukan sedikit mobilnya, agar bisa melihat secara jeli. Interaksi yang dilakukan oleh Ivan dan juga istrinya.

Wajah Esther kian memerah, kala melihat Ivan sekarang ini membukakan pintu mobil untuk istrinya.

Esther berusaha melakukan panggilan telepon pada Ivan, untuk menganggu interaksi antara Ivan dan juga istrinya yang semakin terlihat romantis.

Esther terus menatap Ivan dan memperhatikan gerak geriknya dengan bola matanya yang semakin menajam.

"Sial, berani beraninya kau itu mematikan panggilan telepon dariku!" hardik Renata dengan tatapan mata tajam, bahkan dia sampai dibuat tidak berkedip sama sekali kala menatap keluarga kecil itu dari dalam kaca mobilnya.

Ivan terlihat membantu istrinya untuk membawa barang bawaan yang baru saja mereka beli, jadi Ivan menggendong anaknya sembari membawa paper bag yang berisi roti dari Havana Bakery.

1
Uthie
Dosa yg akan terus tak berujung itu 🤨😏

Kapan sihh moment pintarnya si Renata sbg wanita 👍😂
Uthie
Dasar suami durjana 😡
Uthie
Biar kena karma yg lebih menyakitkan tuhhhh buat wanita super jahat dan berhati keji macam si Esther itu Thor👍👍👍😡😡😡
Uthie
Gak sabar terus mantau kelanjutan cerita yg penuh nguras emosi ini 👍👍😆
Uthie
dasar laki Lucknut 😡
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
Uthie
Nahhh lohhhhh.... 🤨
Uthie
Ada udang di balik batu kah itu 😏😏
Uthie
Ini masih POV ke belakang kan ya???
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
Uthie
Yaaa ampun.... miris banget dan ikut sakit bacanya Thor 👍😭
Uthie
dasarnya wanita jahat 😡😤
Uthie
hmmmm... lucknut banget emangnya si Ivan😡😤
Uthie
makaya jangan jadi wanita bodoh dan malah menyakiti diri sendiri 😤
Uthie
istrinya terlalu pasrah dan lemah!
Uthie
suami lucknut 😡
Uthie
Duhhhh... terlalu lemah sihhhh tokoh utamanya 😤😤
Uthie
suami lucknut 😡😡😡😡
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍
Uthie
Ada baiknya hati melihat kebaikan orang lain....
Uthie
Jangan terlalu percaya orang yg tidak pantas di percayai 👍😡
Uthie
Baru baca aja udah nyesek😭
dasar suami lucknut 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!