NovelToon NovelToon
Oppa Korea Suamiku

Oppa Korea Suamiku

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:128.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: rishalin

"Aku mohon jadilah Mamaku Ra!!" Pinta Hannah temannya sejak pertama kali masuk SMA.
"Jika dalam waktu satu minggu, orang tua mu tak bisa membayar sisa hutangnya, kamu harus menikah denganku manis." Ucap pria lintah darat yang terkenal didaerah itu.

Danira Grisela,
Seorang gadis polos yang baru saja menyelesaikan pendidikan SMA, harus terjerat ancaman seorang lintah darat yang akan menikahinya jika orang tuanya tak bisa melunasi sisa hutangnya.
Namun, ia juga dihadapkan dengan permintaan sahabatnya yang memintanya untuk dengan Ayahnya dan berjanji akan melunasi semua hutang orang tuanya dan menanggung semua kebutuhan keluarganya.

Pilihan manakah yang akan Danira pilih?
Yuk langsung baca ceritanya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rishalin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 24

"Sok tau ih!" ucap Danira seraya mencubit pelan pipi Hannah.

"Udah terbukti tadi. Ranjang rumah sakit aja, serasa ranjang kamar sendiri." goda Hannah lagi.

Ctaaakk!!

Kening Hannah dijentik pelan oleh Danira dan Hajun secara bersamaan.

"Ngomong apa kamu, Han!?" ucap Danira dan Hajun bersamaan juga.

Hannah pura-pura meringis sakit. "Iissh, aku udah nggak disayang lagi nih kayanya." ucap Hannah dengan raut wajah cemberut.

Melihat Hannah yang merajuk membuat Danira langsung memeluk Hannah.

"I love you so much My Princes, love ... love ...." ucap Danira lalu memeluk dan mencium pipi Hannah.

"Love you too, Mam. Selamanya." jawab Hannah membalas pelukan Danira.

Hal itu membuat mata Hajun kembali berkaca-kaca. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan sedikit pun dalam hidupnya.

Dulu saat ia menikah pertama kali, Amira Ibunya Hannah juga berusia 18 tahun.

Sekarang, saat dia menikah untuk kedua kalinya, juga dengan gadis 18 tahun. Istrinya seumuran dengan putrinya! Sungguh hal yang tak terduga sama sekali.

Dan yang paling tak pernah terbayangkan olehnya, ia bisa jatuh cinta pada sahabat anaknya, yang bahkan saat pertama melihat, dianggapnya sebagai bocah kecil yang dekil.

Hajun kini mengukir senyum, mengingat pertemuan pertama mereka.

"Bocah kecil dekil. Aku memanggilmu seperti itu, saat kita pertama kali bertemu, Danira. Berarti saat itu, aku udah mulai memperhatikan kamu dan mengamati kamu. Ya ampun .... Apa tanpa aku sadari, aku udah tertarik sama kamu saat pertama kali kita bertemu?"

"Papa!" panggilan Hannah berhasil membuyarkan lamunan Hajun.

"Apa?" jawab Hajun sedikit terkesiap.

"Kenapa Papa, senyum-senyum sendiri?" tanya Hannah penasaran.

"Masa sih?" jawab Hajun yang kini berpura-pura bersikap biasa saja.

"Jangan-jangan Papa lagi ngebayangin... itu tuh ...." goda Hannah lagi.

"Itu apa?" tanya Hajun.

"Itu... lanjutin part kiss kiss yang terpotong tadi." ucap Hannah dengan senyum menggoda.

Danira dan Hajun saling bertatapan satu sama lain, membuat Hannah dengan cepat menyingkir sambil tertawa kecil.

Hannah tahu pasti keningnya akan jadi sasaran jentikan keduanya.

***

"Han, boleh ya kita besuk Danira." ucap Arvin penuh permohonan.

Hannah nampak berpikir sejenak. Ia berpikir cepat atau lambat, semuanya akan terbuka juga pada akhirnya.

"Han?" Shaka menggoyangkan lengan Hannah saat tak menjawab pertanyaan Arvin.

"Eh... Iya, boleh...." jawab Hannah pada akhirnya.

Setelah mendapat persetujuan Hannah, selesai kuliah, Hannah, Shaka, dan Arvin berangkat ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit mereka berjalan bersama menuju ruangan rawat Danira.

Setibanya di depan pintu ruangan, Hannah mengetuk pintu. Ia takut, di dalam Papanya dan Danira sedang 'khilaf'.

Hannah takut saat Shaka dan Arvin datang, merka langsung disuguhi adegan hot orang tuanya.

Setelah Hannah mengetuk pintu, Seorang wanita paruh baya membuka pintu.

"Eeh... ada Ibu, apa kabar Bu?" ucap Hannah seraya menyalami wanita yang dipanggilnya ibu.

"Baik Han, gimana kabarmu sendiri?" tanya Ibu itu.

"Baik, Bu. Kenalin ini teman kuliah Hannah sama Danira. Ini Shaka dan ini Arvin. Shaka, Arvin, ini ibunya Danira." Hannah memperkenalkan mereka satu per satu.

Shaka, dan Arvin langsung menyalami Ibunya Danira.

"Ayo silahkan masuk." ucap Ibunya Danira lalu menggeser tubuhnya untuk mempersilahkan Shaka dan Arvin masuk.

"Makasih, Bu." ucap Arvin sambil membungkukan badan.

"Daniranya mana, Bu?" tanya Hannah, saat ia melihat ranjang sakit disana kosong.

"Lagi di kamar mandi." jawab Ibunya Danira dengan senyum tipisnya.

"Sendirian, Bu?" tanya Hannah cemas.

"Enggak, dia sama Papa kamu." jawaban Ibu Danira, sontak membuat Shaka dan Arvin saling tatap.

Hingga tak berselang lama, pintu kamar mandi di ruangan itu terbuka.

Hajun ke luar dari sana sambil membopong tubuh Danira dengan posisi tangan kanan Danira yang diinfus, melingkari pundak Hajun dan tangan kirinya memegang botol infus, kepala Danira direbahkan di atas bahu Hajun dengan mata yang terpejam.

Hal itu membuat Shaka dan Arvin serentak berdiri, mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.

Begitu juga dengan Hajun yang tak kalah kaget.

"Papa, Danira kenapa?" tanya Hannah cemas, sambil mendekati Papanya dan Danira.

Mendengar suara Hannah disana membuat Danira membuka mata, ia seketika terperangah saat melihat kehadiran Shaka dan Arvin disana.

Saat itu juga mata Danira bertemu dengan mata Arvin, yang seakan menuntut penjelasan.

Kecanggungan diantara mereka terhenti saat Ibunya Danira pamit untuk pulang.

"Danira, Ibu mau pulang dulu, ya. Kasian Bapak sama adik-adik kamu, kalau Ibu terlalu lama di sini. Ingat jaga dirimu dengan baik, biar bayi dalam kandunganmu, calon cucu Ibu, juga tumbuh dengan baik. Han, tolong jaga Danira ya, Nak. Mister, titip anak saya ya. Danira jangan bandel, harus nurut sama suami." pesan Ibu Danira panjang lebar sebelum ia meninggalkan ruangan itu.

Danira mengangguk, lalu ia mencium punggung tangan Ibunya.

"Iya Bu, salam buat Bapak, sama adik-adik." Jawab Danira pelan.

Ibunya mengangguk. "Ibu pulang ya, Danira, Han, Mister, Nak Shaka, dan Nak Arvin, permisi."

Shaka dan Arvin mengangguk denga hati masih penuh dengan tanda tanya.

Kata-kata Ibu Danira tadi, benar-benar membuat mereka berdua bingung.

Hannah yang memahami kebingungan keduanya, mencoba untuk mencairkan suasana.

"Pa, Ra, aku mau cari makan siang dulu sama Shaka dan Arvin. Kalian mau aku bawain apa?"

"Gak usah, Han. Makasih, tadi Papa udah beli makan siang." jawab Hajun.

"Ooh... ya udah, kami pergi dulu. Ayo kita cari makan siang!" tanpa menunggu jawaban Hannah menarik tangan Shaka dan Arvin.

Sebelum meninggalkan ruangan Arvin menatap mata Danira, tapi Danira justru malah menundukkan wajahnya.

"Maafkan aku ya, Vin." ucap Danira dalam hati.

"Kami permisi dulu, Om, Danira." Shaka yang bersuara untuk berpamitan dan Hajun yang masih merasa canggung hanya menjawab dengan mengangguk saja.

***

Smentara itu di tempat makan siang,

"Bisa jelasin sekarang, Han. Ada apa sebenarnya? Kenapa Ibunya Danira bicara tentang bayi dalam kandungan Danira? Apa Danira hamil? Siapa yang orang menghamilinya? Jangan bilang kalau Papa kamu yang menghamilinya?" tanya Arvin beruntun, karena tak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Hannah menarik nafas panjang sebelum menjawab banyaknya pertanyaan Arvin.

"Alasan sebenarnya, kenapa Papa over protektif sama Danira adalah... karena, Danira... istrinya." jawab Hannah seraya menundukkan pandangan.

Tentu saja jawaban Hannah, bagi Arvin bagai sebuah bom yang meledak tepat di jantungnya.

"Kamu lagi bercanda kan, Han!?" tanya Shaka tak percaya.

Hannah menggelengkan kepalanya pelan. "Setelah lulus SMA, sebelum kuliah dimulai. Papa sama Danira udah nikah. Sekarang, Danira lagi hamil dengan usia kandungan sepuluh minggu." jawaban Hannah sungguh membuat Arvin merasa tulang di tubuhnya seolah terlepas, tubuh Arvin seketika terasa lemas.

"Ya Tuhan.... Semoga semuanya cuma mimpi. Semoga saat aku bangun besok pagi, semuanya bakal baik-baik aja. Apa mungkin ini karma, karena sangat banyak hati wanita yang udah aku patahkan? Disaat aku benar-benar jatuh cinta dan rela mempertaruhkan segalanya demi cinta, ternyata wanita yang aku cintai mencintai orang lain!" Jerit Arvin dalam hati.

"Vin?" Shaka yang melihat temannya itu termenung menyentuh lengan Arvin.

Ia yang tau sekagum apa Arvin pada Danira merasa sedikit cemas.

Arvin terbangun dari lamunannya, ia melambaikan telapak tangan, seolah berkata kalau ia tak apa-apa.

"Apa mereka... Papamu sama Danira saling mencintai?" tanya Shaka memastikan.

Hannah mengangguk. "Ya, mereka saling mencintai."

"Terus, gimana sama Tante Dona?" tanya Arvin dengan suara lirih.

"Papa cuma menganggap Tante Dona teman. Tante Dona emang gak bisa menerima kenyataan ini. Kemarin dia memaki Danira, sampai akhirnya Danira sakit seperti ini." jawab Hannah dengan raut wajah bersalah.

"Jadi Tante Dona udah tau, kenapa dia gak ngasih tau aku?" batin Arvin.

"Maaf ya Vin, aku tau kamu cinta sama Danira. Tapi, Danira udah bilang sejak awal, kalian gak bisa lebih dari teman." ucap Hannah yang juga merasa tak enak pada Arvin.

"Jujur, ini seperti bom yang jatuh tepat di jantungku. Tapi buat aku, kebahagiaan Danira di atas segalanya. Suatu saat nanti, aku pasti akan menemukan belahan jiwaku sendiri, iya kan, Han?" tanya Arvin, dengan perasaan pilu.

Hannah mengangguk. "Kamu itu sempurna, pasti suatu saat nanti bakal datang wanita, yang akan jadi belahan jiwa kmu, percayalah." jawab Hannah berusaha membangkitkan semangat Arvin.

Arvin hanya mengangguk saja menanggapi ucap Hannah. Meski hatinya tak yakin, akan menemukan wanita itu.

Karena Danira sudah mengambil separuh hatinya dan menguasai semua cintanya.

***

Semantara di tempat lain Danira menyelesaikan makan siangnya, dengan disuapi Hajun dengan hati yang masih merasa bersalah pada Arvin.

"Kenapa diem aja?" tanya Hajun saat melihat Danira tak berkicau seperti biasanya.

Danira hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

"Merasa bersalah sama Arvin, ya?" tanya Hajun lagi, yang membuat Danira terkejut.

"Bagaimana Om Hajun bisa tau." bisik hati Danira.

Melihat wajah terkejut Danira, Hajun hanya bisa menghela nafas berat, lalu menundukkan pandangannya.

"Maaf, karena aku udah mengingkari janjiku, buat nganggep kamu, hanya sebagai sahabat putriku. Maaf, karena aku udah jatuh cinta sama kamu, sampai aku gak rela kamu dimiliki orang lain. Maaf, karena aku udah nempatin kamu di posisi seperti ini. Setiap gadis, pasti membayangkan seorang pangeran tampan seperti Arvin yang akan menikahinya, bukan lelaki tua yang harusnya lebih pantas jadi Ayahnya. Maaf karena aku udah egois, Danira, maafin aku."

Danira seketika menangis terisak setelah mendengar ucapan Hajun.

Mendengar suara isak tangis Danira, Hajun menegakan kepala, lalu meraih kepala Danira dan menyandarkannya di dadanya.

"Maaf, aku udah bikin kamu nangis lagi." ucap Hajun lirih.

"Aku gak mau yang lain, Om, aku maunya cuma Om, aku cintanya cuma sama Om. Aku gak peduli, Om itu siapa. Aku gak butuh Pangeran tampan. Aku gak butuh yang sempurna. Aku cuma butuh Om. Om itu sadar gak sih!?" ucap Danira lalu memukul dada Hajun pelan.

"Jangan bilang kalau Om bicara seperti tadi, karena Om menyesal udah nikah sama aku!" Danira mengangkat kepalanya dari dada Hajun.

Saat itu juga Hajun menangkup wajah Danira dengan kedua telapak tangannya.

"Ya Tuhan... jangan berpikir seperti itu, Danira. Kamu itu anugrah terindah dalam hidup aku selain Hannah. Aku benar-benar cinta sama kamu." Hajun mendekatkan wajahnya ke wajah Danira.

***********

***********

1
슈가
Lumayan
Hafin lubi
suka banget ceritanya....aq juga mw punya suami oppa oppa
Rosita💖
Ceritanya keren alurnya ga muter2 jadi asik bacanya...
Makasih banyak untukmu Othor tersayang...
Semoga selalu semangat menghasilkan karya2 terbaik....🤗👍
Diana Resnawati
makasih thor.cetitanya bagus bangeut👍
Diana Resnawati
dasar sidona😡
Diana Resnawati
udh ga sabar aja si oppa🤭
Diana Resnawati
romantis sekali mereka🥰
Diana Resnawati
kadian danira😥
Diana Resnawati
tp kamu tetep dihati hajun danira🥰
Diana Resnawati
kadian deh hajun🤭
Diana Resnawati
danira sehar trs sm kandungannya ya...
Diana Resnawati
Luar biasa
Diana Resnawati
ngaku aja kl kamu udh cinta sm danira
Diana Resnawati
hajun mulai suka sm danira.moga bucin
Diana Resnawati
hajun baik bangeut👍
Diana Resnawati
mampir thor
N Wage
nah betul kan othornya keceplosan "TIARA"
N Wage
kalau di novel satu lagi,ketika anaknya sdh dewasa si suami dipanggil TUHAN lebih dahulu.dan sang tokoh wanita dipertemukan kembali dgn sosok sang laki2 (arvin)yg tidak pernah bisa move on.sehingga msh melajang diusia matang.mereka dipersatukan lagi.
N Wage
bacanya suka ketukar jadi 'hujan'
N Wage
udah ganti ya namanya,kemarin aurora sekarang amira.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!