Ini adalah lanjutan dari Kultivasi Raja Bayangan, jadi baca dulu jilid pertama dan kedua sebelum ke novel ini...
Liu Yuwen adalah seorang kultivator jenius yang pernah lahir di dunia, ia mencapai puncak beladiri sampai dijuluki sebagai kultivator tiada tanding karena hampir tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Di puncak kekuatannya, Liu Yuwen tidak menyangka ia justru akan tewas oleh sebuah racun yang diberikan adiknya.
Racun itu membuat Liu Yuwen terbunuh, dalam kematianmya rasa marah dan dendam menguasai hatinya karena pengkhianat sang adik, Liu Yuwen berjanji akan membalas kejahatan adiknya jika diberi kesempatan.
Nyatanya kesempatan itu terwujud saat Liu Yuwen terbangun di tubuh seorang anak kecil berusia sepuluh tahun.
Liu Yuwen yang mengerti dirinya hidup kembali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berencana membalaskan dendamnya pada sang adik, meski kekuatan kembali kesemula namun selama dirinya terus berlatih, Liu Yuwen yakin bisa mencapai puncak kekuatannya sepert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secrednaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 24 — Menepati Janji (Arc. 9 — End)
Liu Yuwen menyaksikan Niu Sashuang sedang bertarung dengan Ma Bianfu, ia tidak berencana membantunya melainkan memusatkan perhatiannya ke arah pasukan aliran hitam.
Dengan mengendalikan kelelawar dari Ma Bianfu, situasi pertempuran dengan cepat berbalik arah. Jika sebelumnya pasukan aliran hitam merasa di atas angin kini mereka mulai terdesak.
Liu Yuwen juga tak berdiam diri, ia ikut menghabisi pasukan sekte aliran hitam itu dengan pedangnya.
Kecepatan Liu Yuwen dalam membunuh cukup mengejutkan, tidak hanya bagi pihak lawan tetapi juga pihak kawan.
Liu Yuwen mampu menghabisi kultivator Alam Kaisar dalam beberapa pertukaran jurus saja sementara Kultivator Alam Nirvana tidak kurang dari tiga detik.
Anggota Sekte Bulan Biru awalnya ketakutan melihat aksi dan kekuatan pemuda itu tetapi setelah menyaksikan dirinya hanya membunuh kultivator aliran hitam saja, anggota Sekte Bulan Biru bisa sedikit bernafas lega.
Tentu yang mengejutkan dari situasi pertempuran ini adalah bagaimana kelelawar-kelelawar yang sebelumnya menyerang anggota sekte mereka kini beralih membantu dan melawan pasukan aliran hitam.
Dengan dibantu oleh Liu Yuwen dan rombongan kelelawar itu, tidak membutuhkan waktu lama untuk pasukan Sekte Bulan Biru mendominasi pertempuran.
"Minggir tua bangka! Aku sudah tidak berminat lagi menghadapimu?!" Ma Bianfu terlihat panik saat menyaksikan jumlah pasukan sekte aliran hitam telah berkurang signifikan akibat campur tangan Liu Yuwen.
Ma Bianfu mencoba melarikan diri namun Niu Sashuang terus menempel dan menyibukkannya.
Niu Sashuang tersenyum mengejek. "Kenapa aku harus menurutimu jika suatu hari nanti kau berpotensi membahayakan sekteku?"
Ma Bianfu mengumpat sambil berusaha melepaskan diri dari Niu Sashuang, masalahnya serangan jarak dekat bukan keahlian Ma Bianfu sehingga pertukaran serangan antar keduanya hampir dikatakan berimbang.
Jika saja Niu Sashuang tidak dalam kondisi terluka sebelumnya, mungkin sudah lama Ma Bianfu kalah dari pria berbadan gempal tersebut.
"Sial!"
Kepanikan Ma Bianfu semakin terlihat saat menyaksikan Liu Yuwen bergerak ke arahnya. Melawan Niu Sashuang saja sudah membuatnya kesulitan apalagi menghadapi mereka berdua.
Benar saja, ketika Liu Yuwen bergabung dalam pertarungan, tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya mendesak dan melukai Ma Bianfu.
Dalam belasan jurus saja, Ma Bianfu tersudut dan mengalami luka dalam yang cukup parah.
"Aku tidak akan mati disini! Aku tidak akan rela!"
Sambil memegang dadanya, tiba-tiba Ma Bianfu berbalik dan mencoba kabur.
Niu Sashuang ingin mengejarnya namun Liu Yuwen segera mencegah dengan menahan pundaknya. Niu Sashuang mempertanyakan sikap pemuda itu karena bagi dirinya, Ma Bianfu adalah ancaman ia dan sektenya.
"Biar aku yang mengakhirinya..." Liu Yuwen tidak memberikan penjelasan panjang melainkan ia langsung bersiul dengan kencang.
Kelelawar-kelelawar yang memenuhi langit mendadak semuanya bergerak ke arah Ma Bianfu dan mulai mengerumuninya.
Ma Bianfu terkejut, ia berusaha melarikan diri tetapi tidak berhasil karena jumlah kelelawar itu yang terlalu banyak. Ma Bianfu sempat mencoba bersiul lagi tetapi gagal, kelelawar-kelelawar itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Liu Yuwen.
Ma Bianfu berteriak kesakitan saat sejumlah kelelawar menggigit dan menghisap darahnya, Ma Bianfu menggunakan seluruh qi yang tersisa untuk melindungi dirinya, sayangnya itu tidak bertahan lama sebelum gerombolan kelelawar itu menembus pertahanannya.
Detik berikutnya suara teriakan serta jeritan rasa sakit memenuhi udara, Niu Sashuang menelan ludah ketika menyaksikan tubuh Ma Bianfu diselimuti oleh kelelawar-kelelawar tersebut.
Beberapa menit kemudian gerombolan kelelawar itu membubarkan diri, tidak ada lagi Ma Bianfu disana kecuali hanya tinggal tulang belulang saja.
Sampai akhir hayatnya, Ma Bianfu tidak akan menduga ia akan kehilangan nyawa di tangan kelelawar peliharaannya sendiri. Balas dendam yang ia tunggu-tunggu selama puluhan tahun justru adalah waktu dimana ia kehilangan nyawanya.
Liu Yuwen kemudian bersiul lagi, membuat gerombolan kelelawar itu pergi ke salah satu arah sebelum menghilang dikejauhan.
Liu Yuwen memerintahkan mereka kembali ke tempat asalnya, mengingat ia tidak membutuhkannya lagi dalam pertempuran ini.
"Terimakasih telah membantu sekteku..." Niu Sashuang membungkukkan badan dan memberikan hormat pada Liu Yuwen, bisa dikatakan Sekte Bulan Biru masih hidup sekarang dikarenakan keberadaan pemuda itu.
Setelah kematian Ma Bianfu, bisa dibilang situasi pertempuran sudah dimenangkan Sekte Bulan Biru.
Pertempuran sebenarnya belum berakhir, masih ada pasukan aliran hitam yang tersisa namun melihat dari jumlahnya yang tinggal seberapa, tanpa bantuan Niu Sashuang atau gerombolan kelelawar sekalipun mereka akan berakhir dengan sendirinya.
"Tidak perlu berterimakasih, kau juga memberi imbalan padaku. Kuharap setelah kejadian ini kau bisa menepati janji yang sudah kita sepakati." Wajah Liu Yuwen terlihat datar.
"Tentu, tapi sebelum mengulurkan bantuan dalam perang nanti, beri waktu kami agar memulihkan diri terlebih dahulu."
Liu Yuwen mengangguk sambil menyaksikan anggota Sekte Bulan Biru menghabisi nyawa kultivator aliran hitam yang terakhir.
Meski memenangkan pertempuran ini korban di pihak Sekte Bulan Biru tak bisa dicegah, setidaknya dengan kedatangan Liu Yuwen jumlah korban bisa ditekan seminimal mungkin.
Niu Sashuang atau yang lain tidak menunjukkan kebahagiaan meski pertempuran sudah berakhir, sederhana saja akibat pertempuran ini kekuatan sekte mereka telah berkurang banyak.
Saat Niu Sashuang mengalihkan pandangannya pada Liu Yuwen lagi, dirinya menemukan pemuda itu sudah menghilang di sampingnya.
"Hm, perasaanku saja atau wajahnya tidak asing bagiku, apa aku pernah melihatnya disuatu tempat?" Niu Sashuang menggaruk kepalanya, sebenarnya ia ingin menanyakan hal itu pada Liu Yuwen namun tidak berani melakukannya karena khawatir dapat menyinggung pemuda tersebut.
Melihat para petinggi sekte mulai berjalan mendekatinya, Niu Sashuang sadar dirinya harus memberikan penjelasan yang memuaskan mengenai Liu Yuwen atau perjanjian yang disepakati sebelumnya akan sulit direalisasikan.
***
"Tuan..."
Aruna merasa senang saat Liu Yuwen muncul kembali disampingnya. Aruna sejak tadi melihat pertempuran Sekte Bulan Biru dari jauh dan menyaksikan semuanya sampai akhir.
Aruna tidak turun membantu karena Liu Yuwen menyuruhnya diam disini.
"Mereka telah setuju membantu perang ini, rencana kita selesai dan kita akan kembali ke yang lain." Ucap Liu Yuwen.
"Tuan, apa rencana kita berikutnya? Masih mendatangi sekte aliran putih?"
"Kita tetap manjutkan ke misi yang tertunda, mendatangi markas-markas sekte aliran hitam." Liu Yuwen mengeluarkan tiga artefak yang berhasil dikumpulkan. "Dan jika sempat, kita juga akan mengambil artefak yang tersisa..."
*Arc. 9 End ~ Kultivasi Raja Bayangan ~ Pertempuran Dua Aliran