Aisya adalah gadis baik, periang dan selalu berhubungan dengan baik dengan sikap sopan santun nya membuat semua orang menyukainya.
Sehingga seorang mantan yang dulu membuang dan menyakiti perasaan nya kini menyesali dan sangat berambisi untuk memilikinya kembali.
Namun perjuangan Raka Firmansyah sang mantan Aisya tidaklah mudah, ada sosok lain yang Aisya kagumi setelah pengkhianatan yang dia lakukan dulu.
Siapa laki-laki itu?
Dapatkah Raka merebut kembali hati perempuan yang sebaik dan setulus Aisya kembali?
Bagaimana hubungan dan kisah mereka selanjutnya?
Mari kita simak cerita nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aunty ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 23
"Aarrghhhh maaf Ais" Raka sambil mengacak-ngacak rambut nya kasar.
Beberapa detik kemudian ponsel nya berdering tanda ada panggilan masuk.
"Hallo Assalamu'alaikum" Raka menjawab telepon.
"............"
"Ada apa Bro."
".........."
"Jadi gue harus kesana sekarang?"
".............."
"Ya sudah gue kesana sekarang tolong lu handle dulu sebelum gue sampai oke"
"..............."
"Ya Wa'alaikum Salam" Ucap Raka yang menjawab salam tanda percakapan di telpon berakhir.
Aisya hanya diam mendengarkan dan tanpa ada niat untuk bertanya apapun.
Raka yang mendapat telepon dari asisten nya Dani, memintanya segera datang ke kota X untuk menyelesaikan sedikit permasalahan di pabrik cabang yang baru akan di rintis, meminta ijin kepada Aisya untuk berpamitan.
"Ais Mas ada pekerjaan yang harus di selesaikan di pabrik cabang yang baru, Mas pergi dulu ya untuk beberapa hari, apa Ais bisa tinggal sendiri disini?" Raka bicara sambil menatap Aisya khawatir.
"Saya tidak apa-apa Mas tinggal disini ada mba juga dan paman yang menemani" Aisya menoleh sebentar untuk menjawab.
"Jaga diri baik-baik jangan telat makan dan yang pasti jangan bersedih terus, percayalah aku sangat mencintai mu Ais" Raka berucap sambil mengecup kening istri nya.
Aisya terhenyak kaget mendapati perlakuan Raka dia hanya diam dan mengangguk.
"Mas apa perlu saya siapkan pakaian ganti untuk disana? biar saya siapkan.
Raka tersenyum bahagia dengan perhatian Aisya kepada nya.
"Terimakasih sayang apa Mas tidak merepotkan mu" Raka tersenyum, terlihat ada binar bahagia di mata nya.
"Apa an sih Mas hal begini saja merepotkan sudah seharus nya seperti ini Mas."
"Iya sayang tapi sungguh Mas bahagia, oh iya baju nya 3 stel saja jangan banyak soal nya aku hanya sebentar disana."
"Mas Kok jadi panggil sayang sih" ucap Aisya sambil berdiri hendak mempersiapkan baju untuk Raka.
"Kenapa memang hemmmm? kita kan sudah halal jadi bebas dong mau panggil apa? Raka tersenyum menggoda.
"Apa an sih Mas tapi saya...." ucapan Aisya terpotong perkataan Raka.
"Tidak ada tapi-tapian satu lagi kamu itu bicara sudah seperti kepada orang asing, jangan berbicara formal seperti itu aku suami mu Ais" ucap Raka menatap Aisya lekat.
"Huuuffhhhh ya sudah gimana kamu saja Mas maaf aku hanya belum terbiasa."
"Ya sudah maafkan Mas yang selalu memaksakan kehendak Mas sendiri, tapi Mas harap kamu bisa terbiasa ya" Raka bicara sambil memegang kedua bahu Aisya.
Aisya hanya menunduk tidak berani menatap Raka lalu dia mengangguk pelan.
"Ya sudah Mas mandi dulu dan bersiap-siap" Raka berlalu ke kamar mandi.
"Iya Mas."
Selagi Raka mandi Aisya menyiapkan pakaian untuk Raka yang akan dipakai nya berangkat dan yang akan di bawa nya pergi ke kota X.
Aisya dan Raka sudah berada di teras depan untuk bersiap pergi.
"Hati-hati di rumah ya sayang jaga diri baik-baik jangan nakal" Raka tersenyum menggoda.
"Aku tidak pernah nakal kamu yang nakal Mas dari dulu" jawab Aisya ketus.
"Hehe aku cuma bercanda sayang, iya aku yang nakal tapi sekarang gak lagi kok jangan khawatir sayang hehe" Raka masih saja bercanda.
"Gimana kamu saja Mas itu mah masalah hati kamu, hati-hati di jalan nya" Aisya bicara masih dengan muka datar nya.
"Ya aku janji sayang aku tidak akan nakal lagi percayalah, ya sudah aku pergi dulu ya" Raka berkata serius lalu mengecup kening Aisya.
Aisya lagi-lagi harus merasakan jantung nya berdebar-debar mendapatkan perlakuan manis dari suami nya.
Mobil Raka berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumah. Aisya pun bergegas masuk ke dalam rumah setelah mobil Raka menghilang dari pandangan nya.
Raka memang sedang membuka cabang pabrik kue dan toko nya di kota X.
Raka bukanlah orang kantoran dia hanya seorang pengusaha kecil yang dengan kerja keras nya mampu membuat dirinya sebagai seorang yang cukup berada.
Kini Aisya sedang duduk bersandar di tempat tidur dengan beralaskan bantal, pikiran nya sedang mengembara kemana-mana.
Memikirkan perlakuan Raka, mengingat Azam yang dia kagumi, mengingat masa depan yang entah mengapa saat ini dia malas untuk melangkahkan kaki untuk meraih nya.
Bukan Aisya putus asa dan bermalas-malasan tapi angan yang kemarin terbang tinggi sekarang hancur jatuh berserakan.
Beberapa hari berlalu namun Raka tak kunjung datang, memang Raka mengabarkan kepada Aisya bahwa masalah nya belum selesai dan mungkin dia harus berada satu minggu disana.
Aisya tentu saja tidak masalah di tinggal Raka berapa lama pun justru dia merasa nyaman tidur dan apapun itu tanpa Raka di sisi nya.
Dan hari ini sudah 6 hari setelah kepergian Raka.
Aisya yang mempunyai rencana untuk bertemu dengan teman-teman nya telah bersiap pergi.
Aisya akan menggunakan sepeda motor matic milik Raka yang sudah di beri tahu dimana letak kunci motor nya apabila Aisya mau menggunakan nya.
Acara dilaksanakan di salah satu rumah teman nya, sudah di persiapkan berbagai macam makanan untuk jamuan semua teman sekelas.
Aisya sampai di tempat tujuan dan memang acara ini di adakan di rumah Mery sahabat nya. Cukup jauh dari rumah Raka yang sekarang di tinggali Aisya.
"Asslamu'alaikum" Aisya mengucapkan salam setelah tiba.
"Wa'alaikum Salam" serentak teman-teman Aisya menjawab.
Memang Aisya yang paling terakhir datang ke lokasi karena dia paling jauh rumah nya.
"Hai pengantin baru makin cantik aja nih" Mery kepada Aisya menggoda.
"Apaan sih Mer malu tahu" jawab Aisya tersipu malu.
Hati nya merasa malu dan jadi ingin marah dengan status nya sekarang, ia masih ingin menikmati masa-masa remaja nya seperti teman-teman yang lain.
Sedangkan di tempat lain Raka yang rencana nya besok baru akan kembali, tapi ternyata permasalahan mampu dia selesaikan dengan cepat dan hari ini dia akan kembali ke rumah nya. Terlebih Raka mendapatkan kabar dari suruhan nya bahwa Aisya pergi reuni dengan teman-teman nya.
Raka langsung geram dengan kelakuan Aisya yang sama sekali tidak meminta Izin kepada nya.
Perjalan Raka hampir sampai, dia semakin mempercepat laju kendaraan nya saat mendapat kabar tersebut.
Sementara Aisya tampak tertawa-tawa lepas bisa bercanda dan berkumpul kembali dengan teman-teman sekolah nya.
Dia seolah melupakan kesedihan nya.
Disaat Aisya sendiri duduk melihat pekarangan rumah Mery, tiba-tiba Ilham menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.
"Sya selamat ya atas pernikahan mu" Ilham berucap dengan wajah sendu.
"Eh Ham iya terimakasih kan kamu sudah mengucapkan nya pas di hari itu" Aisya kaget dan mencoba tersenyum.
"Apa kamu bahagia Sya?" tanya Ilham menatap lekat Aisya.
"Eh kenapa kamu bertanya seperti itu Ham?" tanya Aisya balik
"Aku melihat ada kesedihan di mata mu di hari pernikahan dan saat ini pun aku melihat nya" Ilham berkata lirih.
"Aku bahagia kok Ham jangan khawatir" Aisya tersenyum mencoba menutupi kesedihan nya.
"Sya apa kamu tidak tahu selama ini aku menyukai mu, tapi aku tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini aku hancur mendengar kamu akan menikah, tapi sekarang aku hanya ingin melihat kamu bahagia itu sudah cukup untuk ku" ucap Ilham berbicara dengan wajah sendu dan mulai mengusap sudut mata nya.
"Ham a aku tidak pernah tahu kalau kamu" jawaban Aisya terpotong oleh suara seseorang yang memanggil nya dari samping.
Aisya menoleh dan matanya melotot mendapati suami nya kini tengah berada tidak jauh dari posisi nya.
"Aisya" ujar Raka dengan nada tinggi.
"Ma mas Raka" Aisya terkaget.
Raka langsung mendekati Aisya dan Ilham lalu memandangi Ilham dengan tatapan tajam nya.
"Dasar bocah kurang ajar" Raka emosi sambil mencengkram kerah baju Ilham
Semua teman-teman Aisya berkumpul dan mendekat setelah mendengar dan melihat ada keributan.
"Ma mas hentikan tolong berhenti Mas jangan seperti ini, kami tidak melakukan apapun" Aisya panik dan menangis.
"Aku mendengar semua yang dia ucapkan padamu Ais dia harus aku beri pelajaran, berani-berani nya dia menyatakan cinta pada wanita yang bersuami hahh" Raka berbicara sangat emosi dengan tangan yang masih mencengkeram kerah baju Ilham
Lalu dengan satu pukulan Ilham sudah tersungkur di tanah.
Bugghhhh....
Arhhgggh...
"Astagfirullahaladzim Mas Raka hentikaaaaannnn" Aisya berteriak sambil menangis.
Dia memutuskan berlari dan mendekati sepeda motor nya untuk segera pulang.
Namun Raka menarik tangan nya, memaksanya masuk ke dalam mobil nya.
Makasih sudah membaca 🤗
Jejak like dan komentar ya gaess🤗🙏
mu, ku, dan nya tidak bisa berdiri sendiri, artinya harus ditulis serangkai.
contoh: kata-kata mu> kata-katamu
ku sapa di hari itu> kusapa di hari itu
bersama nya> bersamanya.
Semangat tetap perhatikan eyd. Sukses selalu Kak
Tentang harapan dan doa-doa yang selalu berakhir pada tangan nadir
Keterpaksaan selalu berawal dari ketidakberdayaan menghadapi kenyataan
Sepahit apapun kisah kehidupan, tetap harus kita terima bukan?
Meskipun dengan sadar, itu bukanlah pilihan
Tapi mau bagaimana lagi, garis kehidupan sudah ditentukan oleh Tuhan
Sang Pencipta Kejadian
_______
Kata-kata hanyalah dalih, yang berbicara sesungguhnya adalah hati dengan bahasanya sendiri-sendiri....