NovelToon NovelToon
Love

Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:529.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isuthy

Tentang cinta dan rasa, tentang pengorbanan dan perjuangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isuthy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Cemburu kah ?

.

.

.

Meera memasak untuk makan malam sesuai dengan menu yang telah ditentukan oleh Vano dalam kertas memo yang Vano tempel pada pintu lemari es. Agar bisa Meera baca, jika kebetulan mereka tidak bertemu apabila Meera datang ke apartemen untuk bekerja.

" Sebanyak ini, apa dia akan kedatangan tamu ? " Gumamnya kepada diri sendiri. Sepertinya dia harus segera bergegas menyelesaikan pekerjaannya, tak ingin bertemu dengan tamu Vano yang bisa saja teman kuliahnya.

Meera lalu membuka salah satu aplikasi di ponselnya untuk melihat tutorial masak menu makanan yang Vano inginkan.

" Lama-lama aku bisa menjadi seorang cheff. Dia slalu memintaku memasak menu aneh, yang bahkan aku sendiri belum pernah mencobanya. " Gerutunya kesal.

" Setidaknya, aku bisa mendapat ilmu dari sini. " Tangannya sedari tadi aktif mengiris sayuran di atas nampan.

Asisten Rumah Tangga kini seperti melekat pada dirinya. Tak apa, setidaknya ini halal untuk membiayai hidup dan kuliah kedokterannya. Dia tidak ingin seluruh biaya ditanggung Lucas sepenuhnya. Ada kebanggaan tersendiri tatkala bisa berkuliah dengan hasil jerih payahnya sendiri, walaupun hanya sebagian kecil saja.

Menyelesaikan beberapa masakan, Meera menatanya di atas meja makan. " Beresss ... !! " Ucapnya dengan begitu riang.

Tiba-tiba bel berbunyi ...

Membukakan pintu, Meera terhenyak kala mendapati Vano bersama seorang perempuan cantik dan seksi di sampingnya.

" Hai ... " Sapa perempuan itu dengan suara seksinya. Dan Meera hanya terdiam menatap dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.

Ish ... selera Vano !! Perempuan ini yang di telfon malam itu , mungkinkah ??

" Masuk, Beb ... ! " Bisik Vano mesra pada telinga teman perempuannya, seolah sengaja ingin membuat cemburu Meera yang kini tengah berdiri kaku di hadapannya.

Mengikuti langkah Vano yang menarik tangannya, perempuan itu lalu duduk di pangkuan Vano, setelah Vano baru saja mendaratkan bokongnya di atas sofa.

Melihat itu, Meera hanya mendelik saja. Memutar bola mata jengah, tatkala menyadari sepasang insan itu malam berpamer mesra di hadapannya.

" Maksudnya apa sih ... ? " Gumam Meera sembari berjalan hendak mengambil tas miliknya yang tersimpan di atas sofa yang tak jauh dari mereka.

Bermaksud pergi meninggalkan mereka berdua setelah tadi menyelesaikan tugas memasak dan pekerjaan lainnya, langkah Meera tertahan kala Vano memanggilnya.

" Aku pulang ... " Ucap Meera lirih pada Vano, namun sepertinya tidak terdengar olehnya.

" Kamu mau kemana Ra ? " Langkah Meera refleks terhenti seketika. Membalikkan badannya kemudian dengan sedikit terpaksa.

" Mau pulang-lah Vano, mau apa di sini juga. " Jawab Meera sembari cemberut. Tidak mungkinkan, dia menjadi penonton sepasang kekasih yang sedang asik ber ' Cinta '.

" Kok pulang ? Nanti yang beresin bekas makan siapa ? " ujar Vano.

Kadang Meera berfikir maksud Vano apa sih, membawa perempuan itu ke sana, sedang Vano tahu ada Meera yang sedang membereskan apartemennya.

Apa Vano sengaja membuat Meera cemburu ? Tapi apa sebabnya coba ? Jelas Meera masih tak mengerti.

Karena fikir Meera, selama ini justru Meera yang hatinya tersakiti karena ulah Vano yang membuatnya menunggu di taman sembari hujan-hujanan bak dalam film India saja, sedangkan Vano malah asyik bersama kekasihnya.

Sampai sekarang, Meera masih belum menyadari bahwa Vano melihat Meera berciuman dengan Lucas di bianglala malam itu.

Meera mendengus kesal. Akhirnya menghempas tubuhnya kasar di sofa tepat di hadapan mereka. Terpaksa, Meera tinggal di sana dan menonton adegan romantis diantara mereka berdua, yang jujur Meera akui sedikit membuat hatinya panas, walau Meera tak tahu pasti apa sebabnya. Cemburu kah ?

Selang beberapa lama ...

Meera kesal melihat tingkah Vano dan teman perempuannya. Saling menyuapi satu sama lain, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menunggu di luar saja.

" Vano !! " Memberanikan diri, Meera menginterupsi adegan romantis mereka.

Vano mengangkat sebelah alisnya.

" Aku- tunggu di luar aja, sekalian mo ngopi di kafe bawah. " Meera beralasan dengan wajah kecutnya.

" Oh, ya udah. " Jawab Vano singkat sembari tersenyum.

Meera bergegas berjalan menuju pintu.

" Oh iya, Ra ! " Teriak Vano, membuat langkah Meera terhenti seketika.

Lalu Meera menoleh pada Vano. " Apa lagi ?!! " Jawabnya kesal.

" Jangan lupa tutup pintunya, ya !! " Ucap Vano datar, kirain apa ya ??

" Ish .. !! " Meera memutar bola matanya. " Ya !! Tenang saja !! " Sembari berlalu pergi meninggalkan mereka yang terus melanjutkan makan malam mesra mereka.

.

.

Sepulang dari apartemen Vano ...

" Meera ... " Panggil Lucas dari balik telfonnya. Beberapa hari telah berlalu, sambungan telfon menjadi pengobat rindu.

" Hmm ? " Meera yang malam itu tengah tertidur pulas cukup terganggu dengan dering telfon yang menggema nyaring memenuhi isi kamarnya, walaupun akhirnya sedikit senang kala melihat nama Lucas yang muncul di layar ponselnya. Sedikit ...

" Kau sudah tidur, hmm ? " Lucas menikmati sarapannya yang tertunda. " Ayolah, jangan tempelkan ponselmu di telingamu. Ini video call ... " Lanjut Lucas sembari terkekeh, kala hanya mendapati sebuah telinga di layar ponselnya.

Meera mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha mengusir kantuk yang menguasai diri. Menatap layar ponselnya kemudian, lalu akhirnya terpejam lagi karena kantuk yang kian menggelayut di kelopak matanya.

" Iya, apa kabar ? " Sapa Meera dengan suara serak. Sembari menyimpan ponselnya di hadapannya, yang telah dia ganjal dengan bantal agar tetap bisa berdiri walaupun tidak dia pegangi.

Lucas menatap sendu gadis yang kini tengah terpejam dalam layar ponselnya. Yang sesekali menjawab pertanyaan darinya, walaupun dalam kondisi setengah tidurnya.

Meera terlihat lebih kurus sekarang, apakah karena jauh darinya, fikir Lucas dengan begitu percaya dirinya.

" Buruk sekali di sini, Meera. Andai kau ada di sini, pasti aku akan bahagia. " Gombalnya. Lucas bahkan meringis mendengar ucapannya sendiri tadi.

" Hem, gombal ! " Meera mencebik. Sesekali matanya terbuka menatap lelaki tampan yang tengah berbicara di layar ponselnya.

" Kau terlihat kurusan ! " Komentar Lucas karena melihat pipi tirus Meera, tapi Lucas akui Meera justru terlihat lebih cantik sekarang.

" Jangan kau fikir karena aku jauh darimu, ya !! " Ucap Meera datar. Lucas tertawa mendengarnya, menyadari sesuatu hal yang sempat terbersit di fikirannya tadi.

Mata Meera telah terbuka lebar sekarang, kala mendapati seorang wanita berambut pirang tengah berjalan di belakang Lucas dengan hanya memakai pakaian seksi. Meera berasumsi, menebak itu siapa, dan habis apa mereka semalaman.

" Ehem ! "

Meera berdehem menenangkan dirinya sendiri. Pura-pura tidak tahu saja dengan apa yang sudah dilihatnya tadi. Walaupun tak dipungkiri hatinya sakit melihat hal itu. Meera akui, dia cemburu melihat hal ini.

Meera hanya bisa menghela nafas saja. Betapa dia dengan begitu bodohnya slalu mengharapkan Lucas dalam setiap keterpurukannya. Bahkan disaat sekarang, saat Vano semakin mengabaikannya.

Meera mencebik kesal, kala menyadari sang lelaki yang mengisi sebagian besar hatinya itu, slalu sibuk dengan perempuan-perempuan yang sedari dulu slalu mengelilinginya, Meera tahu itu dengan pasti.

Sedang Meera sendiri, masih belum bangkit dari kesendiriannya. Bahkan Vano yang sempat mengungkapkan perasaannya, sekarang sibuk berkencan dengan teman perempuan barunya.

Lucas tertawa mendengar ucapan Meera, tanpa menyadari Meera telah melihat keberadaan teman perempuannya di belakangnya tadi.

Hanya terdiam, mereka bersitatap cukup lama.

" Meera ... " Ucap Lucas lirih.

" Hmm ... " Jawabnya lemas. Tanpa semangat dan gairah. Apes baginya malam ini, merasakan cemburu dan kecewa oleh dua pria yang berbeda di hari yang sama.

" Apa kau merindukanku ? " Tanya Lucas. Dan Meera hanya terdiam saja. Jika bilang rindu memang apa gunanya, dia bilang cinta saja Lucas belum tentu akan kembali padanya. Walaupun Lucas pernah bilang cinta, Meera yakin itu hanya di bibir saja.

Hening sesaat ...

" Memangnya, kau akan pulang, jika aku bilang aku merindukanmu ? " Tanya Meera sarkastis yang sukses membuat Lucas terdiam.

Menunggu Lucas yang tak kunjung menjawab pertanyaan yang sebenarnya sudah Meera tahu jawabannya, akhirnya Meera terlelap tidur tanpa disadarinya. Dengan membawa kekecewaan yang begitu dalam di dalam hati ke dalam mimpinya.

Sementara Lucas, hanya menatapnya dari layar ponsel di negeri seberang sana. Dengan perasaan yang dia sendiri masih bingung itu apa.

Apakah aku benar-benar mencintaimu, Meera ... ??

💫 Flash Back On ... 💫

Setelah puas berjingkrak-jingkrak di Club malam, Lucas membawa gadis teman kencannya ke hotel terdekat. Berniat untuk bersenang-senang menghilangkan kepenatan, malah berakhir dengan kehampaan.

Lucas malah bertengkar dengan teman kencannya itu. Karena pada akhirnya, Lucas samasekali tidak ingin menyentuhnya samasekali, karena di benak dan fikirannya hanya ada Meera seorang.

Untunglah gadis yang bernama Helena itu mengerti. Dan tidak memperpanjang masalah itu.

" Maafkan aku, Helena. " Ucap Lucas tulus. Rasa bersalah muncul di hatinya, mengingat kedekatan mereka selama ini.

" Aku harap kau mengerti. " Lanjutnya kemudian.

Dan Helena hanya terdiam saja. Terpaku, membisu, diam seribu bahasa. Andai dia juga tidak terlanjur terjebak dengan perasaan sepihaknya terhadap Lucas, sebenarnya Helena pun ingin menjauh saja. Mengejar lelaki lain yang akan lebih tulus mencintainya.

💫 Flash Back Off ... 💫

Apakah aku benar-benar mencintaimu, Meera ... ??

Kenapa hanya ada dirimu yang ada di fikiranku dan di benakku ?

Aku bahkan tak berminat untuk menyentuh perempuan lain, selain dirimu ...

.

.

.

💫 Bersambung ... 💫

1
Y/N
y
bunga cinta
good
azzahra
izin tinggalin jejak thor
Santi Rizal
akhirnya Meera bersatu dengan Lucas
Santi Rizal
Ameera terlalu egois...
Santi Rizal
aku juga pusing Thor... ngebayangin nya
Santi Rizal
semoga Meera dan bayi nya baik baik saja
Santi Rizal
sweet Lucas
Santi Rizal
di ulang
Santi Rizal
aaaa banyak amat Thor
Santi Rizal
semoga Lucas dan Meera bahagia
Santi Rizal
semoga Ameera dipertemukan dengan Lucas...dan berjodoh
Santi Rizal
mirisnya nasib Ameera
RinNi
arseli dan allesa novelnya judulnya apa ya tor🙏
Julia sari Lubis
dari puluhan cerita yg aku baca inilah cerita yg paling banyak flashback nya..
Sushie Ajjah
🥺🥺🥺😭😭😭😭 kasihan meera merasa ngak ada yang sayang... nyesek bacanya
Ida Wahyuni
ngk tau kenapa...aq sudah baca novel ini sampai 5X berulang" tapi tetap tidak bosan sama sekali. novel mu bagus bgt thooor👍👍👍👍
sunguh kereeen daaah😎
Isu💟THY: Hatur Nuhun 😍😍😍
total 1 replies
Firiani Fitri
bikin sesak
Mayang
ssk bgt dd q td thor..kirain bner lucas koma...eee ternytz cm tdur.huuuh author bkin gemeees....
Hasmiati Hasmi
😢😢😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!