NovelToon NovelToon
Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Misteri
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: noel_piss

Alya, seorang mahasiswi cerdas dan mandiri, dipaksa menerima perjodohan dengan dosennya sendiri.

Arka, pria dingin dan tegas yang menyimpan masa lalu kelam. Hubungan yang awalnya penuh penolakan berubah menjadi konflik batin, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Di antara kewajiban, harga diri, dan cinta yang tumbuh diam-diam, mereka harus memilih: bertahan dalam keterpaksaan, atau memperjuangkan perasaan yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noel_piss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kamar Alya, menghangatkan suasana. Ia bersiap-siap untuk menghadiri kuliah, namun pikirannya masih melayang pada pertemuan keluarga sore nanti.

Arka sudah menunggunya di lobi kampus. Saat Alya mendekat, Arka tersenyum tipis, membuat hati Alya berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya.

“Alya, kau terlihat cantik hari ini,” kata Arka, suaranya lembut.

Alya tersipu, menunduk sejenak. “Pak… terima kasih. Tapi jangan terlalu sering bilang begitu, nanti aku malu sendiri,” jawabnya sambil tersenyum malu.

Mereka berjalan bersama menuju taman kampus. Suasana pagi yang hangat dan angin sepoi-sepoi membuat mereka bisa berbicara dengan nyaman.

“Alya… aku pikir kita bisa mulai merencanakan hal-hal kecil tentang masa depan. Bukan langsung menikah, tapi tentang bagaimana kita saling mendukung,” kata Arka, menatapnya serius.

“Pak… aku setuju. Aku ingin kita mulai memahami satu sama lain lebih dalam, sambil belajar menyesuaikan diri dengan keadaan ini,” jawab Alya, menahan senyum.

Percakapan mereka terus mengalir ringan: dari tugas kuliah, kebiasaan lucu Arka, hingga cerita Alya yang kadang membuat Arka tersenyum tipis. Setiap tawa kecil, setiap senyum, menumbuhkan rasa nyaman yang perlahan mulai terasa nyata.

Sore harinya, Alya dan Arka menuju rumah Alya. Orang tua Alya sudah menunggu. Ibu Alya tersenyum hangat, menatap putrinya dan Arka.

“Alya, Nak… senang akhirnya kita bisa duduk bersama Arka dengan lebih santai. Kami ingin melihat bagaimana hubungan kalian berkembang,” kata ibu Alya.

“Ibu, Bapak… terima kasih telah menerima saya,” jawab Arka sopan, menunduk sedikit sebagai tanda hormat.

Bapak Alya menatap Arka serius tapi lembut. “Pak Arka, aku ingin kau benar-benar menjaga Alya. Kami tahu ini awalnya perjodohan, tapi kami ingin melihat hubungan ini berkembang secara sehat dan penuh pengertian.”

“Pak… saya menyadari tanggung jawab ini. Aku ingin Alya merasa aman, dihargai, dan nyaman setiap saat. Aku tidak ingin ia merasa terpaksa dalam hal apa pun,” jawab Arka mantap.

Makan malam berlangsung hangat. Percakapan mereka ringan namun penuh makna. Alya merasa nyaman, setiap kata yang diucapkan Arka membuat hatinya sedikit lebih lega. Ia mulai menyadari bahwa kedekatan ini bukan sekadar kewajiban, tapi juga membawa kebahagiaan tersendiri.

Setelah makan, mereka duduk di ruang tamu, bercakap-cakap sambil minum teh hangat. Arka menatap Alya dengan lembut.

“Alya, aku ingin kau tahu… aku senang kita bisa saling memahami. Perjalanan ini memang tidak mudah, tapi setiap langkah yang kita ambil perlahan membuat semuanya terasa lebih ringan,” kata Arka.

“Aku juga, Pak. Aku merasa lebih nyaman, lebih aman. Aku mulai memahami bahwa meski ini dimulai dari perjodohan, ada perhatian dan perasaan yang tulus tumbuh di antara kita,” jawab Alya dengan senyum hangat.

Malam itu, Alya pulang dengan perasaan lega. Ia duduk di kamar, merenung. Ia sadar bahwa meski perjalanan ini dimulai dari keterpaksaan, hubungan ini perlahan menjadi sesuatu yang tulus dan membahagiakan.

Arka, di sisi lain, menatap langit malam dari balkon rumahnya. Ia tersenyum pelan. Ia tahu bahwa setiap percakapan, setiap tawa, dan setiap perhatian kecil yang mereka bagi menjadi pondasi kuat untuk hubungan yang tulus dan bahagia di masa depan.

Sebelum berpisah untuk malam itu, Alya berkata dengan lembut:

“Pak… terima kasih sudah sabar dan selalu membuatku merasa dihargai.”

Arka menatapnya dengan mata lembut, lalu menjawab:

“Alya, aku juga berterima kasih. Karena dengan kau perlahan membuka hati, aku bisa belajar bagaimana mencintaimu dengan benar.”

Mereka berpisah untuk malam itu, masing-masing dengan senyum tipis. Kedua hati mulai merasakan kehangatan yang tak terucap, rasa nyaman yang tumbuh perlahan, dan harapan bahwa meski awalnya terpaksa, cinta yang tulus bisa muncul dari pengertian dan perhatian.

1
Forta Wahyuni
sdh mnikah koq tdk satu rmh
noel_piss: mohon d baca dari awal kak🙏kalau dari alurnya belum menikah kak🙏
semoga kk suka sama alur ceritanya ya☺️♥️
total 1 replies
Agnes💅
semangat kak ayok aku selalu nungguin kk up 😄
noel_piss: iya kak, sekarang belum bisa up lg kak soalnya lagi sakit🙏 nanti kalau udah sembuh ak langsung up banyak♥️
total 1 replies
Agnes💅
lanjut kak bgus cerita nya suka🙏
noel_piss: syukurlah kalau kakak sukaa😍semoga teman-teman yang lain suka juga sama cerita perdana ak yang ini kak 😭
total 1 replies
Agnes💅
maaf kak sedikit saran, penulis nya udah menarik udah rapi tapi kurang rapi kayak novel novel yang lain nya, kalo bisa di kasi rapi lagi kak

maaf lancang🙏🙏🙏
noel_piss: makasih banyak kak sarannya 🙏 sangat membantu banget saran dari kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!