Tahanan Cinta Duda Kaya

Tahanan Cinta Duda Kaya

Awal yang kejam

Di pagi hari yang cerah seorang perempuan cantik,berkulit putih serta tubuh yang ramping sedang berjalan menuju tempat kerjanya setelah turun dari bus.

Lingkungan dekat kantornya yang masih sepi karena dia berangkat lebih awal, tidak membuatnya takut karena memang sudah terbiasa.

Namun hari itu terasa berbeda hingga membuatnya takut untuk melangkah.

"Hah! apa cuma perasaanku saja" gumamnya setelah menoleh ke belakang namun tak terlihat siapapun disana.

Perempuan itu bekerja di salah satu perusahaan swasta yang berada jauh dari rumahnya tapi demi memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan orang lain, tidak membuatnya patah semangat dan terus melangkah maju.

Perempuan itu berjalan sendirian meski sudah ada beberapa orang yang melewati jalan tersebut.

"Permisi, apa benar anda Diana Abelia, usia 24 tahun, bekerja di perusahan E" ucap seorang pria berbaju serba hitam menghampiri perempuan tersebut.

"Benar, maaf anda siapa? darimana tahu semua tentang saya?" Diana merasa takut dengan kehadiran 2 pria misterius yang menghadang jalannya.

Pria itu memberikan isyarat mata ke pria satunya lalu menganggukan kepala kemudian mereka menggenggam lengan Diana di kedua sisinya.

"Hei,apa-apaan ini?" ucap Diana meronta mencoba melepaskan genggaman mereka.

"Jangan banyak bicara, cepat ikut saja" ujar pria tersebut.

"Tolong!! lepaskan!" teriaknya sangat kencang.

Kondisi sekitar yang sepi membuat Diana tidak mendapatkan pertolongan dari siapapun meski berteriak sekencang mungkin.

"Diam!! atau kamu akan tahu akibatnya" kata salah satu pria itu.

Diana mencoba melarikan diri dengan menendang salah satu kaki dari pria di samping kirinya dan menyikut perut pria di sebelah kanannya namun bukannya merasa kesakitan justru kaki dan siku Diana lah yang sakit karena badan mereka yang keras dan kuat.

"Benar! lebih baik simpan tenagamu" sambung pria satunya sambil memelototi Diana.

Mereka terlihat menyeramkan dan mengintimidasi hingga Diana tidak berkutik dan hanya bisa diam meski dalam pikirannya terus berputar memikirkan solusi untuk bisa kabur.

Hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah gang yang hanya bisa di lalui oleh satu mobil saja namun dengan santainya seorang pria berwajah tampan dengan pakaian rapi namun mempunyai rambut lurus berwarna hitam pekat serta panjang yang hampir sepinggang berdiri di depan mobil mewah itu sambil menyilangkan kakinya dan menyalakan rokok lalu menghisapnya.

"Siapa pria itu? kenapa ada pria tampan berambut panjang? apa dia artis yang akan syuting? haha.. Jangan-jangan mereka sedang mengasah akting mereka dan lagi 2 pria yang di sampingku ini paling pemeran figuran kan?" benak Diana.

Diana mengira semua kejadian yang menimpanya hanya semacam prank untuk mereka yang sedang memainkan peran seolah menjadi sekelompok pria yang kejam yang ingin menculik seorang wanita tak berdaya seperti dia.

"Haha.." tawa kencang Diana terdengar hingga ke pria tampan berambut panjang itu.

"Kenapa wanita itu? apa dia sudah gila?" benak pria tampan berambut panjang itu. Dia bahkan membuang rokok yang baru di hisapnya karena merasa tersinggung dengan tawa Diana.

Diana yang dibawa kini sudah tepat di depan pria berambut panjang itu namun dia masih tertawa dengan santainya.

"Haha.. akting kalian benar-benar bagus! hei bung, lepaskan tanganku" Diana meminta kedua pria itu melepaskannya.

"Haha.. lucu sekali kamu! apa kamu sebodoh itu?" ejek pria itu.

Karena mereka tak kunjung melepaskan Diana dan juga ucapan pria itu yang terasa menusuk membuatnya sadar bahwa yang terjadi bukanlah sandiwara.

"Hei lepaskan! sebenarnya siapa kalian? ini tindakan ilegal, bisa-bisanya menculik seorang perempuan tak berdaya seperti ku! lepaskan!!" berontak Diana.

Ceklek!

Tidak ada yang mendengarkan Diana namun pria tampan berambut panjang itu justru masuk kedalam mobil mewahnya lalu setelah itu Diana di dorong masuk kedalam mobil.

Brakkk!

"Akh.." Diana tanpa sadar kepalanya menabrak dada pria tampan itu.

"Ternyata kamu sudah tidak sabar, ya?" ucap pria itu mengelus kepala Diana.

"A.. apa maksudnya?" jawabnya ketus sambil mendorong dada pria itu setelah tersadar.

Meski Diana bersikap seolah tidak takut namun sebenarnya dia gemetar berada dalam situasi yang menegangkan bahkan saat melihat mobil serta pakaian dan jam yang pria itu kenakan semuanya tampak sangat mahal.

"Bukannya tadi kamu menyentuh tubuhku?" ucap pria itu tersenyum.

"Siapa yang membuatku seperti ini? kalau bukan karena mereka mendorongku pasti aku tidak akan menyentuhmu bahkan tadi tidak sengaja" jawab Diana terus mengoceh.

"Eum..cup" pria itu menyentuh dagu Diana mencium bibirnya agar berhenti bicara.

Tindakan tidak sopan yang secara tiba-tiba itu membuat Diana terbelalak terkejut dengan hebatnya.

"Ci.. ciuman pertamaku! Hei.. tuan! meskipun sepertinya anda ini orang kaya tapi kenapa mencium orang dengan seenaknya? bahkan kita tidak saling mengenal" wajahnya memerah namun Diana mengelap bibirnya yang basah setelah dicium bibirnya oleh pria itu yang juga menempelkan lidahnya saat menciumnya.

"Sepertinya kamu terlalu kekanakan. Itu bahkan bukan ciuman tapi kenapa heboh sekali, bagaimana kalau kita menikah nanti?" kata pria itu tersenyum.

"Tuan.. tolong turunkan saya! sepertinya anda salah orang, apa maksud menikah? saya masih muda dan saya juga belum memikirkan tentang pernikahan" pintanya dengan ekspresi memelas.

Pria itu merubah ekspresi wajahnya menjadi terlihat menakutkan dengan sorot matanya yang tajam menatap Diana.

Dia mendekatkan wajahnya hingga mencondongkan badannya kedepan sampai Diana tersudut di pintu mobil dengan merasa ketakutan.

"Aku sudah berbaik hati sebelumnya tapi ingat! kamu tidak berhak pergi apalagi meminta belas kasih. Diam dan sadarlah posisimu seperti apa sekarang" ucap pria itu sambil menyentuh dagu Diana yang terbelah indah.

Meski sentuhannya tidak kasar namun Diana merasakan bahwa pria yang dia hadapi kali ini bukan orang sembarangan bahkan terlihat kejam.

Diana akhirnya diam setelah memahami bahwa ucapan pria itu terlihat seperti ancaman baginya. Dia tidak berani bersuara lagi dan hanya memantau situasi,mencari celah untuk kabur.

"Dan ingat! jangan berfikir untuk kabur, karena aku akan menyentuhmu jika kamu berani melangkah keluar tanpa sepengetahuan dariku"

Deg!

"I,iya" wajah Diana memerah serta tubuhnya gemetar ketakutan.

"Menyentuhku? bukankah itu berarti dia berniat mengambil kesucianku? haa!! tidak! itu pasti cuma pikiran kotorku, dia bukannya orang kaya, kan? pasti dia punya banyak wanita di sekitarnya jadi kemungkinan dia pasti hanya menggertakku saja" dalam benak Diana.

Dia mengangguk serta sesekali menggelengkan kepala namun dengan kedua tangannya menutupi depan tubuhnya.

Pria itu tidak mengerti apa yang sedang Diana lakukan karena baru pertama kali melihat perempuan unik seperti Diana.

"Bodoh" ejek pria itu.

"Apa? maksudnya aku bodoh?" jawab Diana.

"Akhirnya kamu mengaku sendiri bahwa kamu bodoh, cih!" kata pria itu menyeringai.

"Apa-apaan orang ini? meski wajahnya tampan, untuk apa kalau hatinya tidak seindah wajahnya" gumam Diana dengan memajukan mulutnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!