Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.
Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.
Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.
Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6.
Di ruang makan kediaman Dayat, Hana melempar sebuah undangan ke arah Bella yang hendak mengisi perut, seperti biasa dia harus menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum diperbolehkan makan oleh kedua orang tuanya.
Sungguh miris bukan, sejahat-jahatnya orang tua tidak mungkin tega menyiksa anak kandungnya sendiri bahkan membiarkannya kelaparan.
Di luar sana banyak orang tua yang rela melakukan pekerjaan apa saja asal anaknya dapat makan, berbeda dengan Bella yang dipaksa menguras tenaga sebelum bisa mengisi perut, apa ada orang tua sekejam itu pada anaknya sendiri?
Terlepas kejam atau tidak, Bella sudah terbiasa dengan semua itu, sejak kecil dia hanya dijadikan alat demi keuntungan semata, kakaknya yang sekarang kuliah di luar negeri bahkan tidak pernah menyentuh piring kotor sekalipun, apalagi menyapu, mengepel lantai atau membersihkan kamar mandi.
Dua anak perempuan yang berasal dari benih dan rahim yang sama justru mendapat perlakuan yang berbeda, entah apa yang membuat Dayat dan Hana membedakan mereka.
"Ikut aku ke acara Pak Andre nanti malam! Bagaimanapun caranya kamu harus berhasil memikat hatinya!" sergah Hana dengan suara meninggi, membuat nasi yang baru masuk ke mulut Bella tertahan tanpa sempat dia kunyah.
Desas desus yang sempat Bella dengar, Andre merupakan salah satu pebisnis yang cukup terkenal, usianya cukup matang namun memiliki sifat dan temperamen yang buruk, kabarnya dia suka main perempuan di luar sana, banyak para wanita yang menjadi korban. Setelah puas dengan satu wanita, dia akan lari ke wanita lain.
Baru-baru ini tersiar kabar bahwa seorang wanita menuntut atas kehamilannya, Andre menampik berita tersebut dan membuat wanita itu menghilang entah kemana. Tentu saja dengan kekuatan yang dia miliki, dia bisa melakukan apa saja termasuk menyingkirkan orang-orang yang menentangnya.
"Bu, Andre itu psikopat, sudah berapa banyak wanita yang menjadi korbannya." ucap Bella dengan wajah gusar, tangannya gemetar memikirkan permintaan sang ibu. Selama ini dia tidak pernah menentang keputusan Hana, tapi kali ini dia benar-benar tidak setuju.
"Psikopat apanya? Salah wanita itu sendiri karena tidak patuh," Hana justru membela tindakan Andre, ternyata uang dan kekuasaan benar-benar mampu membutakan mata hati seseorang, bahkan dengan enteng mempertaruhkan nyawa putrinya sendiri. Sebelum berlalu pergi, Hana mengatakan sesuatu yang membuat Bella tidak berkutik.
Mendengar perkataan yang dilontarkan Hana barusan, Bella tertegun tanpa perlawanan. Air matanya jatuh ke dalam piring, pelan-pelan dia kembali menyuap nasi yang sudah basah, tenggorokannya tercekat dan menangis tersedu.
...****************...
Gedung hotel bintang lima...
Bella berusaha menutupi bagian dadanya yang terbuka karena harus memakai gaun pesta yang dipilihkan Hana untuknya, awalnya Bella menolak tapi mana pernah sang ibu mau mendengar keluh kesahnya.
Dengan perasaan risih, Bella menyendiri di sudut aula dengan telapak tangan menempel di tengah dada, dia ingin pulang namun ketahuan oleh Hana dan segera menariknya ke tengah kerumunan para tamu.
"Jangan macam-macam, atau..." ancaman Hana kali ini sepertinya tidak main-main, terpaksa Bella menurut karena tau konsekuensi menentang keinginan sang ibu.
Dengan wajah putus asa, Bella mengikuti langkah Hana, menghampiri Andre yang baru saja masuk ke ruang aula.
Sorot mata pria itu langsung mengarah pada Bella, sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis menatap tubuh Bella dari atas hingga bawah, jakunnya bergerak menyaksikan pemandangan indah di hadapannya.
"Heheh, malam Pak Andre, senang bertemu Anda. Perkenalkan, ini Bella putri saya."
Belum apa-apa Hana sudah mencari muka sambil tersenyum kegirangan saat mengenalkan Bella pada target, wanita itu yakin Andre akan terpesona melihat kecantikan sang putri, dia bahkan secara khusus memilihkan gaun yang cukup terbuka untuk menarik perhatian pria hidung belang itu.
Sesuai perkiraan, Andre memang terpikat menyaksikan barang bagus yang berdiri di depannya. Kulit halus dan putih Bella membuat matanya melotot tak berkedip, belahan dada yang berisi serta pinggul yang meliuk membuat gairah pria itu bangkit.
Andre mengulurkan tangan, Bella tampak panik dan berusaha mundur namun langkahnya ditahan oleh Hana. Wanita itu meraih tangan Bella lalu menyodorkannya ke arah Andre. "Hehe, maaf ya Pak Andre, Bella anaknya memang pemalu, maklum anak introvert, jarang bergaul." ucapnya.
Mendengar penjelasan Hana, Andre tertawa kecil sambil menjabat tangan Bella, lembutnya kulit Bella membuatnya benar-benar tersengat gairah.
"Permisi, saya mau ke toilet dulu." Bella menarik paksa tangannya yang baru saja dielus oleh Andre, dia merasa risih dan berlari kecil ke arah belakang.
Setibanya di toilet, Bella mencuci tangan dan menggosoknya dengan kasar, perutnya terasa mual memikirkan wajah Andre yang menatapnya penuh nafsu, Bella benar-benar jijik dan berulang kali mencuci tangan dengan sabun.
Sepeninggal Bella, Hana menjauhi Andre yang kini sedang mengobrol dengan pengusaha lain, wanita itu menghampiri seorang pelayan, sambil berbisik dia menyelipkan sesuatu ke tangan pelayan itu, keduanya saling melirik sebelum akhirnya menjaga jarak.
Kembali dari toilet, Bella menyelinap hendak meninggalkan aula namun lagi-lagi ketahuan oleh Hana yang selalu memantau pergerakannya. Bella memohon agar sang ibu mau melepaskannya, dia ingin pulang tapi permintaannya tidak dihiraukan.
Hana menarik Bella ke arah Andre yang sudah menunggu di sudut aula, sebelum menyerahkan sang putri ke tangan pria itu, seorang pelayan mendekat dan menyodorkan nampan kecil ke arahnya. Bella pun mengambil salah satu gelas dan meneguk air di dalamnya hingga tandas.
Melihat Bella menyeruput air tersebut, Hana tersenyum sumringah dan melirik Andre yang sudah tidak sabar ingin bermain. Beberapa detik kemudian, Bella merasakan sesuatu yang aneh, tubuhnya mendadak panas, keringat bercucuran di pelipis dahi.
"Bu, ayo kita pulang! Aku merasa tidak nyaman," Bella memeluk lengan Hana, penglihatannya tiba-tiba buram.
"Iya, iya, ayo kita pulang!" sahut Hana kemudian memapah Bella meninggalkan aula.
Di area parkir, sebuah mobil mewah sudah menunggu. Seorang sopir berdiri di samping pintu, terlihat sosok Andre yang sudah duduk di bangku penumpang. Hana pun menyerahkan Bella kepada pria itu, memaksa putrinya masuk ke dalam mobil. Bella mencoba memberontak dan berusaha melepaskan diri.
"Bukannya itu Bu Bella," batin Reza dengan kening mengernyit, tadinya dia hendak pulang usai menghadiri perjamuan tersebut, kebetulan Fahri berhalangan hadir sehingga meminta Reza menggantikannya.
Setelah menilik dengan seksama, jantung Reza berdebar kencang. Tidak salah lagi, matanya masih sehat, dia benar-benar melihat Bella yang dipaksa masuk ke dalam mobil.
Dengan tangan gemetar, Reza merogoh kantong celana, mengeluarkan ponsel dan lekas menghubungi Fahri, sayang panggilan teleponnya tidak terhubung, dia pun berinisiatif mengikuti mobil mewah tersebut dari belakang.
Dalam pemikiran yang tidak menentu, Reza terus saja menghubungi Fahri sembari fokus mengekori sasarannya, entah panggilan yang ke berapa kali akhirnya Fahri menjawab.
Dengan suara terbata-bata dan nafas terengah, Reza menceritakan semua yang dia lihat tadi dan bergegas mengirim sharelok, dia berharap Fahri segera datang sebelum terlambat.
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡