NovelToon NovelToon
CINTAI AKU GUS

CINTAI AKU GUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Tamat
Popularitas:533.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfi Syafa'ati

Kalau kau tidak mencintaiku kenapa kau menikahi ku gus ?
Kenapa kau tak merelakan aku bersama teman mu yang mencintaiku ?
Kau mengikat ku dalam hubungan yang menyakitkan !

Anisa Az-Zahra seorang gadis biasa yang terpana dengan bahu seorang laki-laki saat hari terakhir OSPEK, dia memendam rasa pada laki-laki tersebut yang kemudian ia mengetahui namanya yaitu Muhammad Ali Haidar yang merupakan seorang gus besar.

Sampai akhirnya Zahra menikah dengan Ali, tapi kehidupan setelah menikah tak seindah yang Zahra bayangkan karena dalam hati Ali terdapat nama wanita lain yaitu Selly bahkan nama Zahra pun tak tertera dalam hati Ali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfi Syafa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 PULANG

Beberapa hari berlalu aku sering diberi kabar tentang keadaan mas Ali oleh Umi. Aku bersyukur setidaknya kehadiranku dibutuhkan oleh Mas Ali.

"Aduh ini kamar berantakan, cucian banyak, belum nyetrika gimana nih aku nggak punya waktu untuk ngerjain itu semua" kata Mas Ali

"Ada apa Al kamu terlihat gelisah gitu" tanya Umi

"Iya Mi, itu semuanya berantakan, pekerjaan rumah juga pesantren keteteran semua," kata Mas Ali

"Kamu harus belajar terbiasa dengan semua ini, kamu bisa bayangin betapa capeknya Zahra setiap harinya ngurusin rumah, pesantren, pengajian rutinan, nanti masih ada acara PKK, tapi hebatnya dia nggak pernah ngeluh, dia bisa ngelakuin itu semua" jelas Umi

"Iya Umi Al sadar kok, memang Zahra hebat Ali mencoba mengurus apa yang dilakukan Zahra setiap hari nggak ada yang beres Mi" kata Mas Ali

...

Beberapa hari berlalu informasi tentang Mas Ali sering Umi berikan padaku, sampai pada suatu saat sudah tiga hari Umi tidak memberi ku kabar tentang Mas Ali.

"Sudah tiga hari Umi kok nggak ngasih kabar tentang Mas Ali ya" batinku

Beberapa saat kemudian handphone ku berdering, disitu tertera nama Mas Ali, kenapa Mas Ali menghubungi ku ?.

"Hallo assalamu'allaikum Ra" suara Mas Ali

"Waalaikumsallam Mas, ada apa kok tumben-tumbennya Mas menghubungi aku" tanyaku

"Ra Umi sakit, dia manggil-manggil nama kamu terus, kamu mau pulang dulu nggak ?" tanyanya

"Iya Mas hari ini juga Ra akan pulang" kataku

"Baik, kamu jangan pulang sendiri, biar nanti aku yang jemput kamu" kata Mas Ali

"Iya Mas" ucapku

"Ya udah tunggu aku, assalamu'allaikum" katanya

"Waalaikumsallam" dan obrolan kita pun berakhir

Aku berjalan menghampiri Ayah dan Bunda untuk mengatakan kabar Umi yang baru saja Mas Ali beri tahu.

"Ayah Bunda, Ra hari ini mau pulang kerumah Mas Ali" kataku

"Syukurlah kalau Ali sudah mencintai mu" kata Bunda dengan gembira

"Bukan begitu Bunda, Ra nggak tau kalau Mas Ali sudah cinta atau belum sama Ra, tapi Ra mau pulang kerumah Mas Ali karena Umi lagi sakit, dia nyariin Ra terus Yah .. Bun.. " kataku menjelaskan apa yang terjadi

"Terus kamu kesana sendiri atau Ayah Bunda temenin" tanya Ayah

"Nanti Mas Ali yang jemput Ra kok Yah" jawab ku

"Syukurlah" kata Ayah.

Setelah perbincangan itu selesai aku membereskan barang-barang ku dan bersiap-siap, agar nanti setelah Mas Ali sampai tidak menunggu ku lama bersiap-siap.

Beberapa jam kemudian Mas Ali datang, aku memandangnya dari jendela ruang tamu, sedari keluar dari mobil dan berjalan menuju kedalam rumah, hatiku senang seperti rasa rindu ini terobati.

"Assalamu'allaikum" ucapnya

"Waalaikumsallam" jawabku

"Apa kabar" tanyanya canggung

"Alhamdulillah baik, kamu sendiri" tanyaku sedikit canggung

"Aku juga baik, boleh aku masuk" kata Mas Ali

"Eh iya maaf, silahkan masuk mas, biar aku panggilin Bunda sama Ayah" kata ku

Mas Ali masuk dan duduk di sofa ruang tamu, sedang aku memanggilkan Ayah dan Bunda.

"Assalamu'allaikum Ali" sapa Ayah

"Waalaikumsallam Yah" katanya sebari beranjak dari sofa dan menyalami Ayah dan Bunda

"Mau njemput Zahra ya? " tanya Bunda

"Iya Bun, Umi sakit dan manggil-manggil nama Zahra terus, jadi Ali minta Zahra untuk pulang dulu" kata Mas Ali

"Owalah iya, salam buat Umi mu ya dari kita, semoga cepat sembuh" kata Bunda

"Iya Bun, Ayah.. Bunda.. maafkan Ali tidak menjalankan amanat Ayah dan Bunda dengan baik untuk menjaga Zahra, jujur Ali menyesal dan merasa sangat bodoh melakukan semua hal itu pada Zahra, tolong berikan kesempatan untuk Ali perbaiki semuanya" kata Mas Ali pada Ayah dan Bunda, dari kejauhan aku memperhatikannya tak terasa air mata ini menetes, kali ini bukan air mata duka melainkan air mata bahagia melihat Mas Ali menyatakan kesalahannya dengan tulus bukan sebuah sandiwara lagi

"Iya nak kami paham betul, kami memakluminya kamu sudah kami maafkan, dan ini merupakan kesempatan kedua mu, jangan sampai kau sia-siakan nanti kamu yang akan merasa menyesal sendiri" kata Ayah dengan lembut

"Iya Yah Bund, Ali tidak akan menyia-nyiakan semua kesempatan yang datang ini, terimakasih untuk semuanya Ayah Bunda" ucap Mas Ali

Setelah ku rasa situasinya pas aku keluar dan menyuguhkan minuman untuk Mas Ali

"Ngomongin apa sih kok serius banget, ini Mas minumnya" kata ku

"Iya terimakasih" katanya

Setelah beberapa saat kita mengobrol kesana-kemari, membahas sesuatu hal yang bisa diobrolkan, akhirnya aku dan Mas Ali memutuskan untuk berangkat menuju rumah Mas Ali.

"Bunda Ayah Ra berangkat dulu ya" kataku

"Iya sayang hati-hati dijalan ya, jaga dirimu baik-baik" kata Bunda

"Iya Bun, Ayah Ra pamit dulu ya" ucapku pada Ayah

"Iya sayang hati-hati" kata Ayah

Begitu pun Mas Ali berpamitan pada Ayah dan Bunda kemudian menyalaminya. Setelah kami berpamitan aku dan Mas Ali masuk kedalam mobil dan melaju menuju rumah Mas Ali.

Di dalam mobil aku dan Mas Ali merasa sangat canggung, kita berdua sama-sama saling menutup mulut, sampai pada akhirnya Mas Ali membuka pembicaraan terlebih dahulu.

"Apa kesibukan kamu di rumah Bunda" tanya Mas Ali

"Nggak sih biasa aja mas, nggak ada kesibukan yang aku jalani seperti saat aku di rumah Mas" kataku

"Kamu hebat ya, bisa ngurus urusan pesantren yang super padet itu, tapi masih bisa ngurusin rumah, juga ngurusin aku juga" kata Mas Ali

"Agak berlebihan deh mas, itu kan sudah kewajiban ku sebagai seorang istri mas, jadi aku happy njalanin itu" jawabku

"Aku nggak habis mikir kalau kamu masih lama tinggal di rumah Ayah dan Bunda semuanya bakalan kacau" ucap Mas Ali

Sejenak kita terdiam dan saling memperhatikan arus kendaraan diluar mobil.

"Sudah berapa lama ya Ra kita menikah" tanya Mas Ali

"Mmm kita menikah sudah hampir 10 bulan Mas" jawab ku

"Huh lumayan lama ya, tapi maafkan aku ya ra belum pernah memberimu kebahagiaan, aku janji untuk kedepannya akan ku berikan semua kebahagiaan yang ada untuk mu" kata Mas Ali

"Terima kasih Mas atas niat baikmu itu" jawabku

Beberapa lama kemudian kita sampai di rumah, aku turun dari mobil langsung berjalan menuju kamar Umi.

"Assalamu'allaikum Umi," kataku sambil memeluk Umi yang sedang berbaring di ranjangnya

"Waalaikumsallam sayang, Umi kangen banget sama kamu, padahal baru seminggu kamu pergi tapi udah kangen banget Umi" ucap Umi

"Iya Umi Ra juga kangen banget sama Umi" kataku

Tak terasa drama anatara mantu dan mertua ini ditonton oleh dua orang laki-laki yang berdiri di belakang ku, yaitu Abah dan Mas Ali.

"Aduh Bah kalau mereka berdua sudah bertemu, kita berdua sudah terlupakan Bah" kata mas Ali meledek aku dan Umi

"Iya Al, sekarang kita tersisihkan" kata Abah yang membuat kita yang berada dalam satu ruangan itu tertawa lepas.

..

Hari berikutnya aku menjalankan rutinitasku yang sempat terhenti saat aku dirumah Ayah dan Bunda, setiap hari aku merawat Umi, mengurus pesantren, juga mengurus rumah.

Bohong kalau aku mengatakan tidak capek, tapi rasa capek itu semua rasanya hilang saat mendapat kebahagiaan ini.

1
Liana Khaerunnisa
ceritanya seru
Galuh Setya
si zahra emang salah. nemuin bukan mahrom to gak pamit suami padahal paham agama. jelas dimanfaatin pelakor.
Agazzy Jun
Kecewa
Weni Reswara
up 94 donk ka
x'
merasa paling tersakiti? jika memang seperti itu, seharusnya anda tidak memulai semua ini. anda seorang lelaki dan juga seorang suami, membuat hati istri terluka sampai dia meneteskan air mata sama halnya kau membuat ibumu terluka.
x'
lambemu
x'
HUWAAA KAGETT😭😭
Queen M
gmna zahra gk nangis q aj yg bca nangis jangan kan zahra nya
entah q ny yg bapran ato novel ny yg bnyk bwang
Syaqia Dyah Nastiti
baru sadar
Dewi Dewisya
nyesek banget
Kiky Kurnia Arma
kisah abah-umi terulang lagi sama ali-zahra
Kiky Kurnia Arma
sedih yah jadi zahra
Kiky Kurnia Arma
sabar zahra
Kiky Kurnia Arma
visualnya oke..ini kek adat melayu yah thor?
Kiky Kurnia Arma
gak ngerti aku bhs jawa thor, roaming akunya...
Kiky Kurnia Arma
aliya bocor..
Kiky Kurnia Arma
coba mampir semoga critanya menarik smpe akhir
Syifa Dealovha
lanjut thor
Syifa Dealovha
lanjut kak
Ashalina Nadhifah Shafana
lanjut ka😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!