bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kasmaran
" ouh iya..! kok aku perhatiin kamu kayak yg kesel banget tadi.." tanya ku.
" Iya kak, soalnya papah aku gak bisa jemput aku hari ini, katanya sih lagi ada urusan penting.." elina.
" Ouh gituh ya..yaudah mending sama aku aja yuk, aku anter kamu pulang.." ucap ku.
Sejenak wanita itu terdiam, dan melirik motor vespa ku yang kusam dan berkarat, namun ia tidak begitu memperdulikanya.
" Emmm, gimana ya, aku takut ngerepotin kakak, em gak ppah gak usah kak makasih, aku naik taxi ajah.." ucap elina dengan malu malu.
" Udah gak ppah, gak kok gak ngerepotin, udah yuk naik aku anter kamu pulang sampai rumah dengan aman..hehe.." ucap ku merayu dia agar mau aku antar pulang.
" Emm, beneran gak ppah kak..!! " Elina.
" Iya beneran, yuk naik.." aku.
" Emm yaudah deh.." ucap elina tersenyum malu.
dan akhirnya dia pun mau di antar pulang oleh ku, ia pun naik ke motor ku, dan aku dan dia pun berangkat berboncengan menuju rumahnya elina.
Aku tidak menyangka aku bisa sedekat itu dengan elina, begitu juga dengan elina, entah mengapa aku merasa bahagia dan nyaman saat berada dekat denganya, dalam perjalanan aku saling tanya jawab dengan obrolan obrolan kecil dengan dia, dan selain itu, ia juga menunjukan arah kemana jalan menuju rumahnya, sesampainya di depan rumah elina, aku menghentikan laju motorku, sejenak aku teridam melihat rumah elina yang bagiku begitu megah, lagi lagi perasaan tidak percaya diri ku muncul. Lalu elina turun dari motorku, ia tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada ku.
" Ini rumah kamu lin..?" tanya ku.
" Iya ini rumah aku kak.." elina.
" Kak makasih ya udah nganter aku pulang.." ucap elina dengan tersenyum, aku pun tersenyum.
" Iya sama sama lin..!!" aku.
Sebelum dia masuk rumah aku berpikiran untuk meminta nomor handphondya.
" Lin, aku boleh minta nomor hp kamu gak...? " Tanya ku dengan malu malu.
Dengan tersenyum tanpa ragu ia memberikan nomor hp nya kepadaku, ia pun menyebutkan nomor hp nya, aku pun meng save nomor nya di kontak hp ku.
" Makasih ya lin, yaudah kalau gitu aku pamit pulang dulu ya lin.." aku.
" Iya kak, aku juga makasih udah di anter pulang, hati hati ya di jalan.." ucap elina, dan aku pun tersenyum kepadanya, dan pergi pulang.
Sesampainya di rumah.
saat malam tiba aku duduk di depan rumah, aku mencoba mengirim pesan kepada elina, namun aku bingung mau chat apa sama dia, dan aku pun menanyakan sedang apa kepadnya.
Sementara elina, saat itu ia sedang berada dalam kamarnya sambil rebahan main laptop, tak lama kemudian hp nya berdering menerima pesan dari ku, ia tersenyum melihat notifikasi dari ku, ia pun membuka hp nya dan membalas pesan ku, ia tersenyum senyum sendiri membalas pesan ku, ia merasa sedang kasmaran, merasa sedang jatuh cinta, begitu juga dengan ku, aku dan dia pun saling tanya dan membalas pesan, aku dan dia tersenyum senyum sendiri merasa kasmaran, dan aku yakin elina menyukai ku, seperti aku menyukainya.
Hari hari ku menjadi lebih berwarna saat aku mengenal elina, aku pun menjadi semangat bersekolah karena ada se orang wanita yang aku sukai.
Saat hari libur sekolah, saat itu aku sedang memancing ikan di danau bersama dony, danau itu berada tidak jauh dari kampung ku, aku duduk berdua denganya menunggu pancingan di sambar ikan, dony terdiam fokus menatap pancinganya, dan sementara saat itu aku terdiam tersenyum senyum sendiri membayangkan raut wajah cantik elina.
Lalu dony melihat ku yg sedang bengong tersenyum senyum sendiri.
" Loe kenapa cengar cengir sendiri..?" tanya dony dengan heran.
" Gak ppah..!!!" aku dengan tersenyum.
" Ngeri gue liat nya, cepet sembuh loe ya.." dony.
" Lah ngapa, emang gue sakit.." aku.
" Haduh anak muda jatuh cinta, jangan kelewatan loe, entar jadi tolol.." dony.
" Kok tolol..? " Aku dengan heran.
" Ya bagi gue orang tolol itu orang yang lagi jatuh cinta.." dony sambil fokus menatap pancinganya.
" Berarti maksud loe gue tolol gituh.?" Aku dengan agak kesal.
" Pikir ajah sendiri...! Entar juga loe ngerasa tolol sendiri..! " ucap dony.
" Ya kalau menurut gue sih tergantung orangnya.." aku.
" Serah loe dah.." dony.
Tak lama kemudian pancingan dony bergerak, dengan cepat ia menarik pancinganya itu dengan senang.
" Huh mantappp, emak nya ini gue rasa.!!!." ucap dony dengan girang menarik pancinganya itu.
Sesampainya di permukaan, ternyata yang dony dapatkan bukan ikan, tapi sebuah teko besi kecil.
" Apaan nih sat..? " Ucap dony dengan heran menatap dan mengambil apa hasil pancinganya itu, dan aku pun merasa heran dan melihat apa yang dony dapatkan itu.
" Wah teko ajaib tuh don, coba dah loe gosok entar keluar jin don...! " Ucap ku mencandainya.
" Jin yg suka ngibulin permintaan itu..?! " Dony.
" Ngabulin..ngibulin lagi...! " Aku.
" Iya maksud gue itu, coba gue gosok ya.." dony.
" Bentar bentar, kita pikirin dulu don apa ke inginan kita..." Aku.
" Iya juga ya, yaudah bentar gue mikir dulu pengen apa..!" Dony.
Aku dan dony pun memikirkan apa yg kita inginkan.
" Gue pengen jadi ketua kpk...gue pengen berantas korupsi di negara ini..! Gue udah muak sama para koruptor di negara kita ini, gue pengen basmi para koruptor ke akar akarnya..." Dony.
" Hah percuma gak bakal bisa, apalagi ke akar akarnya, yang jadi pagar aja banyak yang makan tanaman, udah lah gak cocok loe jadi ketua kpk, jadi hansip aja loe mh.." aku mencandainya.
" Jadi hansip lagi loe mh, yang kerenan dikit ngapa, kalau loe pengen apaan..? " Tanya dony.
" Gue pengen elina jadi milik gue, jadi pacar gue...gimana menurut loe cocok gak gue sama dia don...!!? " Aku dengan tersenyum.
" Haduh bucin, serah loe dah..!, yaudah nih gue gosok ya sekarang..!" Dony, lalu ia menggosok teko itu.
Saat dony menggosok teko itu tidak terjadi apa apa, lalu ia mencobanya lagi, namun tetap tidak terjadi apa apa, dony merasa heran, lalu ia mencoba cara lain, ia mengetuk teko itu dan mengucapkan salam, namun tidak ada jawaban dan tidak terjadi apa apa, lalu ia mengintip lubang teko itu, namun gelap tidak terlihat apa apa, lalu dengan kesal ia mentotok totok kan teko itu ke tanah dan berharap jin nya keluar, namun tetap saja tidak terjadi apa apa, dan tiba tiba aja berdiri, dan dengan kesal dia dengan kencang melempar kembali teko itu ke danau, dan sementara aku tertawa melihatnya.
Waktu terus berjalan, dan ke esokan harinya, selepas pulang sekolah, saat itu baru saja aku mau naik ke motor untuk pergi pulang, tiba tiba tiba dony datang menghampiri ku.
" Sat gue nebeng sat.." dony
" Lah tumben...? Motor loe kemana emang..? " Tanya ku.
" Motor gue rusak, lagi di bengkel.." aku.
" Yaudah ayo naik.." aku. Dan dony pun naik ke motor ku.
Aku pulang bersamanya, namun belum juga jauh dari sekolahan, aku melihat teman teman ku sedang berkumpul, entah sedang apa, aku dan dony pun penasaran.
" Lagi pada ngapain mereka don.?." aku dengan panasaran.
" Gak tau, samperin yuk ah, penasaran gue.." dony.
" Yuk.." aku. Dan aku dan dony pun menghampiri mereka yg sedang ramai berkumpul, aku membawa motor mendekati mereka, lalu aku dan dony turun dari motor dan menghampiri mereka, aku penasaran apa yg sedang mereka lakukan.