NovelToon NovelToon
Pergi Atau Bertahan

Pergi Atau Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:63.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Nurmaida

Olivia, Jatuh cinta dengan senior di kampusnya. Pernyataan cintanya ditolak dan dibenci seluruh kampus. Hidupnya berantakan, ibunya menjadi sasaran kemarahan dari orang-orang yang membencinya.

Untuk mengakhiri semua penderitaan, ia menjauhi seniornya, meninggalkan kota dan pindah ke kampus lain. Disaat kepergiannya, sosok pria yang sangat ingin ia hindari justru menyatakan cinta padanya.

Lalu bagaimana Olivia harus menanganinya? Apakah ia akan menerima cinta pria itu atau justru menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Nurmaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Alex datang ke perusahaan untuk suatu alasan. Ia mencari dokumen-dokumen yang terkait dengan kerjasama dengan ayahnya Hana. Ia mencarinya dengan teliti agar tidak ada satu dokumen pun yang terlewat.

Setelah mencarinya beberapa waktu, ia akhirnya menemukannya. Cukup banyak kerjasama yang mereka lakukan. Kalau pun Alex akan membatalkan kerjasama diantara mereka, maka yang menanggung kerugian bukan perusahaannya melainkan milik perusahaan ayahnya Hana. Tanpa perusahaan miliknya, perusahaan ayahnya Hana bukanlah apa-apa.

Ia lalu mengetik sendiri dokumen keterangan pembatalan kontrak kerjasama, lalu menandatangani dan mencap nya dengan nama perusahaan. Ia tidak peduli apakah papanya akan marah atau tidak. Saat ini yang ingin dia lakukan adalah memberikan pelajaran pada Hana. Apa yang telah dilakukan oleh Hana benar-benar tidak bisa ia terima.

"Berikan ini pada perusahaan paman Ken. Jika dia bertanya apa yang terjadi, maka suruh dia bertanya pada putrinya sendiri!"

Alex memberikan dokumen yang telah dibuatnya pada sekretaris nya. Menatapnya dengan mata dingin.

"Baik, Pak"

Sekretaris nya mengangguk setuju dan berjalan pergi meninggalkan Alex sendirian didalam ruangan.

Alex memandangi kepergian sekretarisnya. Ia memutar kursinya kebelakang, melihat pemandangan perkotaan melalui kaca perusahaan. Kali ini, ia akan memberikan Hana pelajaran yang tidak akan pernah bisa ia lupakan. Ia tertawa licik didalam hatinya, memikirkan rencana-rencana bagus untuk memberinya pelajaran.

.....

Sekretaris Alex tidak melihat Ken diperusahaannya dan mendatangi langsung rumahnya untuk memberikan dokumen yang akan diserahkan. Ia membunyikan pintu bel dan menunggu seseorang untuk membukanya.

"Siapa!"

Terdengar suara yang keras dari dalam.

"Saya Sekretaris Pak Alex. Pak Alex memberikan dokumen pada Pak Ken"

Sekretaris menjelaskan niat kedatangannya dan akhirnya ia mendengar pintu gerbang yang terbuka. Seorang pria paru baya langsung keluar dengan memakai style rumahan. Ia memberikan dokumen nya langsung padanya.

Ken membukanya dan melihat keseluruhan isinya. Matanya melebar dengan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Ia melihat pernyataan pembatalan kerjasama.

"Apa maksudnya ini?"

Ken berteriak keras pada wanita didepannya. Bagaimana mungkin Alex tiba-tiba membatalkan kerjasama yang sudah terjalin sejak lama diantara keluarganya. Pasti ada kesalahpahaman disini.

"Kalau Bapak penasaran, bapak bisa bertanya kepada putri bapak mengenai alasan pembatalan kerjasama nya. Saya hanya menjalankan perintah dari Pak Alex, kalau gitu saya pamit dulu mau kembali ke perusahaan. Selamat siang , Pak"

Sekretaris Alex hanya menjelaskan beberapa patah kata sesuai dengan yang Alex perintahkan padanya dan kemudian pamit undur diri untuk kembali ke perusahaannya.

Ken awalnya merasa bingung saat mendengar Sekretaris Alex menyuruhnya untuk bertanya pada Hana mengenai alasan pembatalan kerjasama mereka. Karena merasa penasaran, ia langsung menemui putrinya yang saat ini sedang ada di rumah.

Ia mencari Hana diseluruh ruangan dan melihatnya sedang asik melihat televisi. Ken langsung berjalan kearahnya.

"Hana, apa yang sudah kau lakukan dengan Alex?"

Ken bertanya langsung dengan putrinya. Ia dapat melihat putrinya yang menegang akibat pertanyaan yang diajukannya.

"Apa maksud ayah? aku tidak mengerti"

Hana mencoba menyangkalnya, ia memang melakukan sesuatu terhadap hubungan Alex dan Hana. Tapi ia tidak mengetahui apa hubungannya dengan ayahnya.

"Alex membatalkan kerjasama perusahaan yang sudah terjalin sejak lama diantara kita dan itu terjadi karena dirimu. Bisa kau jelaskan apa yang telah kau lakukan padanya?"

Ken mencoba bersabar sejak awal, tapi melihat putrinya yang pura-pura tidak mengetahuinya langsung membuat emosinya melonjak.

"Aku tidak melakukan apa pun!"

Hana menyangkal semua tuduhan yang dilontarkan ayahnya. Tubuhnya bergetar ketakutan saat menghadapi kemarahan ayahnya.

"Jangan berbohong padaku. Alex tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas"

Ken sudah mencapai puncak kesabarannya. Sejak dulu putrinya sangat tidak berguna, karena melahirkan Hana, istri yang sangat ia cintai malah meninggal dunia.

"Aku membuat hubungan Alex dan Olivia hancur. Aku tidak rela melihat mereka bersama, jadi aku menyiapkan rencana untuk memisahkan mereka. Aku sangat senang saat mengetahui rencanku berhasil, sekarang mereka tidak akan bersama lagi!!"

Hana berteriak dengan lantang, ia mengucapkan kalimatnya dengan bahagia dan tanpa beban sekalipun. Padahal apa yang dia lakukan itu adalah hal yang salah.

Plakkk...

Ken melayangkan tamparan pada wajah Hana hingga membuat pipinya memerah. Apa yang baru saja dikatakan Hana benar-benar membuatnya murkah. Kenapa putrinya sangat gegabah dalam menjalankan rencananya, seandainya saja Hana bisa lebih pintar.

"Sejak dulu kau memang sangat tidak berguna. Aku menyuruhmu mendekati Alex agar kita mendapatkan manfaatnya bukan malah kau membuat Alex marah. Lihat, karena perbuatan mu Alex membatalkan seluruh kerjasama di perusahaan dan kita akan bangkrut!!"

Hana masih memegangi pipinya yang terasa nyeri saat ayahnya menamparnya. Ia tidak pernah menyangka ayahnya akan menamparnya. Ditambah dengan kenyataan yang baru saja dikatakan ayahnya langsung menampar lubuk hatinya.

'Alex membatalkan kerjasama dengan perusahaan ayahnya!'

Ia tiba-tiba merasa ketakutan, Alex pasti sudah mengetahui bahwa ialah alasan mereka berpikir dan ia juga yang sudah menjebak Alex dengan perempuan itu.

"Apalagi yang mau kau katakan dengan ini!"

Ken berteriak dengan keras didepan putrinya. melemparkan dokumen kearah Hana hingga seluruh kertas di map berhamburan keluar. Setelah itu ia berjalan ke ruangan kamarnya dan menutup pintu dengan keras.

Hana hanya menatap dokumen-dokumen yang berhamburan dilantai. Ia mengambilnya dan memeriksanya. Matanya melebar karena terkejut, ternyata memang benar Alex telah melakukannya. Membatalkan kerjasama dengan perusahaan ayahnya m

'Demi wanita itu Alex rela membatalkan kerjasama dengan perusahaan ayahnya'

Hana meremas kertas dengan keras dan mengutuk nama Olivia dengan lirih didalam hatinya. Seandainya saja kertas ini Olivia, ia pasti akan meremasnya hingga hancur berkeping-keping.

Hana kemudian pergi untuk menyegarkan dirinya. Karena Olivia, ia ditampar dan dimarahi oleh ayahnya. Baru kali ini ayahnya menamparnya.

......

Alex sudah memperhatikan Hana sejak keluar dari rumahnya. Ia melihat Hana keluar sendirian, ayahnya pasti sangat marah padanya sekarang. Ia bahkan mendengar suara teriaknya dari luar. Ia melihat Hana menaiki mobilnya dan berjalan pergi. Alex mengikuti kepergian Hana dengan mobilnya.

Alex melihat Hana berhenti didekat taman dan dia pun menghentikan mobilnya, waktunya sudah tiba. Ia mendekatkan bibirnya ke ponsel yang sudah tersambung dengan nomor seseorang.

"Bawah dia sekarang!"

Alex memerintahkan seorang yang dia telepon, matanya menyaksikan seorang pria yang hampir menutupi seluruh wajahnya dengan pakaian hitam. Pria itu membius Hana dan membawanya pergi. Saat itu, taman sedang kosong, jadi tidak akan ada seseorang yang melihat perbuatannya.

Alex menatap puas pada rencananya yang hampir berhasil. Ia sudah menculik Hana ke tempat yang ia rahasiakan, bahkan orangtuanya tidak akan mengetahuinya. Sekarang ia akan memberi Hana pelajaran. Pelajaran yang setimpal dengan apa yang telah dia lakukan.

Alex menutup layar ponsel dan menghidupkan kembali mobilnya. Mobilnya berjalan keluar dari taman. Ia tertawa senang didalam mobil, memikirkan rencana apa yang cocok untuk menghukum Hana.

........ Bersambung.......

1
Ilfa Yarni
kmn aja baru update LG thor
Vyone Shasha
lanjut thor seterusnya
mengandung bawang 😭😭😭😭😭
Salawati kayla
bagus ceritanya
Muhammad Bagus
keren thor.

kamu tau yg paling keren dari novelmu cara Alex melindungi dan membalas penganggu hubungan mereka.

sumpah. juara! aku ga nyangka sampe ke situ.

jgn kecewain aku ya thor. novelmu menjadi fav ku
Ilfa Yarni
syukurlah skr tinggal halalkan hubungan kalian
Muhammad Bagus
ingat thor gada ceritanya lo buat Olivia celaka.

yg hrs celaka ya Emily! buat si Alex seperti saat dia memperlakukan Hana. mempertahankan miliknya. melindungi cintanya
Muhammad Bagus
jgn ada aksi jebak menjebak pake obat perangsang trus si Alex terjebak thor. basi

dia bisa bersikap kejam ke Hana dk sampe membunuh Hana.

kenapa tdk bs bersikap kejam ke Emily.

toh sama aja. per3mpuan terobsesi ga jelas.
Mandala Abie
emily sableng
Ilfa Yarni
ya pastilah orang tua setuju toh demi kebahagiaan anknya
Mulia Hasan
bagus thor ceritanya..thor jng terll lama ya..Alex sm Olivia pisahnya ..🙏😔
Ilfa Yarni
waduh ternyata Emily psikopat serem jg tp Alex lbh serem lg
Ilfa Yarni
coba saja klo bisa
Ilfa Yarni
salam kenal thor
Sylvia Gho
so far ceritanya bagus..gak gantung2..saya pribadi bisa merasakan spti berada dlm cerita.. /Kiss/
shanty aan
bagus ceritanya/Drool//Drool//Drool/
Sadan Aulia
up tiap hari yg thor dan up yg byk 😊
Aulia Au
bagus ceritanya..tp bersambung
Maisarah Sarah
Lumayan
Maisarah Sarah
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!