NovelToon NovelToon
Tahanan Cinta Duda Kaya

Tahanan Cinta Duda Kaya

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Kaya Raya / Konflik etika / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: Leticia Arawinda

Saat itu Diana tidak akan pernah menyangka bahwa dirinya akan berubah nasib menjadi tahanan cinta seorang pria tampan dan juga kaya. Dia dibawa paksa untuk menikah dengan pria yang tak dikenalnya itu.
Akankah Diana bisa melalui semuanya dengan sabar? ataukah dia akan berusaha kabur dari genggaman pria tersebut?
🌸🌸🌸🌸
Nantikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sesampainya di rumah Evans langsung mencari Diana karena rasa khawatir yang semakin besar.

"Lili, dimana Diana?" tanya Evans ke Lili dengan berjalan cepat.

"Di kamarnya Tuan" jawab Lili.

Mengetahui keberadaan Diana yang sedang di kamar, Evans langsung menemuinya.

Tok.. Tok..

"Diana ini aku Evans" ucapnya di depan pintu kamar.

Ceklek!

Diana membuka pintu dengan ekspresi wajah yang sedih.

"Istriku kamu kenapa?" tanya Evans sambil menyentuh wajah Diana.

"Evans, aku.." Diana merasa sulit untuk menjawabnya.

Melihat raut wajah Diana yang sedih membuat Evans tidak bisa hanya diam saja kemudian Evans memeluk Diana untuk menghiburnya.

"Hmm.. sepertinya istriku sangat merindukanku, ya" ucap Evans sambil mengelus punggung Diana.

"Eum.." Diana memeluk erat Evans dengan perasaan yang masih berkecamuk.

Pelukan hangat dari Evans bisa membuatnya merasa lebih baik.

Setelah merasa cukup tenang, Evans mengarahkan Diana untuk duduk di kasur kamar Diana agar lebih leluasa saat bercerita.

"Sebenarnya istriku kenapa? coba jelaskan" tanya Evans dengan serius sambil menggenggam pelan bahu Diana.

"Aku hanya merasa sedih saja Evans, sepertinya Lucas lebih suka dengan bibinya. Aku merasa ada yang aneh karena tidak biasanya Lucas mengabaikan ku" jawab Diana.

"Istriku, jangan sedih lagi. Lucas kan sayang sama kamu, bersabar ya! dia mungkin masih kangen dengan bibinya" Evans memberikan pundaknya agar Diana bisa bersandar.

"Aku juga tahu hal itu Evans tapi anehnya aku merasa tidak nyaman" ucap Diana.

"Yasudah, gimana kalau kita lanjutkan yang tadi pagi belum selesai? pasti istriku merasa nyaman, kan?" celetuk Evans sambil tersenyum dan menyentuh wajah Diana.

Diana menjadi terkejut dengan ucapan Evans yang tiba-tiba membahas masalah yang lebih intim.

"Haha.. Evans, apa hanya itu solusi yang kamu pikirkan?" tanya Diana terheran.

"Benar! aku mau istriku hanya memikirkan ku saja" bisik Evans dengan suara yang berat.

Diana merasa tergelitik karena Evans menyentuh telinganya dengan bibirnya seolah sengaja membuat Diana menjadi berdebar.

Evans memeluk Diana lagi agar Diana berhenti memikirkan hal yang membuatnya sedih.

"Evans, apa kamu tidak lelah? bukannya kamu baru saja pulang?" tanya Diana mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Aku tidak lelah sama sekali sayang, meskipun beberapa kali aku pasti sanggup melakukannya" jawab Evans mencoba menggoda Diana.

Pengalihan pembicaraan pun tidak bisa membuat Evans berhenti menggoda Diana hingga akhirnya Diana menyerah dan mengiyakannya.

"Baiklah, tapi sekali saja ya" ucap Diana.

"Terimakasih istriku yang cantik, cup" Evans mencium bibir Diana dengan antusias.

Akhirnya mereka pun melakukan aktivitas panas yang sebelumnya tertunda.

Evans menyentuh Diana dengan perlahan hingga menjadi lebih intens dalam melakukannya. Diana selalu bisa membuat Evans hilang kendali dan sangat bergairah.

Tanpa terasa mereka akhirnya melakukannya hingga malam tiba. Keduanya masih berada di dalam kamar Diana dan tak kunjung keluar.

"Akh, pinggang ku sakit" ucap Diana merintih sakit.

"Istriku mau kemana?" tanya Evans yang sedang memeluk Diana dari samping.

"Haah.. Evans katanya hanya sekali tapi nyatanya justru malah 3 kali, huh" kata Diana merajuk.

"Eum.. istriku, apa mau sekali lagi?" tanya Evans sambil mencium bahu Diana.

"Haa!! cukup Evans! badanku sakit semua, aku bahkan belum bisa bangun" jawab Diana menolaknya.

Evans tersenyum menatap wajah istrinya yang kini terlihat lemas namun masih meresponnya dengan ekspresi menggemaskan.

"Aku gendong ya? istriku mau kemana? mandi kan?" kata Evans penuh semangat.

"Tidak perlu Evans, aku tahu apa yang kamu pikirkan" jawab Diana.

"Memangnya apa yang ku pikirkan istriku? aku kan hanya mau bantu kamu, apa jangan-jangan istriku sedang memikirkan hal yang aneh-aneh" ucap Evans sambil tersenyum.

"Hmph! bukannya memang kamu berfikir begitu? Evans aku mau mandi sendiri saja" jawab Diana sambil beranjak dari kasur.

"Haha.." Evans tertawa senang melihat istrinya yang tersipu malu saat di goda olehnya.

Diana masuk ke kamar mandi dengan cepat karena takut Evans menyusulnya meskipun dengan tubuh yang sakit.

"Evans benar-benar tak kenal lelah, huh" gumam Diana sambil menyentuh pinggangnya yang sakit.

Sementara Diana sedang mandi, Evans beranjak dari kasur lalu duduk di kursi yang ada di kamar Diana.

"Kenapa sekarang Diana tidak sekamar lagi denganku? bukannya hubungan kami sudah lebih baik?" gumam Evans sambil menatap ke jendela.

"Apa dia masih kecewa dengan ucapanku yang seenaknya? hmm.. iya pasti karena itu kan?" benak Evans.

Mengingat saat dulu Evans membuat keputusan sepihak dengan membiarkan Diana kembali ke kamar itu tanpa memahami perasaan Diana membuat Evans sedih dan merasa bersalah.

Karena kini dia tidak ingin jauh lagi dari Diana, dia mencoba untuk membuat Diana terus berada di dekatnya dengan membiarkan Diana tidur sekamar lagi dengannya setiap hari tanpa batasan ataupun ijin darinya.

Ceklek!

Diana pun keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi.

"Istriku, kamu sudah selesai mandi?" tanya Evans tersenyum senang.

"Iya, Evans kamu juga mandi dulu ya, aku mau ganti baju" kata Diana sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

"Baiklah, setelah aku selesai mandi, ada hal penting yang mau ku sampaikan Diana"

"Apa itu?" tanya Diana penasaran.

"Rahasia"

Brak!

Evans menutup pintu dengan meninggalkan rasa penasaran yang kini menjadikan Diana bertanya-tanya karena merasa hal itu mencurigakan.

Selama ini Evans tidak pernah bercanda sampai seperti itu sehingga Diana mencurigai setiap tindakan Evans terlebih lagi sifat Evans yang sering berubah-ubah.

Rasa tenang dan nyaman yang Diana rasakan selalu saja terusik hanya dengan beberapa kalimat rancu yang keluar dari mulut Evans seolah mempunyai banyak arti.

"Sebenarnya apa yang mau Evans katakan? padahal kami sudah mulai dekat, aku takut Evans berubah lagi" gumam Diana.

Sembari menunggu Evans selesai mandi, Diana berganti pakaian dan merias dirinya dengan riasan sederhana agar tidak terlihat pucat di depan Evans.

"Kira-kira Lucas sedang apa ya?" ucap Diana yang tiba-tiba teringat dengan Lucas yang seharian belum bertemu dengannya.

Diana merasa cemas karena Lucas seharian bersama dengan Kirana tanpa bertemu dengannya meski sebentar.

"Kuharap Lucas masih mengingatku dan hanya sementara dia bersikap seperti itu karena masih merindukan bibinya" gumam Diana.

Sudah hampir 30 menit Evans berada di kamar mandi dan akhirnya keluar dengan wajah yang lebih cerah dan segar setelah mendapatkan energi yang banyak berkat istrinya.

"Istriku, apa kamu lama menungguku?" tanya Evans sambil tersenyum cerah.

"Kupikir kamu tidur Evans" jawab Diana dengan cuek.

Diana sedang duduk di kursi sambil menatap cermin meja riasnya kemudian Evans menghampirinya.

"Haha.. rupanya istriku ini orang yang tidak sabaran, ya? apa sudah kangen dengan suamimu ini?" jawab Evans sambil memeluk Diana dari belakang.

1
panty sari
kk iparnya itu ngebet banget main peluk peluk aja evan juga bukannya tampar itu kk ipar udha lancang main peluk
Rahma
lanjut kak
Wiwi
lanjut Thor
Tya Putry
👍👍👍
Nur Syamsi
Singkirkan tu ulat bulu thor
Wiwi
lanjut Thor
Yustina
lanjut...
Reni Anjarwani
lanjutt
Reni Anjarwani
doubel up thor
Wiwi
lanjut Thor semangat terus Thor
Wiwi
wow pelakor sudah datang, Thor jangan jangan adiknya meninggal sama kakaknya /Right Bah!//Right Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!