NovelToon NovelToon
Pesona Duda Anak Satu

Pesona Duda Anak Satu

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Cintamanis / Duda / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:131k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

Dikhianati kekasih dan juga sahabat sendiri adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang Gea Anastasya. Gadis 24 tahun itu sangat syok melihat secara langsung pengkhianatan dari dua orang yang sangat ia percayai.

Rasa kecewa Gea membuatnya mati rasa terhadap pria manapun, sampai akhirnya ia tak sengaja bertemu dengan Duda anak satu yang berhasil mematahkan janji Gea pada dirinya untuk tidak membuka hatinya kepada siapapun.

Mau tau cerita selanjutnya? Langsung klik subscribe yaaa!!! ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 24 : Aku Bukan Mamamu

Ibu Sri yang saat itu sedang sibuk di dapur, dikejutkan oleh pulangnya Gea. Ibu Sri mengira kalau ada sesuatu hal yang kurang baik menimpa putrinya.

“Gea? Kamu tidak apa-apa, 'kan? Pasti ada sesuatu yang terjadi sama kamu,” ucap Ibu Sri yang saat itu meninggalkan pekerjaannya di dapur dan menuntun Gea untuk duduk dikursi.

Ibu Sri menyentuh wajah Gea dengan lembut dan meminta Gea untuk menceritakan apa yang telah terjadi.

“Ibu kenapa menatap Gea seperti itu? Gea sama sekali tidak kenapa-kenapa, Bu. Hari ini Gea sangat bahagia karena di tempat kerja Gea yang baru bosnya super baik. Lihat! Kami yang baru bekerja saja sudah mendapatkan bonus ucapan terima kasih dari pemilik restoran,” ucap Gea memperlihatkan amplop putih kepada Sang Ibu.

“Haa? Serius? Baru hari pertama kerja sudah memberikan bonus? Pemilik restoran pasti sangat baik,” sahut Ibu Sri yang sangat senang mendengar apa yang diucapkan oleh Sang Putri.

“Gea rasa juga begitu, Bu. Gea jadi penasaran siapa pemilik restoran tempat Gea kerja!”

Gea dengan penuh semangat menceritakan hari pertama ia bekerja dan meskipun cukup melelahkan, namun Gea merasa senang karena disana ia merasa benar-benar diperlakukan dengan baik. Tidak ada yang namanya teriakan atau ucapan yang menyakitkan hati. Semuanya benar-benar berjalan lancar seperti yang ia harapkan sebelumnya.

“Sebagai orang tua Ibu benar-benar senang dan juga bersyukur karena akhirnya Gea mendapatkan tempat kerja yang bisa dikatakan cukup menjanjikan. Sekali lagi selamat ya Sayang!”

“Terima kasih, Bu. Gea ke kamar dulu ya Bu, mau ganti baju. Habis ini Gea membantu Ibu memasak,” ucap Gea.

Gea masuk ke dalam kamarnya dengan penuh kebahagiaan. Kali ini ia benar-benar bahagia dan tak sedikitpun ada kesedihan yang sebelumnya ia rasakan ketika masuk ke dalam kamar.

Gea melepaskan tas ransel yang ada di gendongannya dan menggantungnya. Kemudian gadis itu duduk di kursi untuk membuka isi dari amplop putih tersebut.

“Alhamdulillah,” ucap Gea karena uang tunai yang ia terima adalah seberapa 150 ribu.

Gea sangat bersyukur karena menurutnya bonus di hari pertama ia bekerja sangat banyak. Ia pun penasaran dengan pemilik restoran dan berharap bisa melihat langsung orang baik tersebut.

Gadis itu memasukan kembali uang tersebut ke dalam amplop dan menyimpannya tepat dibawah buku catatan miliknya. Kemudian Gea bergegas ganti baju karena harus segera membantu Sang Ibu memasak di dapur.

Masakan akhirnya siap dihidangkan dan kebetulan Ayah Budi sudah pulang dari tempatnya mengajar.

“Bagaimana hari pertama masuk kerja?” tanya Ayah Budi penasaran.

Gea tersenyum lebar yang mengartikan bahwa semuanya berjalan dengan baik tanpa hambatan sedikitpun. Baik dari antar teman maupun para pembeli yang berdatangan.

Gea juga menceritakan tugas apa saja yang ia kerjakan di restoran itu dan memutuskan bahwa tempat itu akan menjadi tempat terakhirnya bekerja. Jika pun Gea berhenti, itu artinya Gea sudah merasa cukup dan akan fokus di rumah saja.

Meski begitu, Gea masih enggan untuk membuka hatinya dan sama sekali tak tertarik untuk menjalin hubungan kepada siapapun.

Ayah Budi membelai lembut rambut Gea sekaligus mengucapkan selamat kepada Gea yang telah mendapatkan pekerjaan yang cocok untuknya.

***

Keesokan Pagi.

Pagi itu adalah hari kedua bagi Gea masuk kerja dan Gea merasa kalau pekerjaannya jauh lebih teratur dibandingkan yang kemarin.

“Hai, kamu Gea kan? Perkenalkan aku Vita,” ucap Vita memperkenalkan diri karena hanya Gea yang lebih banyak diam diantara para pekerja yang lain.

“Iya namaku Gea, salam kenal Vita!” seru Gea yang saat itu sedang sibuk mengelap alat makan.

Vita hanya sekedar menyapa singkat Gea karena ia harus segera kembali ke area depan untuk melayani para pembeli yang datang.

Disaat yang bersamaan, Hasan dan Ican tiba di restoran yang baru beroperasi tersebut.

Ican dengan gaya jalannya yang lucu melenggang masuk ke dalam restoran terlebih dulu, meninggalkan Hasan yang tengah sibuk membawa alat kerja miliknya yaitu, laptop dan beberapa berkas miliknya.

“Selamat siang dan Selamat datang Pak Hasan!” Rika salah satu orang kepercayaan Hasan menyapa Tuannya.

Hasan membalas sapaan Rika dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Rika karena telah membantunya. Kemudian Hasan meminta Rika untuk mengawasi putra kecilnya yang saat itu sudah berkeliling restoran.

Rika mengiyakan permintaan Hasan dan bergegas pergi untuk mencari Ican.

Gea yang saat itu sedang sibuk menata alat makan, tak sengaja menabrak seorang anak kecil yang tengah duduk diam seperti sedang bersembunyi.

“Hei, kamu ngapain ada disini?” tanya Gea terkejut dan tak lupa memeriksa kondisi anak kecil itu untuk memastikan dia tak terluka.

Ican mendongak menatap seorang wanita yang menabrak dirinya dan saat itu juga Ican memeluk seraya memanggil Gea dengan panggilan Mama

“Kamu lagi? Kenapa kamu bisa disini? Aku bukan Mamamu,” ucap Gea menyadari bahwa sudah kesekian kalinya ia mengalami kejadian tersebut dan dengan anak kecil yang sama.

Ican tak mau melepaskan pelukannya dan semakin Gea mencoba melepaskan, semakin kencang pula Ican menangis.

Gea tidak ingin teman kerja ataupun yang lainnya menjadi salah paham. Saat itu juga Gea membalas pelukan Ican dan meminta Ican untuk berhenti menangis karena jika tidak maka ia akan membuat yang lainnya merasa terganggu.

“Mama..” Kali ini Ican memanggil Gea dengan panggilan Mama dengan suara memelas seakan merindukan sosok Mamanya.

Gea pun pasrah dengan panggilan tersebut dan berusaha mengikuti apa yang diinginkan oleh Ican.

“Jangan nangis ya Nak, Mama tidak suka kamu menangis," tutur Gea yang terpaksa merelakan dirinya dipanggil Mama agar Ican tak lagi menangis.

“Mama kemana aja? Ican cendilian di lumah. Papa kelja telus,” ucap Ican yang cukup sulit dipahami oleh Gea.

“Nama kamu siapa?” tanya Gea yang penasaran dengan nama bocah kecil tersebut yang setiap bertemu selalu memanggil dirinya dengan panggilan Mama.

“Ican,” jawab Ican seraya menepuk dadanya berulang kali.

“Nama kamu Ican?” tanya Gea memastikan.

Ican mengiyakan berulang kali dan saat itu juga Gea mengulangi panggilannya.

“Ican. Ican lucu deh. orang tua kamu kemana? Oya, yang waktu itu Papa kamu ya? Kamu kesini pasti sama Papa kamu, 'kan?” tanya Gea memastikan.

Rika menghela napas panjang setelah akhirnya ia menemukan putra kecil dari Tuannya. Yang rupanya sedang bersama dengan Gea dan terlihat cukup akrab.

“Ican, jangan seperti ini lagi ya. Kalau kamu hilang bagaimana?” tanya Rila dengan nada lembut seraya memegangi tangan Ican agar segera mendekat padanya.

Ican menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Gea dengan erat karena tak ingin berpisah dari Gea.

Gea pun kebingungan begitu juga dengan Rika karena Ican saat itu enggan pergi dari ruang dapur dan juga tak ingin jauh-jauh dari Gea.

Bersambung..

Mohon klik suka, komen dan Vote 🙏

1
Isabela Devi
bahagia selalu
Isabela Devi
seharusnya ican titipin di rumah neneknya dulu
Indah Lestari
sek tak nangis d sek nyesek ini lo
Evi Lusiana
knp gk cri cara biar ican d titipin sm kakek nenekny dlu thor
Isabela Devi
ya kalo jodoh ga akan lari
Isabela Devi
bunga aja yg ngeyelan kan dr awal Hasan bilang bahwa kamu bunga saya anggap seperti adik kandung sendiri, tidak lebih dari itu, tp bunga bebal gimn
Isabela Devi
seharusnya dari awal bunga Uda tau bahwa Hasan ga suka sama dia
Isabela Devi
itulah perjuangan yg ga sia sia 💪 Gea
Isabela Devi
yalah org Hasan lho ga mencintai mu bunga ko di paksa 🤦
Isabela Devi
bunga bunga kan Hasan Uda bilang dia hanya anggap kamu sebagai adik gimana sih
Isabela Devi
mantebs gea
Isabela Devi
hadan juga pasti ada rasa, cuma saat ini dia pikir Gea ga suka sama duda anak 1 itu
Isabela Devi
bunga kamu itu ga di pelukan tau
Evi Lusiana
dr awal hasan udh blg nganggep bunga cm sbg adik,bunga ny aj yg maksain jd sakit ati sndri nymp ngomong kasar k ghea itu bkn cerminan wanita yg tahu agama
Isabela Devi
orang ga py etika kaya bunga itu
Isabela Devi
bunga bunga emang kamu sarjana terus bisa segalanya, cowok juga tau kali mana yg tulus dan tidak
Isabela Devi
bunga pasti sakit hati itu
Isabela Devi
hahaha Hasan jatuh cinta😆
Isabela Devi
aneh bangat bunga, kan Hasan Uda anggap kamu sebagai adiknya dan kenapa hrs maksa sih bunga, ada ada aja🤦
Evi Lusiana
ahhh gue baper thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!