NovelToon NovelToon
RAHIM UNTUK ISTRINYA

RAHIM UNTUK ISTRINYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Pengganti / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Wiw1tt

Aku hanya diminta untuk mengandung anaknya.
Tidak untuk dicintai, tidak untuk dipertahankan.
Setelah melahirkan, aku harus pergi… membawa hati yang hancur, dan meninggalkan bayi yang kukandung dengan air mata.

Namaku Naira.
Aku bukan siapa-siapa — hanya wanita yang dijodohkan demi rahimku, agar keluarga besar Arga punya pewaris.
Pernikahan ini semu, cinta ini tidak pernah diminta.
Tapi di setiap detik aku merasakan kehidupan tumbuh di dalam perutku, aku juga mulai merasakan sesuatu yang tak seharusnya: aku jatuh cinta pada suamiku sendiri.

Namun di rumah itu, ada satu nama yang tak pernah bisa kulewati — Raisa, istri pertamanya.
Wanita sempurna yang tak bisa mengandung, tapi memiliki seluruh hatinya.

Aku hanyalah bayangan, tapi bagaimana jika bayangan ini mulai memiliki cahaya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiw1tt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SETELAH KEHILANGAN

Pagi itu langit tampak mendung. Udara terasa dingin, terlalu dingin untuk sebuah perpisahan yang bahkan belum benar-benar siap diterima.

Gereja sudah dipenuhi bunga duka. Aroma lilin bercampur samar dengan wangi bunga putih yang berjajar di sisi ruangan.

Di depan altar, peti kayu berwarna cokelat tua terletak diam dan Terlalu tenang. Di atasnya, sebuah salib berdiri, Dan di kursi paling depan terlihat Raisa duduk membeku.

Gaun hitam sederhana membalut tubuhnya. Wajahnya pucat, matanya bengkak dan sembab karena menangis semalaman.

Tatapannya kosong. Kosong sekali. Sejak tadi ia hanya menatap peti ayahnya tanpa benar-benar berkedip. Seolah masih berharap Ayahnya akan bangun dan berkata semuanya cuma mimpi buruk.

Tapi tidak.

Nyatanya, orang yang selama ini selalu berdiri di belakangnya Sudah benar-benar pergi. Arga duduk tak jauh darinya.

Diam.

Tetap dengan wajah datarnya seperti biasa.

Namun sejak tadi matanya selalu tertuju pada Raisa. Perempuan itu bahkan belum makan.

Belum benar-benar bicara. Dan hampir tidak bergerak.

Pendeta sedang menyampaikan doa penghiburan di depan, suara lembutnya menggema memenuhi ruangan. Namun Raisa seperti tak benar-benar mendengar. Pikirannya terlalu penuh, dadanya Terlalu sesak.

Ucapan orang-orang di sekitar terdengar samar.

Ucapan belasungkawa dan Pelukan.

Tatapan iba, Semua terasa jauh. Karena satu kenyataan terus menghantam kepalanya, Ia sekarang sendiri. Ibunya bahkan tidak datang karena Masih di luar negeri.

Dan entah sibuk dengan apa. Dulu saat rumah tangga mereka mulai retak, Saat ibunya berselingkuh, Ayahnya hanya diam.

Bukan karena tidak peduli. Tapi karena terlalu lelah memperbaiki seseorang yang tidak mau berubah. Raisa masih ingat jelas bagaimana ayahnya hanya tersenyum kecil waktu itu.

"Sudahlah, Raisa. Jangan terlalu membenci Mama kamu..."

Padahal justru disitu ayahnya yang paling tersakiti. Dan sekarang Orang itu sudah tidak ada.

Tangannya perlahan mengepal di atas paha. Air matanya jatuh lagi.

Pelan dan Diam.

Sampai akhirnya suara pendeta mempersilakan keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir. Tubuh Raisa langsung menegang.

Tidak.

Ia belum siap.

Benar-benar belum siap.Tapi kakinya tetap melangkah. Gemetar dan Pelan. Saat berdiri di depan peti, napasnya mulai tidak teratur.

Tangannya menyentuh ujung kayu peti itu perlahan.

"Ayah..." suaranya pecah seketika. Bibirnya langsung bergetar.

"Ayah bangun..." Tangisnya mulai jatuh kembali tanpa bisa ditahan.

"Jangan tinggalin Raisa sendirian..." Ruangan mendadak terasa lebih sunyi. Beberapa orang mulai menunduk. Ada yang ikut menangis pelan.

Karena rasa kehilangan itu terlalu nyata.

"Ayah katanya mau lihat Raisa bahagia..." suaranya makin kecil, makin pecah.

"Katanya ayah nggak bakal pergi..." Tangannya mencengkeram sisi peti. Tubuhnya mulai goyah, sebelum benar-benar jatuh Satu tangan menahan pundaknya.

Arga.

Ia Tak banyak bicara. Namun tetap berdiri di sana. Menopang tubuh Raisa tanpa berkata apa pun.

Raisa langsung menoleh. Tangisannya pecah semakin keras.

"Ayah pergi, Arga..." suaranya bergetar hebat.

"Aku sendiri sekarang..."

Arga diam beberapa detik. BENAR-BENAR seperti ada yang tercekat di lehernya, ia mati-matian menahan air matanya agar tidak keluar.

Lalu untuk pertama kalinya sejak semua ini terjadi Ia bicara sedikit lebih pelan.

"Kamu nggak sendiri sayang, yang kuat ya" Ucap Arga mengelus pundak raisa dan mencium kepalanya lama.

Bukannya berhenti tangisan raisa justru semakin menjadi saat Arga memeluk dirinya. Karena sejak tadi Hanya Arga yang tetap ada di sampingnya. Dan apapun yang terjadi raisa tidak mau kehilangan satu-satunya orang yang sekarang ada di sampingnya.

Apapun yang terjadi.

🌻🌻🌻

Pemakaman berlangsung siang hari. Langit mendung seolah ikut berkabung. Tanah merah perlahan menutupi liang. Suara tangisan samar terdengar dari beberapa kerabat.

Namun Raisa sekarang Hanya berdiri diam. Tatapannya tak lepas dari makam ayahnya.

Kosong.

Sangat kosong.

Seolah sebagian dirinya ikut dikubur di sana. Saat semua orang mulai pergi Raisa masih belum bergerak. Ia Berdiri sendiri di depan pusara.

Sepi.

Angin berhembus pelan.

"Ayo pulang."

Suara Arga terdengar di belakangnya. Raisa tidak bergerak.

"Aku... nggak punya rumah lagi" bisiknya lirih. Kalimat itu membuat Arga terdiam beberapa detik.

Karena ia tahu Yang Raisa kehilangan bukan cuma ayahnya. Tapi juga tempat paling aman untuk pulang.

Arga berjalan mendekat. Lalu tanpa banyak bicara, ia melepas jas hitamnya dan menyampirkannya ke pundak Raisa.

"Udah sore." Lanjut Arga lagi,apalagi sekarang langit terlihat sangat mendukung

Raisa menunduk.

"Aku belum siap pulang..."

"Kamu tetap harus istirahat."

Sunyi beberapa detik. Sampai akhirnya Raisa berbisik pelan.

"Aku capek, Arga..." Dan entah kenapa, suara itu terdengar jauh lebih rapuh dari biasanya. Arga menghela napas pendek.

"Ayo berdiri." Ia mengambil tas Raisa lebih dulu.

"Lemah boleh. Tapi jangan sendirian."

Raisa membeku. Menatap punggung Arga beberapa detik. Sebelum akhirnya Dengan langkah pelan dan tubuh yang terasa kosong Ia mengikuti Arga menuju mobil.

Karena untuk hari ini saja Ia benar-benar tidak sanggup sendiri.

🌻🌻🌻

Mobil akhirnya berhenti di halaman rumah. Langit sudah mulai gelap. Gerimis kecil masih turun pelan, meninggalkan udara dingin yang terasa menusuk.

Raisa masih saja bergulat dengan pikirannya sendiri. Tangan Arga langsung memegang kepala raisa pelan.

"Mau turun sekarang?" Tanya Arga, Raisa tersentak agak kaget.

"Iya" Jawab Raisa singkat, Arga turun dan memutari depan mobil untuk membuka kan pintu Raisa.

Raisa turun dengan langkah yang pelan dan Lemas. Tatapannya kosong sejak tadi. Arga juga langsung mengambil tas Raisa disana dan menggandeng lengan Raisa untuk masuk ke dalam.

Begitu pintu rumah terbuka Lampu ruang tengah sudah menyala. Dan di sana Naira terlihat sedang duduk di sofa.

Sejak tadi Naira menunggu. Wajahnya terlihat sedikit pucat, satu tangannya tanpa sadar mengusap perutnya pelan. Namun saat melihat Arga dan Raisa masuk, ia langsung berdiri.

Tatapannya langsung tertuju pada Raisa. Raut wajah gadis itu seketika berubah iba.

"Mba Raisa..." Suaranya pelan. Dengan hati-hati ia melangkah ke arah Raisa dan Arga.

"Mba... Aku turut berduka cita atas meninggalnya... "

Raisa mengangkat tangannya ke atas, Mengisyaratkan Naira untuk diam.

"Iya" Jawabannya pendek. Dingin. Bahkan nyaris tidak benar-benar menjawab. Naira sedikit terdiam. Namun tetap mencoba tersenyum kecil.

"Kalau Mba butuh teman cerita, aku_"

"Aku capek Sayang, Tolong antar aku ke kamar" Potong Raisa pelan. Tidak kasar. Tapi cukup membuat suasana mendadak canggung.

Arga hanya menarik nafas pendek dan mengangguk.

"Ayo" Jawab Arga.

Setelah itu, Tanpa Melihat ke arah Naira sedikitpun Mereka langsung berjalan ke arah lift. Langkahnya pelan. Seolah seluruh tenaganya habis.

Arga Sempat Melihat ke arah Naira dan mengisyaratkan Naira untuk naik juga ke kamarnya. Naira hanya membalas tersenyum dan mengangguk.

Mungkin Raisa sedang sangat sedih jadi ia tidak mau diganggu dulu. Itu yang ada dipikiran Naira Untuk... menenangkan dirinya sendiri.

Matanya mengikuti punggung Raisa yang perlahan menghilang di lantai atas.

🌻🌻🌻

JANGAN LUPA DI LIKE YAA!

MENURUT KALIAN KENAPA SIKAP RAISA SEPERTI ITU TERHADAP NAIRA? PADAHAL NAIRA SEDANG MENGANDUNG ANAK UNTUKNYA DAN ARGA?

1
Atifah Diani
lanjuttttt
Dewi Andika
kyknya author ny kehabisan ide🤭
Wiw1tt: LANJUTTTT
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
kapan lanjut nya thot
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!!
total 1 replies
anis abdullah
Reno bener gk sih
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
blm up ka
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
Lanjut ka
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Dewi Andika
atau jgn2 raisa thor.. oh my god..
Wiw1tt: Mungkin aja si, kan raisa emang udah ngga suka sama Naira tuh 🤔
total 1 replies
anis abdullah
Kq aq curiga Raisa ya dalang dibalik semua ini
Wiw1tt: Tapi bisa jadi yang lain nihhh
total 1 replies
Atifah Diani
lanjut
Dewi Andika
duh.. curiga deh kalau reno tu sebenarnya ada hati ma naira🤭
Dewi Andika
syukaa👍
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa 👎
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Bikin Naira kuat lah kak othor, lawan itu Raisa.
anis abdullah
Udah jatuh cinta tp egonya lbh tinggi
Wiw1tt: YUK LANJUT GUYSS!! 😍
total 1 replies
Dewi Andika
udah gk sabar liat kelanjutannya smpe naira melahirkan..
Wiw1tt: YUK LANJUT!! 😍
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa ambisius, Arga bodoh. Pasangan cocok, memuakkan
Wiw1tt: UDAH UP LAGI NIHH, YUK LANJUT LAGI🤭
total 1 replies
Nada Afifah
jadi naira sakit, begitu juga jadi raisa dan arga, lanjut dong thor, sampai bawa mimpi, jujur aku suka gaya penyampaiannya , semangat 😍😍
Wiw1tt: UDAH UP NIHH, YUK LANJUT LAGII💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!