NovelToon NovelToon
ARINDRA

ARINDRA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 3.3
Nama Author: Lesta Lestari

STORY LOVE ARINDRA

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya kala ia terbangun di ranjang rumah sakit. Entah berapa lama ia tertidur, saat ini yang dirasakan hanya sakit kepala yang luar biasa menyerangnya.

Beberapa orang muncul setelah kesadarannya, namun tak satupun ia mengenalnya. Ia berusaha mengingat, namun semua di luar kuasanya.

"Mbak menderita amnesia anterograde"
Kata seorang dokter saat menyapanya

Namun sesosok bayangan muncul di balik pintu kaca, seorang laki-laki berbaju putih itu menatap ke arahnya, seketika ia teringat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan menjerit memukul-mukul kepalanya.

"Brengsek, laki-laki brengsek, tak cukup kau memperkosaku, kau pun ingin membunuhku, pergi-pergi"

Jeritan itu terus menerus terlontar, air matanya juga tak kuasa dibendung. Membuat beberapa orang yang di ruangan itu pun panik, karena wanita itu juga memukul-mukul kepalanya dan berusaha melepas selang infusnya dan hendak berlari, namun pada kenyataannya ia malah terjatuh di sisi ranjang dan kaki yang tak bisa digerakkan.

Syabila Arindra nama wanita itu, kisah sedih pilu, romantis dan misteri hidup yang menyelimutinya. Sanggupkan bertahan dan apa yang membuat ia bertahan???

Nantikan selalu Upnya ya pembaca budiman, dang lupa komentar terbaiknya 😆😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Sore itu Syara mengemas beberapa pakaian, Hans tak lagi di dalam kamar. Ia sudah keluar bertemu dengan Abi Hasan untuk bicara dan meminta maaf. Hana, menemani kakaknya yang duduk bersama Abi di ruang tamu.

Sedang di kamar, Umi Hasan melihat putrinya itu dengan sedih.

"Kamu yakin sayang, pergi meninggalkan Umi?"

"Umi, Syara enggak pergi ninggalin Umi. Insyaa allah Ara akan sering-sering menjenguk Umi dan Abi"

"Umi belum ikhlas nak"

"Umi, Ara juga sama tapi bagaimana lagi Ara sekarang statusnya istri Kak Hans. Saat ini yang bisa Ara lakukan ikut dengannya"

"Bagaimana dengan Afdan, Afdan kembali lagi ke sini sayang. Artinya ia masih mengharapkanmu nak"

"Umi, Ara saja baru seminggu menikah masa ia Ara langsung minta cerai. Oh ya bagaimana keadaan Afdan, apakah ia terluka parah"

"Afdan babak belur, tapi tak separah suamimu"

"Ara belum mengakui dia suami Ara umi, Ara masih sangat ragu. Ara terlalu kecewa Umi, Umi bolehkan Ara bertemu dengan Kak Afdan?"

"Untuk saat ini tidak memungkinkan nak"

"Tapi Syara sangat ingin melihat Kak Afdan, Umi. Ara sangat khawatir, bagaimanapun ia pasti sangat terluka"

"Umi mengerti sayang, tapi nanti saja ya Umi kirim kabar lagi ya sayang"

"Umii, titip Kak Afdan Umi"

"Titip apa sayang?"

"Jagain Kak Afdan untuk Syara"

"Maksudmu apa nak, kamu sudah punya suami sayang"

"Ara akan bercerai setelah satu tahun umi"

"Astaqfirullahaladzhim nak, pernikahan bukan mainan"

"Syara enggak mau jadi istri ke dua umi, Syara juga benci Kak Hans"

"Sayang, kenapa anak umi jadi begini hemm. Mana Syara anak Umi yang dewasa, mana anak umi yang sholehah nak"

"Umi juga setuju kan kalo Ara pisah dengan Kak Hans"

Umi Hasan memeluk putrinya itu, dalam hatinya ia menyetujui apa yang dikatakan putrinya. Namun nuraninya menentang bagaimanapun perpisahan bukan jalan yang terbaik.

"Berdoa saja diberikan jalan terbaik nak, kamu masih punya Umi dan Abi, jika di sana kamu merasa tertekan dan ingin kembali. Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu sayang"

Sedangkan di pintu kamar, Hans berdiri di sana mendengarkan percakapan anak dan ibu itu dengan geram. Ia balik ke kamar berencana mengambil Jam yang tertinggal di nakas, namun urung masuk saat mendengar percakapan dua wanita di dalam.

Ia kemudian mengetuk pintu, membuat dua wanita di dalam kamar tersebut terkejut.

"Aku hanya mengambil jam di nakas"

Ucap Hans, segera mengambil jam itu dan berlalu begitu saja. Sore itu Hans duduk di kursi belakang, sedangkan Hana yang mengemudi, dan Syara duduk di samping Hana. Setelah berpamitan pada Umi dan Abi, disertai tangisan pilu Syara. Mobilpun melaju, meninggalkan rumah menembus jalanan.

Tak ada yang bersuara dalam perjalanan, Hans yang masih merasakan sakit di tubuhnya memilih membaringkan diri. Syara masih berkutat dengan pemikirannya, menatap jalanan. Hana, pada akhirnya memilih diam fokus mengemudikan mobilnya.

Satu jam berjalanan membawa mereka sampai ke rumah mewah Hans. Hana mempersilahkan Syara masuk ke dalam rumah, dan tukang kebun untuk mengangkat koper Syara ke dalam.

Hans tak yang tak peduli langsung masuk ke dalam kamarnya, untuk segera mandi.

"Ayok Ra"

Syara yang masih memperhatikan sekeliling rumah merasa asing.

"Ini rumah Kak Hans, dan Mbak Arindra juga di rawat di rumah ini sejak enam hari yang lalu, ayok aku antar ke kamarmu"

Syara mengikuti Hana yang berjalan ke arah lantai dua, dan berhenti di depan sebuah pintu kamar.

"Di sebelah kamar ini, tepatnya kamar itu..kamar perawatan Mbak Arindra, dan setiap malam Kak Hans tidur di sana"

Hana menunjuk kamar persis di sebelah kamar yang saat ini mereka berdiri.

"Ayok masuk, barangmu sudah ada di kamar ini"

Hana menarik tangan Syara masuk ke dalam, dan alangkah terkejutnya mereka berdua saat melihat Hans keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Syara langsung berbalik sedangkan Hana tersenyum saja melihat Syara yang langsung berbalik.

"Ra, dia suamimu haha lucu sekali kalian ini, ya sudah aku tinggal dulu"

"Tunggu Han, kamu enggak salah kamar kan?"

"Kamu enggak salah kamar, saya akan tidur di sebelah. Nanti saya akan meminta Mbok untuk memindahkan barang-barang saya di kamar sebelah"

Ucap Hans yang segera memakai pakaiannya.

"Lho kalian berniat pisah kamar"

"Han, obati kakak di kamar sebelah"

"Kak Hans"

"Sudah cepat jangan bawel, lihat tanganku berdarah"

"Ya allah ini kenapa kak, perasaan tadi kepala doang tuh yang berdarah kenapa jadi tangan juga sih"

"Udah bawel, cepet ambilin obat"

Hans kesal melihat adiknya yang cerewet, pergi ke kamar sebelah.

"Ra, kamu enggak ada niat buat ngobatin tangan kak Hans?"

Hana melihat Syara yang duduk di pinggir ranjang.

"Maaf Han, Aku belum bisa"

"Hanaira..."

Teriakan Hans dari balik pintu menghentikan Hana yang masih ingin bertanya-tanya pada Syara. Langsung keluar menghampiri kakaknya yang sudah menampakkan wajah kesal.

"Sabar kenapa sih sebentar kak, itu luka jauh juga dari nyawa"

"Pletak"

"Auuu, sakit kak kebiasaan banget sih jitakin kepala orang"

Mereka masuk kamar, dan duduk di sofa. Hana segera mengambil obat-obatan di kotak P3K.

"Abisnya kamu bawel banget, cepet obatin lama-lama darah kakak habis ini. Kamu jadi g punya Kakak sangat tampan ini rugi nanti"

"Duh pede banget, percuma tampan istri sendiri aja enggak tertarik"

"Ehh apa kamu bilang, mana ada cewek yang enggak tertarik sama kakak"

"Buktikan kalo gitu"

"Maksudnya"

"Buktikan, kalo kakak bisa naklukin hati Syara, istri kakak sendiri"

"Apa hadiahnya kalau kakak bisa?"

"Kakak bisa minta apa aja dari Hana"

"Termasuk menikah dengan Afdan"

"Hah"

"Kenapa ragu?"

"Kok kepernikahan sih Kak"

"Kamu kan tipe-tipe perempuan yang suka laki-laki kayak Afdan kan?"

"Ihh enggak semua kali Kak, Hana enggak mau kalau itu, lagian pernikahan itu bukan barang taruhan ya"

"Lha yang ngajakin duluan siapa"

"Ihhh, kan kakak yang kepedean katanya ganteng, enggak ada cewek yang bisa nolak pesona kakak. Ehh ditantang naklukin istri sendiri nolak. Dihh cemen"

Hans menonyor kepala adiknya itu, membuat Hana melotot.

"Ngomong suka banget sembarangan, Kakak sudah punya orang yang kakak cintai begitu juga Syara. Toh pada akhirnya kami akan bercerai saat anak kakak lahir"

"Maksud kakak, kalian buat perjanjian kontrak gitu"

"Bukan kontrak, hanya komitmen"

"Sama aja kakakku sayang, udah kayak novel-novel aja nikah pake perjanjian. Emang Syaranya mau apa"

"Kita enggak ada perjanjian tertulis, hanya omongan aja. Itu kakak lakukan agar Syara mau ikut ke rumah ini"

"Hah, jadi Syara yang minta. Mana mungkin kak"

"Bukan dia yang minta, kakak yang menawarkan dan dia setuju"

"Kalian ini, pada sholat taubat sana. Kalian pikir pernikahan itu mainan. Kalian pikir Allah senang yang ada tuh setan yang senang lihat kalian kayak gini"

"Udah sono-sono brisik aja, ceramah mulu kayak ustadzah. Di masjid sono kalo mo ceramah"

"Idih dibilangin juga, ntar nyesel lo. Syara itu kalo lagi lepas jilbab cantik banget loo kak, Aduhai deh"

"Hana, diam enggak. Kakak mau istirahat"

"Kak, beneran lho. Dia itu ibarat berlian, yang ditutupi dengan baik padahal aslinya berkilau. Coba deh kalo enggak percaya, istri sendiri lho"

Bisik Hana di telinga kakaknya yang tiduran di kasur.

"Hana..."

Teriak Hans melempar bantal pada Hana yang berlari sambil tertawa-tawa keluar.

"Hahaa enggak kena"

"Mandi sana bauu"

"Huh"

Ucap Hana sambil menutup pintu. Hans melangkah mendekati Arindra, mencium kening dan perutnya seperti biasa.

"Mbak, maaf saat ini aku lelah. Besok aku akan berjanji bercerita kembali padamu"

Hans menuju kasur dan membaringkan tubuhnya yang terasa sakit-sakit. Tak lama ia terlelap ke alam mimpi.

########

**ALHAMDULILLAH DONE CHAPTER 24

JEJAKNYA SKUY

LIKE

VOTE

KOMEN

POIN

AND

FOLLOW LESTA LESTARI

TARARENGKYU

❤❤❤❤❤🤲🙏**

1
Julia Lubis
Kenapa harus sad ending sih😭😭😭😭
Nurma Lisa Hasanah
ihhh author kenapa ngambil foto idola saya... udah ganteng hafiz Qur'an jg...itu punya saya Thor hehehe 🤭
Tiwi Rahayu
sungguh baru kali ini aku kecewa lihat Jack menikahi Hana 😭😭😭😭
Tiwi Rahayu
tidak mudah melupakan rasa sakit yang dialami oleh Arindra ,rasa sakit yang ditorehkan berulang ulang,kematian orang tuanya dan orang disekitarnya yang turut jadi korban ...
Tiwi Rahayu
aku suka gayamu Arindra...bangkitlah dan bslaskan rasa sakit hatimu.
Tiwi Rahayu
nyesek banget kisah mu Syara tapi lebih miris dan nyesek Arindita yang tidak tau kalau sudah dinikahi dan hamil dari seorang pria pemerkosa dan parahnya lagi beristri 2 ...
Tiwi Rahayu
terkejut dong aku saat Abi Hasan tidak menerima pinangan Afdhan buat Syara
Tiwi Rahayu
Gimana nih jadinya Arindra. apabila tersadar dari komanya mengetahui fakta dia hamil dan lebih parahnya , orang yang harusnya bertanggung jawab malah menikahi orang lain.
Tiwi Rahayu
sediih banget Hana mengetahui kakak yang sangat disayangi dan dikagumi sanggup melakukan pemerkosaan dan yang hadir penyebab sikorban menjadi celaka 😭😭😭
Nur Khofifah
baru baca karya kk ternyata bagus banyak inspirasi banyak hal yg menuju islamnya banyak banget pelajarannya...
tpi kok kisahnya hana sama jack gx di lanjut kak😁
en_en
cerotanya bagus. 👍👍👍bisa out the box
Rain sky
saya dukung mereka gak bersatu😇
Anh PGRI
Terima kasih. novel yg banyak ilmu. salut buat author dan sukses selalu. Amin YRA
Dedeh Hasanah
xxc5
Dedeh Hasanah
,99,,999c, 9,
Mbak Gading Qeyod
aq gak suka polygamist, secara tidak ada hati wanitapun yg akan iklhas
tpi dgn novel ini dpt pelajaran jg dlm artian luas.......
(dan aq ttp menolka poligami) hehhehe

semangat thorrrr.......
Reny Ganestya
kasihan sama aindra ,,,
kasih jodoh buat aindra thor jga sama hans
Ari♈Aries
👍👍👍👍👍
Anggie Nifmala
CeritanyA bagus..
yeni nofriza
Disini yg terluka batinnya wanita2 sholeha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!