Kesalahan masa lalu membuat seorang Kaynara Flora terus di sakiti oleh suaminya sendiri. Wanita itu sama sekali tak di anggap oleh sang suami. Kehadiran anak tak mampu meluluhkan hati prianya.
Akankah Kaynara akan tetap bertahan dalam pernikahannya atau justru menyerah dan memilih mengakhiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu andita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Arkana vs Jonathan
Pagi berikutnya
"Oh my." Flora tampak terkejut pagi itu saat membuka pintu. Jonathan pagi pagi sekali datang membawakan sebuket bunga mawar.
"Selamat pagi nona Flora, sesuai namamu aku berikan bunga yang cantik seperti kamu!" ucap Jonathan.
"Astaga, Nathan." jawabnya sambil tertawa. Wanita itu menerima bunga dari Jonathan lalu mengajaknya ke dalam dan sarapan bersama.
"Oh ya Jerico ke mana?" tanya Flora.
"Dia dibawa opa dan omanya. " jawab Nathan.
Keduanya lekas menuju ke ruang tamu. suara ketukan pintu membuat langkah Flora terhenti.Wanita itu berbalik dan menyuruh Jonathan ke meja makan lebih dulu.
"Siapa yang bertamu?" gumam Flora.
Dia segera membuka pintu dan terkejut melihat mantan suaminya.Arkana berdiri di depan pintu dan langsung masuk begitu saja.
"Astaga."
Dia langsung menyusul ke meja makan dan bergabung disana.
Di meja makan yang megah itu, Arkana dan Jonathan duduk berhadapan, masing-masing berusaha menampilkan pesona terbaik mereka di hadapan Flora. Flora, seorang wanita anggun dengan rambut ikal yang mengalir lembut, duduk di tengah, sementara Keyra, putri kecil Flora dan Arkana, duduk di sebelah ibunya, diam mengamati kedua pria itu.
Sarapam pagi itu dimulai dengan suasana canggung. Arkana, seorang pria berusia awal tiga puluhan dengan rambut hitam legam dan rahang yang tegas, segera membuka percakapan. "Flora, aku tahu kau suka makanan Jepang. Aku membawakan sashimi spesial ini dari restoran favoritku," katanya sambil menyodorkan piring ke arah Flora.
Flora tersenyum sopan, "Terima kasih, Arkana. Itu sangat perhatian."
Jonathan, pria berusia pertengahan tiga puluh satu dengan mata biru yang tajam dan senyum menawan, tidak mau kalah. "Flora, aku ingat kau pernah menyebut ingin mencoba anggur Italia. Aku bawa sebotol dari perkebunan anggur terbaik di Tuscany," katanya sambil menuangkan segelas anggur untuk Flora.
Flora menerima gelas itu dengan anggun, "Kau benar-benar ingat, Jonathan. Terima kasih."
Keyra hanya diam, melihat ke arah ibunya dan kedua pria itu. Meskipun usianya masih muda, ia bisa merasakan ketegangan di udara. Arkana, ayahnya, berusaha keras untuk memenangkan hati Flora kembali, sementara Jonathan, pria yang baru-baru ini mendekati ibunya, juga tidak mau kalah dalam usahanya.
Arkana mencoba menarik perhatian Flora lagi dengan berbicara tentang kenangan lama mereka. "Ingat saat kita pergi ke Bali, Flora? Kita menemukan pantai tersembunyi dan menghabiskan sore di sana. Itu adalah momen yang tak terlupakan."
Jonathan dengan cepat menanggapi, "Bali memang indah. Tapi Flora, bagaimana dengan perjalanan impian kita ke Santorini yang pernah kita bicarakan? Aku yakin kau akan jatuh cinta pada keindahan pulau itu."
Flora tampak tertegun sesaat. "Santorini terdengar mempesona," katanya dengan senyum yang tertahan.
Arkana merasa perlu untuk memberikan pukulan balik. "Flora, aku sudah merencanakan perjalanan ke Kyoto untuk musim sakura tahun depan. Keyra pasti akan senang melihat bunga-bunga sakura yang mekar di seluruh kota."
Keyra yang mendengar itu tersenyum tipis, namun tetap tidak berkata apa-apa. Jonathan tidak ingin kalah, "Kyoto memang indah, tapi Flora, bagaimana kalau kita mengunjungi Paris bersama? Aku tahu tempat-tempat romantis yang jarang dikunjungi turis."
Flora merasa terbagi antara dua pria yang sama-sama menawarkan pengalaman indah dan kenangan manis. Keyra, meski diam, terus memperhatikan dengan seksama, tampak bingung melihat ayahnya dan Jonathan bersaing begitu sengit.
Ketika hidangan utama disajikan, suasana semakin memanas. Arkana mulai menceritakan kesuksesannya di bisnis, bagaimana ia membangun perusahaan dari nol dan ingin memberikan yang terbaik untuk Flora dan Keyra. "Aku ingin memastikan masa depan Keyra dan kau, Flora, terjamin. Aku bekerja keras untuk itu," katanya dengan penuh keyakinan.
Jonathan, tidak mau kalah, berbicara tentang keberhasilannya dalam dunia seni. "Aku punya galeri seni yang sukses, Flora. Aku ingin memperkenalkanmu dan Keyra ke dunia seni yang lebih luas, memberimu pengalaman yang tak terlupakan."
Flora mulai merasa sedikit tertekan dengan persaingan ini. Ia menghargai usaha kedua pria itu, tetapi ia juga ingin suasana yang lebih santai. "Kalian berdua sangat luar biasa, dan aku menghargai segala usaha kalian. Tapi mari kita nikmati sarapa ini tanpa tekanan," katanya mencoba melunakkan suasana.
Arkana dan Jonathan saling pandang, masing-masing menyadari bahwa persaingan mereka mungkin terlalu keras di depan Flora. Mereka mencoba meredakan ketegangan dengan mengalihkan pembicaraan ke topik lain yang lebih ringan.
Keyra, yang sejak tadi diam, akhirnya berbisik kepada ibunya, "Mommy, aku ingin pergi ke Jepang. Aku ingin lihat sakura."
Flora tersenyum pada putrinya, merasa bahwa meskipun malam itu dipenuhi ketegangan, setidaknya ada satu keinginan kecil yang bisa dia wujudkan untuk putrinya. "Kita akan pergi ke sana, sayang," jawabnya lembut, kemudian menatap Arkana dan Jonathan dengan tatapan penuh arti. Pagi itu, meskipun berat, memberikan Flora pandangan yang lebih jelas tentang siapa yang benar-benar memahami keinginan dan kebahagiaan kecil keluarganya.
Usai sarapan Keyra memilih diantar Jonathan ke sekolah meski Arkana telah berusaha membujuk putrinya itu.Keyra mengecup pipi sag anak lalu melambaikan tangan menatap kepergian Keyra yang diantar Jonathan.
Dia menoleh kearah pria yang ada disebelahnya saat ini dengan alis terangkat.
"Kau tak ingin berangkat Ar?" tanya Flora basa basi.
"Aku ingin bicara dengan kamu, Flo." jawabnya.Arkana menariknya menuju ke Gazebo samping rumah Flora.
Disana Flora menepis pelan tangan sang mantan lalu duduk berhadapan satu sama lain.Arkana membuang napas berat, sebelum berbicara pada mantan istrinya.
"Aku ingin kita rujuk Flo, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku selama ini sama kamu dan Flora." ucap Arkana tanpa basa-basi.
Flora terdiam mendengar pernyataan Arkana barusan.Dia memejamkan mata sejenak lalu membukanya kembali dan menatap datar kearah sang mantan.
"Apa kamu sudah amnesia, Arkana?"tanya Flora setengah menyindir.
"Kau lupa bagaimana kamu menghina aku dengan kata-kata kasar setiap harinya selama lima tahun pernikahan. Kau hanya akan baik jika didepan putri kita."
"Satu lagi bagaimana kelakuan ibu kamu yang sungguh keji itu.Aku sangat membenci wanita tua itu sampai kapanpun begitu juga dengan dirimu." tegasnya.
Flora begitu emosional jika mengingat masa lalu.Arkana sendiri menyadari kesalahan dirinya yang sangat banyak terhadap sang mantan.
"Seperti yang kamu ucapkan dulu, aku tak akan pernah kembali pada pria yang memungut'ku dulu.Kembali padamu justru hanya akan menambah penderitaan dan kesialan 'ku Arkana!"
Arkana merasa dejavu dengan ucapan Flora barusan.Pria itu menatap nanar Flora yang membalik ucapannya dulu.
Wanita itu langsung beranjak dari duduknya dan menatap tajam kearah Arkana.
"Pergilah dari sini, aku tak akan pernah rujuk denganmu apapun yang terjadi.Kita hanya sebatas orang tua Keyra tak lebih!"
Flora berlalu pergi begitu saja, dia masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya.Arkana sendiri sakit hati, dia baru sadar jika selama ini dia begitu kejam pada Flora.
Ini sekarang balasannya, saat cinta itu tumbuh subur dikala keduanya telah berpisah.Arkana selama ini terlalu buta karena Devina dan ibu pria itu sendiri.
"Aku tak akan menyerah begitu saja, Flo.Aku janji akan memperbaiki semua kesalahanku yang telah membuatmu hancur." gumam Arkana.
Hot daddy itu beranjak meninggalkan rumah sang mantan dengan langkah berat.